Modul Ajar & RPP IPS Kelas VII
Keruangan dan Interaksi Antarruang
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Keruangan dan Interaksi Antarruang |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengetahui berbagai bentuk kenampakan alam dan buatan di lingkungan sekitar serta konsep dasar peta. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Indonesia memiliki ribuan pulau dengan karakteristik geografis yang berbeda, memengaruhi potensi dan tantangan interaksi antarwilayah. |
| Konseptual | Keruangan adalah konsep yang menjelaskan tentang lokasi, distribusi, dan pola suatu fenomena di permukaan bumi, sedangkan interaksi antarruang adalah hubungan timbal balik antara dua atau lebih wilayah yang saling memengaruhi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi potensi dan masalah di suatu ruang, menganalisis bentuk interaksi antarruang, dan merancang solusi sederhana untuk mengatasi dampak interaksi tersebut. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami kondisi geografis dan interaksi antarruang untuk pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan wilayah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan konsep dasar ruang dan interaksi antarruang dengan benar.
- Mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada di suatu ruang berdasarkan karakteristik geografisnya.
- Menganalisis bentuk-bentuk interaksi antarruang (mobilitas penduduk, komunikasi, transportasi) di Indonesia.
- Menyajikan hasil analisis dampak interaksi antarruang terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
- Merancang solusi sederhana untuk mengatasi dampak negatif interaksi antarruang di lingkungan sekitar.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep keruangan dan interaksi antarruang membantu kita menganalisis keterkaitan antardaerah, mengidentifikasi potensi dan masalah, serta merancang solusi untuk pembangunan yang berkelanjutan di lingkungan sekitar dan Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa harga sayur dari dataran tinggi bisa sampai ke kota dengan harga terjangkau, dan bagaimana hal itu mengubah kehidupan masyarakat di kedua tempat?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Memahami konsep lokasi, distribusi, dan pola keruangan serta fenomena alam yang memengaruhi interaksi. Sosiologi: Menganalisis dampak interaksi antarruang terhadap struktur sosial, mobilitas penduduk, dan perubahan budaya masyarakat. Ekonomi: Menelaah distribusi barang dan jasa, aktivitas perdagangan, serta pengaruh interaksi antarruang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat dapat diajak berdiskusi tentang perubahan lingkungan dan sosial di sekitar tempat tinggal akibat interaksi antarruang, memberikan perspektif nyata kepada peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi yang dinamis, serta memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai objek observasi untuk mengidentifikasi interaksi antarruang yang terjadi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan Google Earth/Maps untuk mengamati karakteristik ruang, mencari data demografi sederhana, dan menggunakan aplikasi presentasi atau desain grafis online untuk membuat infografis atau poster proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan konsep dasar ruang dan interaksi antarruang dengan benar serta mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada di suatu ruang berdasarkan karakteristik geografisnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali kenampakan alam dan buatan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa itu ruang dan bagaimana ruang-ruang itu saling terhubung?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar atau video tentang kenampakan alam dan aktivitas manusia di berbagai daerah di Indonesia (misalnya, pegunungan, pantai, kota). Peserta didik secara mandiri mencari informasi dari buku teks atau internet tentang pengertian ruang, karakteristik ruang, dan konsep interaksi antarruang. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan karakteristik ruang di lingkungan sekitar mereka (misal: sekolah, desa/kota) dan mengidentifikasi potensi serta permasalahan yang ada. Mereka mencatat hasil diskusi pada lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi karakteristik ruang, potensi, dan masalahnya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan konsep ruang dan interaksi antarruang serta meluruskan miskonsepsi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep ruang dan interaksi antarruang. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memberikan motivasi, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis bentuk-bentuk interaksi antarruang (mobilitas penduduk, komunikasi, transportasi) di Indonesia dan menyajikan hasil analisis dampak interaksi antarruang terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan mengaitkan dengan topik interaksi antarruang. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memantik diskusi: 'Bagaimana perpindahan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain bisa mengubah kehidupan?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan studi kasus atau berita tentang dampak interaksi antarruang (misalnya, urbanisasi, distribusi barang, perkembangan teknologi komunikasi). Peserta didik menganalisis jenis-jenis interaksi antarruang yang terjadi dalam studi kasus tersebut (mobilitas penduduk, komunikasi, transportasi). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik memilih satu studi kasus interaksi antarruang (misal: dampak pembangunan jalan tol, migrasi penduduk ke kota, penggunaan media sosial) dan menganalisis dampak positif serta negatifnya terhadap aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Mereka menuangkan hasil analisis dalam bentuk poster infografis sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster infografisnya. Kelompok lain memberikan pertanyaan kritis dan masukan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik, dan mengaitkan dampak interaksi antarruang dengan konsep keberlanjutan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merangkum dampak interaksi antarruang. Guru memberikan apresiasi terhadap kerja keras kelompok, memotivasi untuk terus berpikir kritis, dan memberikan arahan untuk persiapan proyek di pertemuan selanjutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis dampak positif dan negatif interaksi antarruang pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan sekitar.
Alat & bahan: Kertas karton/manila, spidol warna, gunting, lem, gambar/foto terkait interaksi antarruang, perangkat digital (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Pilih satu contoh interaksi antarruang yang terjadi di lingkungan sekitar kalian (misal: pembangunan pasar modern, kedatangan pendatang baru, penggunaan media sosial yang masif).
- Diskusikan dampak positif dan negatif dari interaksi tersebut terhadap aspek sosial, ekonomi, dan budaya.
- Tuangkan hasil diskusi kalian dalam bentuk infografis atau poster yang menarik pada kertas karton.
- Presentasikan hasil kerja kelompok kalian di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang 'ruang'?
- Sebutkan contoh interaksi yang terjadi antara desa dan kota!
- Menurutmu, mengapa orang-orang sering berpindah tempat tinggal?
- Apa saja perbedaan antara daerah pegunungan dan pesisir?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan analisis studi kasus, dan kualitas presentasi infografis.
Sumatif (akhir): Penilaian 'Proyek Solusi Sederhana' yang mencakup identifikasi masalah, relevansi solusi, dan kreativitas presentasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep dasar ruang dan interaksi antarruang dengan benar. | Konsep Ruang dan Interaksi Antarruang | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada di suatu ruang berdasarkan karakteristik geografisnya. | Karakteristik Ruang, Potensi, dan Permasalahan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis bentuk-bentuk interaksi antarruang (mobilitas penduduk, komunikasi, transportasi) di Indonesia serta menyajikan hasil analisis dampak interaksi antarruang terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. | Bentuk dan Dampak Interaksi Antarruang | 2 JP | Kolaborasi, Kewargaan |
| 4 | Merancang solusi sederhana untuk mengatasi dampak negatif interaksi antarruang di lingkungan sekitar. | Proyek Solusi Interaksi Antarruang | 2 JP | Kreativitas, Kewargaan |
Bumi tempat kita tinggal terdiri dari berbagai ruang dengan karakteristik yang unik. Setiap ruang ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dan berinteraksi. Interaksi inilah yang membentuk kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya kita. Memahami keruangan dan interaksi antarruang akan membantu kita melihat dunia dengan lebih luas dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
1. Pengertian Ruang dan Karakteristiknya
Ruang adalah seluruh permukaan bumi yang meliputi daratan, perairan, dan atmosfer, beserta seluruh makhluk hidup dan benda mati di dalamnya. Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti kondisi geografis (iklim, topografi, jenis tanah), sumber daya alam (hutan, tambang, laut), serta sosial budaya (jumlah penduduk, adat istiadat, mata pencaharian). Perbedaan karakteristik inilah yang menyebabkan adanya kebutuhan untuk berinteraksi antarruang. Contohnya, daerah pegunungan kaya akan sayur mayur, sedangkan daerah pesisir kaya akan ikan.
2. Konsep Interaksi Antarruang
Interaksi antarruang adalah hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih yang saling memengaruhi. Interaksi ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pergerakan orang (mobilitas penduduk), barang (distribusi komoditas), atau informasi (komunikasi). Syarat terjadinya interaksi antarruang adalah adanya saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity), dan kemudahan transfer (transferability). Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, interaksi akan melemah atau tidak terjadi.
3. Bentuk-bentuk Interaksi Antarruang
Interaksi antarruang dapat dibagi menjadi beberapa bentuk utama. Pertama, mobilitas penduduk, yaitu pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain, seperti urbanisasi (perpindahan penduduk desa ke kota) atau transmigrasi. Kedua, komunikasi, yaitu perpindahan ide, gagasan, atau informasi, yang kini semakin mudah dengan adanya teknologi digital. Ketiga, transportasi, yaitu perpindahan barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lain menggunakan berbagai moda transportasi seperti darat, laut, dan udara. Semua bentuk ini memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah.
4. Dampak Positif Interaksi Antarruang
Interaksi antarruang membawa banyak dampak positif. Secara ekonomi, interaksi ini mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan dan distribusi barang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Secara sosial, interaksi dapat memperkaya budaya, memperluas jaringan pertemanan, dan meningkatkan toleransi antar kelompok masyarakat. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga merupakan dampak positif yang mempermudah konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah.
5. Dampak Negatif Interaksi Antarruang
Selain dampak positif, interaksi antarruang juga dapat menimbulkan dampak negatif. Urbanisasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan masalah kepadatan penduduk, kemacetan, dan peningkatan kriminalitas di perkotaan. Eksploitasi sumber daya alam di suatu wilayah untuk memenuhi kebutuhan wilayah lain dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Selain itu, masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai lokal dapat mengikis kearifan lokal. Kesenjangan sosial dan ekonomi antarwilayah juga bisa semakin melebar jika interaksi tidak dikelola dengan baik.
6. Upaya Mengatasi Dampak Negatif Interaksi Antarruang
Untuk meminimalkan dampak negatif interaksi antarruang, diperlukan berbagai upaya. Pertama, perencanaan tata ruang yang terpadu dan berkelanjutan. Kedua, pemerataan pembangunan ekonomi dan sosial agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah. Ketiga, peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kearifan lokal. Keempat, pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya. Kelima, penguatan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Rangkuman: Keruangan adalah konsep tentang lokasi dan karakteristik suatu wilayah, sedangkan interaksi antarruang adalah hubungan timbal balik antarwilayah. Interaksi ini didorong oleh perbedaan potensi dan kebutuhan, serta difasilitasi oleh mobilitas, komunikasi, dan transportasi. Interaksi antarruang memiliki dampak positif seperti pertumbuhan ekonomi dan pertukaran budaya, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti masalah lingkungan dan sosial yang perlu diatasi melalui perencanaan dan kebijakan yang bijaksana.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ruang | Seluruh permukaan bumi beserta isinya yang saling berinteraksi. |
| Interaksi Antarruang | Hubungan timbal balik antara dua atau lebih wilayah yang saling memengaruhi. |
| Mobilitas Penduduk | Pergerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. |
| Urbanisasi | Proses perpindahan penduduk dari desa ke kota. |
| Karakteristik Ruang | Ciri khas suatu wilayah berdasarkan kondisi fisik dan sosialnya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keruangan dan Interaksi Antarruang" mata pelajaran IPS Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Keruangan dan Interaksi Antarruang yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPS Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan SekitarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeberagaman Lingkungan SekitarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Potensi Ekonomi LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemberdayaan MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul IPS lain yang sudah tersedia
Interaksi SosialIPS Kelas VII SMPPerkenalan dengan Lingkungan Sekitar & Interaksi SosialIPS Kelas VII SMPAktivitas EkonomiIPS Kelas VII SMPBerkenalan dengan Alam (Pencemaran Lingkungan)IPS Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPS Kelas VII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Keruangan dan Interaksi Antarruang masuk ASAS IPS Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPS Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPS kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Keruangan dan Interaksi Antarruang pada IPS SMP, Fase D.
Modul Keruangan dan Interaksi Antarruang ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPS kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar IPS materi Keruangan dan Interaksi Antarruang ini gratis?
Ya. Modul Keruangan dan Interaksi Antarruang untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Keruangan dan Interaksi Antarruang ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPS kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Keruangan dan Interaksi Antarruang ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keruangan dan Interaksi Antarruang dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPS kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Keruangan dan Interaksi Antarruang ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Keruangan dan Interaksi Antarruang tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keruangan dan Interaksi Antarruang untuk IPS kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Keruangan dan Interaksi Antarruang ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPS kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Keruangan dan Interaksi Antarruang beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPS kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPS ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Keruangan dan Interaksi Antarruang yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPS MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.