Modul ajar Bahasa Indonesia SMP kelas IX materi teks diskusi dan pantun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | teks diskusi dan pantun |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (12 JP: 4 JP × 40 menit = 160 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) dengan praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar menulis dan memahami berbagai jenis teks sederhana serta mampu mengungkapkan pendapat secara lisan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Mempresentasikan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan dan informasi, serta menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara lisan dengan efektif dan santun sesuai konteks. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Teks diskusi sering dijumpai dalam debat publik atau diskusi panel, sedangkan pantun banyak ditemukan dalam tradisi lisan dan kesenian Melayu. |
| Konseptual | Teks diskusi adalah teks yang menyajikan dua sudut pandang berbeda mengenai suatu isu, sementara pantun adalah bentuk puisi lama dengan ciri khas rima a-b-a-b dan sampiran-isi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan menyusun teks diskusi yang efektif dan kreatif dalam menciptakan pantun sesuai kaidah. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan berargumentasi logis dan berekspresi secara estetis dalam komunikasi sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami teks diskusi dan pantun tidak hanya tentang struktur dan kaidah, tetapi juga tentang bagaimana menggunakannya sebagai alat untuk berpikir kritis, berargumentasi, dan berekspresi secara kreatif dalam konteks sosial.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyampaikan pendapat yang berbeda secara santun dan meyakinkan, sekaligus menjaga keindahan bahasa?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) dengan praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Membangun sikap toleransi dan menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi. Seni Budaya: Mengapresiasi dan melestarikan pantun sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Ilmu Pengetahuan Sosial: Menganalisis isu-isu sosial yang menjadi topik diskusi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berpartisipasi dalam sesi 'Pantun Bersama' di akhir modul untuk berbagi pantun atau cerita rakyat yang mengandung pantun. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta tersedia pojok baca dengan buku-buku yang memuat contoh teks diskusi dan kumpulan pantun. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (misalnya Canva atau Google Slides) untuk presentasi teks diskusi, serta platform daring untuk mencari referensi isu diskusi dan contoh pantun. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks diskusi secara tepat serta menyusun kerangka teks diskusi dengan argumen pro dan kontra yang relevan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman berdiskusi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang teks diskusi dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa penting untuk bisa menyampaikan pendapat yang berbeda secara terstruktur?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis contoh teks diskusi yang disajikan guru, mengidentifikasi bagian-bagian struktur (isu, argumen pro, argumen kontra, simpulan) dan ciri kebahasaannya (konjungsi, modalitas). Diskusi kelompok dipandu untuk mengaitkan struktur teks dengan tujuan penyampaian pendapat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit | Setiap kelompok memilih satu isu kontroversial yang relevan dengan kehidupan remaja (misal: penggunaan gawai di sekolah) dan menyusun kerangka teks diskusi, mencakup isu, minimal dua argumen pro, dan minimal dua argumen kontra. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan kerangka teks diskusinya. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan mengenai pentingnya argumen yang berimbang dan logis dalam teks diskusi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik menyimpulkan bersama unsur-unsur penting teks diskusi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya, diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menulis teks diskusi utuh dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan serta menyampaikan teks diskusi secara lisan dengan percaya diri dan argumentasi yang kuat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang kerangka teks diskusi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menulis dan mempresentasikan teks diskusi, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara mengubah kerangka argumen kita menjadi tulisan yang meyakinkan?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mengembangkan kerangka teks diskusi yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya menjadi teks diskusi utuh. Guru memberikan panduan mengenai pengembangan argumen, penggunaan konjungsi, dan pilihan kata yang persuasif. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit | Setelah selesai menulis, peserta didik secara berpasangan saling bertukar teks diskusi untuk memberikan masukan konstruktif. Kemudian, beberapa peserta didik secara sukarela mempresentasikan teks diskusinya di depan kelas, berfokus pada penyampaian argumen secara lisan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setelah presentasi, peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik mengenai kejelasan argumen, struktur presentasi, dan kemampuan mempertahankan pendapat. Guru menguatkan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menyampaikan gagasan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik merangkum tantangan dan solusi dalam menulis serta mempresentasikan teks diskusi. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha peserta didik, serta memberikan motivasi untuk terus berlatih. Pertemuan ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis ciri-ciri pantun berdasarkan jenis dan maknanya serta menciptakan pantun sesuai dengan tema dan kaidah kebahasaan yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengaitkan kemampuan berkomunikasi dengan keindahan bahasa melalui pantun. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang pantun dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana pantun dapat menyampaikan pesan moral atau nasihat dengan cara yang unik dan menarik?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik menganalisis berbagai contoh pantun (nasihat, jenaka, teka-teki, kiasan) yang disajikan guru. Mereka mengidentifikasi ciri-ciri pantun (rima a-b-a-b, sampiran, isi, jumlah suku kata) dan makna yang terkandung di dalamnya secara berkelompok. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit | Setiap kelompok ditugaskan untuk membuat 'Proyek Antologi Pantun' dengan tema yang relevan (misal: persahabatan, lingkungan, pendidikan). Setiap anggota kelompok wajib menciptakan minimal dua pantun sesuai kaidah dan tema yang ditentukan, kemudian mengumpulkannya menjadi sebuah antologi sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan beberapa pantun terbaik dari antologi mereka. Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan. Guru mengulas kembali kaidah pantun dan memberikan penguatan tentang kekayaan budaya Indonesia melalui pantun. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik menyimpulkan esensi dan nilai-nilai yang terkandung dalam pantun. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja sama dalam membuat antologi pantun, serta motivasi untuk terus melestarikan budaya. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks diskusi serta menciptakan pantun sesuai tema.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, gunting, lem, contoh teks diskusi, kumpulan pantun
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, saat menyusun kerangka teks diskusi, menulis pantun, dan saat presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian teks diskusi yang ditulis dan antologi pantun yang dibuat secara berkelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks diskusi. | Teks diskusi | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menulis dan mempresentasikan teks diskusi. | Teks diskusi | 4 JP | Komunikasi, Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis dan menciptakan pantun. | Pantun | 4 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami dua bentuk komunikasi yang sangat penting dalam Bahasa Indonesia: teks diskusi dan pantun. Teks diskusi melatih kita berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara terstruktur, sedangkan pantun mengajak kita berekspresi dengan keindahan bahasa. Keduanya adalah warisan berharga yang perlu kita kuasai dan lestarikan.
1. Mengenal Teks Diskusi
Teks diskusi adalah jenis teks yang menyajikan dua sudut pandang berbeda (pro dan kontra) terhadap suatu isu atau permasalahan. Tujuannya untuk mencari kesepakatan atau solusi bersama melalui pertukaran gagasan. Struktur teks diskusi umumnya meliputi isu (pengenalan masalah), argumen mendukung (pro), argumen menentang (kontra), dan simpulan atau rekomendasi. Penting untuk menyajikan argumen secara logis dan didukung bukti agar meyakinkan pembaca. Teks diskusi sering digunakan dalam forum debat, seminar, atau artikel opini di media massa, memungkinkan pembaca memahami berbagai perspektif.
2. Ciri Kebahasaan Teks Diskusi
Teks diskusi memiliki ciri kebahasaan khusus yang mendukung penyampaian argumen. Ciri-ciri tersebut antara lain penggunaan konjungsi perbandingan (misalnya, 'di sisi lain', 'namun demikian'), konjungsi pertentangan (misalnya, 'tetapi', 'sedangkan'), dan konjungsi kausalitas (misalnya, 'karena', 'sebab'). Selain itu, sering digunakan modalitas (kata yang menyatakan sikap pembicara, seperti 'mungkin', 'seharusnya', 'pasti') untuk menunjukkan tingkat kepastian atau kemungkinan. Penggunaan kalimat kompleks dan kosakata yang baku juga penting untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas teks diskusi.
3. Pengertian dan Ciri Pantun
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat populer dalam sastra Melayu. Ciri utamanya adalah setiap bait terdiri atas empat baris, dengan pola rima a-b-a-b. Dua baris pertama disebut sampiran, yang biasanya tidak berhubungan langsung dengan isi tetapi berfungsi sebagai pengantar dan pembentuk rima. Dua baris terakhir adalah isi, yang menyampaikan pesan, nasihat, atau maksud utama pantun. Setiap baris umumnya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. Pantun memiliki berbagai jenis, seperti pantun nasihat, jenaka, teka-teki, dan kiasan, masing-masing dengan fungsi dan tema yang berbeda.
4. Jenis-jenis dan Makna Pantun
Pantun memiliki beragam jenis yang mencerminkan kekayaan budaya dan fungsi sosialnya. Pantun nasihat berisi petuah atau ajaran moral, seperti 'kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi'. Pantun jenaka bertujuan menghibur dengan humor, contohnya 'pergi ke pasar membeli duku, pulang-pulang dompetnya hilang'. Pantun teka-teki mengajak pendengar menebak sesuatu, sementara pantun kiasan menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan makna tersirat. Memahami jenis dan makna pantun membantu kita mengapresiasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dan melestarikan warisan sastra ini.
Rangkuman: Teks diskusi melatih kita menyampaikan argumen pro dan kontra secara terstruktur dan logis, menggunakan ciri kebahasaan seperti konjungsi dan modalitas. Sementara itu, pantun adalah puisi lama berima a-b-a-b dengan sampiran dan isi yang kaya makna, berfungsi sebagai hiburan, nasihat, atau teka-teki. Menguasai keduanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan mengapresiasi kekayaan budaya bahasa Indonesia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Teks Diskusi | Teks yang menyajikan dua sudut pandang berbeda mengenai suatu isu. |
| Pantun | Puisi lama berima a-b-a-b dengan sampiran dan isi. |
| Konjungsi | Kata penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat. |
| Modalitas | Kata yang menyatakan sikap pembicara terhadap suatu pernyataan. |
| Sampiran | Dua baris pertama pantun yang tidak berhubungan langsung dengan isi. |
| Isi | Dua baris terakhir pantun yang menyampaikan pesan utama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "teks diskusi dan pantun" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.