Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas I materi Cerita Bergambar lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menanggapi informasi yang disampaikan secara lisan, serta mampu memahami pesan dan informasi dari teks narasi sederhana, termasuk cerita bergambar, dengan membaca dan memirsa.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran
Kompetensi awal: Peserta didik sudah dapat mengenali beberapa gambar dan mengaitkannya dengan benda atau kejadian di sekitarnya.
Pemahaman bermakna: Cerita bergambar membantu kita memahami sebuah kisah dengan lebih mudah dan menyenangkan melalui kombinasi gambar dan tulisan, sehingga kita bisa belajar banyak hal baru.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat buku yang banyak gambarnya dan ada sedikit tulisannya? Kira-kira, cerita apa yang ingin disampaikan gambar-gambar itu?
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur sederhana dalam cerita bergambar yang dibacakan.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan senyum ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru menunjukkan beberapa buku cerita bergambar yang menarik, lalu bertanya, 'Apa yang kalian lihat di buku ini?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar memahami cerita dari gambar dan tulisan, agar kita bisa menceritakan kembali kisah seru. Guru juga menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kira-kira, cerita apa yang ingin disampaikan gambar-gambar itu?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati sebuah buku cerita bergambar yang dibacakan guru. Guru membacakan cerita dengan intonasi yang menarik, sambil menunjuk gambar-gambar yang relevan. Setelah itu, guru memandu tanya jawab tentang tokoh-tokoh yang ada, tempat kejadian, dan urutan kejadian sederhana dalam cerita.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mendiskusikan tokoh dan latar cerita yang baru saja dibacakan. Mereka diminta menunjuk gambar tokoh favorit dan menyebutkan alasannya. Guru membagikan lembar kerja sederhana berupa gambar-gambar acak dari cerita, lalu meminta peserta didik mengurutkannya sesuai alur cerita yang sudah didengar.
Merefleksi: Beberapa pasangan diminta menceritakan kembali urutan gambar yang sudah mereka susun. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya urutan gambar dalam cerita. Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa cerita bergambar punya tokoh, tempat, dan kejadian yang berurutan. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar mereka dan menutup dengan tepuk tangan.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu anak-anak tentang membaca, lalu memberikan pujian atas partisipasi aktif mereka. Guru mengingatkan untuk terus membaca buku cerita bergambar di rumah. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.
Tujuan: Menceritakan kembali isi cerita bergambar dengan bahasanya sendiri secara lisan.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan hangat, berdoa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali cerita bergambar yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini adalah menceritakan kembali cerita bergambar agar teman-teman lain juga bisa memahami kisah tersebut. Guru bertanya: 'Bagaimana ya caranya agar cerita yang kita sampaikan bisa dimengerti teman-teman?'
Memahami: Guru menampilkan sebuah cerita bergambar baru melalui proyektor atau buku besar. Guru membacakan cerita tersebut dengan ekspresif. Setelah itu, guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan beberapa kartu gambar dari cerita yang telah dibacakan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok diminta untuk menyusun kartu gambar tersebut menjadi urutan cerita yang benar. Kemudian, mereka berlatih menceritakan kembali cerita tersebut secara bergantian dalam kelompok, menggunakan bahasanya sendiri. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan mendengarkan cerita mereka, mendorong penggunaan kata-kata yang jelas.
Merefleksi: Beberapa perwakilan kelompok diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali cerita bergambar tersebut di hadapan teman-temannya. Guru dan peserta didik lain memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif tentang bagaimana cerita disampaikan. Guru menguatkan bahwa setiap orang bisa menceritakan kembali dengan caranya sendiri, yang penting pesannya sampai. Guru memberikan hadiah kecil berupa stiker bintang untuk setiap kelompok yang berani maju.
Penutup: Guru mengajak peserta didik melakukan peregangan ringan. Guru memberikan semangat untuk terus berani bercerita dan membaca. Guru mengakhiri pembelajaran dengan senyuman dan doa.
Tujuan: Menggambar salah satu adegan favorit dari cerita bergambar yang telah dipahami dan menyusun cerita sederhana dengan menggunakan beberapa gambar yang berurutan.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan ceria, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru menampilkan beberapa gambar lucu dan bertanya, 'Kira-kira, gambar ini bisa jadi cerita apa ya?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan menjadi 'pembuat cerita' dengan menggambar dan menyusun cerita sendiri, agar kita bisa berbagi kisah seru dengan teman-teman. Guru menanyakan, 'Apa yang akan kalian gambar untuk ceritamu hari ini?'
Memahami: Guru menunjukkan sebuah cerita bergambar sederhana yang belum lengkap. Guru memandu peserta didik untuk mengidentifikasi bagian yang kosong dan berdiskusi bagaimana mereka bisa mengisi bagian tersebut dengan gambar dan tulisan sederhana. Guru memberikan contoh cara menggambar adegan sederhana dan menuliskan satu atau dua kata untuk menjelaskan gambar.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan memilih satu cerita bergambar yang pernah mereka dengar (atau menciptakan ide cerita sederhana). Mereka diminta menggambar adegan favorit atau adegan baru dari cerita tersebut. Setelah menggambar, mereka diminta menuliskan satu atau dua kata untuk menjelaskan gambarnya. Selanjutnya, mereka akan menyusun 3-4 gambar berurutan menjadi cerita sederhana di lembar kerja yang disediakan.
Merefleksi: Setiap peserta didik atau pasangan mempresentasikan 'cerita bergambar' mini yang mereka buat. Guru memberikan kesempatan teman-teman lain untuk bertanya atau memberikan komentar positif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kreativitas dalam bercerita melalui gambar. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada setiap peserta didik atas karya-karya mereka yang unik dan menarik.
Penutup: Guru mengajak peserta didik melihat kembali semua karya cerita bergambar yang telah dibuat dan memajangnya di dinding kelas. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas mereka. Guru berpesan agar terus berkreasi dan jangan takut mencoba hal baru. Doa penutup. Guru menutup dengan 'Sampai jumpa di cerita seru berikutnya!'
Proses (formatif): Observasi saat peserta didik berdiskusi, mengurutkan gambar, dan menceritakan kembali cerita di depan kelas.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya cerita bergambar mini buatan peserta didik dan kemampuan menceritakan kembali secara lisan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur sederhana dalam cerita bergambar. | Pengenalan unsur cerita bergambar | 2 JP | Komunikasi |
| Menceritakan kembali isi cerita bergambar dengan bahasanya sendiri secara lisan. | Penceritaan ulang cerita bergambar | 2 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
| Menggambar salah satu adegan favorit dan menyusun cerita sederhana dengan gambar. | Kreasi cerita bergambar sederhana | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Hai anak-anak hebat! Pernahkah kalian melihat buku yang penuh gambar dan ada sedikit tulisannya? Itulah yang kita sebut cerita bergambar. Cerita bergambar sangat menyenangkan karena kita bisa melihat langsung apa yang terjadi dalam cerita. Dengan gambar, kita jadi lebih mudah memahami dan membayangkan kisah yang diceritakan. Ayo, kita belajar lebih banyak tentang cerita bergambar yang seru ini!
Cerita bergambar adalah sebuah kisah yang disampaikan melalui gabungan gambar dan tulisan. Gambar-gambar ini berurutan, seperti film yang sedang berjalan. Setiap gambar biasanya punya sedikit tulisan yang menjelaskan apa yang terjadi. Gambar dan tulisan ini bekerja sama untuk membuat cerita jadi lebih jelas dan menarik. Contohnya, buku komik atau buku cerita anak-anak yang penuh warna.
Dalam cerita bergambar, ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan. Pertama, ada tokoh, yaitu orang atau binatang yang ada di dalam cerita. Kedua, ada latar, yaitu tempat dan waktu kejadian cerita. Ketiga, ada alur, yaitu urutan kejadian dari awal sampai akhir. Dengan memahami tokoh, latar, dan alur, kita bisa mengerti seluruh isi cerita dengan baik. Coba perhatikan siapa saja yang ada di gambar, di mana mereka, dan apa yang sedang mereka lakukan.
Untuk memahami cerita bergambar, kita perlu melakukan beberapa hal. Pertama, amati setiap gambar dengan teliti. Lihat apa saja yang ada di gambar itu. Kedua, baca tulisan yang ada di bawah atau di samping gambar. Ketiga, hubungkan gambar dengan tulisan. Bayangkan apa yang sedang terjadi. Keempat, perhatikan urutan gambarnya. Jangan sampai terbalik ya! Dengan begitu, kita bisa tahu jalan cerita dari awal sampai akhir.
Setelah selesai membaca dan memahami, kita bisa mencoba menceritakan kembali cerita bergambar itu kepada teman atau keluarga. Caranya, ceritakan apa yang terjadi di awal, lalu apa yang terjadi selanjutnya, sampai akhir cerita. Gunakan bahasamu sendiri yang mudah dimengerti. Jangan lupa sebutkan siapa tokohnya, di mana kejadiannya, dan apa yang paling seru dari cerita itu. Menceritakan kembali bisa melatih kita berbicara lho!
Kita juga bisa mencoba membuat cerita bergambar sendiri! Caranya mudah. Pertama, bayangkan sebuah ide cerita yang sederhana. Misalnya, tentang kucing yang mengejar kupu-kupu. Kedua, gambarlah beberapa adegan penting dari cerita itu secara berurutan. Ketiga, tuliskan satu atau dua kata pendek di bawah setiap gambar untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Pasti seru sekali punya cerita buatan sendiri!
Rangkuman: Cerita bergambar adalah kisah yang disampaikan melalui gambar dan tulisan yang berurutan. Untuk memahaminya, kita perlu memperhatikan tokoh, latar, dan alur cerita. Kita bisa menceritakan kembali cerita bergambar dengan bahasa sendiri, bahkan membuat cerita bergambar mini. Dengan cerita bergambar, belajar jadi lebih menyenangkan dan mudah dimengerti karena mata kita juga ikut melihat kejadiannya.
Tujuan: Mengurutkan gambar dan menceritakan kembali isi cerita bergambar.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, gunting, lem
| Tokoh | Orang atau karakter yang ada dalam cerita. |
| Latar | Tempat dan waktu kejadian dalam cerita. |
| Alur | Urutan kejadian dalam sebuah cerita. |
| Adegan | Bagian dari cerita yang menunjukkan suatu kejadian tertentu. |
| Ekspresif | Menyampaikan perasaan atau pikiran dengan jelas. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.