tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDGuru Kelas › Puisi dan Prosa
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar Guru Kelas Kelas VI
Puisi dan Prosa

Modul ajar Guru Kelas SD kelas VI materi Puisi dan Prosa lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Guru Kelas kelas VI materi Puisi dan Prosa
Ringkasan: Puisi adalah karya sastra yang indah dan terikat rima serta irama, fokus pada ekspresi perasaan dan makna mendalam. Prosa adalah karya sastra bebas berbentuk narasi atau deskripsi, fokus pada penceritaan peristiwa dengan bahasa lugas. Keduanya memperkaya cara kita berekspresi dan memahami dunia. Memahami ciri dan unsur masing-masing membantu kita mengapresiasi keunikan keduanya.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: penalaran kritis, kreativitas, komunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISGuru Kelas · Puisi dan Prosa · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi berbagai jenis teks, baik fiksi maupun nonfiksi, dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Memahami puisi dan prosa membantu kita mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan lebih indah, serta mengapresiasi keanekaragaman cara bercerita dalam kehidupan.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana sebuah cerita atau perasaan bisa disampaikan dengan cara yang berbeda, kadang berima dan kadang seperti kita bercerita biasa?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri utama puisi dan prosa dengan tepat dan menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam puisi dan prosa.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal lebih dekat puisi dan prosa. Guru menanyakan, 'Siapa yang pernah membaca puisi atau cerita pendek?' untuk memancing pengalaman awal siswa.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati beberapa contoh teks (dua puisi dan dua prosa pendek) yang telah disediakan guru, kemudian mereka berdiskusi untuk menemukan ciri-ciri yang menonjol dari masing-masing jenis teks tersebut, serta mengidentifikasi unsur-unsur seperti rima, tokoh, atau latar.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi lembar kerja yang berisi tabel perbandingan untuk mencatat ciri-ciri dan unsur-unsur yang mereka temukan pada setiap teks, kemudian mereka mencoba mengelompokkan teks tersebut ke dalam kategori 'puisi' atau 'prosa' berdasarkan hasil diskusi.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan pengelompokan teks mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang ciri-ciri dan unsur-unsur dasar puisi dan prosa, memastikan pemahaman awal yang kuat.

Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin penting tentang perbedaan puisi dan prosa. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif siswa dan memberikan tugas rumah berupa mencari contoh puisi atau prosa dari buku atau internet, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Membandingkan persamaan dan perbedaan antara puisi dan prosa berdasarkan ciri dan unsur intrinsiknya, serta menulis puisi sederhana dengan tema tertentu.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian memantik diskusi dengan pertanyaan, 'Jika kita ingin menyampaikan pesan tentang keindahan alam, mana yang lebih cocok, puisi atau prosa? Mengapa?'

Memahami: Peserta didik disajikan sebuah 'masalah' yaitu bagaimana cara terbaik menyampaikan perasaan atau cerita pendek tentang pengalaman pribadi, apakah melalui puisi atau prosa. Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk membandingkan kekuatan dan kelemahan masing-masing bentuk sastra dalam konteks ekspresi.

Mengaplikasi: Setelah diskusi perbandingan, setiap kelompok memilih satu tema (misalnya: 'persahabatan', 'lingkungan', atau 'cita-cita') dan ditugaskan untuk membuat satu puisi sederhana dan satu paragraf prosa pendek yang menggambarkan tema tersebut. Mereka fokus pada pemilihan kata dan struktur yang sesuai.

Merefleksi: Setiap kelompok membacakan hasil karya puisi dan prosa mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan tentang bagaimana pesan disampaikan dan keindahan bahasa yang digunakan. Guru memberikan masukan konstruktif dan menekankan pentingnya kreativitas dalam berekspresi.

Penutup: Guru dan siswa merangkum pembelajaran tentang kekuatan ekspresi melalui puisi dan prosa. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas siswa, serta memberikan motivasi untuk terus berlatih menulis. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL) + Praktik

Tujuan: Menulis teks prosa pendek (cerita pendek) dengan alur dan tokoh yang jelas, dan mempresentasikan hasil karya puisi dan prosa di depan kelas dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru menyapa siswa dengan ceria, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali tujuan proyek hari ini yaitu membuat karya puisi dan prosa yang akan dipresentasikan. Guru menanyakan, 'Siapa yang sudah tidak sabar ingin menunjukkan karyanya?'

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan proyek 'Antologi Mini Puisi dan Prosa'. Mereka memilih satu tema besar yang disepakati (misalnya 'Indahnya Negeriku' atau 'Petualangan di Sekolah') dan merancang outline untuk cerita pendek serta poin-poin penting untuk puisi.

Mengaplikasi: Peserta didik mulai menulis karya puisi dan prosa pendek mereka berdasarkan tema yang dipilih. Mereka diberi kebebasan untuk berkreasi, namun tetap memperhatikan kaidah penulisan yang telah dipelajari. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik personal selama proses penulisan.

Merefleksi: Setiap peserta didik (atau perwakilan pasangan) mempresentasikan hasil karya puisi dan prosa mereka di depan kelas. Setelah presentasi, teman-teman lain memberikan apresiasi dan masukan positif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keberanian berekspresi dan menghargai karya orang lain.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua siswa atas karya dan presentasi mereka yang luar biasa. Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi singkat tentang pengalaman belajar mereka selama materi puisi dan prosa. Guru menutup pelajaran dengan penuh semangat dan doa, serta mengingatkan untuk terus membaca dan menulis.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif siswa dalam diskusi kelompok dan bimbingan saat menulis karya.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya puisi dan prosa, serta presentasi di depan kelas menggunakan rubrik.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ciri-ciri utama puisi dan prosa.Ciri-ciri dan unsur-unsur puisi dan prosa.2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis unsur intrinsik dan membandingkan puisi-prosa.Analisis unsur intrinsik puisi (rima, diksi) dan prosa (tokoh, alur).2 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
Menulis puisi dan prosa sederhana serta mempresentasikannya.Praktik menulis puisi dan prosa, presentasi karya.2 JPKreativitas, Komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Puisi dan prosa adalah dua bentuk karya sastra yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam buku cerita, lagu, maupun percakapan. Keduanya memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan, perasaan, dan imajinasi. Mempelajari puisi dan prosa akan membuka wawasan kita tentang keindahan bahasa dan beragamnya cara manusia berekspresi.

Pengertian Puisi

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa yang indah dan terikat oleh irama, rima, bait, dan baris. Puisi seringkali digunakan untuk mengungkapkan perasaan, gagasan, atau pengalaman penyair dengan cara yang padat namun bermakna mendalam. Keindahan puisi terletak pada pilihan kata (diksi) yang cermat dan susunan bunyi yang harmonis. Contoh puisi anak-anak seringkali memiliki rima yang jelas dan tema yang dekat dengan dunia mereka.

Ciri-ciri Puisi

Ciri-ciri utama puisi meliputi penggunaan bahasa yang padat dan figuratif (majas), terikat oleh irama dan rima (persamaan bunyi pada akhir baris), serta seringkali dibagi menjadi bait-bait yang terdiri dari beberapa baris. Puisi juga mengutamakan keindahan bunyi dan makna kiasan, sehingga pembaca diajak untuk menafsirkan arti yang tersirat. Contohnya, puisi 'Pelangi' mungkin tidak langsung menyebutkan warna, tetapi menggunakan kata-kata yang membangkitkan gambaran warna-warni.

Unsur-unsur Puisi

Unsur-unsur puisi terdiri dari unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik meliputi diksi (pilihan kata), imaji (daya bayang), kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, dan tipografi (bentuk puisi). Unsur batin meliputi tema (gagasan pokok), rasa (perasaan penyair), nada (sikap penyair terhadap pembaca), dan amanat (pesan moral). Memahami unsur-unsur ini membantu kita menggali makna puisi lebih dalam.

Pengertian Prosa

Prosa adalah karya sastra yang bentuknya lebih bebas, tidak terikat oleh irama, rima, atau aturan-aturan tertentu seperti puisi. Prosa biasanya ditulis dalam bentuk narasi atau deskripsi yang mengalir seperti bahasa sehari-hari. Tujuannya adalah untuk menceritakan sebuah kisah, menyampaikan informasi, atau menjelaskan suatu gagasan secara lugas dan mudah dipahami. Contoh prosa adalah cerita pendek, novel, dongeng, atau berita.

Ciri-ciri Prosa

Ciri-ciri prosa antara lain berbentuk narasi atau deskripsi yang panjang, menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami (tidak banyak majas), tidak terikat rima dan irama, serta memiliki alur cerita yang jelas dari awal sampai akhir. Prosa juga memiliki tokoh, latar tempat dan waktu, serta konflik yang membangun cerita. Berbeda dengan puisi, prosa lebih menekankan pada pengembangan plot dan karakter.

Unsur-unsur Prosa

Unsur-unsur intrinsik prosa meliputi tema (gagasan utama), tokoh dan penokohan (karakter dan sifat), alur (urutan peristiwa), latar (tempat, waktu, suasana), sudut pandang (posisi pencerita), dan amanat (pesan moral). Selain itu, ada juga unsur ekstrinsik seperti latar belakang pengarang atau nilai-nilai sosial budaya. Memahami unsur-unsur ini penting untuk menganalisis dan menciptakan cerita yang utuh.

Perbandingan Puisi dan Prosa

Meskipun sama-sama karya sastra, puisi dan prosa memiliki perbedaan mendasar. Puisi cenderung singkat, padat, menggunakan bahasa kiasan, terikat rima dan irama, serta fokus pada ekspresi emosi dan keindahan bunyi. Prosa lebih panjang, menggunakan bahasa lugas, bebas dari rima, dan fokus pada penceritaan detail peristiwa. Namun, keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama berfungsi untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalaman manusia, serta memiliki nilai estetika dan moral.

Rangkuman: Puisi adalah karya sastra yang indah dan terikat rima serta irama, fokus pada ekspresi perasaan dan makna mendalam. Prosa adalah karya sastra bebas berbentuk narasi atau deskripsi, fokus pada penceritaan peristiwa dengan bahasa lugas. Keduanya memperkaya cara kita berekspresi dan memahami dunia. Memahami ciri dan unsur masing-masing membantu kita mengapresiasi keunikan keduanya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis dan membandingkan unsur-unsur intrinsik puisi dan prosa.

Alat & bahan: Teks puisi pendek, teks cerita pendek, alat tulis

  1. Bacalah dengan saksama kedua teks yang diberikan (satu puisi, satu prosa).
  2. Identifikasi ciri-ciri umum dari masing-masing teks.
  3. Temukan unsur-unsur intrinsik yang ada pada puisi (rima, diksi, irama) dan prosa (tokoh, latar, alur).
  4. Tuliskan hasil identifikasi dan perbandinganmu pada tabel yang disediakan.
  5. Diskusikan hasilnya dengan teman sekelompokmu.

8 Glosarium

PuisiKarya sastra yang terikat rima dan irama, mengutamakan keindahan bahasa.
ProsaKarya sastra berbentuk narasi atau deskripsi bebas, tidak terikat rima.
RimaPersamaan bunyi pada akhir baris puisi.
DiksiPilihan kata yang tepat dan indah dalam karya sastra.
AlurUrutan peristiwa dalam sebuah cerita.
TokohPelaku dalam sebuah cerita.
LatarTempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

9 Materi Guru Kelas Terkait

Bilangan BulatGuru Kelas Kelas VI SD
Pelajari Bilangan Bulat →
Volume Bangun RuangGuru Kelas Kelas VI SD
Pelajari Volume Bangun Ruang →
ASEAN dan Kerja Sama AntarnegaraGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara →
Bilangan BulatGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Bilangan Bulat →
Bilangan Bulat NegatifGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Bilangan Bulat Negatif →
Kalimat Langsung dan Tidak LangsungGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Kalimat Langsung dan Tidak Langsung →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Guru Kelas Puisi dan Prosa ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.