Modul Ajar & RPP Projek IPAS Kelas X
Mitigasi Bencana
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Projek IPAS |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Mitigasi Bencana |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Lingkungan dan Teknologi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar mitigasi bencana, mengidentifikasi potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, serta merancang solusi mitigasi sederhana berbasis teknologi dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang berdampak besar. |
| Konseptual | Mitigasi bencana melibatkan upaya sistematis untuk mengurangi risiko dan dampak bencana melalui pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons. |
| Prosedural | Langkah-langkah mitigasi bencana mencakup identifikasi ancaman, analisis kerentanan, penyusunan rencana evakuasi, dan pembangunan infrastruktur tahan bencana. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya peran aktif individu dan komunitas dalam mitigasi bencana untuk keselamatan bersama dan keberlanjutan lingkungan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan pengertian, tujuan, dan jenis-jenis mitigasi bencana secara tepat.
- Mengidentifikasi potensi bencana dan risiko di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal dengan cermat.
- Menganalisis langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural yang sesuai untuk potensi bencana yang teridentifikasi.
- Merancang model atau poster kampanye mitigasi bencana sederhana yang informatif dan mudah dipahami.
- Mempresentasikan hasil rancangan model/poster mitigasi bencana dengan percaya diri dan komunikatif.
Pemahaman bermakna: Mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu dan komunitas, karena tindakan preventif dan kesiapsiagaan dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa hidup aman dan mengurangi dampak bencana alam di sekitar kita?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan keterampilan menulis teks persuasif untuk poster kampanye dan presentasi yang efektif. Seni Budaya: Penerapan prinsip desain grafis dan estetika dalam pembuatan poster atau model mitigasi bencana. Geografi: Pemahaman tentang karakteristik geografis dan geologis yang memengaruhi potensi bencana di suatu wilayah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dalam diskusi kelompok sebagai narasumber lokal tentang pengalaman bencana atau upaya mitigasi di lingkungan mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, atau area terbuka di sekolah dapat digunakan untuk diskusi kelompok dan pembuatan proyek, memastikan ketersediaan akses internet dan bahan-bahan yang aman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis (Canva, PosterMyWall) untuk membuat poster digital, presentasi interaktif, atau video singkat tentang mitigasi bencana. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian, tujuan, dan jenis-jenis mitigasi bencana secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman mereka terkait bencana alam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang bisa kita lakukan agar aman dari bencana alam?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet) tentang pengertian mitigasi bencana, tujuan, serta jenis-jenisnya (struktural dan non-struktural) dan mencatat poin-poin penting. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana mengenai mitigasi bencana, mengidentifikasi contoh-contoh nyata dari setiap jenis mitigasi, dan mengaitkannya dengan bencana yang pernah terjadi di Indonesia. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi, serta mengapresiasi upaya peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan motivasi untuk terus belajar dan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan. Diakhiri dengan doa bersama dan ucapan terima kasih. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi potensi bencana dan risiko di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal dengan cermat dan menganalisis langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural yang sesuai. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru memotivasi peserta didik dengan studi kasus singkat tentang dampak bencana di suatu daerah dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus tentang potensi bencana di lingkungan sekitar (misalnya, banjir di daerah padat penduduk, gempa di wilayah pegunungan). Mereka mengidentifikasi faktor penyebab, dampak, serta kerentanan masyarakat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok ditugaskan untuk mengidentifikasi minimal tiga potensi bencana di lingkungan sekolah atau tempat tinggal mereka, kemudian menganalisis langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural yang paling sesuai untuk setiap potensi bencana tersebut. Hasil analisis dituangkan dalam bentuk tabel. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan analisis mitigasi mereka. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik konstruktif, dan menekankan pentingnya mitigasi yang kontekstual. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan tentang pentingnya analisis risiko dan mitigasi yang tepat. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan ide-ide kreatif peserta didik. Peserta didik diingatkan untuk mempersiapkan proyek mitigasi untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi potensi bencana dan merancang solusi mitigasi di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, spidol warna, penggaris, gunting, lem, gambar/foto potensi bencana, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Diskusikan dan identifikasi minimal 3 potensi bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah atau tempat tinggal Anda.
- Untuk setiap potensi bencana, identifikasi risiko dan kerentanan yang ada.
- Rancanglah minimal 2 solusi mitigasi (struktural dan non-struktural) yang sesuai untuk setiap potensi bencana.
- Sajikan hasil diskusi kelompok Anda dalam tabel yang telah disediakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia!
- Menurut Anda, mengapa bencana alam bisa terjadi?
- Apa yang Anda ketahui tentang 'kesiapsiagaan bencana'?
- Pernahkah Anda atau keluarga mengalami bencana? Apa yang dilakukan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, analisis studi kasus, dan proses pembuatan proyek mitigasi.
Sumatif (akhir): Penilaian produk (model/poster kampanye mitigasi bencana) dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian, tujuan, dan jenis-jenis mitigasi bencana. | Konsep dasar mitigasi bencana. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi potensi bencana dan risiko di lingkungan sekitar. | Analisis potensi bencana dan risiko. | 2 JP | penalaran kritis, kewargaan |
| 3 | Menganalisis langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural. | Jenis-jenis mitigasi dan penerapannya. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Merancang dan mempresentasikan model/poster kampanye mitigasi bencana. | Proyek kampanye mitigasi bencana. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi, kewargaan |
Bencana alam adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Indonesia. Sebagai negara yang terletak di 'cincin api', kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi sangat penting. Mitigasi bencana adalah upaya sistematis untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, bukan hanya setelah bencana terjadi, tetapi juga sebelum dan saat bencana. Dengan pemahaman dan tindakan mitigasi yang tepat, kita dapat melindungi diri, keluarga, dan komunitas dari ancaman bencana.
1. Pengertian Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Ini mencakup kegiatan pra-bencana, saat terjadi bencana, dan pasca-bencana. Tujuan utamanya adalah meminimalkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan. Contohnya, membangun tanggul sungai untuk mencegah banjir atau mengadakan simulasi evakuasi.
2. Tujuan dan Prinsip Mitigasi Bencana
Tujuan mitigasi adalah untuk mengurangi dampak bencana, mencegah terjadinya bencana (jika memungkinkan), serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Prinsip mitigasi meliputi identifikasi dan analisis risiko, perencanaan yang komprehensif, partisipasi aktif masyarakat, serta keberlanjutan. Mitigasi harus bersifat holistik, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Misalnya, penyusunan tata ruang yang aman dari bencana.
3. Jenis-jenis Mitigasi Bencana
Mitigasi dapat dibagi menjadi dua jenis utama: mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Mitigasi struktural melibatkan pembangunan fisik untuk mengurangi dampak bencana, seperti pembangunan bendungan, dinding penahan tanah, atau bangunan tahan gempa. Sementara itu, mitigasi non-struktural berfokus pada kebijakan, peraturan, pendidikan, dan penyuluhan, seperti penyusunan peraturan tata ruang, pelatihan evakuasi, atau sistem peringatan dini.
4. Potensi Bencana di Indonesia
Indonesia memiliki potensi bencana yang sangat beragam, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, hingga kekeringan. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar dan memiliki banyak gunung api aktif. Memahami potensi bencana di wilayah masing-masing adalah langkah awal yang krusial dalam mitigasi.
5. Langkah-langkah Identifikasi Risiko Bencana
Identifikasi risiko bencana meliputi pengenalan ancaman bencana (misalnya, daerah rawan banjir), analisis kerentanan (siapa yang paling rentan, misalnya, lansia atau anak-anak), dan penilaian kapasitas (sumber daya yang tersedia untuk menghadapi bencana). Data historis bencana, peta rawan bencana, dan partisipasi masyarakat lokal sangat penting dalam proses ini. Contohnya, membuat peta evakuasi desa.
6. Peran Teknologi dalam Mitigasi Bencana
Teknologi memainkan peran vital dalam mitigasi bencana. Sistem peringatan dini berbasis sensor, aplikasi informasi bencana, pemetaan menggunakan GIS (Geographic Information System), hingga penggunaan drone untuk pemantauan pasca-bencana adalah beberapa contohnya. Teknologi membantu dalam memprediksi, memantau, dan menyebarkan informasi dengan cepat dan akurat, sehingga dapat mengurangi korban jiwa dan kerugian.
7. Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana
Selain teknologi modern, kearifan lokal masyarakat adat juga memiliki peran penting dalam mitigasi bencana. Banyak komunitas di Indonesia memiliki pengetahuan dan praktik tradisional yang telah terbukti efektif dalam menghadapi bencana selama berabad-abad, seperti rumah adat tahan gempa, penanaman pohon tertentu untuk mencegah erosi, atau ritual adat yang mengandung pesan konservasi lingkungan. Memadukan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern akan memperkuat upaya mitigasi.
Rangkuman: Mitigasi bencana adalah upaya komprehensif untuk mengurangi risiko dan dampak bencana melalui tindakan struktural dan non-struktural. Indonesia memiliki potensi bencana yang tinggi, sehingga pemahaman dan penerapan mitigasi menjadi krusial. Identifikasi risiko, pemanfaatan teknologi, dan pengintegrasian kearifan lokal adalah kunci untuk membangun komunitas yang tangguh dan siap menghadapi bencana, menjaga keselamatan jiwa dan keberlanjutan lingkungan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Mitigasi | Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran. |
| Bencana | Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. |
| Struktural | Tindakan mitigasi yang melibatkan pembangunan fisik atau rekayasa teknis. |
| Non-struktural | Tindakan mitigasi yang berfokus pada kebijakan, peraturan, pendidikan, dan penyuluhan. |
| Kesiapsiagaan | Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta langkah yang tepat dan berdaya guna. |
| Kerentanan | Kondisi atau karakteristik suatu komunitas atau sistem yang membuatnya rentan terhadap dampak negatif bencana. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Mitigasi Bencana" mata pelajaran Projek IPAS Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Mitigasi Bencana yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Projek IPAS Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Makhluk Hidup dan LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopEnergi dan PerubahannyaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBumi dan AntariksaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Interaksi SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerilaku EkonomiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeruangan dan KonektivitasModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Projek IPAS lain yang sudah tersedia
Menjadi Generasi Tanggal BencanaProjek IPAS Kelas X SMK1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan.Projek IPAS Kelas X SMKHakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LHProjek IPAS Kelas X SMKinteraksi antar komponen biotikProjek IPAS Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Projek IPAS Kelas X →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Mitigasi Bencana masuk ASAS Projek IPAS Kelas X Semester 2. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal Projek IPAS Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Projek IPAS kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Mitigasi Bencana pada Projek IPAS SMK, Fase E, elemen Pemahaman Lingkungan dan Teknologi.
Modul Mitigasi Bencana ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Projek IPAS kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Projek IPAS materi Mitigasi Bencana ini gratis?
Ya. Modul Mitigasi Bencana untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Mitigasi Bencana ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Projek IPAS kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek IPAS kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Mitigasi Bencana ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Mitigasi Bencana dapat Anda sesuaikan dengan murid Projek IPAS kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Projek IPAS kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Mitigasi Bencana ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Mitigasi Bencana tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Mitigasi Bencana untuk Projek IPAS kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Mitigasi Bencana ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Projek IPAS kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Mitigasi Bencana beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Projek IPAS kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Projek IPAS ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Mitigasi Bencana disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.