Modul Ajar & RPP Matematika Kelas X
Barisan Aritmetika
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Barisan Aritmetika |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep pola bilangan sederhana dan dapat melakukan operasi hitung dasar bilangan bulat. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Barisan aritmetika dapat ditemukan dalam berbagai fenomena seperti pertumbuhan jumlah pelanggan, kenaikan gaji berkala, atau susunan kursi di bioskop. |
| Konseptual | Barisan aritmetika adalah suatu barisan bilangan di mana selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap, disebut beda (b). |
| Prosedural | Langkah-langkah yang dipelajari meliputi menentukan suku ke-n dan jumlah n suku pertama barisan aritmetika menggunakan rumus. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami pola dan hubungan antarbilangan untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi karakteristik barisan aritmetika dengan tepat.
- Menentukan suku ke-n suatu barisan aritmetika menggunakan rumus umum.
- Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan aritmetika.
- Menghitung jumlah n suku pertama barisan aritmetika.
- Mengaplikasikan konsep barisan aritmetika dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Memahami barisan aritmetika memungkinkan kita untuk memprediksi nilai masa depan atau menghitung total akumulasi secara efisien dalam berbagai konteks nyata, seperti keuangan atau produksi.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memprediksi jumlah produksi suatu pabrik pada bulan ke-10 jika produksinya selalu bertambah dengan jumlah yang sama setiap bulannya?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi Bisnis: Perhitungan pertumbuhan ekonomi, perencanaan keuangan, atau simulasi angsuran kredit yang melibatkan kenaikan atau penurunan tetap. Teknik Industri: Optimasi produksi atau penjadwalan perawatan mesin yang memiliki pola peningkatan atau penurunan teratur. Fisika: Analisis gerak benda dengan percepatan konstan, di mana posisi atau kecepatan membentuk barisan aritmetika. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan contoh barisan aritmetika di rumah, seperti pola kenaikan uang saku mingguan atau tabungan keluarga, dan membantu anak mencari informasi terkait di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan papan tulis interaktif atau proyektor, serta akses internet untuk mencari data atau contoh relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi spreadsheet (misalnya Google Sheets atau Microsoft Excel) untuk simulasi perhitungan suku ke-n atau jumlah n suku pertama barisan aritmetika, serta penggunaan platform kuis interaktif (misalnya Kahoot!) untuk asesmen formatif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi karakteristik barisan aritmetika dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, dan guru melakukan presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi barisan aritmetika dan manfaatnya dalam kehidupan. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat pola bilangan di sekitar kita, misalnya kenaikan harga barang setiap tahun?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak mengamati beberapa contoh deret bilangan (misalnya: 2, 4, 6, 8,... dan 1, 3, 6, 10,...) dan diminta untuk menemukan pola atau hubungan antar bilangan dalam deret tersebut secara mandiri atau berkelompok kecil. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk mengidentifikasi mana yang termasuk barisan aritmetika dan menentukan bedanya, lalu menuliskan contoh barisan aritmetika dari kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan memberikan penguatan mengenai ciri-ciri barisan aritmetika dan konsep beda. Diskusi kelas dipandu untuk menyimpulkan karakteristik barisan aritmetika. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang barisan aritmetika. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar. Guru memberikan tugas singkat sebagai tindak lanjut dan menutup pembelajaran dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menentukan suku ke-n suatu barisan aritmetika menggunakan rumus umum dan menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan aritmetika. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Setelah salam, doa, dan presensi, guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang karakteristik barisan aritmetika. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menentukan suku ke-n dan menyelesaikan masalah kontekstual. Guru mengajukan pertanyaan: 'Jika gaji awal seorang karyawan Rp3.000.000 dan naik Rp200.000 setiap tahun, berapa gajinya di tahun ke-5?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diberikan masalah kontekstual (misalnya tentang pertumbuhan penduduk atau tabungan) dan diminta untuk mengidentifikasi informasi yang relevan serta merumuskan cara menemukan suku ke-n tanpa menghitung satu per satu. Guru memfasilitasi diskusi untuk menemukan rumus umum suku ke-n barisan aritmetika. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok mengerjakan LKPD yang berisi studi kasus atau masalah-masalah nyata yang penyelesaiannya melibatkan penentuan suku ke-n barisan aritmetika. Mereka berkolaborasi untuk mengaplikasikan rumus yang telah ditemukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian masalah mereka, menjelaskan langkah-langkah dan penggunaan rumus. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menguatkan pemahaman, dan menunjukkan berbagai pendekatan penyelesaian masalah. Diskusi kelas untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merangkum konsep suku ke-n barisan aritmetika dan penerapannya. Guru memberikan apresiasi, motivasi untuk terus berlatih, dan memberikan informasi mengenai materi selanjutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menerapkan konsep barisan aritmetika dalam berbagai masalah kontekstual.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, penggaris, kalkulator (opsional)
Langkah kerja:
- Baca dan pahami setiap soal dengan cermat.
- Identifikasi apakah masalah tersebut melibatkan barisan aritmetika atau bukan.
- Tentukan suku pertama (a), beda (b), dan/atau jumlah suku (n) yang diketahui atau dicari.
- Gunakan rumus yang sesuai untuk menyelesaikan masalah.
- Tuliskan langkah-langkah penyelesaian dengan jelas dan rapi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa itu pola bilangan?
- Berikan satu contoh pola bilangan yang kamu ketahui!
- Bagaimana cara menentukan suku selanjutnya dari pola 2, 5, 8, 11, ...?
- Apa perbedaan antara barisan dan deret?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kemampuan memecahkan masalah di LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi barisan aritmetika.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik barisan aritmetika dengan tepat. | Konsep Barisan Aritmetika, Beda | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menentukan suku ke-n suatu barisan aritmetika menggunakan rumus umum. | Rumus Suku ke-n Barisan Aritmetika | 2 JP | Kemandirian |
| 3 | Menghitung jumlah n suku pertama barisan aritmetika. | Rumus Jumlah n Suku Pertama Barisan Aritmetika | 2 JP | Kolaborasi |
| 4 | Mengaplikasikan konsep barisan aritmetika dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. | Penerapan Barisan Aritmetika | Integrasi dalam 2 JP sebelumnya | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Barisan aritmetika adalah salah satu konsep fundamental dalam matematika yang memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, dari perhitungan keuangan hingga pola pertumbuhan. Memahami barisan ini akan membuka wawasan kita dalam melihat keteraturan di sekitar dan memprediksi masa depan berdasarkan pola yang ada. Mari kita jelajahi bersama!
1. Pengertian Barisan Bilangan
Barisan bilangan adalah urutan bilangan yang dibentuk menurut pola atau aturan tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut suku. Contoh barisan bilangan adalah 1, 3, 5, 7, ... atau 2, 4, 8, 16, .... Pola ini bisa berupa penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau kombinasi operasi lainnya. Memahami pola adalah kunci untuk memprediksi suku-suku selanjutnya dalam suatu barisan.
2. Definisi Barisan Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang setiap suku berikutnya diperoleh dengan menambahkan suatu bilangan tetap ke suku sebelumnya. Bilangan tetap ini disebut beda (dilambangkan dengan b). Jika suku pertama adalah 'a', maka barisan aritmetika dapat ditulis sebagai a, a+b, a+2b, a+3b, dan seterusnya. Ciri khasnya adalah selisih antara suku yang berurutan selalu konstan.
3. Rumus Suku ke-n (Un)
Suku ke-n dari barisan aritmetika dapat ditentukan menggunakan rumus Un = a + (n-1)b, di mana Un adalah suku ke-n, a adalah suku pertama, n adalah posisi suku, dan b adalah beda. Misalnya, untuk barisan 3, 7, 11, 15, ..., suku pertamanya (a) adalah 3 dan bedanya (b) adalah 4. Maka suku ke-5 adalah U5 = 3 + (5-1)4 = 3 + 16 = 19.
4. Menentukan Beda (b)
Beda (b) dapat dihitung dengan mengurangi suku ke-n dengan suku sebelumnya, yaitu b = Un - U(n-1). Sebagai contoh, jika kita memiliki barisan 5, 10, 15, 20, ..., maka bedanya adalah 10 - 5 = 5, atau 15 - 10 = 5. Beda ini harus selalu sama untuk setiap pasangan suku berurutan dalam barisan aritmetika.
5. Rumus Jumlah n Suku Pertama (Sn)
Jumlah n suku pertama dari barisan aritmetika dilambangkan dengan Sn. Rumusnya adalah Sn = n/2 (a + Un) atau Sn = n/2 (2a + (n-1)b). Rumus ini sangat berguna untuk menghitung total akumulasi dalam masalah seperti tabungan atau produksi. Misalnya, jumlah 5 suku pertama dari barisan 2, 4, 6, 8, 10 adalah S5 = 5/2 (2 + 10) = 5/2 * 12 = 30.
6. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Konsep barisan aritmetika banyak diterapkan, contohnya dalam perencanaan keuangan (kenaikan gaji berkala, cicilan kredit), pertumbuhan populasi yang stabil, pola penataan objek (kursi di gedung bioskop, tumpukan balok), hingga perhitungan jarak tempuh dengan kecepatan konstan. Kemampuan mengidentifikasi dan menggunakan barisan aritmetika sangat relevan dalam pemecahan masalah praktis.
7. Barisan Aritmetika Bertingkat
Kadang kita menemui barisan yang bedanya tidak konstan pada tingkat pertama, namun beda dari beda tersebut (beda tingkat kedua) konstan. Ini disebut barisan aritmetika bertingkat. Materi ini biasanya dipelajari lebih lanjut, namun penting untuk menyadari bahwa tidak semua barisan berpola konstan pada tingkat pertama. Kita fokus pada barisan aritmetika tingkat satu untuk saat ini.
Rangkuman: Barisan aritmetika adalah barisan bilangan dengan selisih (beda) yang konstan antar suku berurutan. Rumus suku ke-n adalah Un = a + (n-1)b, sedangkan rumus jumlah n suku pertama adalah Sn = n/2 (a + Un) atau Sn = n/2 (2a + (n-1)b). Konsep ini penting untuk memecahkan masalah kontekstual yang melibatkan pola penambahan atau pengurangan yang tetap.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Barisan Bilangan | Urutan bilangan yang memiliki pola tertentu. |
| Suku | Setiap bilangan dalam suatu barisan. |
| Barisan Aritmetika | Barisan bilangan dengan beda yang konstan antar suku berurutan. |
| Beda (b) | Selisih tetap antara dua suku yang berurutan dalam barisan aritmetika. |
| Suku Pertama (a) | Bilangan pertama dalam suatu barisan. |
| Suku ke-n (Un) | Suku pada posisi ke-n dalam barisan. |
| Jumlah n Suku Pertama (Sn) | Total penjumlahan dari n suku pertama suatu barisan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Barisan Aritmetika" mata pelajaran Matematika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Barisan Aritmetika yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Matematika Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
EksponenModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBarisan dan DeretModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerbandingan TrigonometriBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Persamaan dan Pertidaksamaan LinearModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh
Persamaan dan Fungsi KuadratBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRepresentasi dan Interpretasi DataBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeluangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Matematika lain yang sudah tersedia
Barisan dan Deret dalam KeuanganMatematika Kelas X SMKBesaran AritmetikaMATEMATIKA Kelas X SMKBilangan Berpangkat dan LogaritmaMatematika Kelas X SMKFungsi InversMatematika Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Matematika Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Matematika kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Barisan Aritmetika pada Matematika SMK, Fase E.
Modul Barisan Aritmetika ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Barisan Aritmetika untuk Matematika kelas X.
Apakah modul ajar Matematika materi Barisan Aritmetika ini gratis?
Ya. Modul Barisan Aritmetika untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Barisan Aritmetika ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Matematika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Barisan Aritmetika ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Barisan Aritmetika dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Matematika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Barisan Aritmetika ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Barisan Aritmetika tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Barisan Aritmetika untuk Matematika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Barisan Aritmetika ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Barisan Aritmetika beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Matematika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Matematika ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Barisan Aritmetika disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.