Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia dan tokoh-tokoh penting di baliknya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Konsep Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis berbagai peristiwa sejarah nasional dan global, termasuk dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dengan mengidentifikasi faktor penyebab, dampak, serta nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalamnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peristiwa pertempuran heroik seperti Surabaya dan Bandung Lautan Api adalah contoh nyata perjuangan fisik bangsa Indonesia setelah proklamasi. |
| Konseptual | Perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan strategi ganda: perjuangan fisik melalui pertempuran dan perjuangan diplomasi di meja perundingan internasional. |
| Prosedural | Menganalisis perjuangan mempertahankan kemerdekaan dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, mengidentifikasi aktor dan peristiwa kunci, serta mengevaluasi dampak jangka pendek dan panjang. |
| Metakognitif | Mempelajari materi ini membantu peserta didik menyadari pentingnya memahami perspektif yang berbeda dalam melihat suatu peristiwa sejarah dan bagaimana hal tersebut membentuk identitas bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis latar belakang dan bentuk-bentuk perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
- Menganalisis strategi dan hasil perjuangan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
- Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui berbagai jalur.
- Mengevaluasi relevansi nilai-nilai perjuangan mempertahankan kemerdekaan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara masa kini.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kemerdekaan Indonesia tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang yang melibatkan pengorbanan, strategi cerdas, dan persatuan bangsa di tengah tekanan internal maupun eksternal.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana mungkin sebuah negara yang baru merdeka mampu mempertahankan kedaulatannya di tengah gempuran kekuatan asing yang lebih besar?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Analisis nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyusun teks argumentasi dalam 'laporan diplomatik' atau naskah proyek kreatif. Seni Budaya: Membuat poster digital atau komik strip sebagai media ekspresi interpretasi sejarah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang cerita perjuangan dari keluarga mereka atau pengalaman hidup yang relevan dengan semangat kemerdekaan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta tersedia akses ke perpustakaan sekolah atau ruang baca yang kondusif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk berbagi sumber belajar (video dokumenter, artikel sejarah), kolaborasi pembuatan proyek digital, dan presentasi hasil karya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis latar belakang dan bentuk-bentuk perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan Indonesia. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang pertempuran Surabaya?', dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta alur kegiatan hari ini agar peserta didik siap belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber (artikel, video pendek) tentang pertempuran-pertempuran fisik pasca-proklamasi (Surabaya, Ambarawa, Medan Area, Bandung Lautan Api) untuk mengidentifikasi latar belakang dan ciri khas setiap peristiwa, mengaitkannya dengan semangat juang bangsa. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang merangkum informasi kunci dari setiap pertempuran fisik, termasuk tokoh yang terlibat dan dampaknya, lalu membandingkan strategi perlawanan yang digunakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, kemudian guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat, serta mengajak peserta didik merenungkan makna pengorbanan para pejuang. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini, melakukan refleksi singkat tentang apa yang telah dipelajari, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya dengan semangat positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis strategi dan hasil perjuangan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta mengidentifikasi peran tokoh-tokoh penting. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya, mengajukan pertanyaan pemantik 'Selain berperang, cara apa lagi yang bisa dilakukan negara muda untuk mempertahankan diri?', dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta skenario PjBL untuk hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menerima kasus atau skenario tentang tantangan diplomasi Indonesia di awal kemerdekaan. Mereka menganalisis berbagai upaya diplomasi (Perundingan Linggarjati, Renville, Roem-Royen, KMB) dari berbagai sumber untuk memahami tujuan, proses, dan hasil yang dicapai, serta mengidentifikasi tokoh diplomat yang berperan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berperan sebagai 'delegasi' yang ditugaskan menganalisis salah satu perundingan diplomasi. Mereka membuat 'laporan diplomatik' yang berisi analisis isi perundingan, keberhasilan/kegagalan, dan tokoh yang menonjol, serta mempersiapkan argumentasi untuk 'sidang PBB mini' (simulasi debat). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'laporan diplomatik' dan berpartisipasi dalam 'sidang PBB mini' untuk mempertahankan argumen mereka. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan mengaitkan hasil diplomasi dengan kondisi riil saat itu, menekankan pentingnya strategi ganda. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting dari perjuangan diplomasi, melakukan refleksi tentang keterampilan negosiasi dan pemecahan masalah yang dipelajari, memberikan pujian atas kerja keras, dan menyiapkan penugasan proyek untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis strategi perjuangan fisik serta diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet, komputer/tablet
Langkah kerja:
- Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
Gambar 1. Garis waktu - Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Baca dan pahami materi tentang perjuangan fisik dan diplomasi.
- Diskusikan dalam kelompok untuk mengisi tabel perbandingan.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 peristiwa perjuangan fisik setelah proklamasi!
- Siapa saja tokoh yang berperan dalam perundingan Linggarjati?
- Menurutmu, mengapa Belanda ingin kembali menguasai Indonesia setelah proklamasi?
- Apa pentingnya diplomasi dalam perjuangan suatu negara?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi, serta kualitas 'laporan diplomatik'.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek kreatif (poster/vlog/cerpen) yang menunjukkan pemahaman relevansi nilai-nilai perjuangan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis latar belakang dan bentuk-bentuk perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan Indonesia. | Perjuangan fisik pasca-proklamasi (Surabaya, Ambarawa, Medan Area, Bandung Lautan Api). | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis strategi dan hasil perjuangan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta mengidentifikasi peran tokoh-tokoh penting. | Perundingan Linggarjati, Renville, Roem-Royen, KMB dan tokoh-tokoh diplomat. | 2 JP | Kewargaan, Kolaborasi |
| 3 | Mengevaluasi relevansi nilai-nilai perjuangan mempertahankan kemerdekaan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara masa kini. | Nilai-nilai perjuangan dan relevansinya untuk masa kini. | 2 JP | Kewargaan, Kreativitas |
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia tidak serta merta bebas dari ancaman. Berbagai pihak, terutama Belanda dengan bantuan Sekutu, berusaha kembali menancapkan kekuasaan. Hal ini memicu gelombang perjuangan yang luar biasa dari seluruh rakyat Indonesia, baik melalui jalur fisik bersenjata maupun diplomasi cerdas di kancah internasional. Modul ini akan mengupas tuntas dinamika perjuangan heroik tersebut.
1. Latar Belakang dan Bentuk Perjuangan Fisik
Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 tidak diakui begitu saja oleh Belanda. Dengan membonceng Sekutu (AFNEI), Belanda berusaha kembali menduduki Indonesia. Hal ini memicu berbagai pertempuran dahsyat di berbagai daerah. Contohnya adalah Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 yang dipimpin oleh Bung Tomo, Pertempuran Ambarawa yang dipimpin Kolonel Sudirman, Pertempuran Medan Area, dan peristiwa heroik Bandung Lautan Api. Perjuangan fisik ini menunjukkan semangat pantang menyerah dan persatuan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan.
2. Strategi Perjuangan Diplomasi
Selain perjuangan fisik, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan internasional. Beberapa perundingan penting antara lain Perundingan Linggarjati (1946) yang menghasilkan pengakuan de facto Belanda atas Jawa, Sumatera, Madura; Perundingan Renville (1948) yang merugikan Indonesia karena wilayahnya semakin sempit; Perundingan Roem-Royen (1949) yang mengembalikan pemerintahan RI ke Yogyakarta; dan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag (1949) yang akhirnya mengakhiri konflik dan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat.
3. Tokoh-Tokoh Penting dalam Perjuangan
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan banyak tokoh dengan peran beragam. Dari jalur militer, ada Jenderal Sudirman yang memimpin gerilya, Bung Tomo dengan pidato heroiknya di Surabaya. Dari jalur diplomasi, ada Sutan Sjahrir, H. Agus Salim, Mohammad Hatta, dan Mr. Roem yang gigih berjuang di meja perundingan. Peran tokoh-tokoh ini, didukung oleh seluruh elemen masyarakat, menjadi kunci keberhasilan Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dari berbagai rongrongan.
4. Agresi Militer Belanda dan Respon Internasional
Belanda melakukan dua kali Agresi Militer, yaitu Agresi Militer I (21 Juli 1947) dan Agresi Militer II (19 Desember 1948). Agresi ini bertujuan melumpuhkan kekuatan RI secara militer. Namun, tindakan Belanda ini justru mendapat kecaman internasional. PBB turut campur tangan dengan membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) dan UNCI (United Nations Commission for Indonesia) yang berperan penting dalam mediasi konflik dan mendorong penyelesaian secara damai melalui diplomasi, menunjukkan solidaritas global terhadap kemerdekaan Indonesia.
Rangkuman: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah episode heroik yang melibatkan perjuangan fisik dan diplomasi. Dari pertempuran sengit di berbagai daerah hingga perundingan alot di kancah internasional, bangsa Indonesia menunjukkan semangat persatuan dan pantang menyerah. Peran tokoh-tokoh penting dan dukungan internasional turut membentuk keberhasilan Indonesia dalam mengukuhkan kedaulatannya. Nilai-nilai perjuangan ini relevan untuk membangun bangsa yang kuat di masa kini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Agresi Militer | Serangan militer besar-besaran oleh satu negara terhadap negara lain. |
| De Facto | Pengakuan secara kenyataan atau faktual, meskipun belum resmi secara hukum. |
| Diplomasi | Seni dan praktik bernegosiasi antara perwakilan negara. |
| Gerilya | Strategi perang yang dilakukan oleh kelompok kecil secara sembunyi-sembunyi dan berpindah-pindah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Semester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Indonesia Masa Orde BaruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Masa ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Demokrasi Liberal dan TerpimpinSejarah Kelas XII SMAProklamasi KemerdekaanSejarah Kelas XI SMAKolonialisme dan ImperialismeSejarah Kelas XI SMAPergerakan NasionalSejarah Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan pada Sejarah SMA, Fase F, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.
Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XII SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini gratis?
Ya. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.