Modul Ajar & RPP Ekonomi Kelas XI
Kebijakan Moneter dan Fiskal
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Ekonomi |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Kebijakan Moneter dan Fiskal |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik Studi Kasus |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik diharapkan telah memahami konsep dasar ekonomi makro seperti inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasi inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi, seperti kenaikan suku bunga Bank Indonesia atau pemberian subsidi. |
| Konseptual | Kebijakan moneter adalah tindakan bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang beredar, sedangkan kebijakan fiskal adalah tindakan pemerintah untuk mengelola pengeluaran dan pendapatan negara guna memengaruhi perekonomian. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah pemerintah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan moneter dan fiskal, serta menganalisis dampaknya terhadap indikator ekonomi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang kebijakan ekonomi dapat membantu mereka menganalisis berita ekonomi, membuat keputusan keuangan pribadi, dan berpartisipasi aktif dalam isu-isu publik. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep dan tujuan kebijakan moneter secara tepat.
- Mengidentifikasi instrumen-instrumen kebijakan moneter dengan benar.
- Menganalisis konsep dan tujuan kebijakan fiskal secara tepat.
- Mengidentifikasi instrumen-instrumen kebijakan fiskal dengan benar.
- Menganalisis dampak kebijakan moneter dan fiskal terhadap perekonomian Indonesia.
- Menyajikan hasil analisis studi kasus penerapan kebijakan moneter dan fiskal dalam mengatasi masalah ekonomi.
Pemahaman bermakna: Kebijakan moneter dan fiskal merupakan instrumen vital bagi pemerintah dan bank sentral untuk menstabilkan perekonomian, mengendalikan inflasi, mengurangi pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa harga kebutuhan pokok sering naik dan turun? Apa peran pemerintah dalam menjaga agar harga-harga tetap stabil dan ekonomi terus bertumbuh?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik Studi Kasus |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Menganalisis kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan pada periode krisis ekonomi di Indonesia (misalnya krisis 1998) dan dampaknya. Sosiologi: Membahas dampak sosial dari kebijakan fiskal (misalnya subsidi, program bantuan sosial) terhadap kesejahteraan masyarakat. Matematika: Menggunakan data ekonomi (inflasi, PDB) untuk menghitung dan memvisualisasikan tren serta proyeksi dampak kebijakan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang dampak kebijakan ekonomi terhadap rumah tangga mereka (misalnya harga bahan pokok, biaya pinjaman) untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan meja berkelompok untuk memfasilitasi diskusi, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor untuk menampilkan sumber digital yang relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk mengunggah materi, forum diskusi, serta penggunaan aplikasi presentasi (misalnya Canva, Google Slides) untuk menyajikan hasil analisis studi kasus. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dan tujuan kebijakan moneter serta mengidentifikasi instrumen-instrumennya dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik terkait perubahan harga barang. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang bisa dilakukan Bank Indonesia jika harga-harga terus naik?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengamati video berita tentang kenaikan suku bunga Bank Indonesia dan membaca artikel singkat mengenai kebijakan moneter. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi definisi, tujuan, dan instrumen kebijakan moneter dari sumber-sumber tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang menjelaskan hubungan antara instrumen kebijakan moneter (misalnya suku bunga, giro wajib minimum, operasi pasar terbuka) dengan dampaknya terhadap jumlah uang beredar dan inflasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta konsepnya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, serta mengoreksi miskonsepsi. Diskusi kelas dipandu untuk merumuskan kesimpulan tentang pentingnya kebijakan moneter dalam stabilitas ekonomi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, merangkum poin-poin penting, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh penerapan kebijakan moneter di Indonesia. Peserta didik diajak merefleksikan apa yang mereka pelajari dan mengapa materi ini penting. Diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis konsep dan tujuan kebijakan fiskal serta mengidentifikasi instrumen-instrumennya dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengawali dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, serta mengulas singkat materi kebijakan moneter. Guru menampilkan grafik APBN Indonesia dan bertanya: 'Bagaimana pemerintah menggunakan anggaran ini untuk memengaruhi ekonomi kita?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus singkat tentang pemerintah yang menghadapi masalah pengangguran tinggi dan pertumbuhan ekonomi lambat. Dalam kelompok, mereka mengidentifikasi masalah, mencari informasi tentang kebijakan fiskal (pajak, pengeluaran pemerintah), dan merumuskan hipotesis tindakan yang dapat diambil pemerintah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menganalisis instrumen kebijakan fiskal (misalnya perubahan tarif pajak, peningkatan belanja infrastruktur, subsidi) dan mendiskusikan bagaimana instrumen-instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengatasi masalah dalam studi kasus, serta memprediksi dampaknya terhadap perekonomian. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis dan solusi kebijakan fiskal mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan berbagai pendekatan dan menguatkan pemahaman tentang efektivitas instrumen fiskal. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan penguatan materi, mengapresiasi kerja keras kelompok, dan memberikan tugas mandiri untuk membaca artikel tentang perbedaan dan koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal. Peserta didik diajak berbagi pengalaman belajar yang paling menarik hari ini. Ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis instrumen dan dampak kebijakan moneter serta fiskal dalam konteks studi kasus.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, laptop/tablet, akses internet
Langkah kerja:
- Bacalah studi kasus yang diberikan mengenai masalah ekonomi di suatu negara.
- Identifikasi masalah ekonomi utama dalam studi kasus tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok, kebijakan moneter apa yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut, beserta instrumennya.
- Diskusikan dalam kelompok, kebijakan fiskal apa yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut, beserta instrumennya.
- Analisislah potensi dampak positif dan negatif dari setiap kebijakan yang diusulkan terhadap perekonomian.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang inflasi?
- Bagaimana pemerintah biasanya mendapatkan pendapatan?
- Apa peran Bank Indonesia dalam perekonomian?
- Menurut Anda, apa bedanya kebijakan pemerintah pusat dengan Bank Indonesia?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan analisis pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek analisis studi kasus kebijakan moneter dan fiskal (presentasi/poster) dan tes tertulis akhir.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dan tujuan kebijakan moneter secara tepat. | Konsep dan tujuan kebijakan moneter | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi instrumen-instrumen kebijakan moneter dengan benar. | Instrumen kebijakan moneter | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis konsep dan tujuan kebijakan fiskal secara tepat. | Konsep dan tujuan kebijakan fiskal | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Mengidentifikasi instrumen-instrumen kebijakan fiskal dengan benar. | Instrumen kebijakan fiskal | 2 JP | Penalaran Kritis |
Kebijakan moneter dan fiskal adalah dua pilar utama dalam pengelolaan perekonomian suatu negara. Keduanya digunakan oleh pemerintah dan bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, mengurangi pengangguran, dan mendorong pertumbuhan. Memahami kedua kebijakan ini sangat penting untuk menganalisis dinamika ekonomi dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
1. Pengertian dan Tujuan Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang beredar dalam perekonomian. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga (mengendalikan inflasi), mendukung pertumbuhan ekonomi, mencapai kesempatan kerja penuh, dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang. Di Indonesia, kebijakan ini dijalankan oleh Bank Indonesia. Contoh nyatanya adalah ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk mengerem laju inflasi yang terlalu tinggi.
2. Instrumen Kebijakan Moneter
Instrumen utama kebijakan moneter meliputi: 1) Kebijakan Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation), yaitu jual beli surat berharga pemerintah; 2) Kebijakan Diskonto, yaitu pengaturan suku bunga pinjaman bank umum ke bank sentral; 3) Kebijakan Cadangan Wajib Minimum (Reserve Requirement), yaitu pengaturan persentase cadangan yang harus disimpan bank umum; 4) Himbauan Moral, yaitu ajakan atau larangan kepada bank-bank untuk menahan atau menambah pinjaman. Setiap instrumen memiliki mekanisme yang berbeda dalam memengaruhi jumlah uang beredar.
3. Pengertian dan Tujuan Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam mengelola pengeluaran dan pendapatan negara (APBN) untuk memengaruhi perekonomian. Tujuannya meliputi stabilisasi ekonomi, pemerataan pendapatan, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja. Kebijakan ini dijalankan oleh Kementerian Keuangan. Contohnya, pemerintah meningkatkan belanja infrastruktur untuk merangsang pertumbuhan ekonomi atau menaikkan pajak untuk mengurangi defisit anggaran.
4. Instrumen Kebijakan Fiskal
Instrumen utama kebijakan fiskal adalah: 1) Pajak, yaitu pungutan wajib dari rakyat kepada negara untuk membiayai pengeluaran pemerintah; 2) Pengeluaran Pemerintah (Belanja Negara), yaitu alokasi dana untuk pembangunan, subsidi, gaji pegawai, dan lain-lain; 3) Utang Publik, yaitu penerbitan obligasi atau pinjaman untuk menutupi defisit anggaran. Perubahan pada instrumen-instrumen ini akan langsung memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
5. Dampak Kebijakan Moneter dan Fiskal terhadap Perekonomian
Kebijakan moneter dan fiskal memiliki dampak signifikan. Kebijakan moneter kontraktif (pengetatan) dapat menurunkan inflasi tetapi berisiko menghambat pertumbuhan. Sebaliknya, ekspansif (pelonggaran) dapat mendorong pertumbuhan tetapi berisiko inflasi. Kebijakan fiskal ekspansif (peningkatan belanja/penurunan pajak) dapat merangsang permintaan dan pertumbuhan, tetapi bisa memicu inflasi dan defisit anggaran. Kebijakan fiskal kontraktif (pengurangan belanja/kenaikan pajak) dapat menekan inflasi namun berisiko memperlambat pertumbuhan. Analisis dampak harus mempertimbangkan kondisi ekonomi makro yang berlaku.
6. Koordinasi Kebijakan Moneter dan Fiskal
Efektivitas kebijakan ekonomi sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara bank sentral dan pemerintah. Misalnya, saat krisis, Bank Indonesia dapat menurunkan suku bunga (moneter ekspansif) sementara pemerintah meningkatkan belanja sosial (fiskal ekspansif) untuk memberikan stimulus ganda. Tanpa koordinasi, kebijakan bisa saling bertolak belakang dan mengurangi efektivitasnya, bahkan menimbulkan ketidakstabilan baru. Sinergi antara keduanya adalah kunci untuk mencapai tujuan ekonomi nasional.
Rangkuman: Kebijakan moneter, yang dijalankan bank sentral, bertujuan mengendalikan jumlah uang beredar melalui instrumen seperti suku bunga dan cadangan wajib. Kebijakan fiskal, oleh pemerintah, mengelola anggaran negara melalui pajak dan belanja. Keduanya krusial untuk stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan. Koordinasi yang baik antara kedua kebijakan ini sangat penting untuk mencapai tujuan ekonomi nasional secara efektif.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Inflasi | Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. |
| Deflasi | Penurunan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. |
| Suku Bunga Acuan | Suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral sebagai patokan bagi suku bunga pinjaman di pasar uang. |
| APBN | Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, rencana keuangan tahunan pemerintah. |
| Giro Wajib Minimum | Persentase dana yang harus disimpan bank umum di bank sentral. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kebijakan Moneter dan Fiskal" mata pelajaran Ekonomi Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kebijakan Moneter dan Fiskal yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Ekonomi Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Pertumbuhan Ekonomi dan KemiskinanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKetenagakerjaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Uang, Inflasi, dan Kebijakan MoneterBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAPBN, APBD, dan Kebijakan FiskalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Ekonomi lain yang sudah tersedia
BADAN USAHAEkonomi Kelas XI SMAIndeks Harga dan InflasiEkonomi Kelas XI SMAKonsep Badan UsahaEkonomi Kelas XI SMAPendapatan NasionalEkonomi Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Ekonomi Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Ekonomi kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kebijakan Moneter dan Fiskal pada Ekonomi SMA, Fase F.
Modul Kebijakan Moneter dan Fiskal ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Ekonomi kelas XI SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Ekonomi materi Kebijakan Moneter dan Fiskal ini gratis?
Ya. Modul Kebijakan Moneter dan Fiskal untuk kelas XI SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kebijakan Moneter dan Fiskal ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Ekonomi kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Ekonomi kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kebijakan Moneter dan Fiskal ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kebijakan Moneter dan Fiskal dapat Anda sesuaikan dengan murid Ekonomi kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Ekonomi kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kebijakan Moneter dan Fiskal ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase F untuk kelas XI SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kebijakan Moneter dan Fiskal tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kebijakan Moneter dan Fiskal untuk Ekonomi kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kebijakan Moneter dan Fiskal ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Ekonomi kelas XI SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kebijakan Moneter dan Fiskal beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Ekonomi kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Ekonomi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Kebijakan Moneter dan Fiskal yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Ekonomi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.