Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Demokrasi Liberal dan Terpimpin
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Demokrasi Liberal dan Terpimpin |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Diskusi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami kondisi sosial-politik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Memahami dan menganalisis peristiwa-peristiwa sejarah kontemporer Indonesia dan dunia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis dinamika politik dan sosial ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin, serta mengaitkannya dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Demokrasi Liberal di Indonesia ditandai dengan seringnya pergantian kabinet dan munculnya berbagai partai politik, sedangkan Demokrasi Terpimpin ditandai dengan dominasi peran presiden dan militer. |
| Konseptual | Konsep dasar Demokrasi Liberal adalah kebebasan individu dan multipartai, sementara Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dengan dominasi presiden. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menganalisis kebijakan pemerintah, dampaknya terhadap masyarakat, dan cara menyelesaikan konflik politik pada periode tersebut. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami konteks sejarah suatu kebijakan dan bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi arah pembangunan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis latar belakang penerapan Demokrasi Liberal di Indonesia dan dampaknya terhadap stabilitas politik.
- Mengevaluasi program kerja kabinet pada masa Demokrasi Liberal dan keberhasilan serta kegagalannya.
- Menganalisis latar belakang penerapan Demokrasi Terpimpin di Indonesia dan dampaknya terhadap sistem politik.
- Mengevaluasi kebijakan politik dan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin serta dampaknya terhadap masyarakat.
- Mengidentifikasi peran tokoh-tokoh penting dalam dinamika Demokrasi Liberal dan Terpimpin.
- Menyajikan hasil analisis perbandingan antara Demokrasi Liberal dan Terpimpin dalam bentuk infografis atau poster digital.
Pemahaman bermakna: Memahami masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin membantu kita menyadari kompleksitas pembentukan identitas dan sistem politik Indonesia, serta belajar dari tantangan dan keberhasilan dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Indonesia, setelah merdeka, memilih untuk mencoba sistem demokrasi liberal yang kemudian beralih ke demokrasi terpimpin?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Diskusi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sosiologi: Menganalisis perubahan struktur sosial dan dinamika konflik antar kelompok masyarakat pada masa tersebut. Ekonomi: Mempelajari kebijakan ekonomi yang diterapkan (misalnya gunting Syafruddin, nasionalisasi perusahaan asing) dan dampaknya terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Membandingkan implementasi nilai-nilai demokrasi Pancasila pada masa Demokrasi Liberal dan Terpimpin. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pengalaman atau cerita dari anggota keluarga yang pernah hidup di masa Demokrasi Liberal atau Terpimpin sebagai sumber belajar kontekstual. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses ke proyektor atau smartboard, serta memastikan ketersediaan koneksi internet yang stabil. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis seperti Canva atau Piktochart untuk membuat infografis/poster digital, serta platform belajar daring untuk mengakses artikel, video, dan jurnal sejarah. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis latar belakang penerapan Demokrasi Liberal di Indonesia dan dampaknya terhadap stabilitas politik, serta mengevaluasi program kerja kabinet pada masa Demokrasi Liberal dan keberhasilan serta kegagalannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pemahaman awal tentang 'demokrasi', menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik, serta menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara mandiri atau berkelompok kecil mengeksplorasi sumber-sumber (buku teks, artikel daring, video) tentang latar belakang dan dinamika Demokrasi Liberal, termasuk pergantian kabinet dan program-programnya, serta mengaitkannya dengan situasi politik global saat itu. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis satu kasus pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal, mengidentifikasi penyebab, program kerja, dan dampak kegagalannya terhadap stabilitas politik, lalu mencatat poin-poin penting untuk diskusi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi, serta menghubungkan hasil diskusi dengan tantangan pembangunan bangsa di awal kemerdekaan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi hari ini, mengajak peserta didik merefleksikan pentingnya stabilitas politik, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis latar belakang penerapan Demokrasi Terpimpin di Indonesia dan dampaknya terhadap sistem politik, mengevaluasi kebijakan politik dan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin serta dampaknya terhadap masyarakat, dan mengidentifikasi peran tokoh-tokoh penting dalam dinamika Demokrasi Liberal dan Terpimpin. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi dengan pertanyaan tentang mengapa Demokrasi Liberal dianggap gagal dan apa alternatifnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus atau skenario tentang krisis politik dan ekonomi menjelang Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Mereka mencari informasi dari berbagai sumber mengenai latar belakang, kebijakan, dan dampak Demokrasi Terpimpin, termasuk peran tokoh-tokoh kunci. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok meneliti satu aspek penting dari Demokrasi Terpimpin (misalnya: kebijakan ekonomi, politik luar negeri, peran militer, peran PKI) dan menganalisis dampak positif serta negatifnya terhadap masyarakat dan negara. Mereka juga mengidentifikasi tokoh-tokoh yang berperan dalam kebijakan tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan analisisnya, diikuti sesi tanya jawab dan diskusi kelas. Guru memfasilitasi perbandingan antara Demokrasi Liberal dan Terpimpin, menyoroti perbedaan ideologi dan implementasinya, serta memberikan koreksi dan penguatan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang Demokrasi Terpimpin, mengajak peserta didik merenungkan pelajaran sejarah yang bisa diambil, memberikan apresiasi, dan memberikan penugasan untuk mempersiapkan proyek infografis/poster digital. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis karakteristik, kebijakan, dan dampak Demokrasi Liberal dan Terpimpin.
Alat & bahan: Buku teks sejarah, artikel daring, video dokumenter, alat tulis, kertas HVS
Langkah kerja:
- Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
Gambar 1. Garis waktu - Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Baca dan pahami materi tentang Demokrasi Liberal dan Terpimpin dari berbagai sumber.
- Isi tabel perbandingan di bawah ini dengan informasi yang relevan dan akurat.
- Diskusikan temuan dalam kelompok dan siapkan untuk presentasi.
- Buatlah kesimpulan singkat mengenai perbedaan mendasar antara kedua sistem demokrasi tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang konsep demokrasi?
- Menurut Anda, mengapa suatu negara perlu memiliki sistem pemerintahan?
- Apa yang Anda bayangkan tentang kondisi Indonesia setelah merdeka?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan keakuratan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis/poster digital dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis latar belakang penerapan Demokrasi Liberal di Indonesia dan dampaknya terhadap stabilitas politik. | Latar belakang dan dampak Demokrasi Liberal. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 2 | Mengevaluasi program kerja kabinet pada masa Demokrasi Liberal dan keberhasilan serta kegagalannya. | Program kerja kabinet Demokrasi Liberal. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis latar belakang penerapan Demokrasi Terpimpin di Indonesia dan dampaknya terhadap sistem politik. | Latar belakang dan dampak Demokrasi Terpimpin. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 4 | Menyajikan hasil analisis perbandingan antara Demokrasi Liberal dan Terpimpin dalam bentuk infografis atau poster digital. | Perbandingan Demokrasi Liberal dan Terpimpin. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Periode Demokrasi Liberal (1950-1959) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1965) merupakan fase krusial dalam sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan. Kedua periode ini menggambarkan pencarian bentuk sistem politik yang paling sesuai bagi bangsa Indonesia, diwarnai oleh berbagai tantangan internal dan eksternal. Memahami dinamika politik, ekonomi, dan sosial pada masa ini penting untuk mengerti akar permasalahan dan pembangunan identitas bangsa hingga kini.
1. Demokrasi Liberal: Latar Belakang dan Ciri-ciri
Setelah pengakuan kedaulatan, Indonesia menerapkan sistem Demokrasi Liberal dengan Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Sistem ini menganut parlementer, di mana kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Ciri utamanya adalah multipartai yang sangat banyak, menyebabkan koalisi yang rapuh dan seringnya pergantian kabinet. Stabilitas politik sulit tercapai karena persaingan antarpartai yang ketat dan perbedaan ideologi yang tajam. Kondisi ini seringkali menghambat program pembangunan yang berkelanjutan.
2. Dinamika Politik dan Ekonomi Demokrasi Liberal
Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia mengalami tujuh kali pergantian kabinet dalam kurun waktu sembilan tahun. Setiap kabinet memiliki program kerja yang beragam, mulai dari upaya pembangunan ekonomi, penyelesaian masalah Irian Barat, hingga penyelenggaraan Pemilu 1955. Namun, program-program ini sering terhenti di tengah jalan akibat jatuhnya kabinet. Di bidang ekonomi, upaya seperti 'Gunting Syafruddin' dan 'Benteng Program' dilakukan untuk mengatasi krisis ekonomi, namun hasilnya belum optimal.
3. Menuju Demokrasi Terpimpin: Krisis dan Dekrit Presiden
Ketidakstabilan politik dan ekonomi pada masa Demokrasi Liberal memicu munculnya gagasan untuk mencari sistem yang lebih stabil. Presiden Soekarno mengemukakan konsep Demokrasi Terpimpin yang dianggap lebih sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Puncaknya adalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang membubarkan Konstituante, menyatakan berlakunya kembali UUD 1945, dan tidak berlakunya UUDS 1950. Dekrit ini menandai berakhirnya Demokrasi Liberal dan dimulainya Demokrasi Terpimpin.
4. Demokrasi Terpimpin: Ciri dan Kebijakan
Demokrasi Terpimpin menempatkan Presiden Soekarno sebagai pusat kekuasaan dengan dominasi militer dan peran besar partai komunis (PKI). Ciri-cirinya meliputi pembentukan lembaga-lembaga baru seperti MPRS dan DPAS, serta penerapan Manipol-USDEK sebagai ideologi negara. Kebijakan ekonomi diarahkan pada sistem komando, seperti pembentukan Bappenas dan devaluasi mata uang. Di bidang politik luar negeri, Indonesia aktif dalam Gerakan Non-Blok dan konfrontasi dengan Malaysia. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan berbagai masalah baru di masyarakat.
5. Dampak dan Akhir Demokrasi Terpimpin
Meskipun Demokrasi Terpimpin berhasil menciptakan stabilitas politik dalam negeri untuk sementara, namun juga menimbulkan sentralisasi kekuasaan yang berlebihan. Kebijakan ekonomi yang kurang tepat menyebabkan inflasi tinggi dan kemiskinan. Konflik ideologi antara PKI dengan angkatan darat semakin meruncing, yang puncaknya terjadi pada peristiwa G30S/PKI tahun 1965. Peristiwa ini mengakhiri era Demokrasi Terpimpin dan membuka jalan bagi Orde Baru.
Rangkuman: Demokrasi Liberal dan Terpimpin adalah dua periode penting dalam sejarah Indonesia yang menunjukkan pencarian sistem politik ideal. Demokrasi Liberal ditandai dengan ketidakstabilan kabinet dan multipartai, sementara Demokrasi Terpimpin menonjolkan sentralisasi kekuasaan presiden. Kedua sistem ini memiliki dampak signifikan terhadap politik, ekonomi, dan sosial Indonesia, serta meninggalkan pelajaran berharga tentang pentingnya stabilitas, partisipasi rakyat, dan keseimbangan kekuasaan dalam membangun bangsa yang demokratis dan sejahtera.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Demokrasi Liberal | Sistem pemerintahan yang menempatkan kebebasan individu dan hak-hak asasi manusia sebagai prioritas, dengan parlemen memiliki kekuasaan besar. |
| Demokrasi Terpimpin | Sistem demokrasi di Indonesia yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, namun dalam praktiknya didominasi oleh Presiden Soekarno. |
| Kabinet | Badan atau dewan yang terdiri atas para menteri yang menjalankan pemerintahan suatu negara. |
| Multipartai | Sistem politik di mana banyak partai politik bersaing untuk mendapatkan kekuasaan. |
| Dekrit Presiden 5 Juli 1959 | Pernyataan resmi Presiden Soekarno yang membubarkan Konstituante dan menyatakan berlakunya kembali UUD 1945. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Demokrasi Liberal dan Terpimpin" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Demokrasi Liberal dan Terpimpin yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Perjuangan Mempertahankan KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDemokrasi Liberal hingga Demokrasi TerpimpinModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Indonesia Masa Orde BaruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Masa ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Sejarah di kelas lain
Kolonialisme dan ImperialismeSejarah Kelas XI SMAPergerakan NasionalSejarah Kelas XI SMAPerkembangan VOC di NusantaraSejarah Kelas XI SMAProklamasi KemerdekaanSejarah Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Demokrasi Liberal dan Terpimpin pada Sejarah SMA, Fase F, elemen Memahami dan menganalisis peristiwa-peristiwa sejarah kontemporer Indonesia dan dunia.
Modul Demokrasi Liberal dan Terpimpin ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XII SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Demokrasi Liberal dan Terpimpin ini gratis?
Ya. Modul Demokrasi Liberal dan Terpimpin untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Demokrasi Liberal dan Terpimpin ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Demokrasi Liberal dan Terpimpin ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Demokrasi Liberal dan Terpimpin dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Demokrasi Liberal dan Terpimpin ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Demokrasi Liberal dan Terpimpin tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Demokrasi Liberal dan Terpimpin untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Demokrasi Liberal dan Terpimpin ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Demokrasi Liberal dan Terpimpin beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Demokrasi Liberal dan Terpimpin yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.