tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDGuru kelas › ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara
SD · Kelas 6 · Fase C

Modul Ajar Guru kelas Kelas 6
ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara

Modul ajar Guru kelas SD kelas 6 materi ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Guru kelas kelas 6 materi ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara
Ringkasan: ASEAN adalah organisasi regional di Asia Tenggara yang didirikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan menjaga perdamaian. Indonesia sebagai salah satu pendiri memiliki peran sentral dalam berbagai bentuk kerja sama di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Kerja sama ini membawa banyak manfaat bagi Indonesia dan seluruh negara anggota, memperkuat posisi di kancah global, serta menciptakan kawasan yang stabil dan sejahtera.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: kewargaan, kolaborasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISGuru kelas · ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami peran dan fungsi lembaga-lembaga sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat, serta menganalisis dinamika interaksi sosial dan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar tentang negara dan keberagaman budaya di Indonesia.

Pemahaman bermakna: Memahami ASEAN dan kerja sama antarnegara tidak hanya tentang menghafal nama-nama negara, tetapi juga tentang menyadari bagaimana interaksi ini memengaruhi kehidupan kita sehari-hari dan peran Indonesia di kancah global.

Pertanyaan pemantik: Mengapa negara-negara di Asia Tenggara perlu bekerja sama?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi negara-negara anggota ASEAN dan ibu kotanya serta menjelaskan latar belakang terbentuknya ASEAN dan tujuan utamanya.

Kegiatan awal: Guru menyapa dengan hangat, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian ketahui tentang ASEAN?'.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi tentang negara-negara anggota ASEAN, ibu kotanya, serta latar belakang dan tujuan pembentukan ASEAN dari berbagai sumber (buku teks, internet, peta dunia).

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana tentang informasi yang ditemukan, kemudian mempresentasikannya di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.

Merefleksi: Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, lalu meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang ASEAN.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa serta senyuman.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis berbagai bentuk kerja sama ASEAN di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Kegiatan awal: Guru mengawali dengan salam dan doa, kemudian mengingatkan materi sebelumnya. Guru memutarkan video singkat tentang salah satu bentuk kerja sama ASEAN (misalnya, SEA Games atau pertukaran budaya) sebagai apersepsi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan kasus atau skenario tentang permasalahan di kawasan Asia Tenggara yang membutuhkan kerja sama (misalnya, bencana alam, masalah lingkungan, atau pengembangan pariwisata).

Mengaplikasi: Kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kerja sama yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut, kemudian merumuskan solusi dan peran Indonesia di dalamnya. Mereka mencatat hasil diskusi dalam lembar kerja.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan klarifikasi, dan mengaitkan dengan contoh-contoh kerja sama ASEAN yang nyata.

Penutup: Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman singkat tentang pentingnya kerja sama ASEAN. Guru memberikan pujian atas kerja keras peserta didik, mengingatkan untuk menyiapkan bahan untuk proyek pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyajikan contoh nyata peran Indonesia dalam kerja sama ASEAN melalui poster digital dan menyimpulkan manfaat kerja sama ASEAN bagi Indonesia dan negara-negara anggotanya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kesiapan. Guru mengingatkan kembali materi tentang kerja sama ASEAN dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat proyek poster digital. Guru memotivasi peserta didik.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan desain poster digital tentang 'Peran Indonesia dalam Kerja Sama ASEAN'. Mereka mencari gambar dan informasi pendukung yang relevan secara mandiri.

Mengaplikasi: Peserta didik membuat poster digital menggunakan aplikasi sederhana (misalnya, Canva atau Google Slides) yang menampilkan contoh nyata peran Indonesia dalam berbagai bidang kerja sama ASEAN. Mereka juga menyertakan kesimpulan singkat tentang manfaat kerja sama tersebut.

Merefleksi: Peserta didik memamerkan poster digital mereka di kelas (dapat diproyeksikan atau dicetak). Setiap peserta didik/pasangan menjelaskan isi poster dan menjawab pertanyaan dari teman-teman dan guru. Guru memberikan umpan balik konstruktif.

Penutup: Guru mengajak seluruh peserta didik merefleksikan proses pembelajaran dan proyek yang telah dibuat. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan usaha mereka, mengumumkan poster terbaik, dan menutup pembelajaran dengan semangat kebersamaan dan doa.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan relevansi isi lembar kerja.

Akhir (sumatif): Penilaian poster digital dan presentasi kelompok, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi negara-negara anggota ASEAN dan ibu kotanya dengan benar.Negara-negara anggota ASEAN dan ibu kotanya.2 JPkewargaan
Menjelaskan latar belakang terbentuknya ASEAN dan tujuan utamanya.Latar belakang dan tujuan ASEAN.2 JPpenalaran kritis
Menganalisis berbagai bentuk kerja sama ASEAN di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik.Bentuk-bentuk kerja sama ASEAN.2 JPkolaborasi
Menyajikan contoh nyata peran Indonesia dalam kerja sama ASEAN melalui poster digital.Peran Indonesia dalam kerja sama ASEAN.2 JPkreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Selamat datang di modul pembelajaran tentang ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara! Asia Tenggara adalah rumah kita bersama. Di sini, negara-negara bersatu dalam sebuah organisasi bernama ASEAN. Mari kita selami lebih dalam tentang apa itu ASEAN, mengapa ia dibentuk, dan bagaimana negara kita, Indonesia, berperan penting di dalamnya untuk menciptakan perdamaian dan kemajuan bersama.

Mengenal ASEAN: Sejarah dan Anggota

ASEAN adalah singkatan dari Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, oleh lima negara pelopor: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pendirian ASEAN dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, stabil, dan sejahtera. Saat ini, ASEAN memiliki sepuluh negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Setiap negara memiliki ibu kota yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas penting lainnya. Mengenal negara-negara ini adalah langkah awal memahami keragaman dan potensi Asia Tenggara.

Tujuan Pembentukan ASEAN

ASEAN dibentuk dengan beberapa tujuan utama yang sangat mulia. Pertama, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan budaya di kawasan Asia Tenggara melalui usaha bersama. Kedua, untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan mematuhi prinsip-prinsip hukum dan hubungan antarnegara. Ketiga, untuk meningkatkan kerja sama aktif dan saling membantu dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Keempat, untuk saling memberikan bantuan dalam bentuk fasilitas pelatihan dan penelitian. Dengan tujuan-tujuan ini, ASEAN berharap dapat membawa manfaat besar bagi seluruh rakyat di Asia Tenggara.

Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya

Kerja sama di bidang sosial dan budaya sangat penting untuk mempererat hubungan antarwarga negara ASEAN. Contohnya adalah pertukaran pelajar dan seniman, festival budaya ASEAN, serta kerja sama dalam penanggulangan bencana alam. ASEAN juga memiliki program-program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti kampanye kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia. Melalui kegiatan-kegiatan ini, masyarakat ASEAN dapat saling mengenal, menghargai perbedaan, dan membangun rasa kebersamaan. Ini juga membantu melestarikan warisan budaya yang kaya di kawasan Asia Tenggara.

Kerja Sama di Bidang Ekonomi

Di bidang ekonomi, ASEAN berupaya menciptakan kawasan perdagangan bebas yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi kawasan dengan menghilangkan hambatan perdagangan antarnegara anggota. Contoh kerja sama ekonomi lainnya adalah pembangunan proyek-proyek industri bersama, promosi pariwisata, dan peningkatan investasi. Dengan adanya MEA, diharapkan barang dan jasa dapat bergerak lebih bebas, sehingga menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat di seluruh negara anggota ASEAN.

Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan

Kerja sama politik dan keamanan ASEAN bertujuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. ASEAN memiliki forum-forum seperti ASEAN Regional Forum (ARF) untuk membahas isu-isu keamanan regional. Selain itu, negara-negara anggota bekerja sama dalam penanggulangan terorisme, kejahatan lintas negara, dan menjaga keamanan maritim. Indonesia aktif dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan dan mempromosikan dialog damai. Kerja sama ini sangat penting agar setiap negara dapat fokus pada pembangunan dan kesejahteraan tanpa terganggu oleh ancaman keamanan.

Peran Indonesia dalam ASEAN

Indonesia memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam ASEAN. Sebagai salah satu negara pendiri dan negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia sering menjadi inisiator berbagai gagasan dan kerja sama. Indonesia aktif dalam menjaga perdamaian regional, mempromosikan demokrasi, dan mendorong kerja sama ekonomi yang inklusif. Contoh nyata peran Indonesia adalah menjadi tuan rumah berbagai pertemuan penting ASEAN, mengirimkan pasukan perdamaian, dan memimpin inisiatif-inisiatif regional. Peran aktif Indonesia menunjukkan komitmen kita untuk membangun Asia Tenggara yang lebih baik.

Manfaat Kerja Sama ASEAN bagi Indonesia

Kerja sama ASEAN membawa banyak manfaat bagi Indonesia. Dari segi ekonomi, Indonesia dapat memperluas pasar ekspor dan menarik investasi asing. Dari segi politik, Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam forum internasional dan dapat berkontribusi pada perdamaian regional. Di bidang sosial budaya, pertukaran budaya memperkaya khazanah bangsa. Kerja sama ini juga membantu Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama seperti bencana alam dan kejahatan transnasional. Singkatnya, ASEAN adalah platform penting bagi Indonesia untuk mencapai tujuan nasional dan internasionalnya.

Rangkuman: ASEAN adalah organisasi regional di Asia Tenggara yang didirikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan menjaga perdamaian. Indonesia sebagai salah satu pendiri memiliki peran sentral dalam berbagai bentuk kerja sama di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Kerja sama ini membawa banyak manfaat bagi Indonesia dan seluruh negara anggota, memperkuat posisi di kancah global, serta menciptakan kawasan yang stabil dan sejahtera.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis bentuk-bentuk kerja sama ASEAN dan peran Indonesia di dalamnya.

Alat & bahan: Kertas A4, pensil warna/spidol, gunting, lem, gambar-gambar negara ASEAN (opsional), akses internet (opsional)

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Diskusikan 2 contoh kerja sama ASEAN di bidang sosial, 2 di bidang budaya, 2 di bidang ekonomi, dan 2 di bidang politik.
  3. Identifikasi peran Indonesia dalam setiap contoh kerja sama tersebut.
  4. Tuliskan temuan kalian dalam tabel yang disediakan.
  5. Siapkan presentasi singkat tentang hasil diskusi kelompok kalian.

8 Glosarium

ASEANPerhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, organisasi regional di Asia Tenggara.
MEAMasyarakat Ekonomi ASEAN, kawasan perdagangan bebas di antara negara-negara anggota ASEAN.
RegionalBersifat kedaerahan atau meliputi suatu wilayah tertentu.
StabilitasKeadaan yang mantap dan tidak mudah berubah.
InisiatorOrang atau pihak yang memprakarsai atau memulai sesuatu.

9 Materi Guru kelas Terkait

Bilangan BulatGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Bilangan Bulat →
Bilangan Bulat NegatifGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Bilangan Bulat Negatif →
Kalimat Langsung dan Tidak LangsungGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Kalimat Langsung dan Tidak Langsung →
Koordinat KartesiusGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Koordinat Kartesius →
Listrik dan MagnetGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Listrik dan Magnet →
Luas dan VolumeGuru kelas Kelas 6 SD
Pelajari Luas dan Volume →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Guru kelas ASEAN dan Kerja Sama Antarnegara ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru kelas kelas 6 langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.