tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKProjek IPAS › Interaksi Sosial
SMK · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Projek IPAS Kelas X
Interaksi Sosial

Modul ajar Projek IPAS SMK kelas X materi Interaksi Sosial lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Projek IPAS kelas X materi Interaksi Sosial
Ringkasan: Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antar individu atau kelompok yang saling memengaruhi. Didorong oleh imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi, interaksi ini dapat bersifat asosiatif (membangun persatuan seperti kerja sama dan asimilasi) atau disosiatif (menimbulkan perpecahan seperti persaingan dan konflik). Memahami interaksi sosial krusial untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan adaptif.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + Praktik LapanganDimensi: kolaborasi, komunikasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISProjek IPAS · Interaksi Sosial · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup.

Pemahaman bermakna: Memahami interaksi sosial membantu peserta didik menganalisis dinamika hubungan antarmanusia dan berkontribusi secara positif dalam lingkungan sosial mereka, baik di sekolah maupun masyarakat.

Pertanyaan pemantik: Mengapa ada orang yang mudah bergaul dan ada yang sulit beradaptasi di lingkungan baru?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri interaksi sosial dengan tepat setelah mengamati video.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dasar-dasar interaksi sosial dan menayangkan video singkat tentang keramaian pasar. Peserta didik diajak mengamati dan merespons pertanyaan pemantik: 'Apa saja yang kalian lihat terjadi antara orang-orang di video tersebut?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati video interaksi sosial dan mendiskusikan apa yang mereka pahami dari interaksi tersebut, lalu mencatat ciri-ciri yang muncul. Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan pancingan tentang 'apa yang membuat suatu aktivitas disebut interaksi sosial'.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar ciri-ciri interaksi sosial berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi, kemudian membandingkan daftar mereka dengan kelompok lain untuk menemukan kesamaan dan perbedaan. Mereka juga mencari contoh interaksi sosial di kehidupan sehari-hari sekolah.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep pengertian serta ciri-ciri interaksi sosial. Guru juga memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pelajaran hari ini. Guru memberikan motivasi dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis faktor-faktor pendorong interaksi sosial serta jenis-jenisnya berdasarkan studi kasus.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru mengulang sedikit materi sebelumnya dan menghubungkannya dengan materi hari ini. Guru menyajikan studi kasus tentang sebuah komunitas yang berhasil membangun taman kota secara gotong royong dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Faktor apa saja yang mendorong mereka untuk berinteraksi dan bekerja sama?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong interaksi sosial (misalnya, imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, motivasi) dan mengklasifikasikan jenis interaksi yang terjadi (individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok).

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi lembar kerja yang berisi tabel untuk menganalisis studi kasus, mencatat faktor pendorong dan jenis interaksi yang relevan. Mereka juga diminta mencari contoh lain dari setiap faktor pendorong di lingkungan sekitar mereka.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan klarifikasi, meluruskan miskonsepsi, dan memberikan penguatan mengenai berbagai faktor pendorong dan jenis interaksi sosial. Apresiasi diberikan untuk diskusi yang hidup.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama faktor-faktor pendorong dan jenis-jenis interaksi sosial. Guru memberikan tugas singkat untuk mengidentifikasi faktor pendorong interaksi di keluarga masing-masing. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Mengklasifikasikan bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif melalui diskusi kelompok.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apakah semua interaksi sosial selalu harmonis?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengklasifikasikan bentuk-bentuk interaksi sosial.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan kasus-kasus pendek tentang situasi sosial yang berbeda (misal: kerja sama, persaingan, konflik, asimilasi). Mereka diminta untuk mengidentifikasi apakah interaksi tersebut bersifat membangun (asosiatif) atau memecah belah (disosiatif) dan memberikan alasannya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun mind map atau bagan klasifikasi bentuk interaksi sosial asosiatif (kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi, konflik), lengkap dengan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari atau kasus yang diberikan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan mind map mereka dan menjelaskan alasannya. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan melengkapi informasi yang kurang. Guru mengapresiasi keberanian peserta didik dalam menyampaikan pendapat.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum perbedaan antara interaksi asosiatif dan disosiatif. Guru memberikan pengantar untuk proyek observasi lapangan di pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyajikan hasil observasi tentang interaksi sosial di lingkungan sekitar dalam bentuk laporan proyek.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali tujuan proyek observasi yang telah direncanakan di pertemuan sebelumnya. Guru memotivasi peserta didik untuk menunjukkan hasil terbaik dari proyek mereka.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok meninjau kembali data observasi interaksi sosial yang telah mereka kumpulkan dari lingkungan sekolah atau sekitarnya. Mereka berdiskusi untuk menganalisis data tersebut berdasarkan konsep-konsep interaksi sosial yang telah dipelajari (ciri-ciri, faktor pendorong, bentuk asosiatif/disosiatif).

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun laporan proyek yang mencakup latar belakang, metode observasi, hasil temuan, analisis, dan kesimpulan tentang interaksi sosial yang mereka amati. Laporan bisa dalam bentuk presentasi digital, poster, atau video singkat.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan laporan proyeknya di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan pertanyaan, masukan, dan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penilaian dan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan analisis yang mendalam dari setiap kelompok.

Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan seluruh proses pembelajaran tentang interaksi sosial dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan partisipasi aktif semua peserta didik. Doa penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Penilaian observasi terhadap keaktifan diskusi kelompok, kemampuan analisis studi kasus, dan partisipasi dalam presentasi.

Akhir (sumatif): Penilaian laporan proyek observasi interaksi sosial dan presentasi kelompok.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri interaksi sosialPengertian dan ciri-ciri interaksi sosial2 JPpenalaran kritis
Menganalisis faktor-faktor pendorong interaksi sosial serta jenis-jenisnyaFaktor pendorong dan jenis interaksi sosial2 JPpenalaran kritis
Mengklasifikasikan bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatifBentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif2 JPkolaborasi
Menyajikan hasil observasi tentang interaksi sosialLaporan proyek observasi interaksi sosial2 JPkomunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Interaksi sosial adalah inti dari kehidupan bermasyarakat. Setiap hari, kita tidak bisa lepas dari berinteraksi dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Memahami bagaimana interaksi ini bekerja akan membantu kita membangun hubungan yang lebih baik, menyelesaikan masalah sosial, dan berkontribusi secara positif dalam komunitas. Modul ini akan membimbing Anda menjelajahi dunia interaksi sosial, dari konsep dasar hingga dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian dan Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Interaksi sosial merujuk pada hubungan timbal balik antara individu, antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok. Hubungan ini saling memengaruhi satu sama lain, baik dalam tindakan, pikiran, maupun perasaan. Ciri-ciri utama interaksi sosial meliputi adanya kontak sosial, komunikasi, jumlah pelaku lebih dari satu orang, adanya dimensi waktu (masa lalu, sekarang, dan masa depan), serta adanya tujuan tertentu. Contohnya, dua orang yang sedang berbincang di warung kopi menunjukkan kontak sosial dan komunikasi, dengan tujuan berbagi cerita atau informasi.

Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Berbagai faktor mendorong terjadinya interaksi sosial. Faktor-faktor tersebut antara lain imitasi (meniru perilaku orang lain), sugesti (pengaruh yang diberikan kepada orang lain), identifikasi (kecenderungan untuk menjadi sama dengan orang lain), simpati (perasaan tertarik kepada orang lain), empati (kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain), dan motivasi (dorongan untuk mencapai tujuan tertentu). Misalnya, seorang siswa meniru gaya belajar temannya yang berprestasi (imitasi), atau masyarakat yang tergerak membantu korban bencana alam (empati).

Jenis-Jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan pelakunya. Interaksi individu dengan individu terjadi ketika dua orang atau lebih saling berhadapan dan berkomunikasi, seperti seorang guru mengajar siswanya. Interaksi individu dengan kelompok terjadi ketika seseorang berinteraksi dengan banyak orang secara bersamaan, contohnya seorang orator berpidato di depan massa. Sedangkan interaksi kelompok dengan kelompok terjadi ketika dua kelompok atau lebih saling berinteraksi, seperti pertandingan sepak bola antar klub atau negosiasi antarnegara.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. Ini mencakup beberapa bentuk, yaitu kerja sama (upaya bersama mencapai tujuan), akomodasi (penyesuaian diri untuk mengurangi konflik), asimilasi (percampuran dua kebudayaan menjadi satu kebudayaan baru), dan akulturasi (percampuran dua kebudayaan tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing). Contoh kerja sama adalah gotong royong membersihkan lingkungan, sementara asimilasi dapat terlihat pada penggunaan bahasa Indonesia yang mengadopsi banyak kata dari bahasa daerah atau asing.

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Sebaliknya, interaksi sosial disosiatif adalah bentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan atau pertentangan. Bentuk-bentuknya meliputi persaingan (perebutan sesuatu yang jumlahnya terbatas), kontravensi (sikap menentang secara tersembunyi), dan konflik (pertentangan yang melibatkan ancaman atau kekerasan). Contoh persaingan adalah perlombaan antar siswa untuk mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan konflik dapat terjadi akibat perbedaan pendapat yang tidak terselesaikan dan memicu permusuhan terbuka.

Dampak Interaksi Sosial dalam Kehidupan

Interaksi sosial memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan bermasyarakat. Interaksi asosiatif mendorong terciptanya harmoni, solidaritas, dan kemajuan bersama. Misalnya, kerja sama dalam proyek pembangunan dapat mempercepat tercapainya tujuan. Namun, interaksi disosiatif dapat menimbulkan perpecahan, kerugian, bahkan kekerasan. Konflik antar kelompok bisa mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk memahami dinamika interaksi sosial agar dapat mengelola dan mengarahkannya pada dampak yang positif.

Rangkuman: Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antar individu atau kelompok yang saling memengaruhi. Didorong oleh imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi, interaksi ini dapat bersifat asosiatif (membangun persatuan seperti kerja sama dan asimilasi) atau disosiatif (menimbulkan perpecahan seperti persaingan dan konflik). Memahami interaksi sosial krusial untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan adaptif.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk interaksi sosial di lingkungan sekolah.

Alat & bahan: Alat tulis, lembar observasi, kamera ponsel (opsional)

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Amati interaksi sosial yang terjadi di 3 lokasi berbeda di lingkungan sekolah (misal: kantin, perpustakaan, lapangan olahraga) selama 15 menit per lokasi.
  3. Catatlah jenis-jenis interaksi yang terjadi (individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok) serta bentuknya (asosiatif/disosiatif) pada tabel yang disediakan.
  4. Identifikasi faktor pendorong yang mungkin melatarbelakangi interaksi tersebut.
  5. Diskusikan hasil pengamatan dan siapkan presentasi singkat.

8 Glosarium

AsosiatifBentuk interaksi sosial yang mengarah pada persatuan dan kerja sama.
DisosiatifBentuk interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan dan pertentangan.
ImitasiProses meniru perilaku atau tindakan orang lain.
SugestiPengaruh yang diberikan seseorang kepada orang lain untuk menerima pandangan atau sikap tertentu.
AkomodasiUpaya penyesuaian diri untuk meredakan ketegangan atau konflik.
AsimilasiProses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru.
KontravensiSikap menentang secara tersembunyi atau tidak langsung.

9 Materi Projek IPAS Terkait

[UJIAN pts1]Projek IPAS Kelas X SMK
Pelajari [UJIAN pts1] →
1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan.Projek IPAS Kelas X SMK
Pelajari 1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan. →
Bumi dan AntariksaProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Bumi dan Antariksa →
Energi dan PerubahannyaProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Energi dan Perubahannya →
Hakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LHProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Hakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LH →
Keruangan dan KonektivitasProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Keruangan dan Konektivitas →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Projek IPAS Interaksi Sosial ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek IPAS kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.