Modul Ajar SMP

Modul Ajar IPA Kelas IX SMP

16 modul ajar IPA kelas IX SMP (Fase D) siap unduh — Bioteknologi, Ekologi dan pelestarian lingkungan, dan Hormon Manusia. Word + PDF ber-kop, atas nama Anda.

16 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 6 materi kelas IX & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas IX ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · IPA Kelas IX SMP
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
IPA · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
IPA · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / IX
Materi PokokSistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami konsep dasar sel, jaringan, organ, dan sistem organ pada tubuh manusia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis interaksi antarberbagai sistem dalam tubuh manusia, termasuk sistem koordinasi dan homeostasis, serta menerapkan pemahamannya untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTubuh manusia dapat merespons rangsangan dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.
KonseptualSistem koordinasi melibatkan sistem saraf dan hormon untuk mengatur dan mengendalikan seluruh aktivitas tubuh, sementara homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil.
ProseduralPeserta didik akan melakukan percobaan sederhana untuk mengamati respons tubuh terhadap rangsangan dan menganalisis data perubahan kondisi tubuh.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya memahami cara kerja tubuh untuk menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait gaya hidup sehat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepi dengan tepat.
  2. Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis reseptor pada indra peraba dan fungsinya dalam merespons rangsangan dengan benar.
  3. Melalui analisis infografis, peserta didik dapat menguraikan peran hormon dalam sistem koordinasi dan regulasi tubuh secara runtut.
  4. Setelah mengamati video simulasi, peserta didik dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam menjaga suhu tubuh dan kadar gula darah dengan tepat.
  5. Melalui proyek pembuatan poster, peserta didik dapat menyajikan upaya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis dengan kreatif dan informatif.
Halaman 2 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami sistem koordinasi dan homeostasis membantu peserta didik menyadari kompleksitas tubuhnya, sehingga dapat menghargai pentingnya menjaga kesehatan dan merespons lingkungan secara adaptif.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa langsung menarik tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas, dan mengapa kita bisa berkeringat saat kepanasan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBiologi: Memperdalam pemahaman tentang struktur dan fungsi organ tubuh serta interaksi antar sistem.
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Menerapkan pengetahuan tentang sistem koordinasi dan homeostasis dalam konteks menjaga kebugaran fisik dan mencegah penyakit.
Matematika: Menganalisis data hasil percobaan dan membuat grafik perubahan kondisi tubuh.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan mendorong anak untuk menerapkan pola hidup sehat di rumah, seperti pola makan teratur dan istirahat cukup, serta mendiskusikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di ruang kelas yang bersih dan nyaman, dengan akses ke perpustakaan sekolah dan jaringan internet untuk mencari informasi tambahan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video simulasi tentang mekanisme tubuh, infografis interaktif tentang sistem hormon, dan aplikasi pencatatan data percobaan sederhana akan meningkatkan pengalaman belajar peserta didik.
Halaman 3 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Dengan melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis reseptor pada indra peraba dan fungsinya dalam merespons rangsangan dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik saat tidak sengaja menyentuh benda panas atau merasakan dingin, mengaitkan dengan respons tubuh.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi reseptor indra peraba dan funginya, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kulit kita bisa merasakan berbagai sensasi seperti panas, dingin, atau sentuhan?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar struktur kulit manusia dan menunjuk bagian-bagiannya, lalu bertanya: 'Bagian mana dari kulit yang menurut kalian berfungsi sebagai penerima rangsangan?'
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan berbagai jenis rangsangan yang dapat diterima kulit dan bagaimana kulit meresponsnya, menuliskan hipotesis awal mereka.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik melakukan percobaan sederhana menggunakan es batu, air hangat, dan ujung pensil untuk mengamati respons kulit di berbagai area tubuh (ujung jari, punggung tangan, lengan).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik mencatat hasil pengamatan mereka pada LKPD, membandingkan kepekaan setiap area kulit terhadap rangsangan yang berbeda.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok menganalisis data yang terkumpul untuk menguji hipotesis awal mereka, mengidentifikasi area kulit yang paling peka terhadap suhu dan sentuhan.
  3. Peserta didik mencari informasi tambahan dari buku teks atau sumber digital tentang jenis-jenis reseptor pada kulit dan fungsinya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan kesimpulan mereka tentang jenis reseptor dan kepekaan kulit di berbagai area tubuh.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil percobaan peserta didik, mengoreksi miskonsepsi yang mungkin ada.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang peran reseptor pada indra peraba dalam merasakan berbagai sensasi dan pentingnya menjaga kesehatan kulit.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali pembelajaran tentang indra peraba dan fungsinya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka untuk merefleksikan pengalaman belajar yang menyenangkan hari ini.
  3. Guru memberikan tugas tindak lanjut berupa mencari contoh lain respons tubuh terhadap rangsangan dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah mengamati video simulasi, peserta didik dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam menjaga suhu tubuh dan kadar gula darah dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kembali mengapa tubuh berkeringat saat kepanasan atau menggigil saat kedinginan, mengaitkan dengan konsep homeostasis.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis mekanisme homeostasis, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana tubuh kita bisa menjaga suhu tetap stabil meskipun suhu lingkungan berubah-ubah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang seseorang yang berolahraga berat hingga berkeringat banyak dan seseorang yang kedinginan di pegunungan, lalu bertanya: 'Apa yang terjadi pada tubuh mereka dan bagaimana tubuh berusaha mengatasinya?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan studi kasus yang berbeda terkait homeostasis (misalnya, mekanisme pengaturan suhu tubuh, atau pengaturan kadar gula darah).
  3. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis studi kasus, mencari informasi dari buku teks dan sumber digital tentang mekanisme homeostasis yang relevan dengan kasus mereka, serta mengidentifikasi peran sistem koordinasi di dalamnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat diagram alur atau mind map yang menjelaskan mekanisme homeostasis pada studi kasus mereka, termasuk organ dan hormon yang terlibat.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka dan diagram yang telah dibuat di depan kelas.
  3. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan masukan, serta guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan diagram yang telah dibuat, mengoreksi jika ada kekeliruan konsep atau penjelasan.
  2. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya homeostasis bagi kelangsungan hidup dan bagaimana sistem koordinasi berperan dalam menjaganya.
  3. Peserta didik secara individu menuliskan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini dan bagaimana mereka dapat menerapkan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang homeostasis dan sistem koordinasi yang terlibat.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan diskusi yang aktif dari peserta didik, menciptakan suasana belajar yang positif dan menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas untuk membuat poster edukasi tentang cara menjaga homeostasis tubuh dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKEksplorasi Indra Peraba Kita!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi kepekaan indra peraba terhadap berbagai rangsangan.

Alat & bahan: Es batu, air hangat (dalam wadah), ujung pensil tumpul, penggaris

Langkah kerja:

  1. Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
    Reseptor123Saraf motorik4Efektor5
    Gambar 1. Alur
  2. Siapkan alat dan bahan di meja kelompok Anda.
  3. Ambil es batu dan tempelkan perlahan pada ujung jari, punggung tangan, dan lengan. Catat sensasi yang dirasakan pada tabel pengamatan.
  4. Lakukan hal yang sama dengan air hangat (pastikan tidak terlalu panas). Catat sensasi yang dirasakan.
  5. Gunakan ujung pensil tumpul untuk menekan lembut area yang sama (ujung jari, punggung tangan, lengan). Catat tingkat kepekaan yang dirasakan.
  6. Diskusikan hasil pengamatan dengan kelompok dan buatlah kesimpulan.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa saja organ yang termasuk dalam sistem saraf?
  2. Bagaimana tubuh kita merasakan sakit?
  3. Mengapa penting bagi tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil?
  4. Sebutkan contoh respons tubuh terhadap perubahan lingkungan!

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi hasil percobaan, dan pembuatan diagram alur.

Sumatif (akhir): Penyelesaian proyek poster edukasi tentang menjaga sistem koordinasi dan homeostasis, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf pusat dan tepiSistem Saraf2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi jenis-jenis reseptor pada indra perabaSistem Indra2 JPKesehatan
3Menganalisis mekanisme homeostasisHomeostasis2 JPPenalaran Kritis
4Menyajikan upaya menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasisKesehatan Sistem Tubuh2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sistem koordinasi dan homeostasis adalah dua konsep fundamental dalam biologi yang menjelaskan bagaimana tubuh kita berfungsi dengan teratur dan beradaptasi dengan lingkungan. Sistem koordinasi, yang meliputi sistem saraf dan sistem hormon, bertindak sebagai pusat kendali untuk semua aktivitas tubuh, memastikan setiap organ bekerja selaras. Sementara itu, homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk menjaga kondisi internalnya tetap stabil, meskipun ada perubahan di luar.

1. Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf adalah jaringan kompleks yang berfungsi sebagai pusat komunikasi tubuh. Terbagi menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (saraf kranial dan spinal). Otak menginterpretasikan informasi, membuat keputusan, dan mengendalikan gerakan, emosi, serta pikiran. Sumsum tulang belakang menjadi jalur utama transmisi sinyal antara otak dan bagian tubuh lainnya, serta mengontrol refleks. Saraf tepi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ, otot, dan indra, memungkinkan tubuh merasakan dan merespons lingkungan.

2. Sistem Hormon (Endokrin)
Sistem hormon atau endokrin bekerja berdampingan dengan sistem saraf untuk mengatur fungsi tubuh melalui zat kimia yang disebut hormon. Hormon diproduksi oleh kelenjar endokrin (misalnya tiroid, pankreas, adrenal) dan dilepaskan ke aliran darah untuk mencapai sel target di seluruh tubuh. Hormon mengatur berbagai proses vital seperti pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, dan respons terhadap stres. Interaksi antara sistem saraf dan hormon sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan fungsi tubuh yang optimal.

3. Sistem Indra Manusia
Sistem indra adalah pintu gerbang tubuh untuk menerima informasi dari lingkungan. Terdiri dari lima indra utama: penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), pengecap (lidah), dan peraba (kulit). Setiap indra memiliki reseptor khusus yang peka terhadap jenis rangsangan tertentu. Misalnya, fotoreseptor di mata mendeteksi cahaya, kemoreseptor di hidung dan lidah mendeteksi zat kimia, serta mekanoreseptor dan termoreseptor di kulit mendeteksi sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri. Informasi dari indra ini kemudian dikirim ke otak untuk diinterpretasikan.

4. Homeostasis Tubuh
Homeostasis adalah proses penting di mana tubuh mempertahankan lingkungan internal yang stabil dan relatif konstan. Ini termasuk pengaturan suhu tubuh, kadar gula darah, tekanan darah, dan keseimbangan cairan. Ketika ada perubahan (stimulus) dari lingkungan internal atau eksternal, tubuh akan merespons melalui mekanisme umpan balik negatif untuk mengembalikan kondisi ke titik setelannya. Misalnya, saat suhu tubuh meningkat, kelenjar keringat akan aktif untuk mendinginkan tubuh, atau saat kadar gula darah naik, pankreas melepaskan insulin untuk menurunkannya.

5. Menjaga Kesehatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Menjaga kesehatan sistem koordinasi dan homeostasis sangat penting untuk kualitas hidup. Ini dapat dilakukan melalui pola makan seimbang yang kaya nutrisi, istirahat yang cukup untuk pemulihan sel saraf, olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi dan fungsi hormon, serta mengelola stres dengan baik. Menghindari paparan zat berbahaya seperti rokok dan alkohol juga krusial karena dapat merusak sistem saraf dan mengganggu keseimbangan hormon. Pemeriksaan kesehatan rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal.

Rangkuman: Sistem koordinasi (saraf dan hormon) bekerja sama mengatur seluruh fungsi tubuh. Sistem saraf mengendalikan respons cepat, sementara hormon mengatur proses jangka panjang. Indra menerima rangsangan dari lingkungan. Homeostasis adalah kemampuan tubuh menjaga kondisi internal stabil, seperti suhu dan kadar gula darah, melalui mekanisme umpan balik. Menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk mendukung fungsi optimal sistem koordinasi dan homeostasis tubuh.

Halaman 9 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Sistem SarafJaringan sel yang mengirimkan sinyal informasi ke seluruh tubuh.
HormonZat kimia yang diproduksi kelenjar endokrin, mengatur fungsi tubuh.
ReseptorSel atau organ yang peka terhadap rangsangan tertentu.
HomeostasisKemampuan tubuh menjaga kondisi internal tetap stabil.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh

3 materi IPA SMP, urut mengajar dari Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia hingga Sistem Reproduksi Manusia.

Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan Zat AdiktifSistem Reproduksi ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

Semester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh

3 materi IPA SMP, urut mengajar dari Pewarisan Sifat dan Bioteknologi hingga Isu-Isu Lingkungan.

Pewarisan Sifat dan BioteknologiListrik, Magnet, dan Energi AlternatifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIsu-Isu Lingkungan

IPA Kelas IX SMP — Fase D

Kelas IX — ditulis juga kelas 9 — di SMP berada di Fase D, dan 6 materi IPA setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, IPA juga dipanggil IPA terpadu — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar IPA kelas IX (kelas 9) SMP — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran IPA kelas IX (kelas 9) SMP mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar IPA kelas IX (kelas 9) SMP yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar IPA bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXPeta Konsep
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaSistem Saraf ManusiaSistem Hormon (Endokrin)Sistem Indra ManusiaHomeostasis TubuhMenjaga Kesehatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Dari sub-bab Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXProfil Lulusan
Penalaran KritisKesehatanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia1Zat Aditif dan Zat Adiktif1Sistem Reproduksi Manusia2Pewarisan Sifat dan Bioteknologi2Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif…+1 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDSistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaZat Aditif dan Zat AdiktifSistem Reproduksi Manusia
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar IPA Kelas IX SMP

Apakah modul ajar IPA ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas IX (kelas 9) SMP masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi IPA kelas IX SMP?

6 materi, urut mengajar dari Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia hingga Isu-Isu Lingkungan. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru IPA?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

IPA sering disebut apa lagi?

Nama resminya IPA, tetapi di sekolah ia juga dipanggil IPA terpadu. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.