tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDBahasa Indonesia › Membaca Permulaan
SD · Kelas I · Fase A

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas I
Membaca Permulaan

Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas I materi Membaca Permulaan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas I materi Membaca Permulaan
Ringkasan: Membaca permulaan adalah langkah awal yang seru untuk menjadi pembaca hebat. Kita sudah belajar mengenal huruf vokal dan konsonan, merangkainya menjadi suku kata, lalu menjadi kata-kata sederhana. Ingat, setiap kata punya arti! Dengan terus berlatih membaca, kita akan bisa memahami lebih banyak cerita dan informasi di sekitar kita.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Komunikasi, Penalaran Kritis, KreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Membaca Permulaan · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal huruf abjad dan beberapa kata yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Membaca permulaan membantu kita memahami pesan tertulis dan berkomunikasi dengan dunia melalui teks sederhana, membuka pintu pengetahuan baru setiap hari.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat tulisan di buku cerita, nama toko, atau di bungkus makanan? Apa ya gunanya tulisan itu?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat mengenali dan menyebutkan huruf vokal dan konsonan dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru bertanya tentang huruf-huruf yang sudah dikenal peserta didik. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan bermain mengenal huruf dan mengapa huruf itu penting untuk membaca, agar kita semua bisa membaca buku cerita yang seru.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati kartu-kartu huruf bergambar dan menemukan perbedaan antara huruf vokal (a, i, u, e, o) dan konsonan. Mereka diajak menghubungkan huruf dengan benda di sekitar kelas yang diawali huruf tersebut.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok bermain 'Tebak Huruf' dengan kartu huruf, menempelkan huruf vokal dan konsonan pada kolom yang tepat, dan menuliskan huruf yang mereka temukan di nama teman.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil tebakan huruf dan penempelan mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya mengenal setiap huruf untuk bisa membaca. Peserta didik diajak bernyanyi lagu 'ABC' bersama.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali huruf vokal dan konsonan. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar hari ini dan memberikan tugas menebak huruf di rumah. Guru menutup dengan doa dan senyuman.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat merangkai huruf menjadi suku kata dan kata sederhana (misalnya 'mama', 'buku', 'bola') dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan presensi. Guru memulai dengan pertanyaan, 'Siapa yang bisa bantu Ibu membaca tulisan 'MEJA' ini?' Guru mengingatkan kembali pentingnya huruf dan hari ini kita akan belajar merangkai huruf menjadi kata agar bisa membaca lebih banyak lagi. Guru menampilkan masalah: 'Bagaimana ya cara membaca tulisan 'B-U-K-U' ini kalau hurufnya terpisah-pisah?'

Memahami: Peserta didik diajak mengamati bagaimana huruf-huruf digabungkan menjadi suku kata (bu-ku) lalu menjadi kata (buku). Guru menampilkan contoh kata-kata sederhana yang sering mereka temui (misalnya 'bola', 'susu', 'roti') dan meminta mereka mencoba menggabungkannya.

Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok kecil diberikan potongan-potongan huruf untuk dirangkai menjadi suku kata dan kata yang bermakna. Mereka mencoba membaca kata yang berhasil mereka susun dan mencari gambarnya. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan pemantik.

Merefleksi: Setiap kelompok menunjukkan kata-kata yang berhasil mereka susun dan membacanya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan mencoba membaca bersama. Guru menguatkan konsep bahwa gabungan huruf membentuk suku kata, dan gabungan suku kata membentuk kata.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang cara merangkai huruf menjadi kata. Guru memberikan pujian atas kerja keras mereka dan memberikan teka-teki kata sederhana sebagai tantangan di rumah. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan senyum riang.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat membaca kata-kata sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dengan lancar dan memahami arti kata-kata sederhana yang dibaca dengan bantuan gambar atau konteks.

Kegiatan awal: Guru menyapa hangat, berdoa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali huruf dan kata yang sudah dipelajari. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'Buku Kata Bergambar' agar kita semua bisa membaca dan memahami lebih banyak kata. Guru menunjukkan contoh buku kata sederhana dan menjelaskan langkah-langkah pembuatannya.

Memahami: Peserta didik diajak melihat berbagai gambar benda di sekitar mereka dan menyebutkan namanya. Guru menuliskan nama benda tersebut di papan tulis, lalu peserta didik mencoba membaca bersama. Guru menekankan pentingnya memahami arti kata yang dibaca.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 'Buku Kata Bergambar' sederhana. Mereka memilih 5-7 gambar benda, menempelkannya, lalu menuliskan nama benda tersebut di bawah gambar dan membacanya. Guru berkeliling memberikan bantuan dan memastikan mereka memahami arti kata yang ditulis.

Merefleksi: Peserta didik secara bergantian mempresentasikan 'Buku Kata Bergambar' mereka di depan kelas, membacakan kata-kata yang telah ditulis, dan menjelaskan artinya. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik positif. Guru menguatkan bahwa membaca itu menyenangkan dan membantu kita memahami banyak hal.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum pembelajaran hari ini dan pentingnya membaca. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua peserta didik atas karya 'Buku Kata Bergambar' mereka dan keberanian membacakan. Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih membaca di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan janji untuk terus membaca.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi saat peserta didik menyusun kartu huruf menjadi kata dan saat presentasi 'Buku Kata Bergambar'.

Akhir (sumatif): Penilaian 'Buku Kata Bergambar' dan tes membaca kata-kata sederhana secara lisan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengenali dan menyebutkan huruf vokal dan konsonanPengenalan Huruf Vokal dan Konsonan2 JPKomunikasi
Merangkai huruf menjadi suku kata dan kata sederhanaPerangkaian Huruf Menjadi Kata2 JPPenalaran Kritis
Membaca dan memahami arti kata-kata sederhanaMembaca Kata dan Memahami Arti2 JPKreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Halo anak-anak hebat! Hari ini kita akan memulai petualangan seru ke dunia membaca. Membaca itu seperti membuka pintu ke banyak cerita menarik dan pengetahuan baru. Kita akan belajar mengenal huruf, merangkai kata, dan memahami apa yang kita baca. Bersiaplah untuk menjadi pembaca yang hebat!

Mengenal Huruf Vokal: Suara Ajaib!

Huruf vokal adalah huruf yang suaranya keluar langsung dari mulut kita tanpa terhalang. Ada lima huruf vokal yang sangat penting, yaitu A, I, U, E, O. Coba ucapkan 'A' seperti saat kita kaget, 'I' seperti saat kita tersenyum, 'U' seperti saat kita menunjuk, 'E' seperti saat kita memanggil, dan 'O' seperti saat kita terkejut. Huruf vokal ini seperti 'roh' dalam setiap kata, tanpa mereka, kata-kata tidak akan berbunyi.

Mengenal Huruf Konsonan: Pembentuk Kata

Selain huruf vokal, ada juga huruf konsonan. Huruf konsonan adalah huruf yang suaranya sedikit terhalang oleh lidah, gigi, atau bibir kita. Contohnya B, C, D, F, G, H, J, K, L, M, N, P, Q, R, S, T, V, W, X, Y, Z. Huruf konsonan ini bekerja sama dengan huruf vokal untuk membentuk suku kata dan kata. Mereka saling melengkapi agar kata bisa dibaca dan memiliki arti.

Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata

Setelah mengenal huruf, mari kita belajar merangkainya! Dua huruf atau lebih yang digabungkan dan menghasilkan satu bunyi disebut suku kata. Biasanya, satu suku kata terdiri dari satu huruf konsonan dan satu huruf vokal. Contohnya: B + U menjadi BU, K + U menjadi KU. Ketika kita menggabungkan BU dan KU, maka akan terbentuk kata BUKU. Menyenangkan, bukan?

Membaca Kata Sederhana

Kata-kata sederhana adalah gabungan dari beberapa suku kata yang memiliki arti. Contohnya: MAMA, BOLA, SUSU, NAGA. Untuk membaca kata-kata ini, kita bisa memulainya dengan membaca suku kata pertama, lalu suku kata kedua, dan seterusnya, sampai seluruh kata terbaca. Misalnya, untuk kata 'MAMA', kita baca 'MA' lalu 'MA', digabungkan menjadi 'MAMA'.

Memahami Arti Kata

Membaca bukan hanya sekadar mengeluarkan bunyi, tapi juga memahami apa artinya. Ketika kita membaca kata 'BOLA', kita tahu itu adalah benda bulat untuk bermain. Ketika kita membaca 'BUKU', kita tahu itu adalah benda untuk membaca cerita atau belajar. Memahami arti kata akan membuat kita semakin pintar dan bisa bercerita banyak hal.

Kata-Kata di Sekitar Kita

Di mana-mana ada tulisan! Di papan nama toko, di bungkus makanan, di rambu lalu lintas, bahkan di nama teman kita. Semua itu adalah kata-kata. Dengan belajar membaca, kita bisa memahami pesan dari tulisan-tulisan itu. Misalnya, membaca 'STOP' di rambu lalu lintas berarti kita harus berhenti. Membaca 'AYAM GORENG' di warung berarti ada makanan enak di sana!

Rangkuman: Membaca permulaan adalah langkah awal yang seru untuk menjadi pembaca hebat. Kita sudah belajar mengenal huruf vokal dan konsonan, merangkainya menjadi suku kata, lalu menjadi kata-kata sederhana. Ingat, setiap kata punya arti! Dengan terus berlatih membaca, kita akan bisa memahami lebih banyak cerita dan informasi di sekitar kita.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat berlatih merangkai huruf menjadi kata dan membacanya dengan benar.

Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, gunting, lem, kartu huruf, gambar benda sederhana

  1. Ambil kartu huruf yang sudah tersedia.
  2. Susunlah huruf-huruf tersebut menjadi kata yang bermakna, misalnya 'bola' atau 'susu'.
  3. Tempelkan kata yang sudah tersusun di tempat yang disediakan.
  4. Gambarlah atau tempelkan gambar yang sesuai dengan kata tersebut.
  5. Bacalah kata yang sudah kamu buat dengan suara nyaring.

8 Glosarium

VokalHuruf yang suaranya keluar langsung dari mulut (A, I, U, E, O).
KonsonanHuruf yang suaranya terhalang saat diucapkan (misalnya B, C, D).
Suku KataGabungan huruf yang membentuk satu bunyi, misalnya 'bu' atau 'ku'.
KataGabungan suku kata yang memiliki arti, misalnya 'buku' atau 'bola'.

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Membaca dan Menulis PermulaanBahasa Indonesia Kelas I SD
Pelajari Membaca dan Menulis Permulaan →
Bab.6 Temanku BerbedaBahasa Indonesia Kelas I SD
Pelajari Bab.6 Temanku Berbeda →
BERBICARABahasa Indonesia Kelas I SD
Pelajari BERBICARA →
Cerita BergambarBahasa Indonesia Kelas I SD
Pelajari Cerita Bergambar →
Membaca LancarBahasa Indonesia Kelas II SD
Pelajari Membaca Lancar →
Kosakata LingkunganBahasa Indonesia Kelas II SD
Pelajari Kosakata Lingkungan →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Membaca Permulaan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas I langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.