Modul ajar Bahasa Inggris SMP kelas IX materi Passive Voice lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dan mengomunikasikan ide, opini, dan perasaan dalam konteks yang beragam, serta berpartisipasi dalam diskusi tentang topik yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep kalimat aktif (active voice) dan mampu menyusun kalimat sederhana dalam berbagai tenses.
Pemahaman bermakna: Passive voice memungkinkan kita untuk menekankan informasi yang paling penting dalam sebuah kalimat, seperti objek tindakan atau hasil tindakan, dan sering digunakan dalam konteks formal atau ilmiah.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membaca berita atau pengumuman yang tidak menyebutkan siapa pelakunya, tetapi kita tetap memahami apa yang terjadi?
Tujuan: Mengidentifikasi struktur kalimat passive voice dalam berbagai tenses (present, past, future simple).
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, lalu menampilkan beberapa kalimat aktif dan pasif untuk memancing rasa ingin tahu. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran belajar.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis contoh-contoh kalimat yang disajikan guru, mengidentifikasi perbedaan antara active dan passive voice, serta menemukan pola pembentukan passive voice pada present simple dan past simple tense, dikaitkan dengan kapan mereka mungkin menemukan kalimat seperti itu dalam kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mencoba mengubah beberapa kalimat aktif sederhana menjadi pasif, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep dasar pembentukan passive voice.
Merefleksi: Peserta didik membandingkan hasil kerja kelompok lain dan merefleksikan pemahaman awal mereka tentang passive voice. Guru menguatkan pemahaman dengan penjelasan singkat dan memberikan contoh kontekstual.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan struktur dasar passive voice, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas mandiri singkat untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dengan tepat dan menganalisis penggunaan passive voice dalam teks berita atau pengumuman.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, mereview singkat materi passive voice dari pertemuan sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Guru memberikan pertanyaan pemantik tentang mengapa passive voice sering digunakan dalam berita.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan beberapa potongan berita atau pengumuman yang mengandung passive voice. Mereka menganalisis penggunaan passive voice dalam konteks tersebut dan mendiskusikan alasan penggunaannya.
Mengaplikasi: Berdasarkan analisis, setiap kelompok diminta untuk mengubah beberapa kalimat aktif yang relevan dengan topik berita menjadi pasif, dan sebaliknya. Mereka juga diminta membuat contoh pengumuman singkat menggunakan passive voice.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan contoh kalimat/pengumuman yang mereka buat. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang fungsi dan penggunaan passive voice dalam berbagai konteks, terutama dalam penulisan formal.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang passive voice, memberikan apresiasi atas kerja keras, dan memberikan informasi mengenai proyek kecil yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya sebagai tindak lanjut. Doa penutup.
Tujuan: Menggunakan passive voice untuk menulis teks deskripsi atau laporan sederhana dan membuat presentasi singkat menggunakan passive voice untuk menjelaskan suatu proses atau kejadian.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan berdoa bersama, memeriksa kesiapan peserta didik, dan mengingatkan kembali materi passive voice. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan proyek yang akan dikerjakan, memastikan peserta didik memahami alur dan target proyek.
Memahami: Peserta didik berkelompok merencanakan proyek mereka: membuat poster atau presentasi digital tentang proses pembuatan suatu produk lokal (misalnya, tempe, batik, kerajinan tangan) atau menjelaskan sejarah singkat suatu bangunan/tempat terkenal di lingkungan mereka, dengan penekanan pada penggunaan passive voice.
Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja secara mandiri untuk mengumpulkan informasi, menyusun teks deskripsi/laporan, dan mendesain poster atau slide presentasi. Guru memfasilitasi dan membimbing proses kerja kelompok, memastikan penggunaan passive voice yang akurat dan relevan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya di depan kelas. Peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai penggunaan passive voice, kejelasan informasi, dan kreativitas presentasi. Guru menguatkan pemahaman dan memberikan apresiasi.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan seluruh proses pembelajaran passive voice, mulai dari identifikasi hingga aplikasi dalam proyek. Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua usaha dan karya peserta didik, serta memberikan motivasi untuk terus belajar. Doa penutup.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka dalam mengubah kalimat aktif menjadi pasif selama kegiatan inti.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek presentasi/poster yang menampilkan penggunaan passive voice secara akurat dan kontekstual.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi struktur kalimat passive voice dalam berbagai tenses. | Pengenalan Passive Voice (Present Simple, Past Simple) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dengan tepat dan menganalisis penggunaan passive voice dalam teks. | Transformasi Kalimat Aktif-Pasif, Fungsi Passive Voice dalam Teks | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Menggunakan passive voice untuk menulis teks deskripsi/laporan dan membuat presentasi. | Aplikasi Passive Voice dalam Proyek (Deskripsi Proses/Sejarah) | 2 JP | Komunikasi, Kemandirian, Kreativitas |
Passive voice adalah salah satu struktur kalimat penting dalam bahasa Inggris yang memungkinkan kita untuk mengubah fokus sebuah kalimat. Dalam passive voice, subjek kalimat adalah objek yang menerima tindakan, bukan yang melakukan tindakan. Penggunaan passive voice sangat umum dalam laporan, berita, dan tulisan ilmiah karena seringkali fokusnya adalah pada tindakan atau hasil, bukan pada siapa yang melakukannya. Memahami passive voice akan membantu kalian lebih fleksibel dalam berkomunikasi dan memahami berbagai jenis teks.
Passive voice adalah bentuk kalimat di mana subjek menerima tindakan dari kata kerja. Berbeda dengan active voice di mana subjek melakukan tindakan. Fungsi utama passive voice adalah ketika kita ingin menekankan objek atau tindakan itu sendiri, bukan siapa yang melakukan tindakan tersebut. Misalnya, 'The car was repaired' (Mobil itu diperbaiki) lebih menekankan pada mobil yang diperbaiki daripada siapa yang memperbaikinya. Ini sering digunakan ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting, atau sudah jelas dari konteks. Contoh lain: 'Many old buildings are being renovated.' (Banyak bangunan tua sedang direnovasi).
Struktur dasar passive voice adalah 'be' (kata kerja bantu) + past participle (kata kerja bentuk ketiga). Kata kerja 'be' akan berubah sesuai dengan tenses dan subjeknya. Misalnya, dalam present simple, 'be' menjadi 'am/is/are'. Dalam past simple, 'be' menjadi 'was/were'. Contoh: 'The letter is written by her.' (Surat itu ditulis olehnya – Present Simple). 'The window was broken yesterday.' (Jendela itu pecah kemarin – Past Simple). Pelaku tindakan (agent) bisa disebutkan menggunakan 'by + agent' jika memang penting, namun seringkali dihilangkan.
Untuk Present Simple Passive, rumusnya adalah Subject + am/is/are + Past Participle (V3). Contoh: 'English is spoken all over the world.' (Bahasa Inggris diucapkan di seluruh dunia). Untuk Past Simple Passive, rumusnya adalah Subject + was/were + Past Participle (V3). Contoh: 'The new school was built last year.' (Sekolah baru itu dibangun tahun lalu). Memahami perubahan 'be' sesuai tenses adalah kunci utama dalam membentuk passive voice dengan benar. Perhatikan subjek tunggal atau jamak untuk menentukan 'is/are' atau 'was/were'.
Passive voice juga dapat digunakan dengan modal verbs (can, could, should, must, etc.) dan future simple. Untuk modal verbs, rumusnya: Subject + Modal Verb + be + Past Participle (V3). Contoh: 'The project must be finished by Friday.' (Proyek itu harus diselesaikan sebelum Jumat). Untuk Future Simple Passive, rumusnya: Subject + will be + Past Participle (V3). Contoh: 'The new rules will be announced tomorrow.' (Aturan baru akan diumumkan besok). Struktur ini memudahkan kita untuk menyatakan kemungkinan, kewajiban, atau rencana di masa depan secara pasif.
Passive voice digunakan ketika: 1) Pelaku tindakan tidak diketahui atau tidak penting (misal: 'My wallet was stolen.'). 2) Kita ingin menekankan tindakan itu sendiri atau objek yang menerima tindakan (misal: 'The experiment was conducted carefully.'). 3) Dalam penulisan formal, ilmiah, atau berita untuk menjaga objektivitas (misal: 'The discovery was made in 1928.'). 4) Untuk menghindari menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas sesuatu yang negatif (misal: 'Mistakes were made.'). Memahami konteks ini akan membantu kalian memilih antara active atau passive voice secara efektif.
Rangkuman: Passive voice adalah struktur kalimat di mana subjek menerima tindakan. Dibentuk dengan 'be' + past participle, 'be' berubah sesuai tenses (am/is/are, was/were, will be). Digunakan saat pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau untuk menekankan objek/tindakan, terutama dalam konteks formal, ilmiah, dan berita. Pemilihan antara active dan passive voice penting untuk komunikasi yang efektif dan sesuai tujuan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengubah kalimat aktif menjadi pasif dan mengidentifikasi penggunaan passive voice dalam konteks.
Alat & bahan: lembar kerja cetak, alat tulis, kamus (opsional)
| Active Voice | Bentuk kalimat di mana subjek melakukan tindakan. |
| Passive Voice | Bentuk kalimat di mana subjek menerima tindakan. |
| Past Participle | Bentuk ketiga dari kata kerja, sering digunakan dalam perfect tenses dan passive voice. |
| Agent | Pelaku tindakan dalam kalimat pasif, sering diperkenalkan dengan 'by'. |
| Modal Verb | Kata kerja bantu yang menyatakan kemungkinan, kemampuan, izin, atau kewajiban (e.g., can, will, must). |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.