tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKProjek IPAS › Zat dan Perubahannya
SMK · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Projek IPAS Kelas X
Zat dan Perubahannya

Modul ajar Projek IPAS SMK kelas X materi Zat dan Perubahannya lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Projek IPAS kelas X materi Zat dan Perubahannya
Ringkasan: Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, diklasifikasikan menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Zat memiliki sifat fisika dan kimia. Perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru, hanya mengubah wujud atau bentuk. Perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda. Pemahaman tentang zat dan perubahannya sangat penting untuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi, serta menjadi dasar dalam berbagai bidang keilmuan.
Model: Project Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISProjek IPAS · Zat dan Perubahannya · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang benda-benda di sekitar mereka dan bagaimana benda tersebut dapat berubah wujud.

Pemahaman bermakna: Memahami zat dan perubahannya sangat penting untuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi di sekitar kita, serta menjadi dasar dalam berbagai bidang keilmuan dan industri.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita bisa mengubah air menjadi es, tapi tidak bisa mengubah abu menjadi kayu kembali?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (6 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi berbagai jenis zat berdasarkan sifat fisika dan kimianya dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik menyebutkan benda-benda di sekitar mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu tentang sifat-sifat zat.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai sampel zat (garam, gula, air, minyak, pasir) dan mencatat sifat-sifat yang terlihat (warna, bentuk, bau, kelarutan dalam air).

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan zat berdasarkan sifat fisika yang diamati.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan identifikasi zat, kemudian guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang sifat-sifat zat.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan karakteristik zat, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dengan semangat.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Menganalisis perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru mengulang sekilas materi sebelumnya, kemudian menampilkan video atau gambar fenomena sehari-hari yang melibatkan perubahan zat (es mencair, kayu terbakar, besi berkarat). Peserta didik diajak mengidentifikasi perubahan yang terjadi dan disampaikan tujuan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus-kasus perubahan zat yang diberikan guru, mendiskusikan apakah perubahan tersebut menghasilkan zat baru atau tidak, dan membedakan antara perubahan fisika dan kimia.

Mengaplikasi: Kelompok membuat mind map atau diagram Venn untuk membandingkan ciri-ciri perubahan fisika dan kimia, serta memberikan contoh-contoh relevan dari kehidupan sehari-hari.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, dan kelompok lain memberikan tanggapan. Guru meluruskan miskonsepsi dan memperkuat pemahaman tentang konsep perubahan fisika dan kimia.

Penutup: Guru memberikan kuis singkat untuk menguji pemahaman, memotivasi peserta didik untuk terus mengamati fenomena di sekitar, dan menutup pelajaran dengan semangat belajar.

Pertemuan 3 — Inquiry Based Learning

Tujuan: Merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati perubahan zat.

Kegiatan awal: Guru mengingatkan tentang perbedaan perubahan fisika dan kimia. Guru kemudian memantik diskusi tentang bagaimana kita bisa membuktikan suatu perubahan adalah fisika atau kimia. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan jelas.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merancang eksperimen sederhana untuk mengamati perubahan zat, misalnya melarutkan gula dalam air (fisika) dan mereaksikan cuka dengan soda kue (kimia), dengan bimbingan guru dalam menyusun prosedur dan alat bahan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai rancangan, mencatat hasil pengamatan dengan teliti, dan mendokumentasikannya (foto/video singkat).

Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil eksperimennya, termasuk prosedur, pengamatan, dan kesimpulan. Guru memfasilitasi diskusi kritis tentang validitas percobaan dan hasil yang ditemukan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik, mendorong untuk terus berani bereksperimen, dan menugaskan untuk mempersiapkan laporan tertulis dari eksperimen yang telah dilakukan.

Pertemuan 4 — Collaborative Learning

Tujuan: Mengkomunikasikan hasil pengamatan dan analisis perubahan zat secara lisan dan tertulis.

Kegiatan awal: Guru menanyakan kendala yang mungkin dihadapi saat menyusun laporan eksperimen. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyempurnakan kemampuan komunikasi ilmiah.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan menyusun laporan eksperimen lengkap berdasarkan hasil percobaan pertemuan sebelumnya, dengan format yang telah ditentukan (tujuan, alat, prosedur, hasil, pembahasan, kesimpulan).

Mengaplikasi: Setiap kelompok saling bertukar laporan dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap laporan kelompok lain, baik dari segi isi maupun penyajian. Mereka juga berlatih presentasi singkat.

Merefleksi: Beberapa kelompok terpilih mempresentasikan laporan mereka di depan kelas, dan guru serta teman-teman memberikan umpan balik untuk peningkatan kualitas laporan dan presentasi.

Penutup: Guru memberikan penguatan tentang pentingnya komunikasi ilmiah yang jelas dan akurat, memberikan semangat untuk terus belajar dari umpan balik, dan menyiapkan diri untuk proyek akhir.

Pertemuan 5 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menerapkan konsep zat dan perubahannya untuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi.

Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali konsep zat dan perubahannya, serta pentingnya dalam kehidupan. Guru memperkenalkan proyek 'Inovasi Pemanfaatan Perubahan Zat' dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok merancang sebuah proyek sederhana yang memanfaatkan konsep perubahan zat untuk memecahkan masalah atau menciptakan produk inovatif (misalnya, membuat lilin aromaterapi, penjernih air sederhana, atau pupuk kompos).

Mengaplikasi: Kelompok mulai menyusun proposal proyek yang mencakup latar belakang, tujuan, alat dan bahan, prosedur kerja, serta perkiraan hasil dan manfaat. Guru memberikan bimbingan intensif.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proposal proyeknya untuk mendapatkan masukan dari guru dan kelompok lain. Guru memastikan proyek realistis dan relevan dengan materi.

Penutup: Guru memberikan motivasi untuk melaksanakan proyek dengan baik, mengingatkan tentang pentingnya kerja sama tim, dan menutup pertemuan dengan semangat kolaborasi.

Pertemuan 6 — Authentic Assessment and Exhibition

Tujuan: Mengevaluasi dampak perubahan zat terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengapresiasi semangat peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah puncak pameran dan evaluasi proyek.

Memahami: Setiap kelompok menyelesaikan proyek 'Inovasi Pemanfaatan Perubahan Zat' yang telah dirancang dan dibuat, melakukan uji coba, serta mempersiapkan materi presentasi dan display produk.

Mengaplikasi: Pameran hasil proyek dilaksanakan. Setiap kelompok memamerkan produk atau inovasinya, menjelaskan konsep, proses pembuatan, dan dampaknya kepada pengunjung (guru dan kelompok lain).

Merefleksi: Guru dan peserta didik lainnya memberikan umpan balik terhadap proyek yang dipamerkan, baik dari segi inovasi, penerapan konsep, maupun potensi dampak positif dan negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat. Guru juga melakukan penilaian akhir.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka, menyimpulkan pembelajaran dari seluruh rangkaian materi, dan menutup modul dengan refleksi tentang pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi kinerja kelompok saat eksperimen dan diskusi, penilaian presentasi, serta umpan balik dari laporan sementara.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek 'Inovasi Pemanfaatan Perubahan Zat' dan evaluasi hasil pameran produk.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi berbagai jenis zat berdasarkan sifat fisika dan kimianya dengan tepat.Sifat-sifat zat2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.Perubahan fisika dan kimia2 JPPenalaran Kritis
Merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati perubahan zat.Eksperimen perubahan zat4 JPKreativitas, Kolaborasi
Menerapkan konsep zat dan perubahannya untuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi serta mengevaluasi dampaknya.Penerapan dan dampak perubahan zat4 JPPenalaran Kritis, Kreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Dunia di sekitar kita tersusun dari berbagai macam zat, mulai dari udara yang kita hirup, air yang kita minum, hingga benda padat yang kita gunakan sehari-hari. Setiap zat memiliki karakteristik unik dan dapat mengalami berbagai perubahan. Memahami zat dan perubahannya adalah kunci untuk mengerti bagaimana alam bekerja dan bagaimana teknologi berkembang.

Pengertian Zat dan Klasifikasinya

Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat dapat diklasifikasikan menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Unsur adalah zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana, contohnya oksigen (O2) dan besi (Fe). Senyawa terbentuk dari dua atau lebih unsur yang terikat secara kimia, seperti air (H2O) dan garam dapur (NaCl). Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat tanpa ikatan kimia, bisa homogen (larutan gula) atau heterogen (air dan pasir).

Sifat-sifat Zat

Setiap zat memiliki sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika adalah karakteristik yang dapat diamati atau diukur tanpa mengubah identitas zat, seperti wujud (padat, cair, gas), warna, bau, titik didih, titik leleh, massa jenis, dan kelarutan. Contohnya, air mendidih pada 100°C. Sifat kimia adalah karakteristik yang menggambarkan bagaimana suatu zat bereaksi dengan zat lain untuk membentuk zat baru, seperti mudah terbakar, korosif, atau reaktif. Besi berkarat saat bereaksi dengan oksigen.

Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru. Identitas kimia zat tetap sama, hanya wujud atau bentuknya yang berubah. Contoh umum perubahan fisika meliputi perubahan wujud (mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal), melarutkan gula dalam air, memotong kertas, atau memecahkan kaca. Meskipun wujudnya berubah, air tetaplah air, baik dalam bentuk es, cair, maupun uap.

Perubahan Kimia

Perubahan kimia, juga dikenal sebagai reaksi kimia, adalah perubahan zat yang menghasilkan satu atau lebih zat baru dengan sifat-sifat yang berbeda dari zat asalnya. Ciri-ciri perubahan kimia antara lain terbentuknya gas, terbentuknya endapan, perubahan warna, perubahan suhu, atau timbulnya cahaya/panas. Contohnya adalah pembakaran kayu, perkaratan besi, fotosintesis, atau pencernaan makanan. Setelah kayu terbakar, ia berubah menjadi abu dan gas, yang bukan lagi kayu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Zat

Beberapa faktor dapat mempengaruhi terjadinya dan kecepatan perubahan zat. Untuk perubahan fisika, suhu dan tekanan adalah faktor utama (misalnya, es mencair lebih cepat pada suhu tinggi). Untuk perubahan kimia, faktor-faktor seperti suhu, konsentrasi reaktan, luas permukaan, dan keberadaan katalis sangat berpengaruh. Peningkatan suhu umumnya mempercepat reaksi kimia, seperti halnya dengan konsentrasi reaktan yang lebih tinggi.

Penerapan Konsep Zat dan Perubahannya dalam Kehidupan

Konsep zat dan perubahannya memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Dalam rumah tangga, kita melihat perubahan fisika saat memasak (air mendidih) dan perubahan kimia saat membakar sampah atau mencerna makanan. Di industri, konsep ini fundamental dalam produksi bahan kimia, obat-obatan, pengolahan makanan, metalurgi, dan teknologi energi. Misalnya, proses distilasi untuk memisahkan campuran adalah aplikasi perubahan fisika, sedangkan produksi plastik melibatkan perubahan kimia.

Rangkuman: Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, diklasifikasikan menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Zat memiliki sifat fisika dan kimia. Perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru, hanya mengubah wujud atau bentuk. Perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda. Pemahaman tentang zat dan perubahannya sangat penting untuk menjelaskan fenomena alam dan teknologi, serta menjadi dasar dalam berbagai bidang keilmuan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia berbagai zat serta membedakan jenis perubahan yang terjadi.

Alat & bahan: Gelas kimia, sendok, pembakar spiritus, cuka, soda kue, gula, garam, air, es batu, lilin, korek api

  1. Amati dan catat sifat-sifat awal dari setiap zat yang disediakan.
  2. Lakukan percobaan perubahan fisika (misalnya, melarutkan gula, meleburkan es) dan catat pengamatan.
  3. Lakukan percobaan perubahan kimia (misalnya, membakar lilin, mereaksikan cuka dan soda kue) dan catat pengamatan.
  4. Bandingkan hasil pengamatan antara perubahan fisika dan kimia.
  5. Buat kesimpulan tentang perbedaan kedua jenis perubahan tersebut.

8 Glosarium

ZatSegala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.
UnsurZat murni yang tidak dapat diuraikan lagi.
SenyawaZat yang terbentuk dari dua atau lebih unsur yang terikat secara kimia.
CampuranGabungan dua atau lebih zat tanpa ikatan kimia.
Perubahan FisikaPerubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru.
Perubahan KimiaPerubahan zat yang menghasilkan zat baru.
Massa JenisUkuran kerapatan suatu zat, massa per unit volume.
KatalisZat yang mempercepat laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi.

9 Materi Projek IPAS Terkait

Energi dan PerubahannyaProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Energi dan Perubahannya →
[UJIAN pts1]Projek IPAS Kelas X SMK
Pelajari [UJIAN pts1] →
1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan.Projek IPAS Kelas X SMK
Pelajari 1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan. →
Bumi dan AntariksaProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Bumi dan Antariksa →
Hakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LHProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Hakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LH →
Interaksi SosialProjek IPAS Kelas X SMK
Pelajari Interaksi Sosial →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Projek IPAS Zat dan Perubahannya ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek IPAS kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.