Modul ajar SKI MI kelas VI materi Syekh Maulana Malik Ibrahim lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa penyebaran Islam di Indonesia dilakukan oleh para ulama atau wali.
Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami peran penting Syekh Maulana Malik Ibrahim sebagai pelopor dakwah Islam di Jawa dan meneladani nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara seorang ulama di masa lalu bisa menyebarkan ajaran Islam ke seluruh pelosok Nusantara tanpa teknologi modern?
Tujuan: Menjelaskan biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim dengan benar setelah membaca teks
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, melakukan presensi, dan mengaitkan materi sebelumnya dengan pertanyaan: 'Siapa yang pernah mendengar tentang Wali Songo?' Kemudian, guru menyampaikan tujuan pembelajaran 'Hari ini kita akan mengenal sosok Syekh Maulana Malik Ibrahim' dan memantik diskusi dengan pertanyaan 'Bagaimana seorang ulama bisa datang dari jauh dan menyebarkan Islam di sini?'
Memahami: Peserta didik membaca teks biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim dari buku ajar atau lembar kerja, kemudian mengidentifikasi informasi penting mengenai asal-usul, kedatangan, dan awal perjuangan dakwah beliau di Gresik.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik membuat daftar pertanyaan tentang biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim dan mencoba menjawabnya berdasarkan teks yang telah dibaca, lalu membandingkan hasilnya dengan kelompok lain.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan ringkasan biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya mengenal tokoh penyebar Islam.
Penutup: Guru membimbing peserta didik menyimpulkan biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mencari tahu lebih lanjut tentang metode dakwah beliau. Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan senyuman.
Tujuan: Menganalisis strategi dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim dengan tepat setelah diskusi kelompok dan Mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan Syekh Maulana Malik Ibrahim dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim dan bertanya: 'Setelah mengenal beliau, bagaimana kira-kira cara beliau berdakwah?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yakni 'Kita akan menganalisis bagaimana Syekh Maulana Malik Ibrahim berdakwah dan meneladani kebaikan beliau.'
Memahami: Peserta didik disajikan studi kasus atau cerita pendek tentang situasi masyarakat sebelum kedatangan Syekh Maulana Malik Ibrahim dan tantangan dakwah beliau, kemudian menganalisis metode-metode yang digunakan seperti perdagangan, pertanian, dan pengobatan.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk menganalisis strategi dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim, mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan seperti kesabaran, kearifan, dan kepedulian sosial, serta menghubungkannya dengan contoh perilaku sehari-hari.
Merefleksi: Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisis strategi dakwah dan nilai keteladanan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Guru memberikan penguatan tentang relevansi nilai-nilai tersebut di era modern dan memberikan kesempatan peserta didik untuk saling bertanya dan memberi masukan.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman tentang strategi dakwah dan nilai keteladanan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar peserta didik dan memberikan motivasi untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Pembelajaran ditutup dengan doa dan pengantar untuk proyek pertemuan berikutnya.
Tujuan: Membuat peta konsep strategi dakwah yang relevan dengan konteks kekinian secara kreatif
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang strategi dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim dan bertanya: 'Jika kalian adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim di zaman sekarang, bagaimana kalian akan berdakwah?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 'Hari ini kita akan membuat peta konsep strategi dakwah yang kreatif dan relevan dengan zaman kita.'
Memahami: Peserta didik diajak melihat contoh peta konsep atau mind map yang efektif dan berdiskusi tentang elemen-elemen penting dalam peta konsep strategi dakwah, seperti target audiens, media, pesan, dan nilai-nilai yang disampaikan.
Mengaplikasi: Secara individu atau berpasangan, peserta didik merencanakan dan membuat peta konsep strategi dakwah yang terinspirasi dari Syekh Maulana Malik Ibrahim namun disesuaikan dengan konteks kekinian, menggunakan alat tulis atau aplikasi digital sederhana.
Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan peta konsep strategi dakwah mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif, mengapresiasi kreativitas, dan mengidentifikasi ide-ide terbaik. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya berdakwah dengan cara yang relevan dan bijaksana.
Penutup: Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang Syekh Maulana Malik Ibrahim dan pentingnya dakwah yang kreatif. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka. Pembelajaran diakhiri dengan doa, motivasi untuk terus berbuat baik, dan senyum ceria.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil kerja kelompok (LKPD).
Akhir (sumatif): Penilaian peta konsep strategi dakwah yang dibuat peserta didik dan tes tertulis akhir berupa pilihan ganda dan esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim dengan benar | Biografi Syekh Maulana Malik Ibrahim | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Menganalisis strategi dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim dan mengidentifikasi nilai keteladanan | Strategi Dakwah dan Keteladanan Syekh Maulana Malik Ibrahim | 2 JP | penalaran kritis, keimanan dan ketakwaan |
| Membuat peta konsep strategi dakwah yang relevan dengan konteks kekinian secara kreatif | Peta Konsep Dakwah | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia, terutama di tanah Jawa. Beliau dikenal sebagai 'Wali Songo' yang pertama kali datang dan meletakkan dasar-dasar dakwah Islam dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih sayang, sehingga Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat kala itu.
Syekh Maulana Malik Ibrahim, juga dikenal dengan nama Sunan Gresik, diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada awal abad ke-14. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad ﷺ dari jalur Husain bin Ali. Kedatangan beliau ke Nusantara, khususnya ke Jawa, diperkirakan pada tahun 1404 M. Beliau tiba di daerah Gresik, Jawa Timur, dengan membawa misi dakwah Islam yang damai dan toleran.
Salah satu strategi dakwah utama Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah melalui jalur perdagangan. Beliau dikenal sebagai pedagang yang jujur dan adil. Melalui interaksi dagang ini, beliau menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat dari berbagai kalangan, termasuk para bangsawan dan rakyat biasa. Sikap beliau yang ramah dan berakhlak mulia menjadi daya tarik tersendiri bagi penduduk lokal untuk mengenal Islam.
Selain berdagang, Syekh Maulana Malik Ibrahim juga memanfaatkan keahliannya di bidang pertanian dan pengobatan. Beliau mengajarkan teknik-teknik pertanian baru yang lebih efektif kepada masyarakat, sehingga hasil panen mereka meningkat. Beliau juga dikenal sebagai tabib yang mahir mengobati berbagai penyakit. Kedua cara ini membuat beliau sangat dicintai dan dihormati, membuka jalan bagi penyebaran ajaran Islam.
Syekh Maulana Malik Ibrahim tidak hanya berdakwah secara lisan, tetapi juga membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Beliau mendirikan masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan Islam. Selain itu, beliau juga membangun pondok pesantren pertama di Jawa yang menjadi cikal bakal lembaga pendidikan Islam di Nusantara, tempat para santri belajar agama dan ilmu pengetahuan umum.
Keteladanan Syekh Maulana Malik Ibrahim sangatlah banyak, antara lain kesabaran, kearifan, dan kepedulian sosial yang tinggi. Beliau tidak memaksakan ajaran Islam, melainkan mendekati masyarakat dengan cara-cara yang sesuai dengan budaya lokal. Sikap toleransi dan akomodasi terhadap adat istiadat setempat menjadikan dakwah beliau diterima dengan lapang dada tanpa menimbulkan konflik.
Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat pada tahun 1419 M dan dimakamkan di Gresik, Jawa Timur. Makam beliau hingga kini menjadi salah satu situs ziarah penting. Peninggalan beliau bukan hanya makam, tetapi juga warisan nilai-nilai dakwah yang moderat, toleran, dan mengedepankan pendekatan budaya, yang menjadi pondasi bagi penyebaran Islam di Nusantara oleh para Wali Songo lainnya.
Rangkuman: Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah Wali Songo pertama yang menyebarkan Islam di Jawa, khususnya Gresik, pada abad ke-14. Beliau berdakwah melalui perdagangan, pertanian, pengobatan, serta membangun masjid dan pondok pesantren. Keteladanan beliau dalam kesabaran, kearifan, dan toleransi menjadi kunci keberhasilan dakwahnya, meninggalkan warisan Islam yang damai dan moderat di Nusantara.
Tujuan: Menganalisis biografi dan strategi dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim serta mengidentifikasi nilai-nilai keteladanannya.
Alat & bahan: Buku ajar SKI, alat tulis, kertas HVS atau buku gambar, pensil warna/spidol
| Wali Songo | Sembilan orang penyebar agama Islam terkemuka di Pulau Jawa pada abad ke-14 hingga ke-16 Masehi. |
| Dakwah | Kegiatan mengajak, menyeru, atau memanggil orang lain untuk mengikuti ajaran agama Islam. |
| Gresik | Salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menjadi pusat awal penyebaran Islam di Jawa oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim. |
| Pondok Pesantren | Lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang mendidik santri tentang ilmu agama. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.