tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDGuru kelas › Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
SD · Kelas 6 · Fase C

Modul Ajar Guru kelas Kelas 6
Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Modul ajar Guru kelas SD kelas 6 materi Kalimat Langsung dan Tidak Langsung lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Guru kelas kelas 6 materi Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Ringkasan: Kalimat langsung adalah kutipan persis ucapan seseorang yang ditandai dengan tanda petik dua. Kalimat tidak langsung adalah penyampaian kembali ucapan orang lain dengan perubahan susunan kalimat, tanpa tanda petik. Perubahan utama meliputi kata ganti, kata keterangan waktu/tempat, dan penggunaan kata penghubung seperti 'bahwa'. Memahami keduanya penting untuk komunikasi yang akurat dan efektif.
Model: Discovery Learning dan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Komunikasi, KreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISGuru kelas · Kalimat Langsung dan Tidak Langsung · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk menyampaikan informasi dan gagasan, serta menunjukkan pemahaman tentang kaidah kebahasaan dan struktur teks dalam konteks yang beragam.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar kalimat dan mampu menyusun kalimat sederhana dengan pola subjek-predikat-objek.

Pemahaman bermakna: Memahami kalimat langsung dan tidak langsung memungkinkan kita mengutip perkataan orang lain secara akurat atau melaporkan kembali informasi dengan tepat, sehingga komunikasi menjadi jelas dan tidak menimbulkan salah paham.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian mendengar seseorang mengulang perkataan orang lain dengan kata-kata berbeda, tetapi maknanya sama?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung dengan tepat serta membedakan penggunaannya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan contoh percakapan singkat dan menanyakan apakah ada perbedaan cara penyampaian. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi dan membedakan kalimat langsung dan tidak langsung.

Memahami: Peserta didik mengamati beberapa contoh kalimat langsung dan tidak langsung yang disajikan guru, kemudian secara mandiri mencoba menemukan pola dan ciri-ciri khas dari masing-masing jenis kalimat tersebut. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk mengarahkan penemuan konsep.

Mengaplikasi: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mengerjakan LKPD yang berisi kegiatan mengidentifikasi kalimat langsung dan tidak langsung dari teks pendek serta membandingkan perbedaannya. Mereka mendiskusikan temuan dan menuliskan ciri-ciri yang berhasil diidentifikasi.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang ciri-ciri dan perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung, serta mengoreksi miskonsepsi yang mungkin muncul. Guru mengapresiasi partisipasi aktif peserta didik.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar mereka dan mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL) + Praktik

Tujuan: Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dan sebaliknya dengan memperhatikan perubahan yang diperlukan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu berlatih mengubah kalimat langsung ke tidak langsung dan sebaliknya.

Memahami: Guru menyajikan berbagai contoh perubahan kalimat langsung menjadi tidak langsung, dan sebaliknya, dengan fokus pada perubahan kata ganti, kata keterangan waktu/tempat, dan tanda baca. Peserta didik menganalisis dan mendiskusikan aturan-aturan perubahan tersebut.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mengerjakan latihan mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan sebaliknya dari kumpulan soal yang disediakan. Mereka saling memeriksa hasil pekerjaan dan mendiskusikan alasannya. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual.

Merefleksi: Beberapa pasangan diminta untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis dan menjelaskan proses perubahannya. Guru dan teman lainnya memberikan tanggapan dan masukan. Guru menguatkan pemahaman tentang aturan perubahan dan pentingnya ketelitian.

Penutup: Guru memberikan tugas rumah singkat berupa mencari contoh kalimat langsung dan tidak langsung dari buku cerita. Guru mengapresiasi usaha peserta didik dan memberikan motivasi. Doa penutup untuk mengakhiri pelajaran.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL) + Praktik

Tujuan: Menyusun teks percakapan sederhana menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung secara bervariasi dan menganalisis penggunaannya dalam teks narasi pendek.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi dan keterampilan yang sudah dipelajari. Guru memotivasi peserta didik dengan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat karya sederhana. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun teks percakapan dan menganalisisnya.

Memahami: Guru menjelaskan proyek yang akan dikerjakan: menyusun naskah drama pendek atau cerita bergambar yang di dalamnya terdapat dialog menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung. Guru memberikan contoh struktur sederhana dan rubrik penilaian proyek.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merencanakan dan menyusun naskah drama atau cerita bergambar pendek. Mereka berkolaborasi dalam menentukan tema, tokoh, alur, dan menulis dialog dengan memperhatikan penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung yang bervariasi.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif. Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap karya setiap kelompok, menyoroti kekuatan dan area pengembangan dalam penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran dari awal hingga akhir. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kreativitas dan kerja kerasnya. Guru memberikan pesan positif tentang pentingnya belajar terus-menerus. Doa penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi saat diskusi kelompok, penilaian LKPD, dan presentasi proyek.

Akhir (sumatif): Tes tertulis untuk mengukur kemampuan identifikasi, perubahan, dan analisis kalimat langsung dan tidak langsung.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung dengan tepat.Ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung.2 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dan sebaliknya.Aturan perubahan kalimat langsung dan tidak langsung.2 JPPenalaran Kritis
Menyusun teks percakapan dan menganalisis penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung.Penyusunan teks percakapan/cerita dengan kalimat langsung dan tidak langsung.2 JPKreativitas, Komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Dalam berkomunikasi, kita seringkali menyampaikan perkataan orang lain. Ada dua cara utama untuk melakukannya, yaitu secara langsung atau tidak langsung. Memahami perbedaan dan cara penggunaannya sangat penting agar pesan yang disampaikan jelas dan tidak menimbulkan salah paham. Mari kita pelajari bersama bagaimana mengenali dan menggunakan kedua jenis kalimat ini dalam percakapan dan tulisan sehari-hari.

Pengertian Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip secara persis ucapan atau perkataan seseorang tanpa ada perubahan sedikit pun. Ciri khasnya adalah penggunaan tanda petik dua (") pada awal dan akhir kutipan. Contoh: Ibu berkata, "Jangan lupa belajar, Nak!" atau "Aku akan pergi ke pasar," kata Bibi.

Ciri-ciri Kalimat Langsung

Ciri-ciri kalimat langsung meliputi: (1) Menggunakan tanda petik dua (") pada bagian yang dikutip. (2) Huruf pertama pada kutipan langsung diawali dengan huruf kapital. (3) Bagian pengiring dan bagian kutipan dipisahkan dengan tanda koma. (4) Intonasi pada bagian kutipan lebih tinggi daripada bagian pengiring. (5) Kata ganti orang tetap, tidak berubah.

Pengertian Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali ucapan atau perkataan seseorang dengan mengubah susunan kalimatnya, tanpa mengutip secara persis. Dalam kalimat tidak langsung, tanda petik dua tidak digunakan. Contoh: Ibu berpesan agar aku tidak lupa belajar. atau Bibi mengatakan bahwa dia akan pergi ke pasar.

Ciri-ciri Kalimat Tidak Langsung

Ciri-ciri kalimat tidak langsung meliputi: (1) Tidak menggunakan tanda petik dua. (2) Menggunakan kata penghubung seperti 'bahwa', 'agar', 'supaya', 'untuk', dan lain-lain. (3) Terjadi perubahan kata ganti orang. (4) Intonasi datar. (5) Kata kerja yang digunakan sering berupa kata kerja pelapor seperti 'mengatakan', 'menyatakan', 'menjelaskan', 'berkata', 'berpesan'.

Perubahan Kata Ganti dalam Kalimat Tidak Langsung

Salah satu perubahan penting saat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung adalah perubahan kata ganti. Kata ganti orang pertama (saya, aku) dalam kalimat langsung berubah menjadi orang ketiga (dia, ia) dalam kalimat tidak langsung. Kata ganti orang kedua (kamu, Anda) berubah menjadi orang pertama (saya, aku) atau orang ketiga (dia, ia) tergantung konteks. Contoh: Langsung: Adi berkata, "Aku akan datang." Tidak Langsung: Adi berkata bahwa ia akan datang.

Perubahan Kata Keterangan Waktu dan Tempat

Selain kata ganti, kata keterangan waktu dan tempat juga sering berubah. Misalnya, 'sekarang' menjadi 'saat itu', 'kemarin' menjadi 'hari sebelumnya', 'besok' menjadi 'hari berikutnya', 'di sini' menjadi 'di sana'. Perubahan ini terjadi karena waktu dan tempat kejadian saat ucapan dilaporkan mungkin berbeda dengan waktu dan tempat ucapan itu pertama kali disampaikan.

Contoh Penggunaan dalam Teks

Dalam sebuah cerita, kalimat langsung digunakan untuk menunjukkan dialog antar tokoh secara persis, membuat cerita lebih hidup. Contoh: "Hati-hati di jalan!" seru Ayah. Sementara itu, kalimat tidak langsung digunakan untuk menceritakan kembali peristiwa atau ucapan tanpa perlu mengutipnya secara langsung. Contoh: Ayah berpesan agar aku berhati-hati di jalan. Keduanya memiliki fungsi penting dalam narasi.

Rangkuman: Kalimat langsung adalah kutipan persis ucapan seseorang yang ditandai dengan tanda petik dua. Kalimat tidak langsung adalah penyampaian kembali ucapan orang lain dengan perubahan susunan kalimat, tanpa tanda petik. Perubahan utama meliputi kata ganti, kata keterangan waktu/tempat, dan penggunaan kata penghubung seperti 'bahwa'. Memahami keduanya penting untuk komunikasi yang akurat dan efektif.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan membedakan kalimat langsung dan tidak langsung dari teks pendek.

Alat & bahan: Teks cerita pendek, alat tulis, lembar kerja

  1. Bacalah teks cerita pendek yang diberikan dengan seksama.
  2. Garis bawahi semua kalimat yang menurutmu adalah kalimat langsung.
  3. Lingkari semua kalimat yang menurutmu adalah kalimat tidak langsung.
  4. Diskusikan dengan kelompokmu mengapa kalian menggolongkan kalimat tersebut sebagai kalimat langsung atau tidak langsung.
  5. Tulislah ciri-ciri yang membedakan kalimat langsung dan tidak langsung di kolom yang tersedia.

8 Glosarium

Kalimat LangsungKalimat yang mengutip secara persis ucapan seseorang.
Kalimat Tidak LangsungKalimat yang menyampaikan kembali ucapan seseorang dengan perubahan.
Tanda Petik DuaTanda baca (") yang digunakan pada kalimat langsung.
Kata GantiKata yang menggantikan nomina atau frasa nomina (misalnya: aku, dia, kamu).
Kata PenghubungKata yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat (misalnya: bahwa, agar).

9 Materi Guru kelas Terkait

ASEAN dan Kerja Sama AntarnegaraGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara →
Bilangan BulatGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Bilangan Bulat →
Bilangan Bulat NegatifGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Bilangan Bulat Negatif →
Koordinat KartesiusGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Koordinat Kartesius →
Listrik dan MagnetGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Listrik dan Magnet →
Luas dan VolumeGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Luas dan Volume →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Guru kelas Kalimat Langsung dan Tidak Langsung ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru kelas kelas 6 langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.