tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDBahasa Indonesia › Surat Pribadi dan Resmi
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas V
Surat Pribadi dan Resmi

Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas V materi Surat Pribadi dan Resmi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas V materi Surat Pribadi dan Resmi
Ringkasan: Surat pribadi dan resmi memiliki fungsi, struktur, dan bahasa yang berbeda. Surat pribadi bersifat personal dengan bahasa santai, sedangkan surat resmi bersifat formal dengan bahasa baku. Memahami perbedaan ini penting agar komunikasi tertulis kita efektif dan sesuai dengan konteksnya.
Model: Discovery Learning + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KomunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Surat Pribadi dan Resmi · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami gagasan pokok, gagasan pendukung, informasi spesifik, dan ulasan dari berbagai jenis teks deskripsi, narasi, eksposisi, dan dialog yang disajikan secara visual, auditori, atau multimodal. Peserta didik mampu menggunakan beragam teks untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan perasaan secara lisan dan tertulis dengan pilihan kata dan struktur kalimat yang tepat sesuai konteks.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang cara berkomunikasi tertulis.

Pemahaman bermakna: Menulis surat pribadi dan resmi merupakan keterampilan penting untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai situasi, baik personal maupun profesional.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kamu menerima surat dari teman atau keluarga? Bagaimana perasaanmu saat membacanya? Bagaimana jika kamu perlu mengirim surat penting ke sekolah atau kantor?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-uns surat pribadi dan surat resmi serta membedakan fungsi dan ciri kebahasaannya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman menerima atau mengirim surat, serta menampilkan contoh surat pribadi dan resmi untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik.

Memahami: Peserta didik mengamati contoh surat pribadi dan resmi yang ditampilkan guru, mengidentifikasi bagian-bagiannya (kepala surat, salam pembuka, isi, salam penutup, tanda tangan), serta mendiskusikan perbedaan fungsi dan gaya bahasanya.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok menganalisis unsur-uns surat pribadi dan resmi dari contoh yang diberikan, kemudian mengisi tabel perbandingan fungsi dan ciri kebahasaannya.

Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisisnya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan mengenai perbedaan surat pribadi dan resmi, serta unsur-uns penting dalam penulisannya.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan perbedaan surat pribadi dan resmi. Peserta didik merefleksikan pembelajaran hari ini dan mengapresiasi kerja sama kelompok. Guru memberikan tugas membaca materi surat resmi untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyusun kerangka dan menulis surat pribadi yang komunikatif dan santun.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi surat pribadi dan meninjau tugas membaca. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyajikan sebuah skenario masalah: 'Seorang temanmu pindah sekolah, kamu ingin menulis surat untuknya.'

Memahami: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk merancang kerangka surat pribadi kepada teman yang pindah sekolah, memperhatikan unsur-uns seperti salam pembuka yang hangat, isi yang berisi kenangan dan harapan, serta salam penutup yang akrab.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu menulis draf surat pribadi berdasarkan kerangka yang telah dibuat, dengan memperhatikan pilihan kata yang santun dan sesuai untuk teman sebaya.

Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan draf suratnya di depan kelas. Peserta didik lain memberikan masukan konstruktif mengenai pilihan kata dan kesantunan berbahasa. Guru memberikan umpan balik dan penguatan.

Penutup: Peserta didik merefleksikan kesulitan dan kemudahan dalam menulis surat pribadi. Guru memberikan apresiasi atas usaha menulis surat yang personal dan santun. Peserta didik diminta menyiapkan data untuk menulis surat resmi di pertemuan berikutnya.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyusun kerangka dan menulis surat resmi yang jelas, singkat, dan informatif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyajikan contoh surat resmi (misal: undangan, permohonan izin) serta menanyakan konteks penggunaannya.

Memahami: Peserta didik menganalisis struktur dan unsur-uns surat resmi yang benar (kop surat, nomor, lampiran, perihal, isi yang lugas, penutup resmi). Guru menjelaskan pentingnya penggunaan bahasa baku dan formal.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membuat proyek menulis surat resmi, misalnya surat permohonan izin kegiatan ke sekolah atau surat undangan untuk acara kelas. Mereka menyusun kerangka, menulis draf, dan menyempurnakannya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan surat resmi yang telah mereka buat. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru memberikan penilaian berdasarkan rubrik dan memberikan penguatan.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dalam penulisan surat resmi. Peserta didik merefleksikan proses pembuatan proyek dan mengapresiasi hasil kerja kelompok. Guru memberikan apresiasi dan menutup pembelajaran.

4 Asesmen

Proses (formatif): Guru mengamati keaktifan peserta didik dalam diskusi, presentasi, dan pengerjaan LKPD, serta memberikan umpan balik lisan.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil tulisan surat pribadi dan surat resmi peserta didik berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi unsur surat pribadi dan resmiUnsur surat pribadi dan resmi2 JPPenalaran Kritis
Membedakan fungsi dan ciri kebahasaanPerbedaan fungsi dan ciri2 JPKomunikasi
Menyusun kerangka dan menulis surat pribadiPenulisan surat pribadi2 JPKreativitas
Menyusun kerangka dan menulis surat resmiPenulisan surat resmi3 JPKomunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Mari kita belajar tentang surat! Surat adalah cara berkomunikasi yang sudah ada sejak lama. Ada dua jenis surat utama: surat pribadi yang bersifat santai untuk keluarga atau teman, dan surat resmi yang digunakan untuk keperluan penting seperti ke sekolah atau kantor. Memahami perbedaan keduanya akan membantumu menulis surat dengan tepat.

Surat Pribadi: Ungkapan Hati

Surat pribadi adalah surat yang ditulis untuk orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, atau kerabat. Tujuannya bisa untuk berbagi cerita, menanyakan kabar, mengucapkan selamat, atau sekadar melepas rindu. Bahasa yang digunakan biasanya santai, akrab, dan penuh perasaan. Unsur-unsnya meliputi alamat pengirim dan penerima, salam pembuka yang hangat, isi surat yang mengalir, salam penutup yang akrab, serta tanda tangan pengirim.

Surat Resmi: Komunikasi Formal

Surat resmi digunakan untuk keperluan formal atau kedinasan, seperti surat dari sekolah, instansi pemerintah, atau perusahaan. Tujuannya bisa untuk undangan, pemberitahuan, permohonan, atau pengajuan. Bahasa yang digunakan harus baku, jelas, singkat, dan sopan. Surat resmi memiliki struktur yang lebih baku, meliputi kop surat (jika dari instansi), tanggal surat, nomor surat, perihal, alamat tujuan, salam pembuka formal, isi surat yang terstruktur, salam penutup formal, tanda tangan, dan nama jelas pejabat yang berwenang.

Perbedaan Kunci

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan dan penerimanya. Surat pribadi untuk orang dekat dengan bahasa santai, sementara surat resmi untuk keperluan formal dengan bahasa baku. Struktur dan kelengkapan surat resmi lebih ketat, mencakup kop surat, nomor, dan perihal yang tidak ada pada surat pribadi. Penggunaan sapaan dan penutup juga berbeda, mencerminkan tingkat keakraban atau formalitas.

Langkah Menulis Surat

Menulis surat pribadi maupun resmi memerlukan perencanaan. Tentukan dulu tujuan suratmu dan siapa penerimanya. Buat kerangka isi agar pesanmu tersampaikan dengan jelas. Gunakan pilihan kata yang tepat sesuai jenis suratnya. Untuk surat pribadi, gunakan kata-kata yang akrab dan penuh perhatian. Untuk surat resmi, gunakan bahasa yang baku dan sopan. Periksa kembali ejaan dan tata bahasamu sebelum surat selesai.

Rangkuman: Surat pribadi dan resmi memiliki fungsi, struktur, dan bahasa yang berbeda. Surat pribadi bersifat personal dengan bahasa santai, sedangkan surat resmi bersifat formal dengan bahasa baku. Memahami perbedaan ini penting agar komunikasi tertulis kita efektif dan sesuai dengan konteksnya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur surat pribadi dan resmi serta melengkapi bagian-bagian yang rumpang.

Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, contoh surat pribadi dan resmi, lembar kerja.

  1. Bacalah contoh surat pribadi dan surat resmi yang diberikan.
  2. Identifikasi bagian-bagian penting dari masing-masing surat (misal: alamat, salam, isi, penutup).
  3. Isilah bagian yang rumpang pada lembar kerja sesuai dengan jenis suratnya.
  4. Diskusikan perbedaan fungsi dan bahasa yang digunakan dalam kedua jenis surat tersebut.

8 Glosarium

Surat PribadiSurat yang ditulis untuk orang terdekat, menggunakan bahasa santai dan akrab.
Surat ResmiSurat yang digunakan untuk keperluan formal atau kedinasan, menggunakan bahasa baku dan sopan.
Kop SuratBagian atas surat yang berisi identitas instansi atau organisasi.
PerihalPokok atau topik utama dari isi surat resmi.

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Menulis SuratBahasa Indonesia Kelas V SD
Pelajari Menulis Surat →
Aku Yang UnikBahasa Indonesia Kelas V SD
Pelajari Aku Yang Unik →
Teks Eksplanasi SederhanaBahasa Indonesia Kelas V SD
Pelajari Teks Eksplanasi Sederhana →
Teks NonfiksiBahasa Indonesia Kelas V SD
Pelajari Teks Nonfiksi →
Teks ProsedurBahasa Indonesia Kelas V SD
Pelajari Teks Prosedur →
MENULIS SURAT PENTINGBahasa Indonesia Kelas VI SD
Pelajari MENULIS SURAT PENTING →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Surat Pribadi dan Resmi ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.