Modul Ajar & RPP Projek IPAS Kelas XI
Bumi dan Antariksa
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Projek IPAS |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Bumi dan Antariksa |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang sistem tata surya dan siklus alam seperti siang-malam dan musim. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Bumi dan Antariksa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis fenomena alam terkait Bumi dan antariksa, termasuk dampaknya terhadap kehidupan dan aktivitas manusia, serta mengusulkan solusi inovatif berbasis ilmiah. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pasang surut air laut di pesisir dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Matahari, yang sangat relevan bagi pelayaran dan perikanan. |
| Konseptual | Konsep dasar meliputi gerak revolusi dan rotasi Bumi, Bulan, dan Matahari, serta hukum gravitasi universal yang menjelaskan interaksi benda-benda langit. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengamati, mencatat data, menganalisis pola, dan menyajikan temuan terkait fenomena Bumi dan antariksa. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang fenomena alam dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari dan profesi. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi komponen dan karakteristik sistem Bumi-Bulan-Matahari.
- Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi serta Bulan terhadap fenomena alam seperti siang-malam, musim, dan pasang surut air laut.
- Menjelaskan konsep gerhana Matahari dan gerhana Bulan serta dampaknya.
- Merancang dan mempresentasikan model sederhana yang menjelaskan fenomena pasang surut air laut dan gerhana.
- Mengaitkan pengetahuan tentang Bumi dan antariksa dengan aplikasi praktis dalam bidang pelayaran dan pariwisata bahari.
- Mengevaluasi informasi dari berbagai sumber tentang fenomena Bumi dan antariksa untuk pengambilan keputusan.
Pemahaman bermakna: Pemahaman tentang interaksi Bumi, Bulan, dan Matahari sangat penting untuk navigasi, pertanian, dan mitigasi bencana alam, terutama bagi peserta didik di jurusan nautika kapal niaga dan perhotelan yang berinteraksi langsung dengan lingkungan maritim.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana pengetahuan tentang pergerakan benda-benda langit dapat menyelamatkan nyawa atau meningkatkan pendapatan nelayan di pesisir?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Perhitungan posisi benda langit, grafik data pasang surut, dan skala model. Geografi: Pemahaman tentang zona waktu, iklim, dan bentang alam pesisir yang dipengaruhi pasang surut. Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun laporan ilmiah, presentasi, dan komunikasi efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Mengundang narasumber dari BMKG atau praktisi pelayaran/perhotelan untuk berbagi pengalaman tentang dampak fenomena Bumi-antariksa. |
| Lingkungan Pembelajaran | Menciptakan sudut baca di kelas dengan buku dan majalah ilmiah tentang astronomi, serta memanfaatkan area luar kelas untuk observasi sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Menggunakan aplikasi simulasi tata surya (misalnya Stellarium, Solar Walk) dan data pasang surut real-time dari situs BMKG atau lembaga hidrografi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi komponen dan karakteristik sistem Bumi-Bulan-Matahari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik mengamati video singkat tentang keindahan alam semesta. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Seberapa besar peran Matahari dan Bulan dalam kehidupan kita sehari-hari?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber belajar (buku, artikel, video) untuk mengidentifikasi komponen utama sistem Bumi-Bulan-Matahari dan karakteristik gerakannya. Mereka mencatat temuan kunci tentang rotasi dan revolusi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok membuat poster infografis sederhana yang menggambarkan posisi dan gerakan relatif Bumi, Bulan, dan Matahari, serta mengidentifikasi fenomena yang dihasilkan dari gerakan tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, lalu menyimpulkan bersama tentang dasar-dasar sistem Bumi-Bulan-Matahari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru meminta peserta didik menulis satu hal baru yang dipelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin diketahui. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi serta Bulan terhadap fenomena alam seperti siang-malam, musim, dan pasang surut air laut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa dan mengingatkan kembali materi sebelumnya. Guru mempresentasikan studi kasus tentang dampak pasang surut ekstrem terhadap jadwal pelayaran atau kegiatan wisata bahari, kemudian menanyakan 'Mengapa fenomena ini terjadi dan bagaimana kita bisa memprediksinya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis data pasang surut air laut di lokasi pesisir terdekat. Mereka menghubungkan data tersebut dengan fase Bulan dan posisi Matahari, menggunakan simulasi atau model interaktif jika memungkinkan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menyusun laporan singkat yang menjelaskan hubungan antara gerak Bumi-Bulan-Matahari dengan fenomena pasang surut, siang-malam, dan musim, serta mengidentifikasi potensi dampaknya bagi sektor maritim dan perhotelan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan diskusi. Guru memfasilitasi diskusi kritis, mengoreksi miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang hubungan sebab-akibat fenomena alam tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik diminta merangkum poin-poin penting. Guru memberikan tugas membaca materi tentang gerhana untuk pertemuan selanjutnya dan mengakhiri pembelajaran dengan semangat dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis data pasang surut air laut dan mengidentifikasi hubungannya dengan fase Bulan.
Alat & bahan: Grafik data pasang surut (cetak/digital), kalender fase Bulan, alat tulis, komputer/tablet.
Langkah kerja:
- Amati grafik data pasang surut air laut selama satu bulan penuh di lokasi yang ditentukan.
- Identifikasi tanggal-tanggal dengan pasang tertinggi dan pasang terendah.
- Bandingkan tanggal-tanggal tersebut dengan kalender fase Bulan (Bulan Baru, Bulan Purnama, Bulan Separuh).
- Analisis pola hubungan antara fase Bulan dan ketinggian pasang surut.
- Buat kesimpulan tentang pengaruh fase Bulan terhadap pasang surut air laut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang menyebabkan terjadinya siang dan malam?
- Apakah Anda tahu mengapa ada musim panas dan musim dingin?
- Bagaimana Bulan memengaruhi kehidupan di Bumi?
- Pernahkah Anda mendengar tentang gerhana? Apa itu?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat eksplorasi, analisis data, pembuatan model, dan presentasi, serta penilaian laporan praktikum.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir (model dan presentasi) dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen dan karakteristik sistem Bumi-Bulan-Matahari. | Gerak rotasi dan revolusi Bumi, Bulan, Matahari. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi serta Bulan. | Fenomena siang-malam, musim, pasang surut air laut. | 3 JP | kolaborasi |
| 3 | Menjelaskan konsep gerhana dan merancang model. | Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan; pembuatan model. | 3 JP | kreativitas |
| 4 | Mengaitkan pengetahuan dengan aplikasi praktis dan mengevaluasi informasi. | Aplikasi dalam pelayaran dan pariwisata; evaluasi informasi. | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
Bumi kita adalah bagian dari sistem yang lebih besar, yaitu tata surya. Interaksi antara Bumi, Bulan, dan Matahari menciptakan berbagai fenomena alam yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, mulai dari siklus siang dan malam hingga pasang surut air laut yang krusial bagi pelayaran. Memahami dinamika ini akan membekali Anda dengan pengetahuan penting untuk berbagai profesi, terutama di sektor maritim dan pariwisata.
1. Sistem Bumi-Bulan-Matahari
Sistem Bumi-Bulan-Matahari adalah inti dari banyak fenomena alam yang kita alami. Bumi berputar pada porosnya (rotasi) setiap 24 jam, menyebabkan pergantian siang dan malam. Selain itu, Bumi juga mengelilingi Matahari (revolusi) dalam waktu sekitar 365 hari, yang menyebabkan perubahan musim di berbagai belahan dunia. Sementara itu, Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu sekitar 27,3 hari, dengan fase-fase Bulan yang berubah seiring waktu. Gerakan-gerakan ini bukan sekadar siklus, tetapi juga saling memengaruhi satu sama lain, menciptakan dinamika kompleks yang perlu kita pahami secara mendalam.
2. Rotasi dan Revolusi Bumi
Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya dari barat ke timur. Kecepatan rotasi di khatulistiwa sekitar 1670 km/jam. Efek rotasi ini meliputi terjadinya siang dan malam, gerak semu harian Matahari, perbedaan waktu di berbagai tempat, dan pembelokan arah arus laut serta angin (Efek Coriolis). Revolusi Bumi adalah pergerakan Bumi mengelilingi Matahari pada orbit elips. Periode revolusi ini menyebabkan terjadinya perubahan musim, gerak semu tahunan Matahari, dan perbedaan lamanya siang dan malam sepanjang tahun. Pemahaman tentang kedua gerakan ini esensial untuk navigasi dan perencanaan aktivitas luar ruangan.
3. Gerakan dan Fase Bulan
Bulan memiliki tiga gerakan utama: rotasi pada porosnya, revolusi mengelilingi Bumi, dan bersama Bumi mengelilingi Matahari. Periode rotasi dan revolusi Bulan mengelilingi Bumi hampir sama, sehingga kita selalu melihat sisi Bulan yang sama. Fase Bulan adalah perubahan bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi, disebabkan oleh perubahan sudut pandang kita terhadap bagian Bulan yang disinari Matahari. Fase-fase ini meliputi Bulan Baru, Bulan Sabit, Bulan Separuh, dan Bulan Purnama. Fase Bulan sangat berpengaruh terhadap fenomena pasang surut air laut.
4. Pasang Surut Air Laut
Pasang surut air laut adalah naik turunnya permukaan air laut secara periodik, yang disebabkan oleh gaya gravitasi Bulan dan Matahari terhadap Bumi. Gaya gravitasi Bulan memiliki pengaruh lebih besar karena jaraknya yang lebih dekat. Ketika Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam satu garis lurus (saat Bulan Baru dan Bulan Purnama), gaya gravitasi akan saling menguatkan, menyebabkan pasang naik yang sangat tinggi (pasang purnama) dan pasang surut yang sangat rendah. Sementara itu, saat Bulan berada pada posisi tegak lurus terhadap garis Bumi-Matahari (saat Bulan Separuh), gaya gravitasi saling melemahkan, menghasilkan pasang naik dan surut yang lebih rendah (pasang perbani). Pengetahuan tentang pasang surut sangat vital bagi pelayaran kapal, perencanaan pembangunan di pesisir, dan kegiatan perikanan.
5. Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Gerhana adalah fenomena astronomi ketika sebuah benda langit tertutup sebagian atau seluruhnya oleh benda langit lain atau bayangan benda langit lain. Gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sehingga bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi dan menutupi cahaya Matahari. Gerhana Bulan terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan. Kedua fenomena ini merupakan bukti nyata dari interaksi gravitasi dan gerakan benda langit. Meskipun jarang terjadi, gerhana memiliki dampak historis dan ilmiah yang signifikan.
6. Aplikasi dalam Pelayaran dan Pariwisata
Pemahaman tentang Bumi dan Antariksa memiliki aplikasi praktis yang luas, terutama dalam bidang pelayaran dan pariwisata bahari. Di pelayaran, navigasi kapal sangat bergantung pada pengetahuan tentang posisi bintang, Matahari, dan Bulan untuk menentukan arah dan waktu. Data pasang surut digunakan untuk merencanakan jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal, terutama di pelabuhan dangkal. Dalam pariwisata, pengetahuan ini membantu dalam merencanakan aktivitas seperti snorkeling, diving, atau kunjungan ke pantai, dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut dan cuaca. Fenomena gerhana atau hujan meteor juga dapat menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Rangkuman: Sistem Bumi-Bulan-Matahari menciptakan fenomena alam seperti siang-malam, musim, pasang surut, dan gerhana. Rotasi dan revolusi Bumi serta Bulan adalah kunci untuk memahami dinamika ini. Pasang surut air laut dipengaruhi kuat oleh gravitasi Bulan dan Matahari, dengan puncaknya saat Bulan Purnama dan Bulan Baru. Pengetahuan ini sangat relevan untuk navigasi, perencanaan maritim, dan pariwisata bahari, membekali kita untuk membuat keputusan yang lebih baik dan memanfaatkan potensi alam secara optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rotasi | Perputaran benda langit pada porosnya. |
| Revolusi | Pergerakan benda langit mengelilingi benda langit lain pada orbitnya. |
| Pasang Surut | Naik turunnya permukaan air laut secara periodik akibat gravitasi Bulan dan Matahari. |
| Gerhana Matahari | Fenomena ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, menutupi cahaya Matahari. |
| Gerhana Bulan | Fenomena ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, menutupi Bulan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bumi dan Antariksa" mata pelajaran Projek IPAS Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Bumi dan Antariksa yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Projek IPAS Terkait
Bumi dan AntariksaProjek IPAS Kelas X SMK1. Pengertian ekosistem, Komponen Ekosistem, Tingkat organisasi kehidupan.Projek IPAS Kelas X SMKEnergi dan PerubahannyaProjek IPAS Kelas X SMKHakikat Projek IPAS, Keterampilan Proses dan K3LHProjek IPAS Kelas X SMKinteraksi antar komponen biotikProjek IPAS Kelas X SMKInteraksi SosialProjek IPAS Kelas X SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Projek IPAS kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bumi dan Antariksa pada Projek IPAS SMK, Fase F, elemen Bumi dan Antariksa.
Modul Bumi dan Antariksa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bumi dan Antariksa untuk Projek IPAS kelas XI.
Apakah modul ajar Projek IPAS materi Bumi dan Antariksa ini gratis?
Ya. Modul Bumi dan Antariksa untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bumi dan Antariksa ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Projek IPAS kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek IPAS kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bumi dan Antariksa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bumi dan Antariksa dapat Anda sesuaikan dengan murid Projek IPAS kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Projek IPAS kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bumi dan Antariksa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bumi dan Antariksa tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bumi dan Antariksa untuk Projek IPAS kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bumi dan Antariksa ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Projek IPAS kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bumi dan Antariksa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Projek IPAS kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Projek IPAS ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Bumi dan Antariksa disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.