Modul Ajar MTs

Modul Ajar IPA Kelas IX MTs

13 modul ajar IPA kelas IX MTs (Fase D) siap unduh — Bioteknologi, Isu-Isu Lingkungan, dan Listrik, Magnet dan Sumber Energi Alternatif. Word + PDF ber-kop.

13 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 6 materi kelas IX & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas IX ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · IPA Kelas IX MTs
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
IPA · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
IPA · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / IX
Materi PokokSistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami struktur dan fungsi dasar sel, jaringan, dan organ pada tubuh manusia serta konsep stimulus dan respons.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak kepada alam
    Peserta didik mensyukuri ciptaan Allah SWT berupa sistem koordinasi tubuh manusia yang kompleks dan sempurna.
  2. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis data hasil percobaan pengaruh stimulus terhadap respons tubuh dengan cermat.
  3. kesehatan — elemen: Kesehatan fisik dan mental
    Peserta didik menjelaskan upaya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis tubuh manusia.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Elemen Pemahaman IPA
Elemen / DomainPemahaman IPA
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis interaksi antara berbagai sistem dalam tubuh manusia, termasuk sistem koordinasi dan homeostasis, serta menjelaskan dampaknya pada kesehatan dan kesejahteraan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTubuh manusia memiliki sistem saraf, sistem endokrin, dan panca indra yang bekerja sama mengatur seluruh aktivitas.
KonseptualSistem koordinasi melibatkan sistem saraf dan hormon untuk mengatur respons tubuh terhadap stimulus, sedangkan homeostasis menjaga keseimbangan lingkungan internal tubuh.
ProseduralPeserta didik akan melakukan percobaan sederhana untuk menguji kecepatan respons tubuh terhadap stimulus tertentu.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana setiap bagian tubuh saling terhubung dan mengapa menjaga kesehatan sistem ini sangat penting untuk fungsi tubuh secara keseluruhan.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari dan mensyukuri kesempurnaan ciptaan Allah SWT pada sistem koordinasi tubuh manusia yang kompleks.
2. Cinta IlmuBersemangat mencari tahu dan memahami cara kerja sistem saraf, hormon, dan indra sebagai bentuk cinta ilmu.
3. Cinta LingkunganMenganalisis dampak lingkungan terhadap kesehatan sistem koordinasi dan mengampanyekan gaya hidup sehat.
4. Cinta Diri dan SesamaMenjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga sebagai bentuk tanggung jawab atas anugerah Allah SWT.
5. Cinta Tanah AirMengembangkan kesadaran untuk menjaga kesehatan tubuh agar dapat berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati tayangan video, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen dan fungsi sistem saraf pusat serta sistem saraf tepi dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem hormon dalam mengatur fungsi tubuh dengan runtut.
  3. Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat menguji kecepatan respons tubuh terhadap stimulus cahaya dan suara secara mandiri.
  4. Setelah membaca bahan ajar, peserta didik dapat menganalisis fungsi panca indra dalam menerima dan merespons rangsangan dari lingkungan dengan benar.
  5. Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi gangguan pada sistem koordinasi dan homeostasis serta menjelaskan upaya pencegahannya dengan percaya diri.
  6. Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menyusun rencana tindakan sederhana untuk menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis tubuh manusia dengan bertanggung jawab.
Halaman 2 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Sistem koordinasi dan homeostasis adalah anugerah Allah SWT yang memungkinkan tubuh manusia berfungsi optimal, sehingga penting untuk selalu menjaga kesehatan sistem tersebut.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa bergerak, merasakan, dan berpikir secara bersamaan tanpa kita sadari?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Mensyukuri kesempurnaan ciptaan Allah SWT dalam tubuh manusia dan menjaga kesehatan sebagai bentuk ibadah.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Pentingnya aktivitas fisik dan nutrisi yang baik untuk menjaga fungsi sistem saraf, hormon, dan indra.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyajikan informasi ilmiah secara lisan dan tertulis melalui presentasi dan laporan percobaan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendukung dengan memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang, cukup istirahat, dan membatasi paparan gadget untuk menjaga sistem saraf.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman dengan pencahayaan cukup dan bebas gangguan, serta tersedia akses internet untuk mencari informasi tambahan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi tentang sistem koordinasi, simulasi kerja hormon, dan infografis gangguan kesehatan melalui proyektor atau tablet.
Halaman 3 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 160 menit · awal 25 · inti 110 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati tayangan video, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen dan fungsi sistem saraf pusat serta sistem saraf tepi dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tepuk Fokus: Guru memandu peserta didik melakukan tepuk dengan urutan 'Tepuk 1, Tepuk 2, Tepuk 3' dan menambahkan gerakan tangan yang berbeda untuk setiap tepukan, melatih konsentrasi.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana tubuh kita bisa bergerak, merasakan, dan berpikir secara bersamaan tanpa kita sadari?' dan mengaitkannya dengan pengalaman peserta didik sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tentang aktivitas sehari-hari manusia (berjalan, berbicara, menulis) dan meminta peserta didik untuk mengamati bagaimana berbagai bagian tubuh bekerja secara terkoordinasi.
  2. Guru bertanya: 'Apa yang membuat semua aktivitas ini bisa terjadi secara bersamaan dan teratur?' dan meminta peserta didik untuk menuliskan dugaan awal mereka.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)50 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Guru membagikan bahan ajar sub-bab 'Sistem Saraf Manusia' kepada setiap kelompok dan meminta mereka untuk membaca serta mengidentifikasi komponen dan fungsi sistem saraf pusat (otak, sumsum tulang belakang) serta sistem saraf tepi.
  2. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk melengkapi tabel identifikasi komponen dan fungsi sistem saraf yang telah disediakan oleh guru.
  3. Setiap kelompok membuat peta konsep sederhana yang menggambarkan hubungan antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan peta konsep dan hasil diskusi mereka di depan kelas, menjelaskan komponen dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap presentasi yang disampaikan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif dan melakukan penguatan materi terkait komponen serta fungsi sistem saraf pusat dan tepi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang komponen dan fungsi sistem saraf.
  2. Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi singkat mengenai pembelajaran hari ini dan memberikan apresiasi atas partisipasi mereka.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi 'Mekanisme Kerja Sistem Saraf' untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 160 menit · awal 25 · inti 110 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem hormon dalam mengatur fungsi tubuh dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Kata Saraf: Guru menyebutkan satu kata kunci terkait sistem saraf (misalnya 'neuron', 'sinapsis'). Peserta didik secara bergantian menyebutkan kata lain yang berhubungan, melatih kecepatan berpikir dan asosiasi.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang sistem saraf dengan materi yang akan dipelajari hari ini melalui pertanyaan: 'Selain sistem saraf, adakah sistem lain yang juga mengatur fungsi tubuh kita? Pernahkah kalian merasa jantung berdebar kencang saat terkejut atau berkeringat saat cemas?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan sebuah video singkat tentang respons tubuh terhadap situasi stres (misalnya lari dikejar anjing) dan bertanya: 'Bagaimana tubuh bisa bereaksi secepat itu? Apa yang menyebabkan jantung berdebar dan otot menegang?'
  2. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan dugaan awal mereka tentang peran 'sesuatu' selain saraf yang mengatur respons tersebut.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik kembali ke dalam kelompok kecil yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)50 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Guru membagikan bahan ajar sub-bab 'Sistem Hormon (Endokrin)' kepada setiap kelompok.
  2. Peserta didik dalam kelompok membaca bahan ajar tersebut dan berdiskusi untuk mengidentifikasi kelenjar-kelenjar penghasil hormon, jenis hormon yang dihasilkan, serta fungsi utamanya dalam mengatur tubuh.
  3. Setiap kelompok membuat diagram alir sederhana atau infografis yang menjelaskan mekanisme kerja salah satu hormon penting (misalnya insulin dalam mengatur gula darah atau adrenalin dalam respons 'lawan atau lari').
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan diagram alir atau infografis mereka di depan kelas, menjelaskan mekanisme kerja sistem hormon yang mereka pilih.
  2. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan tanggapan, serta membandingkan mekanisme kerja hormon yang berbeda.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan klarifikasi, umpan balik, dan penguatan materi terkait mekanisme kerja sistem hormon serta perannya dalam homeostasis tubuh.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang mekanisme kerja sistem hormon dan perannya dalam koordinasi tubuh.
  2. Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi mengenai pemahaman mereka tentang sistem hormon dan memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok.
  3. Guru memberikan informasi tentang percobaan sederhana yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKUji Kecepatan Respons Tubuhku!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat menguji kecepatan respons tubuh terhadap stimulus cahaya dan suara secara mandiri.

Alat & bahan: Penggaris 30 cm, senter kecil atau lampu HP, stopwatch atau aplikasi stopwatch di HP

Langkah kerja:

  1. Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
    Reseptor1Saraf sensorik234Efektor5
    Gambar 1. Alur
  2. Siapkan penggaris 30 cm. Satu teman memegang penggaris pada angka 30 cm. Diketahui posisi tangan.
  3. Teman lain meletakkan ibu jari dan jari telunjuknya di dekat angka 0 cm penggaris, siap menangkap saat penggaris dilepaskan.
  4. Tanpa aba-aba, teman yang memegang penggaris melepaskan penggaris. Teman yang lain segera menangkapnya.
  5. Catat angka pada penggaris tempat jari berhasil menangkap. Ulangi percobaan ini 3 kali untuk setiap orang.
  6. Diskusikan mengapa ada perbedaan hasil kecepatan respons antar teman dan faktor apa saja yang memengaruhinya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang saraf?
  2. Menurutmu, mengapa kita bisa merasakan panas atau dingin?
  3. Organ apa saja yang termasuk panca indra?
  4. Bagaimana tubuh kita menjaga agar suhu tetap stabil?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan presentasi, serta penilaian laporan percobaan.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi komponen dan fungsi sistem saraf pusat dan tepiSistem Saraf Manusia8 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan mekanisme kerja sistem hormonSistem Hormon (Endokrin)8 JPpenalaran kritis
3Menguji kecepatan respons tubuh terhadap stimulusPanca Indra dan Respons4 JPpenalaran kritis, kesehatan
4Menganalisis gangguan dan upaya menjaga sistem koordinasi dan homeostasisGangguan dan Pemeliharaan Sistem Koordinasi dan Homeostasis4 JPkeimanan dan ketakwaan, kesehatan
Halaman 8 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sistem koordinasi dan homeostasis adalah dua sistem vital yang bekerja sama untuk menjaga keseimbangan dan fungsi optimal tubuh kita. Sistem koordinasi memungkinkan kita berinteraksi dengan dunia luar dan mengatur fungsi internal, sementara homeostasis memastikan lingkungan internal tubuh tetap stabil.

1. Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf adalah jaringan kompleks yang berfungsi mengatur dan mengoordinasikan semua aktivitas tubuh. Sistem ini terdiri dari sistem saraf pusat (SSP) yang meliputi otak dan sumsum tulang belakang, serta sistem saraf tepi (SST) yang menghubungkan SSP dengan seluruh bagian tubuh. Otak adalah pusat kendali utama yang bertanggung jawab untuk berpikir, mengingat, dan merasakan. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai jalur komunikasi antara otak dan tubuh, serta mengendalikan refleks. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf sensorik yang membawa informasi dari indra ke SSP, dan saraf motorik yang membawa perintah dari SSP ke otot dan kelenjar.

2. Mekanisme Kerja Sistem Saraf
Kerja sistem saraf melibatkan transmisi impuls saraf melalui sel-sel saraf (neuron). Setiap neuron memiliki dendrit yang menerima sinyal, badan sel yang memproses sinyal, dan akson yang meneruskan sinyal. Impuls saraf bergerak cepat melalui akson dan diteruskan ke neuron berikutnya melalui sinapsis dengan bantuan neurotransmitter. Proses ini memungkinkan tubuh untuk merespons rangsangan dari lingkungan dan mengatur fungsi organ internal. Contohnya, saat tangan menyentuh benda panas, saraf sensorik mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang, yang kemudian secara refleks mengirim sinyal kembali melalui saraf motorik untuk menarik tangan.

3. Sistem Hormon (Endokrin)
Sistem hormon atau sistem endokrin bekerja secara paralel dengan sistem saraf untuk mengatur fungsi tubuh, namun dengan respons yang lebih lambat dan efek jangka panjang. Sistem ini terdiri dari kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon. Hormon adalah zat kimia yang dilepaskan ke dalam aliran darah dan memengaruhi sel target di bagian tubuh lain. Contoh kelenjar endokrin adalah kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon pengatur metabolisme, kelenjar pankreas yang menghasilkan insulin untuk mengatur kadar gula darah, dan kelenjar pituitari yang disebut 'master gland' karena mengatur kelenjar lain.

4. Panca Indra
Panca indra adalah organ khusus yang berfungsi menerima rangsangan dari lingkungan. Mata untuk melihat (cahaya), telinga untuk mendengar (suara), hidung untuk membau (zat kimia), lidah untuk mengecap (zat kimia), dan kulit untuk merasa (sentuhan, tekanan, suhu, nyeri). Setiap indra memiliki reseptor khusus yang mengubah rangsangan menjadi impuls saraf, lalu mengirimkannya ke otak untuk diinterpretasikan. Misalnya, saat melihat objek, cahaya masuk ke mata, mengenai retina, diubah menjadi impuls saraf, dan dikirim ke otak untuk membentuk citra.

5. Homeostasis Tubuh Manusia
Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil dan relatif konstan, meskipun terjadi perubahan di lingkungan eksternal. Ini adalah proses dinamis yang melibatkan berbagai sistem organ. Contohnya, regulasi suhu tubuh: jika suhu lingkungan naik, tubuh akan berkeringat untuk mendinginkan diri; jika suhu turun, tubuh akan menggigil untuk menghasilkan panas. Regulasi kadar gula darah oleh insulin dan glukagon juga merupakan contoh homeostasis. Air dan elektrolit juga diatur agar konsentrasinya tetap seimbang oleh ginjal.

6. Gangguan pada Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Berbagai gangguan dapat memengaruhi sistem koordinasi dan homeostasis. Pada sistem saraf, bisa terjadi stroke (akibat gangguan aliran darah ke otak), Parkinson (gangguan saraf yang memengaruhi gerakan), atau Alzheimer (penurunan fungsi kognitif). Pada sistem hormon, contohnya diabetes mellitus (gangguan produksi atau respons insulin) atau gangguan tiroid. Gangguan pada panca indra bisa berupa rabun jauh/dekat, tuli, atau anosmia (hilangnya indra penciuman). Gangguan homeostasis lainnya seperti dehidrasi atau heatstroke juga dapat terjadi jika tubuh tidak mampu menjaga keseimbangan internal.

7. Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis sangat penting. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain: mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung fungsi saraf dan hormon; cukup istirahat agar otak dapat memulihkan diri; rutin berolahraga untuk meningkatkan aliran darah dan menjaga berat badan ideal; menghindari stres berlebihan; tidak merokok dan menghindari alkohol; serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting untuk mencegah infeksi yang dapat memengaruhi sistem ini.

Rangkuman: Sistem koordinasi manusia, yang terdiri dari sistem saraf, sistem hormon, dan panca indra, bekerja sama untuk mengatur dan mengoordinasikan semua fungsi tubuh serta respons terhadap lingkungan. Homeostasis adalah proses penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan internal tubuh. Menjaga kesehatan kedua sistem ini melalui gaya hidup sehat adalah kunci untuk fungsi tubuh yang optimal dan sebagai wujud syukur atas karunia Allah SWT.

Halaman 9 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
NeuronSel saraf yang berfungsi menghantarkan impuls.
HormonZat kimia pembawa pesan dalam tubuh, dihasilkan kelenjar endokrin.
HomeostasisKemampuan tubuh menjaga keseimbangan lingkungan internal.
SinapsisCelah antara dua neuron tempat transmisi impuls saraf.
NeurotransmitterZat kimia yang dilepaskan di sinapsis untuk meneruskan impuls.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh

3 materi IPA MTs, urut mengajar dari Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia hingga Sistem Reproduksi Manusia.

Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan Zat AdiktifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem Reproduksi ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

Semester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh

3 materi IPA MTs, urut mengajar dari Pewarisan Sifat dan Bioteknologi hingga Isu-Isu Lingkungan.

Pewarisan Sifat dan BioteknologiListrik, Magnet, dan Energi AlternatifIsu-Isu LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

IPA Kelas IX MTs — Fase D

Kelas IX — ditulis juga kelas 9 — di MTs berada di Fase D, dan 6 materi IPA setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, IPA juga dipanggil IPA terpadu — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar IPA kelas IX (kelas 9) MTs — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran IPA kelas IX (kelas 9) MTs mengacu SK Dirjen Pendis 9941/2025. Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar IPA kelas IX (kelas 9) MTs yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar IPA bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXPeta Konsep
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaSistem Saraf ManusiaMekanisme Kerja Sistem SarafSistem Hormon (Endokrin)Panca IndraHomeostasis Tubuh Manusia
Dari sub-bab Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKesehatan
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia1Zat Aditif dan Zat Adiktif1Sistem Reproduksi Manusia2Pewarisan Sifat dan Bioteknologi2Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif…+1 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDSistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaZat Aditif dan Zat AdiktifSistem Reproduksi Manusia
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar IPA Kelas IX MTs

Apakah modul ajar IPA ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas IX (kelas 9) MTs masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi IPA kelas IX MTs?

6 materi, urut mengajar dari Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia hingga Isu-Isu Lingkungan. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru IPA?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

IPA sering disebut apa lagi?

Nama resminya IPA, tetapi di sekolah ia juga dipanggil IPA terpadu. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.