Modul ajar IPA MTs kelas IX materi Pertumbuhan dan Perkembangan pada makhluk hidup lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 (IPA). Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis konsep pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menyajikan hasil pengamatan dan eksperimen tentang proses tersebut dengan sikap ilmiah.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 (IPA)
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui ciri-ciri makhluk hidup dan kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan adalah proses fundamental kehidupan yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal, serta memiliki implikasi penting bagi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan manusia.
Pertanyaan pemantik: Mengapa pohon di halaman sekolah kita bisa tumbuh tinggi, tapi hewan peliharaan kita tidak bisa tumbuh sebesar gajah?
Tujuan: Mengidentifikasi perbedaan konsep pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup dan menganalisis faktor-faktor internal yang memengaruhinya.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Peserta didik diajak mengamati gambar atau video bayi yang tumbuh menjadi dewasa dan biji yang berkecambah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa bedanya tumbuh dan berkembang?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai contoh pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dan hewan di sekitar madrasah, mencatat ciri-ciri yang mereka temukan. Mereka kemudian berdiskusi untuk membedakan konsep pertumbuhan (kuantitatif) dan perkembangan (kualitatif) serta mengidentifikasi faktor internal (hormon, gen) yang berperan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat mind map atau poster sederhana yang menggambarkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan serta contoh faktor internal yang memengaruhinya pada tumbuhan dan hewan. Mereka juga menyiapkan pertanyaan untuk didiskusikan dengan kelompok lain.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi, serta mengapresiasi kerja keras peserta didik.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan kuis singkat interaktif dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif. Guru menyampaikan rencana pertemuan selanjutnya terkait faktor eksternal dan praktik. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan, serta merancang percobaan sederhana tentang pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan tumbuhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pertanyaan: 'Selain dari dalam, apa lagi yang mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup?' Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini yaitu merancang sebuah percobaan.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan studi kasus atau masalah terkait pertumbuhan tanaman yang terhambat karena faktor lingkungan. Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi berbagai faktor eksternal (cahaya, air, suhu, nutrisi) yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, baik pada tumbuhan maupun hewan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merancang sebuah percobaan sederhana untuk menguji pengaruh salah satu faktor eksternal (misalnya, intensitas cahaya atau jumlah air) terhadap pertumbuhan kecambah. Mereka menyusun hipotesis, menentukan variabel, alat dan bahan, serta langkah kerja yang sistematis dan jelas. Rancangan percobaan dituangkan dalam LKPD.
Merefleksi: Masing-masing kelompok mempresentasikan rancangan percobaannya. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan rancangan. Guru memastikan setiap rancangan memenuhi kaidah ilmiah dan dapat dilaksanakan dengan aman.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan proses perancangan proyek. Guru mengapresiasi kreativitas dan kerja sama kelompok. Guru memberikan motivasi untuk pelaksanaan percobaan di rumah dan mengingatkan untuk membawa bahan-bahan yang diperlukan di pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Melaksanakan percobaan sederhana tentang pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan tumbuhan, menyajikan data dan kesimpulan hasil percobaan pertumbuhan tumbuhan secara kolaboratif, dan menjelaskan tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak pra-lahir hingga dewasa.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali tujuan proyek percobaan pertumbuhan dan menjelaskan bahwa hari ini adalah puncak dari proyek tersebut, termasuk pembahasan perkembangan manusia. Guru memotivasi peserta didik untuk menunjukkan hasil terbaik.
Memahami: Peserta didik melanjutkan pengamatan dan pencatatan data dari percobaan pertumbuhan kecambah yang telah mereka lakukan di rumah. Mereka menganalisis data yang terkumpul dan menarik kesimpulan berdasarkan hipotesis awal. Kemudian, guru memfasilitasi diskusi tentang tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia, dari konsepsi hingga dewasa, menggunakan media visual atau studi kasus.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun laporan hasil percobaan yang mencakup tujuan, hipotesis, alat dan bahan, langkah kerja, data pengamatan (dalam tabel atau grafik), analisis data, dan kesimpulan. Laporan tersebut dipresentasikan di depan kelas. Guru juga meminta peserta didik untuk membuat poster infografis tentang tahapan perkembangan manusia.
Merefleksi: Presentasi kelompok dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan umpan balik dari kelompok lain serta guru. Guru memberikan apresiasi terhadap laporan dan presentasi, serta memberikan penguatan materi tentang pertumbuhan dan perkembangan, termasuk pada manusia. Guru juga mengajak peserta didik untuk menghubungkan materi ini dengan nilai-nilai keimanan dan kepedulian terhadap kehidupan.
Penutup: Peserta didik dan guru membuat rangkuman akhir tentang seluruh materi pertumbuhan dan perkembangan. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan presentasi terbaik dan mengapresiasi seluruh kerja keras peserta didik. Guru memberikan tugas refleksi individu dan menyampaikan salam penutup diiringi doa.
Proses (formatif): Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok, perancangan percobaan, dan presentasi.
Akhir (sumatif): Penilaian laporan percobaan, presentasi, dan tes tertulis (pilihan ganda dan esai).
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi perbedaan konsep pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. | Konsep pertumbuhan dan perkembangan, faktor internal. | 2 JP | penalaran kritis |
| Menganalisis faktor-faktor eksternal dan merancang percobaan. | Faktor eksternal, metodologi percobaan. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| Melaksanakan, menyajikan hasil percobaan, dan menjelaskan perkembangan manusia. | Data percobaan, analisis, kesimpulan, tahapan perkembangan manusia. | 2 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua proses fundamental yang dialami oleh semua makhluk hidup, mulai dari bakteri kecil hingga manusia. Meskipun sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki makna dan karakteristik yang berbeda. Memahami proses ini membantu kita menghargai kompleksitas kehidupan dan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, serta bagaimana kita dapat menjaga keberlangsungan hidup.
Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran (tinggi, berat, volume) dan biomassa yang bersifat ireversibel, artinya tidak dapat kembali ke ukuran semula. Ini terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran ukuran sel. Contohnya, bayi yang membesar menjadi anak-anak. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan fungsi organ dan organisme secara keseluruhan, yang bersifat kualitatif. Ini melibatkan diferensiasi sel dan organ. Contohnya, bayi yang mulai bisa berjalan atau berbicara.
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu gen dan hormon. Gen adalah materi genetik yang membawa sifat-sifat keturunan dari induk ke anakan, menentukan potensi maksimal pertumbuhan suatu individu. Hormon pada tumbuhan (auksin, giberelin, sitokinin, etilen, asam absisat) mengatur berbagai proses seperti pembelahan sel, pembungaan, hingga pematangan buah. Pada hewan dan manusia, hormon seperti hormon pertumbuhan, tiroksin, dan hormon seks berperan vital dalam regulasi pertumbuhan dan perkembangan.
Selain faktor internal, lingkungan juga sangat memengaruhi. Faktor eksternal meliputi nutrisi (makanan), air, cahaya matahari, suhu, dan kelembapan. Nutrisi menyediakan bahan bakar dan bahan pembangun sel. Air penting untuk fotosintesis dan transportasi zat. Cahaya matahari esensial untuk fotosintesis pada tumbuhan. Suhu optimal diperlukan untuk aktivitas enzim. Semua faktor ini harus berada dalam kondisi yang sesuai agar pertumbuhan dan perkembangan dapat berjalan dengan optimal.
Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejak masa pra-lahir (dalam kandungan) hingga dewasa. Tahapan ini meliputi fase prenatal (embrio dan janin), bayi, anak-anak, remaja (pubertas), dan dewasa. Setiap fase memiliki karakteristik pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, emosional, serta sosial yang unik. Proses ini dipengaruhi oleh genetik, nutrisi, kesehatan, dan stimulasi lingkungan. Pemahaman akan tahapan ini penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal setiap individu.
Rangkuman: Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran tubuh yang bersifat kuantitatif dan ireversibel, sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan fungsi yang bersifat kualitatif. Keduanya dipengaruhi oleh faktor internal (gen, hormon) dan eksternal (nutrisi, air, cahaya, suhu). Manusia mengalami serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan dari konsepsi hingga dewasa. Memahami proses ini adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup makhluk hidup.
Tujuan: Merancang dan melaksanakan percobaan sederhana untuk menguji pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan kecambah.
Alat & bahan: biji kacang hijau, kapas/tissue, gelas plastik/pot kecil, air, penggaris, label
| Pertumbuhan | Proses pertambahan ukuran dan biomassa yang bersifat ireversibel. |
| Perkembangan | Proses menuju kedewasaan fungsi organ dan organisme. |
| Hormon | Zat kimia yang dihasilkan tubuh untuk mengatur berbagai proses biologis. |
| Fotosintesis | Proses tumbuhan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. |
| Ireversibel | Tidak dapat kembali ke keadaan semula. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 (IPA).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.