Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Pewarisan Sifat
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Pewarisan Sifat |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar sel, organel, dan fungsi utamanya serta konsep reproduksi makhluk hidup. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta menerapkan konsep pewarisan sifat untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Manusia mewarisi warna kulit, bentuk rambut, dan golongan darah dari orang tuanya. |
| Konseptual | Pewarisan sifat terjadi melalui transmisi materi genetik (DNA/gen) dari orang tua ke keturunannya yang mengikuti hukum Mendel. |
| Prosedural | Peserta didik dapat melakukan persilangan monohibrid dan dihibrid menggunakan diagram Punnett untuk memprediksi rasio genotipe dan fenotipe. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman tentang pewarisan sifat membantu menjelaskan keragaman hayati dan potensi penerapannya dalam bioteknologi serta kesehatan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep dasar gen, alel, dominan, resesif, genotipe, dan fenotipe melalui studi kasus.
- Menerapkan hukum Mendel I dan II dalam persilangan monohibrid dan dihibrid untuk memprediksi rasio keturunan.
- Menyelesaikan masalah terkait pewarisan sifat pada manusia dan hewan menggunakan prinsip genetika.
- Merancang dan melakukan proyek mini persilangan sederhana untuk mengamati pola pewarisan sifat.
Pemahaman bermakna: Pewarisan sifat menjelaskan mengapa makhluk hidup memiliki kemiripan dengan orang tuanya sekaligus memiliki keunikan, serta bagaimana sifat-sifat ini diturunkan dari generasi ke generasi.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kamu mirip dengan orang tuamu, tetapi juga memiliki perbedaan unik dengan saudara kandungmu?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penggunaan konsep probabilitas dan rasio dalam memprediksi hasil persilangan. Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun laporan ilmiah dan presentasi yang jelas dan terstruktur. Seni Budaya: Membuat poster atau infografis kreatif tentang silsilah keluarga atau pola pewarisan sifat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat diajak berdiskusi tentang ciri fisik yang diwarisi dalam keluarga mereka untuk mendukung pemahaman kontekstual peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, akses ke taman sekolah atau kebun mini untuk observasi variasi sifat tanaman, serta laboratorium virtual untuk simulasi persilangan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi simulasi genetika (misalnya, Phet Colorado: Gene Expression) untuk memvisualisasikan persilangan dan melihat hasilnya, serta penggunaan platform kolaborasi daring untuk berbagi ide dan laporan proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dasar gen, alel, dominan, resesif, genotipe, dan fenotipe melalui studi kasus. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menampilkan foto keluarga dan menanyakan kemiripan sifat, menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, serta memotivasi peserta didik untuk aktif. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar fenotipe pada manusia (warna mata, bentuk rambut) dan hewan (warna bulu kelinci) yang diturunkan, lalu berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dan merumuskan pertanyaan awal tentang mengapa sifat-sifat tersebut bisa berbeda. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi studi kasus pewarisan sifat sederhana dan diminta untuk menemukan konsep-konsep kunci (gen, alel, dominan, resesif, genotipe, fenotipe) dari bahan ajar dan sumber digital yang tersedia untuk menjelaskan kasus tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan temuan mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep-konsep yang benar, dan meluruskan miskonsepsi, serta mengajak peserta didik merangkum definisi dari istilah-istilah genetika yang baru dipelajari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pertemuan ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan pengantar singkat untuk materi pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menerapkan hukum Mendel I dan II dalam persilangan monohibrid dan dihibrid untuk memprediksi rasio keturunan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran dan masalah yang akan dipecahkan, serta memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan masalah kontekstual tentang persilangan tanaman atau hewan dengan sifat tertentu (misalnya, persilangan kacang ercis), lalu secara individu atau berpasangan menganalisis masalah tersebut dan merumuskan hipotesis tentang bagaimana sifat-sifat itu diturunkan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mempelajari Hukum Mendel I (segregasi) dan II (asortasi bebas) dari bahan ajar dan sumber digital. Mereka kemudian menggunakan diagram Punnett untuk memecahkan masalah persilangan monohibrid dan dihibrid yang diberikan, menghitung rasio genotipe dan fenotipe yang diharapkan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah mereka dan membandingkan hasil perhitungan rasio. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan klarifikasi tentang penerapan Hukum Mendel, dan memberikan contoh tambahan untuk memperdalam pemahaman. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya Hukum Mendel dalam pewarisan sifat. Guru memberikan apresiasi, menginformasikan tugas proyek untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis pola pewarisan sifat pada makhluk hidup melalui persilangan monohibrid.
Alat & bahan: Kancing warna (merah dan putih), kantong kain
Langkah kerja:
- Lengkapi papan Punnett persilangan Mm dengan Mm berikut, lalu tentukan perbandingan genotipe keturunannya.
Gambar 1. Persilangan - Siapkan 10 kancing merah (alel dominan) dan 10 kancing putih (alel resesif) dalam dua kantong terpisah.
- Ambil secara acak satu kancing dari setiap kantong secara bersamaan, catat kombinasi warnanya dalam tabel.
- Kembalikan kancing ke kantong semula, ulangi langkah 2 sebanyak 20 kali.
- Hitung total kombinasi kancing merah-merah, merah-putih, dan putih-putih.
- Bandingkan hasil pengamatan dengan rasio yang diharapkan dari persilangan monohibrid.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sifat-sifat yang diwariskan dari orang tua?
- Berikan contoh sifat pada manusia yang bisa kamu amati dari keluargamu!
- Menurutmu, mengapa ada orang yang mirip dengan orang tuanya, tapi ada juga yang berbeda?
- Apa yang kamu harapkan untuk pelajari dari materi pewarisan sifat ini?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, presentasi hasil LKPD, dan penilaian proyek mini.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi pewarisan sifat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dasar gen, alel, dominan, resesif, genotipe, dan fenotipe melalui studi kasus. | Konsep dasar pewarisan sifat | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menerapkan hukum Mendel I dan II dalam persilangan monohibrid dan dihibrid untuk memprediksi rasio keturunan. | Hukum Mendel I dan II, Persilangan monohibrid dan dihibrid | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menyelesaikan masalah terkait pewarisan sifat pada manusia dan hewan menggunakan prinsip genetika dan merancang serta melakukan proyek mini persilangan sederhana. | Penerapan pewarisan sifat dan proyek persilangan | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi |
Pernahkah kamu bertanya mengapa kamu mirip dengan orang tuamu, atau mengapa ada berbagai jenis bunga dengan warna dan bentuk yang berbeda? Semua ini terkait dengan pewarisan sifat, sebuah cabang ilmu biologi yang mempelajari bagaimana karakteristik diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan memahami pewarisan sifat, kita bisa mengungkap rahasia di balik keragaman hayati di Bumi.
1. Materi Genetik dan Konsep Dasar Genetika
Pewarisan sifat bergantung pada materi genetik, yaitu DNA, yang tersimpan dalam kromosom di inti sel. Segmen DNA yang membawa informasi spesifik untuk suatu sifat disebut gen. Setiap gen memiliki versi yang berbeda, yang dikenal sebagai alel. Misalnya, gen untuk warna bunga bisa memiliki alel merah dan alel putih. Alel dominan adalah alel yang akan menampakkan sifatnya meskipun hanya ada satu salinan, sedangkan alel resesif hanya akan menampakkan sifatnya jika berpasangan dengan alel resesif lainnya. Kombinasi alel yang diwarisi individu disebut genotipe, dan sifat yang tampak secara fisik disebut fenotipe. Contoh: genotipe MM atau Mm menghasilkan fenotipe merah (jika M dominan), sedangkan mm menghasilkan fenotipe putih.
2. Hukum Mendel I: Segregasi Bebas
Gregor Mendel, seorang biarawan Austria, adalah pelopor dalam studi pewarisan sifat. Hukum Mendel I, atau Hukum Segregasi Bebas, menyatakan bahwa setiap individu memiliki dua alel untuk setiap sifat, dan alel-alel ini akan berpisah (bersegregasi) secara acak saat pembentukan gamet (sel kelamin). Setiap gamet hanya akan menerima satu alel dari setiap pasangan. Ketika dua gamet bersatu saat pembuahan, alel-alel tersebut akan bergabung kembali membentuk genotipe baru. Hukum ini menjelaskan mengapa keturunan dari persilangan dua individu heterozigot akan memiliki rasio genotipe dan fenotipe yang spesifik, seperti 1:2:1 untuk genotipe dan 3:1 untuk fenotipe pada monohibrid.
3. Persilangan Monohibrid
Persilangan monohibrid adalah persilangan yang hanya melibatkan satu sifat beda. Contoh paling klasik adalah persilangan kacang ercis tinggi (TT) dengan kacang ercis pendek (tt). Pada generasi F1, semua akan tinggi (Tt) karena alel tinggi dominan. Ketika F1 disilangkan sesamanya (Tt x Tt), generasi F2 akan menghasilkan rasio fenotipe 3 tinggi : 1 pendek, dan rasio genotipe 1 TT : 2 Tt : 1 tt. Diagram Punnett sering digunakan untuk memvisualisasikan kemungkinan kombinasi alel dan memprediksi rasio keturunan dalam persilangan monohibrid.
4. Hukum Mendel II: Asortasi Bebas
Hukum Mendel II, atau Hukum Asortasi Bebas, menyatakan bahwa alel-alel dari gen yang berbeda akan bersegregasi secara independen satu sama lain saat pembentukan gamet. Artinya, pewarisan satu sifat tidak akan memengaruhi pewarisan sifat lainnya, asalkan gen-gen tersebut terletak pada kromosom yang berbeda atau berjauhan pada kromosom yang sama. Hukum ini berlaku untuk persilangan yang melibatkan dua sifat beda atau lebih, seperti persilangan dihibrid.
5. Persilangan Dihibrid
Persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua sifat beda. Contohnya adalah persilangan kacang ercis berbiji bulat kuning (BBKK) dengan biji keriput hijau (bbkk). Pada generasi F1, semua akan berbiji bulat kuning (BbKk). Ketika F1 disilangkan sesamanya (BbKk x BbKk), generasi F2 akan menghasilkan rasio fenotipe 9 bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 keriput kuning : 1 keriput hijau. Pola rasio ini merupakan hasil dari asortasi bebas alel-alel untuk kedua sifat tersebut. Diagram Punnett yang lebih besar (4x4) digunakan untuk memprediksi hasil persilangan dihibrid.
6. Pewarisan Sifat pada Manusia
Prinsip pewarisan sifat Mendel juga berlaku pada manusia, meskipun lebih kompleks karena banyak sifat dipengaruhi oleh banyak gen (poligenik) atau interaksi gen dengan lingkungan. Contoh sifat yang diwariskan secara Mendel pada manusia antara lain golongan darah (sistem ABO), warna kulit, bentuk rambut, dan beberapa kelainan genetik seperti albino atau hemofilia. Analisis silsilah keluarga (pedigree chart) sering digunakan untuk menelusuri pola pewarisan sifat atau kelainan genetik dalam suatu keluarga dan memprediksi risiko pada keturunan berikutnya.
Rangkuman: Pewarisan sifat adalah proses penurunan karakteristik dari orang tua kepada keturunannya melalui materi genetik (gen dan alel). Hukum Mendel I (segregasi) dan II (asortasi bebas) menjelaskan pola-pola pewarisan sifat pada persilangan monohibrid dan dihibrid. Konsep-konsep seperti dominan, resesif, genotipe, dan fenotipe sangat penting untuk memahami bagaimana sifat-sifat ini muncul dan diwariskan, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Gen | Unit dasar pewarisan sifat yang tersusun dari DNA. |
| Alel | Bentuk alternatif dari suatu gen. |
| Dominan | Alel yang menampakkan sifatnya meskipun hanya ada satu salinan. |
| Resesif | Alel yang hanya menampakkan sifatnya jika berpasangan dengan alel resesif lainnya. |
| Genotipe | Susunan alel yang diwarisi individu. |
| Fenotipe | Sifat yang tampak secara fisik pada individu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pewarisan Sifat" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pewarisan Sifat yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan Zat AdiktifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Reproduksi ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh
Modul IPA lain yang sudah tersedia
BioteknologiIPA Kelas IX SMPEkologi dan pelestarian lingkunganIPA Kelas IX SMPHormon ManusiaIPA Kelas IX SMPKelistrikanIPA Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Pewarisan Sifat masuk ASAS IPA Kelas IX Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pewarisan Sifat pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Pewarisan Sifat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPA kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar IPA materi Pewarisan Sifat ini gratis?
Ya. Modul Pewarisan Sifat untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pewarisan Sifat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pewarisan Sifat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pewarisan Sifat dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pewarisan Sifat ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pewarisan Sifat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pewarisan Sifat untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pewarisan Sifat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pewarisan Sifat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Pewarisan Sifat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.