Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XI
Kolonialisme dan Imperialisme
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Kolonialisme dan Imperialisme |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta-fakta seperti adanya VOC, kebijakan tanam paksa, dan perlawanan lokal terhadap penjajah menunjukkan dampak nyata kolonialisme dan imperialisme. |
| Konseptual | Kolonialisme adalah upaya penguasaan wilayah oleh suatu negara untuk mengeksploitasi sumber daya dan tenaga kerja, sedangkan imperialisme adalah perluasan pengaruh politik dan ekonomi suatu negara terhadap negara lain. |
| Prosedural | Menganalisis dampak kolonialisme dan imperialisme melibatkan langkah-langkah seperti mengidentifikasi kebijakan penjajah, mengkaji respons masyarakat lokal, dan mengevaluasi warisan masa lalu. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa mempelajari kolonialisme dan imperialisme membantu mereka memahami akar masalah ketidakadilan global dan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis latar belakang dan motif kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dengan tepat.
- Mengevaluasi berbagai bentuk praktik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia, termasuk kebijakan ekonomi dan politik yang diterapkan.
- Menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan budaya kolonialisme dan imperialisme terhadap masyarakat Indonesia.
- Mengevaluasi respons bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme dalam berbagai bentuk perlawanan.
- Merancang proyek mini berupa linimasa atau infografis tentang warisan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.
Pemahaman bermakna: Memahami kolonialisme dan imperialisme bukan hanya tentang mengingat tanggal dan nama, tetapi juga tentang menganalisis motif, dampak, serta warisan yang membentuk Indonesia modern.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa bangsa Eropa berbondong-bondong datang ke Nusantara, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan kita saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: Mempelajari sistem ekonomi tanam paksa dan dampaknya terhadap perekonomian lokal dan global. Sosiologi: Menganalisis perubahan struktur sosial masyarakat akibat kebijakan kolonial dan munculnya stratifikasi sosial. Geografi: Memahami pentingnya letak geografis Indonesia yang strategis dan kekayaan alamnya yang menjadi daya tarik kolonialisme. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi cerita atau pengalaman terkait warisan kolonialisme di daerah mereka, seperti bangunan tua atau tradisi yang terpengaruh. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke sumber belajar cetak dan digital; kunjungan virtual ke museum sejarah dapat dilakukan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (Canva, Google Slides) atau linimasa interaktif (TimelineJS) untuk proyek, serta platform LMS (Google Classroom) untuk berbagi materi dan mengumpulkan tugas. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis latar belakang dan motif kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan peta dunia kuno dan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang jalur perdagangan rempah-rempah?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber-sumber (teks, video pendek) tentang '3G' (Gold, Glory, Gospel) dan Revolusi Industri sebagai motif kedatangan bangsa Eropa, mengaitkannya dengan potensi kekayaan alam Nusantara. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau mind map yang menggambarkan keterkaitan antara motif-motif tersebut dengan tujuan pelayaran bangsa Eropa ke Timur, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, menguatkan pemahaman konsep, dan mengajak peserta didik untuk merenungkan 'Mengapa rempah-rempah begitu penting bagi bangsa Eropa?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang motif kolonialisme, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan gambaran singkat materi pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengevaluasi berbagai bentuk praktik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia, termasuk kebijakan ekonomi dan politik yang diterapkan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru membuka pertemuan dengan salam, doa, presensi, dan mengaitkan materi sebelumnya dengan pertanyaan 'Setelah datang, apa saja yang dilakukan bangsa Eropa di Nusantara?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario masalah yang akan dipecahkan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus atau dokumen primer (misalnya, kutipan dari buku Multatuli atau laporan pejabat kolonial) tentang kebijakan VOC, sistem tanam paksa, atau politik etis, mengidentifikasi masalah dan dampaknya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kolonialisme dan imperialisme, menganalisis kebijakan-kebijakan yang diterapkan (politik, ekonomi, sosial), serta menyusun argumentasi tentang dampak positif dan negatifnya bagi masyarakat pribumi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis mereka, diikuti sesi tanya jawab dan diskusi kelas. Guru memberikan penguatan tentang kompleksitas dampak kolonialisme dan imperialisme, dan mengajak peserta didik untuk melihat dari berbagai perspektif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merangkum temuan-temuan penting, mengapresiasi kerja keras kelompok, dan memberikan pengantar untuk tugas proyek yang akan dimulai pada pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis dampak kebijakan kolonialisme dan imperialisme terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
Alat & bahan: Lembar kerja, pena, sumber belajar (buku teks, artikel, video)
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Baca dan pahami materi tentang kebijakan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.
- Identifikasi minimal 3 kebijakan penting yang diterapkan oleh pemerintah kolonial.
- Diskusikan dampak positif dan negatif dari setiap kebijakan tersebut terhadap aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.
- Catat hasil diskusi kalian pada tabel yang tersedia dan siapkan untuk dipresentasikan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang VOC?
- Sebutkan salah satu tokoh perlawanan terhadap kolonialisme!
- Menurut kalian, apa tujuan utama bangsa Eropa datang ke Nusantara?
- Apakah ada peninggalan masa kolonial di sekitar tempat tinggalmu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan kualitas peta konsep/mind map, serta penyelesaian proyek linimasa/infografis.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek linimasa/infografis dan tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman komprehensif peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis latar belakang dan motif kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara | Latar belakang dan motif kolonialisme | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengevaluasi berbagai bentuk praktik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia | Bentuk dan kebijakan kolonialisme di Indonesia | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Menganalisis dampak dan respons terhadap kolonialisme serta merancang proyek mini | Dampak, respons, dan warisan kolonialisme di Indonesia | 2 JP | kolaborasi, penalaran kritis |
Modul ini akan membawa Anda menjelajahi salah satu periode paling krusial dalam sejarah Indonesia: masa kolonialisme dan imperialisme. Kita akan menelusuri bagaimana bangsa Eropa datang ke Nusantara, menguasai wilayah, dan membentuk tatanan sosial, ekonomi, serta politik yang meninggalkan jejak mendalam hingga kini. Memahami periode ini penting untuk memahami identitas bangsa dan tantangan masa kini.
1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa
Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada abad ke-16 didorong oleh berbagai faktor. Motif utama sering disarikan menjadi '3G': Gold (mencari kekayaan, terutama rempah-rempah yang bernilai tinggi), Glory (mencari kejayaan dan kekuasaan), dan Gospel (menyebarkan agama Kristen). Selain itu, kemajuan teknologi pelayaran, penemuan jalur laut baru, serta semangat merkantilisme di Eropa juga turut mendorong ekspedisi penjelajahan samudra. Rempah-rempah seperti cengkeh, pala, dan lada menjadi komoditas primadona yang dicari Eropa.
2. Bentuk Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
Kolonialisme dan imperialisme di Indonesia mengambil berbagai bentuk. Awalnya melalui kongsi dagang seperti VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang berkuasa di bidang perdagangan dan politik. VOC menerapkan monopoli perdagangan, sistem tanam paksa (cultuurstelsel) yang memaksa rakyat menanam komoditas ekspor, serta sistem pajak yang memberatkan. Setelah VOC bangkrut, pemerintah Belanda mengambil alih dan menerapkan kebijakan yang lebih terpusat, termasuk sistem pemerintahan langsung dan politik etis yang meskipun bertujuan baik, tetap memiliki motif kolonial.
3. Dampak Sosial Kolonialisme
Secara sosial, kolonialisme menimbulkan stratifikasi atau penggolongan masyarakat berdasarkan ras dan kedudukan. Bangsa Eropa berada di puncak, diikuti oleh golongan Timur Asing (Cina, Arab), dan pribumi di lapisan terbawah. Pendidikan hanya dinikmati oleh segelintir kaum bangsawan atau elit lokal. Munculnya kota-kota modern dan infrastruktur juga diiringi dengan kemiskinan dan penderitaan di kalangan rakyat kecil akibat eksploitasi.
4. Dampak Ekonomi Kolonialisme
Di bidang ekonomi, kolonialisme mengubah sistem ekonomi tradisional menjadi ekonomi yang berorientasi ekspor untuk kepentingan penjajah. Rakyat dipaksa menanam komoditas tertentu, sementara hasil pertanian pangan diabaikan. Ini menyebabkan kelaparan dan kemiskinan massal. Sumber daya alam dieksploitasi besar-besaran, tetapi hasilnya tidak dinikmati oleh pribumi. Munculnya perkebunan besar dan sistem upah buruh juga merupakan warisan ekonomi kolonial.
5. Dampak Budaya Kolonialisme
Kolonialisme juga meninggalkan jejak budaya. Bahasa Belanda, arsitektur kolonial, dan beberapa sistem hukum modern adalah contoh pengaruh budaya Barat. Namun, di sisi lain, terjadi pula perampasan dan penghancuran budaya lokal, serta upaya kristenisasi di beberapa daerah. Meskipun demikian, masyarakat pribumi juga melakukan adaptasi dan menciptakan budaya perlawanan yang unik.
6. Respons Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme
Respons bangsa Indonesia terhadap kolonialisme sangat beragam, mulai dari perlawanan fisik bersenjata oleh para pahlawan daerah seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan Cut Nyak Dien, hingga perlawanan melalui jalur politik dan pendidikan. Munculnya organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij menunjukkan kesadaran akan pentingnya persatuan untuk mencapai kemerdekaan. Perlawanan ini menjadi cikal bakal terbentuknya negara Indonesia.
Rangkuman: Kolonialisme dan imperialisme di Indonesia adalah periode panjang penguasaan oleh bangsa Eropa, didorong oleh motif kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama. Praktiknya meliputi monopoli perdagangan, tanam paksa, hingga politik etis. Dampaknya sangat luas, meliputi perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang mendalam. Respons bangsa Indonesia berupa perlawanan fisik dan politik, membentuk kesadaran nasional yang berujung pada kemerdekaan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kolonialisme | Upaya suatu negara menguasai wilayah lain untuk mengeksploitasi sumber daya. |
| Imperialisme | Perluasan pengaruh politik dan ekonomi suatu negara terhadap negara lain. |
| VOC | Kongsi dagang Hindia Belanda yang memonopoli perdagangan di Nusantara. |
| Tanam Paksa | Kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang memaksa rakyat menanam komoditas ekspor. |
| Merkantilisme | Sistem ekonomi yang bertujuan memperkaya negara dengan akumulasi cadangan emas dan perak melalui perdagangan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kolonialisme dan Imperialisme" mata pelajaran Sejarah Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kolonialisme dan Imperialisme yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Perjuangan Mempertahankan KemerdekaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKolonialisme dan Perlawanan BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSumpah Pemuda dan Kebangkitan NasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Perkembangan VOC di NusantaraSejarah Kelas XI SMADemokrasi Liberal dan TerpimpinSejarah Kelas XII SMADemokrasi Liberal hingga Demokrasi TerpimpinSejarah Kelas XII SMAPerjuangan Mempertahankan KemerdekaanSejarah Kelas XII SMALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kolonialisme dan Imperialisme pada Sejarah SMA, Fase F.
Modul Kolonialisme dan Imperialisme ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XI SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kolonialisme dan Imperialisme ini gratis?
Ya. Modul Kolonialisme dan Imperialisme untuk kelas XI SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kolonialisme dan Imperialisme ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kolonialisme dan Imperialisme ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kolonialisme dan Imperialisme dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kolonialisme dan Imperialisme ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase F untuk kelas XI SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kolonialisme dan Imperialisme tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kolonialisme dan Imperialisme untuk Sejarah kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kolonialisme dan Imperialisme ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XI SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kolonialisme dan Imperialisme beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Kolonialisme dan Imperialisme yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.