tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPIPA › Listrik Statis
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar IPA Kelas IX
Listrik Statis

Modul ajar IPA SMP kelas IX materi Listrik Statis lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPA kelas IX materi Listrik Statis
Ringkasan: Listrik statis adalah fenomena akumulasi muatan listrik pada suatu benda yang tidak mengalir. Muatan listrik terdiri dari positif dan negatif, dengan muatan sejenis tolak-menolak dan tak sejenis tarik-menarik. Gaya interaksi ini diatur oleh Hukum Coulomb. Daerah di sekitar muatan yang masih dipengaruhi gaya disebut medan listrik, sedangkan energi potensial per satuan muatan disebut potensial listrik. Listrik statis memiliki banyak aplikasi, mulai dari petir hingga teknologi seperti mesin fotokopi dan pengecatan semprot.
Model: Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan PraktikumDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPA · Listrik Statis · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar atom dan interaksi antar muatan listrik sederhana.

Pemahaman bermakna: Memahami listrik statis memungkinkan kita menjelaskan berbagai fenomena sehari-hari, dari petir hingga cara kerja mesin fotokopi, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berinteraksi dengan listrik.

Pertanyaan pemantik: Mengapa rambut kita bisa berdiri saat digosokkan ke balon, dan bagaimana fenomena ini bisa terjadi?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (5 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis muatan listrik dan interaksinya melalui percobaan sederhana.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik terkait listrik statis (misalnya, saat memegang gagang pintu dan terasa kesetrum kecil). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis muatan dan interaksinya, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.

Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang benda-benda yang digosok (penggaris plastik dengan rambut, balon dengan kain wol) dan interaksinya dengan potongan kertas kecil. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan hipotesis tentang penyebab interaksi tersebut.

Mengaplikasi: Peserta didik melakukan percobaan sederhana menggunakan penggaris plastik, balon, kain wol, dan potongan kertas kecil untuk mengamati fenomena listrik statis. Mereka mencatat hasil pengamatan dan mengidentifikasi jenis muatan serta interaksinya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan kesimpulannya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang muatan positif, negatif, dan netral, serta hukum interaksi muatan. Peserta didik diajak merefleksi apa yang telah mereka pelajari.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang muatan listrik dan interaksinya. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menganalisis konsep hukum Coulomb untuk menghitung gaya antar muatan listrik.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang interaksi muatan dengan pertanyaan, 'Seberapa besar gaya tarik atau tolak antar muatan?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis hukum Coulomb dan menjelaskan tahapan kegiatan.

Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus atau masalah yang berkaitan dengan gaya Coulomb (misalnya, perhitungan gaya antar dua muatan yang berdekatan). Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis masalah dan mengidentifikasi informasi yang diperlukan.

Mengaplikasi: Peserta didik mencari informasi dari buku teks atau sumber digital tentang hukum Coulomb, rumus, dan penerapannya. Mereka kemudian menerapkan rumus hukum Coulomb untuk menyelesaikan studi kasus yang diberikan dan mengerjakan latihan soal.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan solusi studi kasus dan hasil perhitungan mereka. Guru memberikan klarifikasi, koreksi, dan penguatan konsep tentang hukum Coulomb, faktor-faktor yang mempengaruhi gaya, dan satuan-satuan yang digunakan. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang kesulitan dan pemahaman mereka.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan tentang hukum Coulomb. Guru memberikan apresiasi dan motivasi. Peserta didik diberi tugas untuk mencari contoh penerapan hukum Coulomb dalam kehidupan. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menjelaskan konsep medan listrik dan potensial listrik pada berbagai konfigurasi muatan.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru memulai dengan pertanyaan, 'Bagaimana muatan listrik bisa saling berinteraksi tanpa bersentuhan langsung?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan konsep medan listrik dan potensial listrik, serta tahapan kegiatan.

Memahami: Peserta didik diajak untuk mengamati simulasi atau video tentang medan listrik di sekitar muatan positif dan negatif. Mereka berdiskusi untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan terkait konsep medan listrik dan potensial listrik.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik melakukan penyelidikan mandiri (menggunakan buku teks, internet) untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. Mereka membuat peta konsep atau diagram untuk menjelaskan medan listrik dan potensial listrik.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil penyelidikan dan peta konsep mereka. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan memperdalam pemahaman tentang medan listrik sebagai daerah yang masih dipengaruhi gaya listrik dan potensial listrik sebagai energi potensial per satuan muatan. Peserta didik saling bertanya jawab.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan perbedaan dan hubungan antara medan listrik dan potensial listrik. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan peserta didik untuk mencari aplikasi medan listrik dalam teknologi. Doa penutup.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning

Tujuan: Merancang dan membuat percobaan sederhana untuk menunjukkan prinsip kerja listrik statis.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali konsep-konsep listrik statis yang telah dipelajari dan memantik ide dengan pertanyaan, 'Bagaimana kita bisa membuat alat sederhana yang memanfaatkan listrik statis?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang dan membuat proyek sederhana, serta menjelaskan tahapan kegiatan.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk merancang sebuah proyek sederhana (misalnya, elektroskop sederhana, generator Van de Graaff mini dari bahan bekas, atau 'penari kertas' statis) yang menunjukkan prinsip kerja listrik statis.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merencanakan bahan, alat, dan langkah-langkah pembuatan proyek. Mereka membuat proposal proyek singkat yang mencakup tujuan, alat dan bahan, serta prosedur kerja. Proyek ini akan dilaksanakan di rumah sebagai tugas mandiri dan dibawa pada pertemuan berikutnya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rencana proyek mereka kepada kelas. Guru dan kelompok lain memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan rencana. Guru menekankan pentingnya kreativitas dan keselamatan dalam pengerjaan proyek. Peserta didik merefleksikan tantangan yang mungkin dihadapi.

Penutup: Guru memberikan penguatan dan semangat untuk pengerjaan proyek. Guru mengingatkan batas waktu pengumpulan dan presentasi proyek. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.

Pertemuan 5 — Project-Based Learning dan Penilaian

Tujuan: Menerapkan prinsip listrik statis dalam menjelaskan fenomena alam dan teknologi sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menanyakan kesiapan peserta didik untuk mempresentasikan proyek mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempresentasikan proyek dan menerapkan pemahaman listrik statis, serta melakukan evaluasi akhir.

Memahami: Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan proyek sederhana yang telah mereka buat. Mereka menjelaskan prinsip kerja proyek tersebut menggunakan konsep listrik statis yang telah dipelajari dan mendemonstrasikan hasil karya mereka.

Mengaplikasi: Setelah presentasi, peserta didik saling memberikan umpan balik konstruktif terhadap proyek teman. Guru memfasilitasi diskusi tentang penerapan prinsip listrik statis pada fenomena alam (misalnya, petir) dan teknologi (misalnya, mesin fotokopi, pengecatan semprot).

Merefleksi: Guru memberikan penguatan terhadap presentasi dan hasil proyek peserta didik, serta mengaitkannya dengan pemahaman konsep listrik statis secara menyeluruh. Peserta didik melakukan refleksi mandiri tentang perjalanan belajar mereka selama materi listrik statis, termasuk tantangan dan keberhasilan.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan seluruh materi listrik statis. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Guru memberikan evaluasi singkat (kuis atau soal pilihan ganda) untuk mengukur pemahaman akhir. Doa penutup dan salam.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan dalam melakukan percobaan, dan kualitas presentasi hasil proyek.

Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis peserta didik terhadap materi listrik statis.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi jenis-jenis muatan listrik dan interaksinya melalui percobaan sederhana.Muatan listrik, interaksi muatan.2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis konsep hukum Coulomb untuk menghitung gaya antar muatan listrik.Hukum Coulomb, gaya listrik.2 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan konsep medan listrik dan potensial listrik pada berbagai konfigurasi muatan.Medan listrik, potensial listrik.2 JPPenalaran Kritis
Merancang dan membuat percobaan sederhana untuk menunjukkan prinsip kerja listrik statis.Penerapan listrik statis.2 JPKreativitas, Kolaborasi
Menerapkan prinsip listrik statis dalam menjelaskan fenomena alam dan teknologi sehari-hari.Fenomena dan teknologi listrik statis.2 JPPenalaran Kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Listrik statis adalah salah satu fenomena fisika yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, meskipun kadang tidak kita sadari. Dari rambut yang berdiri saat disisir, hingga sambaran petir yang dahsyat, semuanya adalah manifestasi dari listrik statis. Modul ini akan membawa Anda menjelajahi dunia muatan listrik yang tak terlihat namun memiliki dampak besar.

Muatan Listrik dan Interaksinya

Setiap materi tersusun atas atom, dan di dalam atom terdapat partikel subatomik yaitu proton (bermuatan positif), elektron (bermuatan negatif), dan neutron (netral). Benda dikatakan bermuatan positif jika kekurangan elektron, bermuatan negatif jika kelebihan elektron, dan netral jika jumlah proton dan elektron seimbang. Interaksi antar muatan listrik mengikuti aturan: muatan sejenis akan tolak-menolak, sedangkan muatan tidak sejenis akan tarik-menarik. Misalnya, saat menggosokkan penggaris plastik ke rambut, elektron dari rambut berpindah ke penggaris sehingga penggaris menjadi bermuatan negatif dan rambut bermuatan positif, menyebabkan rambut tertarik ke penggaris.

Hukum Coulomb

Gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik dijelaskan oleh Hukum Coulomb. Hukum ini menyatakan bahwa besar gaya listrik (F) berbanding lurus dengan hasil kali besar kedua muatan (q1 dan q2) dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (r) antara kedua muatan tersebut. Secara matematis, F = k * |q1*q2| / r^2, di mana k adalah konstanta Coulomb (9 x 10^9 Nm^2/C^2). Semakin besar muatan, semakin besar gaya; semakin jauh jarak, semakin kecil gaya. Contoh penerapannya adalah pada filter elektrostatik yang menggunakan gaya Coulomb untuk menarik partikel debu.

Medan Listrik

Medan listrik adalah daerah di sekitar muatan listrik yang masih dipengaruhi oleh gaya listrik. Jika sebuah muatan uji positif diletakkan di dalam medan listrik, ia akan mengalami gaya listrik. Arah medan listrik (E) didefinisikan sebagai arah gaya yang dialami muatan uji positif. Untuk muatan positif, arah medan listrik menjauhi muatan; untuk muatan negatif, arah medan listrik mendekati muatan. Besar medan listrik (E) adalah gaya per satuan muatan, E = F/q atau E = k * |q| / r^2. Medan listrik divisualisasikan dengan garis-garis gaya listrik.

Potensial Listrik

Potensial listrik (V) adalah energi potensial listrik per satuan muatan di suatu titik dalam medan listrik. Ini menunjukkan seberapa besar energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan uji dari tak terhingga ke titik tersebut. Satuan potensial listrik adalah Volt (V). Potensial listrik di suatu titik berjarak r dari muatan sumber q adalah V = k * q / r. Perbedaan potensial listrik disebut beda potensial atau tegangan. Konsep ini penting dalam memahami aliran arus listrik, meskipun dalam listrik statis muatan tidak mengalir secara kontinu.

Penerapan Listrik Statis dalam Kehidupan

Listrik statis memiliki banyak aplikasi praktis. Petir adalah contoh fenomena alam listrik statis terbesar, di mana terjadi pelepasan muatan listrik antara awan atau antara awan dan bumi. Dalam teknologi, mesin fotokopi menggunakan prinsip listrik statis untuk menarik tinta toner ke kertas. Pengecatan semprot mobil juga memanfaatkan listrik statis agar cat menempel merata pada permukaan logam. Selain itu, ada juga penangkap debu elektrostatis di cerobong asap industri untuk mengurangi polusi udara.

Rangkuman: Listrik statis adalah fenomena akumulasi muatan listrik pada suatu benda yang tidak mengalir. Muatan listrik terdiri dari positif dan negatif, dengan muatan sejenis tolak-menolak dan tak sejenis tarik-menarik. Gaya interaksi ini diatur oleh Hukum Coulomb. Daerah di sekitar muatan yang masih dipengaruhi gaya disebut medan listrik, sedangkan energi potensial per satuan muatan disebut potensial listrik. Listrik statis memiliki banyak aplikasi, mulai dari petir hingga teknologi seperti mesin fotokopi dan pengecatan semprot.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengamati dan mengidentifikasi interaksi muatan listrik melalui percobaan sederhana.

Alat & bahan: penggaris plastik, balon, kain wol, potongan kertas kecil, benang jahit, statif

  1. Gosokkan penggaris plastik pada rambut keringmu selama beberapa saat.
  2. Dekatkan penggaris yang sudah digosok ke potongan kertas kecil dan amati apa yang terjadi.
  3. Gosokkan balon pada kain wol, lalu dekatkan balon tersebut ke rambut temanmu yang kering.
  4. Gantungkan dua buah balon yang sudah digosok kain wol dengan benang, lalu amati interaksi antar kedua balon.
  5. Catat semua hasil pengamatanmu dalam tabel yang disediakan.

8 Glosarium

AtomUnit dasar materi yang terdiri dari proton, neutron, dan elektron.
ElektronPartikel subatomik bermuatan negatif.
ProtonPartikel subatomik bermuatan positif.
Muatan listrikSifat dasar partikel subatomik yang menyebabkan interaksi gaya listrik.
Hukum CoulombHukum yang menjelaskan besar gaya interaksi antar muatan listrik.
Medan listrikDaerah di sekitar muatan yang masih dipengaruhi gaya listrik.
Potensial listrikEnergi potensial listrik per satuan muatan.
ElektroskopAlat untuk mendeteksi keberadaan dan jenis muatan listrik.

9 Materi IPA Terkait

Listrik, Magnet, dan Energi AlternatifIPA Kelas IX SMP
Pelajari Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif →
Hormon ManusiaIPA Kelas IX SMP
Pelajari Hormon Manusia →
KelistrikanIPA Kelas IX SMP
Pelajari Kelistrikan →
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANIPA Kelas IX SMP
Pelajari PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN →
Pewarisan SifatIPA Kelas IX SMP
Pelajari Pewarisan Sifat →
Sistem ReproduksiIPA Kelas IX SMP
Pelajari Sistem Reproduksi →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPA Listrik Statis ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.