Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas X
Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar iman dan rukun iman dalam Islam. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas tentang 77 cabang iman yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ, seperti shalat, sedekah, dan berakhlak mulia. |
| Konseptual | Syu'abul Iman adalah konsep yang menguraikan bahwa iman tidak hanya keyakinan di hati, tetapi juga perkataan dan perbuatan yang terwujud dalam berbagai aspek kehidupan seorang Muslim. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi, menginternalisasi, dan mengamalkan cabang-cabang iman dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang Syu'abul Iman dapat meningkatkan kualitas keimanan dan membentuk karakter Islami yang kuat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Syu'abul Iman dan dasar hukumnya dengan benar.
- Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 10 cabang iman dari 77 cabang dengan tepat.
- Peserta didik dapat menganalisis relevansi Syu'abul Iman dalam konteks kehidupan modern dan tantangannya.
- Peserta didik dapat merancang proyek sederhana yang mengimplementasikan salah satu cabang iman dalam kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek implementasi cabang iman dengan percaya diri.
- Peserta didik dapat menunjukkan perilaku yang mencerminkan pengamalan cabang-cabang iman dalam kehidupan pribadi dan sosial.
Pemahaman bermakna: Memahami Syu'abul Iman berarti menyadari bahwa iman adalah kesatuan antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan yang termanifestasi dalam banyak aspek kehidupan, mendorong kita untuk terus meningkatkan amal saleh dan akhlak mulia.
Pertanyaan pemantik: "Jika iman itu ibarat sebuah pohon, dahan-dahan dan buah apa saja yang akan tumbuh dari pohon iman kita?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Menghubungkan cabang iman dengan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial dan persatuan. Sosiologi: Menganalisis dampak pengamalan cabang iman terhadap pembentukan masyarakat yang beradab dan harmonis. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan laporan proyek yang efektif dan persuasif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali dapat diajak berpartisipasi dengan mendukung pelaksanaan proyek sederhana peserta didik di rumah atau lingkungan sekitar, serta memberikan contoh pengamalan cabang iman. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor; sekolah menyediakan ruang kolaborasi atau area hijau untuk implementasi proyek kecil. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial (dengan pengawasan) untuk dokumentasi dan publikasi proyek, penggunaan aplikasi presentasi, serta sumber belajar online (video, artikel) tentang Syu'abul Iman. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Syu'abul Iman dan dasar hukumnya dengan benar serta mengidentifikasi minimal 10 cabang iman dari 77 cabang dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa itu iman bagi kalian?', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan melontarkan pertanyaan pemantik untuk menggugah rasa ingin tahu peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak mengeksplorasi pengertian Syu'abul Iman dari berbagai sumber (buku, internet) dan mendiskusikan hadis tentang 77 cabang iman, mengaitkannya dengan pengalaman mereka sehari-hari dalam beribadah dan berinteraksi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik membuat daftar awal cabang-cabang iman yang mereka kenali dan mengkategorikannya berdasarkan aspek keyakinan, perkataan, atau perbuatan, lalu mencari contoh nyata dari setiap kategori di lingkungan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi awal mereka, kemudian guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang Syu'abul Iman serta dasar hukumnya, memastikan pemahaman awal yang kuat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa agar ilmu yang didapat berkah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat menganalisis relevansi Syu'abul Iman dalam konteks kehidupan modern dan tantangannya serta merancang proyek sederhana yang mengimplementasikan salah satu cabang iman dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru memulai dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yang berfokus pada analisis dan perancangan proyek. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik disajikan studi kasus atau berita terkait tantangan moral di era modern. Mereka menganalisis bagaimana Syu'abul Iman dapat menjadi solusi atau panduan dalam menghadapi tantangan tersebut, mengaitkan dengan nilai-nilai Islam yang relevan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Secara berkelompok, peserta didik berdiskusi untuk memilih satu atau dua cabang iman yang paling relevan dengan tantangan yang dianalisis, lalu merancang sebuah proyek sederhana (misal: kampanye kebersihan masjid, gerakan sedekah online, program membaca Al-Qur'an) yang mengimplementasikan cabang iman tersebut dalam praktik nyata. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan rancangan proyek mereka, menerima masukan dari teman dan guru. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya perencanaan yang matang dan etika dalam berproyek, serta mendorong kreativitas dan inovasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya implementasi iman dalam kehidupan, memberikan apresiasi atas ide-ide proyek yang muncul, mengingatkan untuk menyiapkan proyek pada pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi, mengkategorikan, dan memberikan contoh nyata dari cabang-cabang iman.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol warna, gunting, lem, gambar/foto terkait aktivitas keagamaan.
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Diskusikan hadis tentang Syu'abul Iman dan identifikasi minimal 15 cabang iman yang berbeda.
- Kategorikan cabang-cabang iman tersebut ke dalam kelompok 'Keyakinan Hati', 'Ucapan Lisan', dan 'Perbuatan Anggota Badan'.
- Berikan 2 contoh konkret pengamalan setiap cabang iman yang telah dikategorikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu pahami tentang iman?
- Sebutkan rukun iman yang kamu ketahui!
- Menurutmu, apakah iman hanya di hati saja atau juga perlu perbuatan?
- Berikan satu contoh perbuatan yang menurutmu mencerminkan keimanan!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, analisis studi kasus, dan perancangan proyek, serta penilaian presentasi rancangan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek implementasi cabang iman (produk dan presentasi) serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konseptual.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian Syu'abul Iman dan dasar hukumnya. | Pengertian dan dasar hukum Syu'abul Iman (hadis tentang 77 cabang iman). | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| 2 | Mengidentifikasi minimal 10 cabang iman dan menganalisis relevansinya. | Identifikasi cabang iman (hati, lisan, perbuatan) dan relevansinya di kehidupan modern. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang dan mempresentasikan proyek implementasi cabang iman. | Perancangan dan presentasi proyek implementasi cabang iman. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi, Keimanan dan Ketakwaan |
Iman seringkali hanya dipahami sebagai keyakinan di hati. Namun, dalam Islam, iman adalah konsep yang lebih luas, mencakup keyakinan, perkataan, dan perbuatan. Materi Syu'abul Iman atau Cabang-cabang Iman akan membuka wawasan kita tentang kekayaan dan kompleksitas iman, serta bagaimana iman termanifestasi dalam setiap aspek kehidupan seorang Muslim.
1. Pengertian Syu'abul Iman
Syu'abul Iman (شُعَبُ الإِيْمَانِ) secara bahasa berarti cabang-cabang iman. Secara istilah, Syu'abul Iman adalah manifestasi atau perwujudan iman dalam berbagai bentuk amal saleh, baik yang terkait dengan hati, lisan, maupun anggota badan. Ini menunjukkan bahwa iman bukan sekadar pengakuan verbal atau keyakinan pasif, melainkan kekuatan pendorong untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Konsep ini menekankan bahwa iman yang sejati harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
2. Dasar Hukum Syu'abul Iman
Dasar utama konsep Syu'abul Iman adalah hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi ﷺ bersabda: الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ (Iman itu ada tujuh puluh lebih cabangnya. Yang paling utama adalah ucapan 'Laa ilaaha illallah', dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman). Hadis ini menegaskan bahwa iman memiliki banyak bagian yang saling terkait.
3. Kategori Cabang-cabang Iman
Para ulama mengelompokkan 77 cabang iman ke dalam tiga kategori utama: Pertama, Iman yang berkaitan dengan hati (قَلْبِيَّة), meliputi keyakinan, niat, dan akhlak batiniah seperti ikhlas, tawakal, sabar, syukur, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Kedua, Iman yang berkaitan dengan lisan (لِسَانِيَّة), meliputi ucapan-ucapan baik seperti zikir, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar, jujur, dan menghindari ghibah. Ketiga, Iman yang berkaitan dengan anggota badan (جَوَارِحِيَّة), meliputi perbuatan fisik seperti shalat, puasa, zakat, haji, bersedekah, menolong sesama, menjaga kebersihan, dan berbakti kepada orang tua. Pembagian ini membantu kita memahami cakupan iman yang luas.
4. Contoh-contoh Cabang Iman
Beberapa contoh cabang iman meliputi: yakin akan adanya Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, dan qada-qadar; membaca Al-Qur'an; berzikir; menuntut ilmu; berbakti kepada orang tua; menyambung silaturahmi; menyingkirkan gangguan dari jalan; berbuat baik kepada tetangga; jujur dalam perkataan; menepati janji; bersedekah; shalat berjamaah; berpuasa; menahan marah; bersabar; tawakal; ikhlas; malu; menjaga kebersihan; dan adil dalam memutuskan perkara. Setiap contoh ini adalah bagian integral dari keimanan seorang Muslim.
5. Relevansi Syu'abul Iman dalam Kehidupan Modern
Di era modern dengan berbagai tantangan seperti individualisme, materialisme, dan krisis moral, pemahaman Syu'abul Iman menjadi sangat relevan. Konsep ini mengingatkan bahwa iman harus menjadi landasan etika dan moral dalam berinteraksi sosial, bermuamalah ekonomi, dan menjaga lingkungan. Dengan mengamalkan cabang-cabang iman, seorang Muslim dapat menjadi agen perubahan positif, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan kasih sayang di tengah masyarakat yang kompleks. Misalnya, cabang iman 'menjaga amanah' sangat penting dalam dunia kerja dan bisnis.
6. Tantangan dan Cara Mengatasi
Tantangan dalam mengamalkan Syu'abul Iman di era modern antara lain godaan maksiat yang mudah diakses, tekanan sosial untuk mengikuti tren negatif, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam. Cara mengatasinya adalah dengan memperkuat ilmu agama, mencari lingkungan yang baik, aktif dalam kegiatan keagamaan, serta senantiasa bermuhasabah (introspeksi diri) dan berdoa kepada Allah. Konsistensi dalam beramal kecil namun berkelanjutan lebih baik daripada amal besar yang sporadis.
7. Pengamalan Syu'abul Iman dalam Proyek
Pembelajaran Syu'abul Iman tidak hanya teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam praktik. Melalui proyek sederhana, peserta didik dapat memilih satu atau beberapa cabang iman dan mengimplementasikannya secara konkret. Misalnya, proyek 'Gerakan Jumat Bersih' untuk mengamalkan cabang iman 'menjaga kebersihan', atau 'Donasi Buku' untuk mengamalkan 'menuntut ilmu' dan 'sedekah'. Proyek semacam ini membantu peserta didik melihat dampak nyata iman dalam kehidupan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.
Rangkuman: Syu'abul Iman adalah konsep penting dalam Islam yang menjelaskan bahwa iman terdiri dari 77 cabang, mencakup keyakinan hati, perkataan lisan, dan perbuatan anggota badan. Ini menegaskan bahwa iman tidak hanya teori, tetapi harus termanifestasi dalam setiap aspek kehidupan Muslim, mendorong pada amal saleh dan akhlak mulia. Memahami dan mengamalkan Syu'abul Iman adalah kunci untuk mencapai kesempurnaan iman dan menjadi pribadi yang bertakwa serta bermanfaat bagi sesama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Syu'abul Iman | Cabang-cabang iman yang berjumlah 77. |
| Hadis | Perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad ﷺ. |
| Ikhlas | Melakukan sesuatu semata-mata karena Allah. |
| Tawakal | Berserah diri kepada Allah setelah berusaha. |
| Amar Ma'ruf Nahi Munkar | Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman)" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap unduh
Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos KerjaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk Melindungi Harkat dan Martabat ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal kepada-NyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak MahmudahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hariBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Islam lain yang sudah tersedia
Kompetisi dalam KebaikanPendidikan Agama Islam Kelas X SMASumber Hukum IslamPendidikan Agama Islam Kelas X SMABeberapa cabang keilmuan (syuabul iman)Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMACabang iman (keterkaitan antara iman , islam dan ihsanPendidikan Agama Islam Kelas XII SMALihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) pada Pendidikan Agama Islam SMA, Fase E.
Modul Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Agama Islam kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) ini gratis?
Ya. Modul Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) untuk Pendidikan Agama Islam kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Syu'abul Iman (Cabang-cabang Iman) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Agama Islam MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.