Modul Ajar & RPP Projek IPAS Kelas X
Keruangan dan Konektivitas
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Projek IPAS |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Keruangan dan Konektivitas |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Lapangan |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar lokasi, jarak, dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas tentang beragam bentuk keruangan dan konektivitas yang nyata di lingkungan sekitar kita, seperti tata guna lahan, jaringan transportasi, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah memahami bahwa ruang tidak hanya fisik, tetapi juga dinamis dan saling terhubung melalui berbagai interaksi dan pergerakan, membentuk sistem keruangan yang kompleks. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menganalisis data spasial, membuat peta sederhana, serta merancang solusi untuk masalah keruangan dan konektivitas di wilayahnya. |
| Metakognitif | Kesadaran yang ditumbuhkan adalah kemampuan untuk menilai efektivitas strategi dalam menganalisis masalah keruangan dan konektivitas, serta bagaimana pengetahuan ini relevan untuk pengembangan diri dan masyarakat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi konsep dasar keruangan dan konektivitas serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
- Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola keruangan dan konektivitas di suatu wilayah.
- Mengevaluasi dampak positif dan negatif dari keruangan dan konektivitas terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
- Merancang solusi kreatif untuk permasalahan keruangan dan konektivitas di lingkungan sekitar.
- Mempresentasikan hasil proyek analisis keruangan dan konektivitas dengan data yang relevan.
- Menyusun laporan akhir proyek yang sistematis dan informatif.
Pemahaman bermakna: Memahami keruangan dan konektivitas membantu kita melihat dunia sebagai sistem yang saling terkait, di mana setiap lokasi memiliki peran dan hubungan dengan lokasi lain, memengaruhi pembangunan dan keberlanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tata letak sebuah kota atau desa dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Lapangan |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Konsep tata ruang, peta, dan analisis spasial sangat relevan dalam materi ini. Ekonomi: Pengaruh keruangan dan konektivitas terhadap distribusi barang/jasa, pertumbuhan ekonomi, dan potensi usaha. Sosiologi: Dampak keruangan terhadap interaksi sosial, komunitas, dan mobilitas penduduk. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang tata ruang di lingkungan tempat tinggal mereka, atau komunitas lokal (misalnya RT/RW, karang taruna) dapat menjadi narasumber untuk isu keruangan di wilayah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata untuk diskusi kelompok, dilengkapi akses ke perpustakaan sekolah atau pusat data lokal untuk riset, serta lingkungan sekitar sekolah sebagai objek observasi langsung. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi pemetaan digital (misalnya Google Maps, ArcGIS Online) untuk analisis spasial sederhana, platform kolaborasi daring (misalnya Google Docs, Padlet) untuk kerja kelompok, dan sumber daya online untuk data dan informasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi konsep dasar keruangan dan konektivitas serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya tentang lokasi rumah peserta didik dan jalur menuju sekolah, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami konsep dasar keruangan dan konektivitas. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar atau video tentang tata kota, desa, dan jaringan transportasi, lalu berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi elemen-elemen keruangan dan konektivitas yang mereka temukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat mind map tentang konsep keruangan dan konektivitas berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi, kemudian menyajikan contoh nyata dari lingkungan sekitar mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan mind map mereka, diikuti sesi tanya jawab dan umpan balik dari kelompok lain. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep dasar keruangan dan konektivitas. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya, diakhiri doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola keruangan dan konektivitas di suatu wilayah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola keruangan dan konektivitas. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diberikan studi kasus tentang permasalahan tata ruang di suatu kota atau desa (misalnya kemacetan, kesenjangan akses), lalu berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya dari aspek fisik, sosial, dan ekonomi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menganalisis data sederhana (misalnya peta kepadatan penduduk, jalur transportasi) untuk menemukan korelasi antara faktor-faktor tersebut dengan pola keruangan dan konektivitas yang ada dalam studi kasus. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, menjelaskan faktor-faktor dominan yang memengaruhi pola keruangan. Guru memberikan umpan balik dan memfasilitasi diskusi lintas kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Bersama-sama, peserta didik dan guru merangkum faktor-faktor utama yang membentuk keruangan dan konektivitas. Guru memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis dan memberikan pengantar untuk proyek akhir, diakhiri doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis pola keruangan dan konektivitas di lingkungan sekitar sekolah serta mengidentifikasi faktor penyebabnya.
Alat & bahan: Peta lingkungan sekolah (cetak/digital), alat tulis, kamera ponsel (opsional), lembar observasi
Langkah kerja:
- Lengkapi letak geografis Indonesia pada tabel berikut, lalu jelaskan keuntungannya.
Gambar 1. Tabel - Amati peta lingkungan sekitar sekolah Anda, identifikasi bangunan, jalan, dan area terbuka.
- Lakukan observasi langsung di area yang telah ditentukan, catat jenis aktivitas dan interaksi yang terjadi.
- Wawancarai 2-3 orang warga sekitar (misalnya pedagang, petugas keamanan) tentang pendapat mereka mengenai tata ruang dan aksesibilitas di area tersebut.
- Identifikasi minimal 3 faktor (fisik, sosial, ekonomi) yang menurut Anda paling memengaruhi pola keruangan dan konektivitas di area tersebut.
- Buatlah sketsa sederhana yang menggambarkan pola keruangan dan konektivitas beserta faktor-faktor pengaruhnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Menurut Anda, apa itu 'ruang' dalam konteks kehidupan sehari-hari?
- Apa yang Anda pahami tentang 'konektivitas'?
- Berikan contoh interaksi antarwilayah yang pernah Anda amati!
- Mengapa tata letak suatu kota itu penting?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok dalam diskusi, pengumpulan data, dan perancangan solusi proyek, serta penilaian lembar kerja peserta didik.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan akhir proyek dan presentasi hasil analisis keruangan dan konektivitas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi konsep dasar keruangan dan konektivitas serta contohnya. | Konsep dasar keruangan dan konektivitas | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola keruangan dan konektivitas. | Faktor fisik, sosial, ekonomi dalam keruangan | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Mengevaluasi dampak positif dan negatif dari keruangan dan konektivitas. | Dampak keruangan dan konektivitas | 4 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Merancang solusi kreatif dan mempresentasikan proyek analisis keruangan dan konektivitas. | Rancangan solusi dan presentasi proyek | 4 JP | kreativitas, kolaborasi, komunikasi |
Keruangan dan konektivitas adalah dua konsep fundamental dalam memahami bagaimana dunia kita bekerja. Ini bukan hanya tentang peta atau lokasi, melainkan juga tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya dan menciptakan hubungan yang kompleks. Memahami kedua konsep ini akan membuka wawasan kita tentang pembangunan wilayah, tata kota, hingga dampak perubahan lingkungan pada kehidupan sehari-hari.
1. Pengertian Keruangan
Keruangan merujuk pada aspek lokasi, distribusi, dan pola persebaran fenomena di permukaan bumi. Ini mencakup bagaimana objek fisik (misalnya gunung, sungai, bangunan) dan non-fisik (misalnya budaya, ekonomi) tersebar dan tersusun dalam suatu area. Contohnya, pola permukiman di pedesaan cenderung memanjang mengikuti jalan atau sungai, sedangkan di perkotaan lebih padat dan membentuk grid. Pemahaman keruangan membantu kita menganalisis mengapa suatu wilayah berkembang seperti itu.
2. Konsep Konektivitas
Konektivitas adalah hubungan atau interaksi antarwilayah atau antarruang. Ini bisa berupa pergerakan orang, barang, informasi, atau energi. Jaringan jalan, jalur kereta api, bandara, pelabuhan, hingga internet adalah wujud konektivitas yang menghubungkan berbagai ruang. Semakin tinggi konektivitas suatu wilayah, semakin mudah interaksi terjadi, yang berdampak pada aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Contohnya, pembangunan jalan tol mempercepat konektivitas antar kota.
3. Faktor Pembentuk Pola Keruangan
Pola keruangan tidak terbentuk begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor fisik meliputi topografi (dataran rendah/tinggi), ketersediaan air, dan sumber daya alam. Faktor sosial mencakup kepadatan penduduk, budaya, dan sejarah. Sementara itu, faktor ekonomi seperti pusat perdagangan, industri, dan aksesibilitas transportasi juga sangat berperan. Misalnya, kota-kota besar seringkali tumbuh di sekitar pelabuhan atau persimpangan jalur perdagangan.
4. Dampak Keruangan dan Konektivitas
Keruangan dan konektivitas memiliki dampak yang signifikan. Dampak positifnya antara lain meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan dan pariwisata, mempercepat penyebaran informasi dan inovasi, serta mempermudah akses layanan publik. Namun, ada pula dampak negatif seperti kemacetan lalu lintas, kesenjangan pembangunan antarwilayah, urbanisasi berlebihan, hingga kerusakan lingkungan akibat pembangunan infrastruktur yang tidak berkelanjutan.
5. Analisis Spasial Sederhana
Analisis spasial adalah proses memeriksa lokasi, atribut, dan hubungan spasial dari suatu fitur geografis. Dalam konteks sederhana, kita bisa melakukannya dengan mengamati peta dan mengidentifikasi pola. Misalnya, melihat peta kepadatan penduduk dan membandingkannya dengan peta fasilitas umum untuk mengetahui apakah ada kesenjangan akses. Teknik ini sangat berguna dalam perencanaan wilayah dan pengambilan keputusan terkait tata ruang.
6. Peran Teknologi dalam Keruangan dan Konektivitas
Teknologi modern, terutama Sistem Informasi Geografis (SIG) dan citra satelit, merevolusi pemahaman kita tentang keruangan dan konektivitas. SIG memungkinkan kita mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis secara efisien. Aplikasi peta digital di ponsel kita adalah contoh sederhana bagaimana teknologi ini membantu kita menavigasi ruang, menemukan lokasi, dan memahami konektivitas antar tempat secara real-time.
7. Pembangunan Berkelanjutan dan Tata Ruang
Pembangunan berkelanjutan sangat terkait dengan tata ruang yang baik. Perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi akan menciptakan ruang yang efisien, adil, dan lestari. Ini mencakup zonasi lahan, pengembangan transportasi publik, pengelolaan limbah, dan pelestarian area hijau. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan generasi sekarang terpenuhi tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Rangkuman: Keruangan dan konektivitas adalah dua konsep penting yang menjelaskan bagaimana objek fisik dan non-fisik tersebar serta berinteraksi di permukaan bumi. Pola keruangan dipengaruhi oleh faktor fisik, sosial, dan ekonomi, yang kemudian memengaruhi konektivitas antarwilayah. Pemahaman ini krusial untuk menganalisis dampak pembangunan dan merancang solusi berkelanjutan bagi permasalahan tata ruang yang kompleks di lingkungan sekitar kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Keruangan | Aspek lokasi, distribusi, dan pola persebaran fenomena di permukaan bumi. |
| Konektivitas | Hubungan atau interaksi antarwilayah, bisa berupa pergerakan orang, barang, atau informasi. |
| Analisis Spasial | Proses memeriksa lokasi, atribut, dan hubungan spasial dari suatu fitur geografis. |
| Sistem Informasi Geografis (SIG) | Sistem berbasis komputer untuk mengelola dan menganalisis data geografis. |
| Urbanisasi | Proses peningkatan proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keruangan dan Konektivitas" mata pelajaran Projek IPAS Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Keruangan dan Konektivitas yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Projek IPAS Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Makhluk Hidup dan LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopEnergi dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBumi dan AntariksaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Interaksi SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerilaku EkonomiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Projek IPAS lain yang sudah tersedia
1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan.Projek IPAS Kelas X SMKHakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LHProjek IPAS Kelas X SMKinteraksi antar komponen biotikProjek IPAS Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Projek IPAS Kelas X →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Keruangan dan Konektivitas masuk ASAS Projek IPAS Kelas X Semester 2. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Projek IPAS Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Projek IPAS kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keruangan dan Konektivitas pada Projek IPAS SMK, Fase E.
Modul Keruangan dan Konektivitas ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Projek IPAS kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Projek IPAS materi Keruangan dan Konektivitas ini gratis?
Ya. Modul Keruangan dan Konektivitas untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Keruangan dan Konektivitas ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Projek IPAS kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek IPAS kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Keruangan dan Konektivitas ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keruangan dan Konektivitas dapat Anda sesuaikan dengan murid Projek IPAS kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Projek IPAS kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keruangan dan Konektivitas ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keruangan dan Konektivitas tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keruangan dan Konektivitas untuk Projek IPAS kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Keruangan dan Konektivitas ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Projek IPAS kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keruangan dan Konektivitas beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Projek IPAS kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Projek IPAS ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Keruangan dan Konektivitas disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.