tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMAPendidikan Agama Islam › Kompetisi dalam Kebaikan
SMA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas X
Kompetisi dalam Kebaikan

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMA kelas X materi Kompetisi dalam Kebaikan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas X materi Kompetisi dalam Kebaikan
Ringkasan: Kompetisi dalam Kebaikan, atau fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ), adalah perintah Allah SWT untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal saleh. Ini adalah pendorong utama kemajuan individu dan sosial, menumbuhkan kepedulian, inovasi, dan kolaborasi. Dengan niat ikhlas dan strategi yang tepat, kita dapat mengamalkan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan dampak positif yang luas bagi diri sendiri dan masyarakat.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Kompetisi dalam Kebaikan · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami pentingnya berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan adalah perintah Allah SWT yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya niat, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari secara kolaboratif dan inovatif.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa mengubah semangat kompetisi yang seringkali negatif menjadi kekuatan positif untuk saling memotivasi dalam berbuat kebaikan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis makna fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) berdasarkan dalil naqli dan aqli dengan tepat serta mengidentifikasi bentuk-bentuk kompetisi dalam kebaikan dalam konteks kehidupan modern dengan cermat.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan video singkat tentang orang-orang yang berinovasi dalam berbuat kebaikan, kemudian mengaitkannya dengan materi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menelaah dalil-dalil Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 148, QS. Al-Maidah: 48) dan Hadis tentang fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) serta mencari contoh-contoh implementasinya dalam kehidupan sehari-hari melalui studi kasus dari media digital.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menganalisis makna fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) dan mengidentifikasi setidaknya tiga bentuk kompetisi dalam kebaikan di era modern, kemudian menyajikannya dalam bentuk mind map atau poster digital.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) serta mengaitkannya dengan pentingnya niat ikhlas dan dampak positif bagi masyarakat.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pemahaman mereka. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan pengantar untuk pertemuan berikutnya tentang perencanaan proyek kebaikan, lalu ditutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Peserta didik dapat merancang proyek kebaikan sederhana yang relevan dengan lingkungan sekitar secara kolaboratif.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan potensi masalah atau kebutuhan di lingkungan sekitar sekolah yang dapat diatasi melalui proyek kebaikan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok dan diberikan studi kasus tentang permasalahan sosial di lingkungan sekolah/masyarakat (misalnya, kurangnya kesadaran kebersihan, kesulitan belajar teman, atau inisiatif penggalangan dana). Setiap kelompok menganalisis masalah tersebut dan merumuskan ide proyek kebaikan yang inovatif.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun proposal proyek kebaikan sederhana yang mencakup latar belakang, tujuan, sasaran, kegiatan, jadwal, alat/bahan yang dibutuhkan, serta pembagian tugas antaranggota. Mereka dapat memanfaatkan aplikasi presentasi digital untuk menyusun proposal.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proposal proyeknya. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan proposal. Guru memfasilitasi diskusi untuk memastikan proyek yang dirancang realistis dan berdampak positif.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dalam perencanaan proyek kebaikan. Guru memberikan motivasi untuk melaksanakan proyek dengan semangat fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ). Guru menyampaikan informasi tentang persiapan pelaksanaan proyek untuk pertemuan berikutnya, kemudian ditutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Peserta didik dapat melaksanakan proyek kebaikan yang telah dirancang dengan penuh tanggung jawab dan inovatif serta mengevaluasi hasil proyek kebaikan yang dilakukan dan menyusun laporan reflektif dengan kritis.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali rencana proyek yang telah disusun dan memotivasi peserta didik untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok melaksanakan proyek kebaikan yang telah mereka rancang. Guru memantau dan memberikan bimbingan jika diperlukan, mendorong peserta didik untuk berkolaborasi dan mencari solusi kreatif atas tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan.

Mengaplikasi: Setelah pelaksanaan proyek, setiap kelompok menyusun laporan pertanggungjawaban yang mencakup deskripsi kegiatan, dokumentasi (foto/video), hasil yang dicapai, kendala, dan solusi. Mereka juga menyusun refleksi individu tentang pengalaman belajar mereka dalam proyek tersebut.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan laporan proyek dan refleksi mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan apresiasi, umpan balik, dan pertanyaan kritis. Guru mengaitkan kembali pengalaman proyek dengan nilai-nilai fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) dan pentingnya keberlanjutan kebaikan.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran dari seluruh rangkaian materi 'Kompetisi dalam Kebaikan'. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada semua kelompok atas kerja keras dan inovasinya. Guru mendorong peserta didik untuk terus menumbuhkan semangat fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) dalam kehidupan sehari-hari dan ditutup dengan doa penutup yang menginspirasi.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, perancangan proyek, dan pelaksanaan proyek kebaikan.

Akhir (sumatif): Penilaian proposal proyek, laporan pelaksanaan proyek, dan presentasi hasil proyek kebaikan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis makna fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) berdasarkan dalil naqli dan aqli dengan tepat.Makna fastabiqul khairat, dalil Al-Qur'an dan Hadis.2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis
Mengidentifikasi bentuk-bentuk kompetisi dalam kebaikan dalam konteks kehidupan modern dengan cermat.Bentuk-bentuk kompetisi kebaikan di era modern.2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
Merancang dan melaksanakan proyek kebaikan sederhana yang relevan dengan lingkungan sekitar secara kolaboratif.Perencanaan dan pelaksanaan proyek kebaikan.2 JPKolaborasi, Kreativitas, Kemandirian

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Materi 'Kompetisi dalam Kebaikan' mengajak kita untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Islam yang mendorong umatnya untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Konsep fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah perintah yang menuntut tindakan nyata dan inovatif demi kemaslahatan bersama. Melalui materi ini, kita akan belajar bagaimana mengubah semangat kompetisi menjadi energi positif untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Makna Fastabiqul Khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ)

Fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) secara harfiah berarti 'berlomba-lombalah dalam kebaikan'. Ini adalah perintah Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur'an, seperti QS. Al-Baqarah: 148 dan QS. Al-Maidah: 48. Perintah ini mendorong setiap muslim untuk tidak menunda-nunda kebaikan, melainkan bersegera dan berpacu dalam melakukannya. Kebaikan di sini meliputi segala bentuk amal saleh, baik yang bersifat vertikal (hablumminallah) maupun horizontal (hablumminannas), yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Dalil Naqli tentang Fastabiqul Khairat

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 148: وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (Wa likullin wijhatun huwa muwallīhā fastabiqūl khairāt. Aina mā takūnū ya'ti bikumullāhu jamī'an. Innallāha 'alā kulli syai'in qadīr). Artinya: 'Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.' Ayat ini menegaskan bahwa meskipun arah ibadah bisa berbeda, tujuan akhir adalah berlomba dalam kebaikan.

Dalil Aqli dan Urgensi Kompetisi dalam Kebaikan

Secara akal, kompetisi dalam kebaikan sangat urgensi karena mendorong kemajuan dan perbaikan sosial. Tanpa semangat ini, manusia cenderung stagnan atau bahkan mundur. Ketika individu atau kelompok berlomba-lomba untuk memberikan kontribusi terbaik, inovasi akan muncul, masalah sosial dapat teratasi, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan empati, menjauhkan dari sifat egois dan individualistis.

Bentuk-bentuk Kompetisi Kebaikan di Era Modern

Di era modern, kompetisi dalam kebaikan bisa terwujud dalam berbagai bentuk. Contohnya adalah gerakan filantropi digital, penggalangan dana untuk bencana alam melalui platform online, inisiatif lingkungan yang digerakkan oleh kaum muda, pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat (misal: aplikasi pendidikan gratis), atau bahkan kompetisi sains dan inovasi yang bertujuan memecahkan masalah global. Semangatnya adalah berlomba untuk memberikan dampak positif terbesar.

Manfaat Mengamalkan Fastabiqul Khairat

Mengamalkan fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) membawa banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Bagi individu, ia menumbuhkan semangat optimisme, produktivitas, dan rasa syukur. Selain itu, ia juga melatih kepekaan sosial, empati, dan kemampuan berkolaborasi. Bagi masyarakat, kompetisi ini menciptakan lingkungan yang positif, penuh kepedulian, inovasi, dan kemajuan, serta mempererat tali persaudaraan dan gotong royong.

Strategi Mewujudkan Fastabiqul Khairat

Untuk mewujudkan fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ), diperlukan strategi yang terencana. Pertama, niat yang ikhlas karena Allah SWT. Kedua, identifikasi masalah atau kebutuhan di sekitar kita. Ketiga, rencanakan aksi kebaikan secara matang, baik individu maupun kolaboratif. Keempat, laksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Kelima, evaluasi dan terus tingkatkan kualitas kebaikan yang dilakukan. Libatkan orang lain untuk memperluas dampak positifnya.

Rangkuman: Kompetisi dalam Kebaikan, atau fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ), adalah perintah Allah SWT untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal saleh. Ini adalah pendorong utama kemajuan individu dan sosial, menumbuhkan kepedulian, inovasi, dan kolaborasi. Dengan niat ikhlas dan strategi yang tepat, kita dapat mengamalkan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan dampak positif yang luas bagi diri sendiri dan masyarakat.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik merancang proyek kebaikan sederhana secara sistematis dan kolaboratif.

Alat & bahan: Kertas plano/karton, spidol warna, pensil, laptop/tablet, akses internet

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Diskusikan permasalahan atau kebutuhan di lingkungan sekolah/masyarakat yang dapat diatasi melalui proyek kebaikan.
  3. Rumuskan satu ide proyek kebaikan yang inovatif dan relevan, lalu tuangkan dalam tabel perencanaan proyek.
  4. Presentasikan rencana proyek Anda di depan kelas dan terima masukan dari kelompok lain serta guru.
  5. Revisi rencana proyek berdasarkan masukan yang diterima.

8 Glosarium

Fastabiqul KhairatBerlomba-lomba dalam kebaikan.
Dalil NaqliDalil yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis.
Dalil AqliDalil yang bersumber dari pemikiran atau akal sehat.
FilantropiCinta kasih terhadap sesama manusia; kegiatan amal.
Hablu minallahHubungan manusia dengan Allah SWT.
Hablu minannasHubungan manusia dengan sesama manusia.

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman)Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA
Pelajari Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) →
Beberapa cabang keilmuan (syuabul iman)Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA
Pelajari Beberapa cabang keilmuan (syuabul iman) →
Berpikir Kritis dalam Al-Qur'anPendidikan Agama Islam Kelas XI SMA
Pelajari Berpikir Kritis dalam Al-Qur'an →
Bersyukur dengan menggunakan akalPendidikan Agama Islam Kelas XI SMA
Pelajari Bersyukur dengan menggunakan akal →
Cabang iman (keterkaitan antara iman , islam dan ihsanPendidikan Agama Islam Kelas XII SMA
Pelajari Cabang iman (keterkaitan antara iman , islam dan ihsan →
Ekonomi IslamPendidikan Agama Islam Kelas XI SMA
Pelajari Ekonomi Islam →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Kompetisi dalam Kebaikan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.