Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas I materi BERBICARA lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu berbicara dengan santun untuk menyampaikan gagasan, tanggapan, dan informasi sederhana tentang dirinya dan lingkungan sekitar, serta mampu berinteraksi secara lisan dalam berbagai konteks.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mampu mengucapkan kata-kata sederhana dan merespons pembicaraan orang lain.
Pemahaman bermakna: Berbicara yang baik membantu kita berbagi pikiran dan perasaan dengan teman, membuat teman mengerti, dan menjadikan kita anak yang percaya diri.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita memberitahu teman apa yang kita suka agar mereka mengerti?
Tujuan: Peserta didik mampu mengungkapkan perasaan dan keinginan dengan kata-kata sederhana secara jelas.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar-gambar ekspresi wajah (senang, sedih, marah) dan meminta siswa menebak. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar mengungkapkan perasaan dan keinginan agar teman mengerti. Guru bertanya: 'Bagaimana cara kita memberitahu teman apa yang kita rasakan?'
Memahami: Siswa diajak mengamati dan mendiskusikan berbagai cara mengungkapkan perasaan dan keinginan melalui tayangan video pendek atau cerita bergambar. Guru mencontohkan cara mengungkapkan perasaan 'Aku senang' atau 'Aku ingin bermain' dengan intonasi yang jelas.
Mengaplikasi: Siswa secara berpasangan mempraktikkan mengungkapkan perasaan (misal: senang, sedih) dan keinginan (misal: ingin makan, ingin bermain) menggunakan kalimat sederhana. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan penguatan.
Merefleksi: Beberapa pasangan siswa maju ke depan kelas untuk memperagakan kembali. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pentingnya berbicara dengan jelas. Siswa lain memberikan tepuk tangan apresiasi.
Penutup: Guru bersama siswa merangkum pembelajaran hari ini tentang pentingnya berbicara jelas. Guru memberikan pujian atas keberanian siswa. Guru menutup dengan doa dan senyuman.
Tujuan: Peserta didik mampu memperkenalkan diri dan orang lain dengan informasi dasar secara santun dan mampu menyampaikan pengalaman pribadi secara runtut dan mudah dipahami.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat pembelajaran sebelumnya tentang mengungkapkan perasaan. Guru menunjukkan boneka tangan dan memerankan percakapan perkenalan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar memperkenalkan diri dan bercerita pengalaman.
Memahami: Siswa diajak mengamati contoh percakapan perkenalan diri dan orang lain melalui tayangan video atau demonstrasi guru. Siswa juga mendengarkan cerita pengalaman sederhana dari guru atau teman. Guru menanyakan: 'Apa saja yang perlu kita sampaikan saat memperkenalkan diri?' dan 'Bagaimana agar cerita kita mudah dipahami teman?'
Mengaplikasi: Siswa secara berpasangan berlatih memperkenalkan diri satu sama lain. Kemudian, setiap siswa secara bergantian bercerita pengalaman sederhana (misal: liburan, bermain) kepada pasangannya. Guru memberikan contoh kalimat pembuka dan penutup yang santun.
Merefleksi: Beberapa siswa maju ke depan untuk memperkenalkan diri atau menceritakan pengalamannya di depan kelas. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya berbicara dengan runtut dan santun. Teman-teman memberikan tepuk tangan.
Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan hal-hal penting dalam memperkenalkan diri dan bercerita pengalaman. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha siswa. Guru menutup dengan doa dan pesan untuk terus berlatih berbicara.
Tujuan: Peserta didik mampu merespons pertanyaan dan memberikan tanggapan sederhana terhadap cerita atau informasi yang didengar serta mampu berinteraksi dalam percakapan sehari-hari dengan menggunakan kalimat yang sesuai.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajak siswa mengingat kembali pentingnya berbicara dan mendengarkan. Guru menunjukkan gambar-gambar situasi percakapan sehari-hari. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'Proyek Percakapan Seru' untuk melatih berbicara dan mendengarkan. Guru bertanya: 'Bagaimana kita bisa membuat percakapan yang seru?'
Memahami: Siswa diajak mengamati contoh percakapan dua arah yang melibatkan pertanyaan dan jawaban sederhana melalui tayangan video animasi. Guru menjelaskan bahwa dalam percakapan, kita harus mendengarkan teman dan memberikan tanggapan yang sesuai. Guru memberikan contoh pertanyaan dan cara menjawabnya.
Mengaplikasi: Siswa dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk membuat 'Proyek Percakapan Seru'. Setiap kelompok memilih satu topik sederhana (misal: makanan kesukaan, hewan peliharaan, kegiatan di rumah) dan membuat skenario percakapan singkat yang melibatkan tanya jawab dan tanggapan. Mereka berlatih percakapan tersebut.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan 'Proyek Percakapan Seru' mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik positif dan apresiasi atas kreativitas dan keberanian mereka. Guru menguatkan pentingnya mendengarkan dan merespons dalam percakapan.
Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan hasil belajar hari ini dan seluruh materi berbicara. Guru memberikan pujian dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa atas partisipasi dan keberanian mereka. Guru menutup dengan doa dan harapan agar siswa terus percaya diri dalam berbicara.
Proses (formatif): Observasi saat siswa berinteraksi, praktik berbicara, dan presentasi kelompok, dilengkapi catatan anekdot.
Akhir (sumatif): Penilaian performa saat siswa menceritakan pengalaman pribadinya atau melakukan percakapan sederhana di depan kelas.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengungkapkan perasaan dan keinginan dengan kata-kata sederhana secara jelas. | Berbicara: Mengungkapkan perasaan dan keinginan. | 2 JP | Komunikasi |
| Memperkenalkan diri dan orang lain dengan informasi dasar secara santun; menyampaikan pengalaman pribadi secara runtut dan mudah dipahami. | Berbicara: Perkenalan diri dan cerita pengalaman. | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
| Merespons pertanyaan dan memberikan tanggapan sederhana; berinteraksi dalam percakapan sehari-hari. | Berbicara: Interaksi percakapan dan respons. | 2 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Halo, anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar tentang berbicara. Berbicara itu penting sekali, karena dengan berbicara, kita bisa memberitahu teman apa yang kita rasakan, apa yang kita inginkan, dan apa yang pernah kita alami. Kita juga bisa bertanya kepada teman dan menjawab pertanyaan mereka. Ayo, kita belajar berbicara dengan jelas dan percaya diri!
Setiap hari kita bisa merasakan banyak hal, seperti senang, sedih, atau mungkin kaget. Penting sekali untuk bisa memberitahu teman atau guru apa yang kita rasakan. Kita bisa bilang, 'Aku senang karena dapat nilai bagus!' atau 'Aku sedih karena mainanku rusak.' Saat berbicara tentang perasaan, coba gunakan suara yang jelas dan tunjukkan ekspresi wajah yang sesuai. Ini akan membantu orang lain mengerti perasaanmu.
Selain perasaan, kita juga punya banyak keinginan. Mungkin kamu ingin bermain, ingin makan es krim, atau ingin meminjam pensil teman. Untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu harus mengatakannya dengan jelas. Contohnya, 'Aku ingin bermain bola di lapangan,' atau 'Boleh aku pinjam pensilmu?' Mengucapkan keinginan dengan sopan dan jelas akan membuat teman lebih mudah membantu atau mengabulkan permintaanmu.
Saat bertemu teman baru, kita perlu memperkenalkan diri. Coba bilang, 'Halo, namaku [namamu]. Aku suka membaca buku.' Kamu juga bisa memperkenalkan temanmu kepada orang lain, misalnya, 'Ini temanku, namanya Budi. Dia suka bermain layangan.' Ingat, saat memperkenalkan diri atau orang lain, gunakan suara yang ramah dan tersenyum agar teman merasa senang.
Kita semua punya banyak cerita seru! Mungkin kamu pernah pergi berlibur, bermain di taman, atau membantu orang tua di rumah. Kamu bisa menceritakan pengalamanmu kepada teman. Mulailah dengan 'Kemarin aku pergi ke kebun binatang...' lalu ceritakan apa yang kamu lihat atau lakukan secara berurutan. Berbicara dengan runtut akan membuat cerita kamu mudah dipahami dan menarik untuk didengarkan.
Percakapan itu seperti bermain bola, ada yang melempar dan ada yang menangkap. Saat teman berbicara, kita harus mendengarkan dengan baik. Setelah itu, kita bisa memberikan tanggapan atau bertanya. Contohnya, jika teman bercerita tentang kucingnya, kamu bisa bertanya, 'Kucingmu warna apa?' atau bilang, 'Wah, lucu sekali kucingmu!' Ini membuat percakapan jadi seru dan hidup.
Rangkuman: Berbicara adalah cara kita menyampaikan perasaan, keinginan, dan cerita kepada orang lain. Penting untuk berbicara dengan jelas, santun, dan percaya diri. Kita juga harus mendengarkan saat teman berbicara dan memberikan tanggapan. Dengan berbicara yang baik, kita bisa punya banyak teman dan saling mengerti. Teruslah berlatih berbicara agar kamu semakin hebat!
Tujuan: Melatih peserta didik mengungkapkan perasaan dan keinginan serta memperkenalkan diri dengan percaya diri.
Alat & bahan: Kertas, pensil warna, gunting, lem, kartu ekspresi (senang, sedih, marah), kartu nama (nama saya...).
| Berbicara | Mengeluarkan suara atau kata-kata untuk menyampaikan pesan. |
| Ekspresi | Perubahan wajah yang menunjukkan perasaan (senang, sedih, marah). |
| Santun | Berbicara atau bersikap dengan sopan dan baik. |
| Interaksi | Saling berbicara atau melakukan sesuatu bersama-sama. |
| Runtut | Berurutan atau tidak acak. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.