Modul Ajar & RPP IPS Kelas VII
Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep waktu, perubahan, dan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Konsep Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa praaksara hingga masa Islam, serta mengidentifikasi keberlanjutan dan perubahan dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini mencakup berbagai peninggalan artefak dan situs dari masa praaksara, candi-candi megah dari masa Hindu-Buddha, serta masjid dan tradisi keislaman di Nusantara. |
| Konseptual | Konsep inti yang dipelajari adalah periodisasi sejarah Indonesia, akulturasi budaya, dan peran agama dalam pembentukan peradaban di Nusantara. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi ciri-ciri setiap periode, menganalisis pengaruh kebudayaan asing, dan menyajikan informasi sejarah secara kronologis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pengetahuan tentang masa lalu membantu memahami identitas bangsa dan tantangan masa kini. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara berdasarkan bukti arkeologis.
- Menganalisis proses masuk dan berkembangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia beserta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat.
- Menjelaskan proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia beserta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat.
- Membandingkan karakteristik kehidupan masyarakat pada masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia.
- Merancang dan menyajikan infografis atau poster tentang warisan budaya dari ketiga masa tersebut.
Pemahaman bermakna: Mempelajari masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam membantu kita memahami akar-akar peradaban Indonesia, membentuk identitas budaya, serta menghargai keberagaman warisan sejarah yang masih relevan hingga kini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana jejak-jejak masa lalu yang sangat jauh dapat membentuk keunikan budaya dan kepercayaan kita saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis deskripsi sejarah, menyusun argumen, dan presentasi lisan. Seni Budaya: Apresiasi terhadap peninggalan seni rupa (relief, patung, arsitektur) dan nilai estetika dalam warisan budaya. Ilmu Pengetahuan Alam: Pemahaman tentang proses geologi dan arkeologi dalam penemuan fosil dan artefak. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak untuk mengunjungi museum atau situs sejarah lokal, atau mengundang tokoh masyarakat yang memahami sejarah lokal untuk berbagi cerita. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah, ruang kelas yang dihias dengan visualisasi peninggalan sejarah, dan kunjungan virtual ke museum atau situs sejarah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan aplikasi presentasi (Canva/PowerPoint) untuk membuat infografis, penelusuran informasi melalui mesin pencari, dan pemanfaatan video edukasi dari platform terpercaya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara berdasarkan bukti arkeologis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar peninggalan masa lalu (misalnya kapak batu, fosil manusia purba). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar artefak dan situs dari masa praaksara. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan (sosial, ekonomi, budaya) masyarakat berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, kemudian mengaitkannya dengan kehidupan manusia purba. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menyusun daftar ciri-ciri kehidupan masyarakat praaksara dan membandingkannya dengan kehidupan manusia modern. Mereka membuat hipotesis tentang bagaimana manusia purba beradaptasi dengan lingkungannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya peninggalan arkeologis dalam merekonstruksi masa lalu. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk pertemuan berikutnya. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran yang didapat, lalu ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis proses masuk dan berkembangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia beserta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat dan menjelaskan proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia beserta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menampilkan video singkat atau gambar candi Borobudur dan masjid kuno, lalu mengajukan pertanyaan tentang bagaimana bangunan-bangunan ini bisa ada di Indonesia, untuk mengaitkan dengan materi pengaruh Hindu-Buddha dan Islam. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok besar, satu kelompok fokus pada Hindu-Buddha dan satu lagi pada Islam. Masing-masing kelompok menelaah sumber-sumber (teks, gambar, video) tentang teori masuknya agama dan kebudayaan tersebut, serta bagaimana pengaruhnya terhadap sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan budaya di Indonesia. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengidentifikasi permasalahan atau pertanyaan kunci terkait penyebaran dan pengaruh agamanya. Mereka menganalisis data untuk menemukan jawaban dan menyusun argumen yang mendukung teori-teori tertentu, kemudian menyiapkan presentasi singkat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kedua kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, diikuti sesi tanya jawab antar kelompok. Guru memberikan penguatan tentang akulturasi budaya dan keberagaman sebagai hasil dari interaksi peradaban. Guru juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis mengenai sumber-sumber sejarah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dari diskusi. Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik dan memberikan motivasi untuk terus belajar. Peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini, lalu ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis perbandingan karakteristik kehidupan masyarakat pada masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, pensil warna/spidol, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Bacalah berbagai sumber informasi mengenai ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam.
- Identifikasi aspek-aspek kehidupan (sosial, ekonomi, budaya, kepercayaan) yang menonjol pada setiap masa.
- Isilah tabel perbandingan di bawah ini dengan informasi yang telah kalian dapatkan.
- Diskusikan temuan kalian dan siapkan untuk dipresentasikan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang manusia purba?
- Pernahkah kalian melihat candi atau masjid kuno? Ceritakan!
- Menurut kalian, mengapa kita perlu belajar sejarah?
- Bagaimana cara kita mengetahui kehidupan orang di masa lalu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyusunan infografis/poster.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis/poster dan presentasi kelompok, serta tes tertulis singkat untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara. | Kehidupan masyarakat praaksara (berburu, meramu, bercocok tanam, peralatan). | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis proses masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha serta Islam dan pengaruhnya. | Teori masuknya Hindu-Buddha dan Islam, pengaruh di berbagai aspek kehidupan. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Membandingkan karakteristik ketiga masa dan menyajikan warisan budaya. | Perbandingan aspek kehidupan dan warisan budaya dari ketiga masa. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Modul ini akan membawa kita menjelajahi perjalanan panjang sejarah Indonesia, mulai dari masa ketika manusia belum mengenal tulisan (praaksara), hingga masuknya pengaruh peradaban besar Hindu-Buddha dan Islam yang membentuk corak budaya dan kepercayaan bangsa kita. Mari kita pahami bagaimana nenek moyang kita hidup dan berinteraksi dengan dunia.
1. Masa Praaksara: Kehidupan Awal di Nusantara
Masa praaksara adalah periode sebelum manusia mengenal tulisan. Di Indonesia, masa ini ditandai dengan penemuan fosil manusia purba seperti Pithecanthropus Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus. Kehidupan masyarakat praaksara sangat bergantung pada alam, mulai dari berburu dan meramu (food gathering) hingga mengenal bercocok tanam sederhana (food producing). Peralatan yang digunakan masih sangat sederhana, terbuat dari batu, tulang, atau kayu. Peninggalan kebudayaan seperti kapak genggam, kapak persegi, dan menhir menunjukkan adanya perkembangan teknologi dan kepercayaan awal.
2. Perkembangan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
Agama Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia sekitar abad ke-4 Masehi, dibawa oleh para pedagang, biksu, dan brahmana dari India. Terdapat beberapa teori masuknya Hindu-Buddha, seperti teori Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Arus Balik. Pengaruhnya sangat besar, terlihat dari munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Mataram Kuno. Selain itu, seni arsitektur berkembang pesat dengan dibangunnya candi-candi megah seperti Borobudur dan Prambanan, serta sistem kasta dan aksara Pallawa.
3. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha
Kerajaan Sriwijaya di Sumatera dikenal sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Buddha. Sementara itu, di Jawa, kerajaan Mataram Kuno menghasilkan candi-candi Hindu dan Buddha yang monumental. Kerajaan Majapahit, yang mencapai puncak kejayaannya di bawah Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Nusantara. Peninggalan mereka seperti Kitab Negarakertagama dan Sutasoma menjadi sumber penting sejarah dan filosofi toleransi ('Bhinneka Tunggal Ika').
4. Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia
Agama Islam masuk ke Indonesia secara damai melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan kesenian mulai sekitar abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Para pedagang Muslim dari Gujarat, Persia, dan Arab berperan besar dalam penyebarannya. Proses islamisasi juga dipercepat melalui peran ulama dan wali songo di Jawa. Islam diterima dengan baik karena ajarannya yang sederhana, tidak mengenal kasta, dan ritualnya yang fleksibel. Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai dan Demak menandai babak baru dalam sejarah Indonesia.
5. Pengaruh Islam dalam Kehidupan Masyarakat
Islam membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang politik, munculnya kesultanan-kesultanan Islam menggantikan kerajaan Hindu-Buddha. Dalam bidang sosial, konsep persaudaraan Islam mengurangi perbedaan kasta. Seni dan budaya juga mengalami akulturasi, terlihat dari arsitektur masjid yang unik, kaligrafi, dan seni pertunjukan seperti wayang yang diadaptasi dengan nilai-nilai Islam. Sistem penanggalan Hijriah dan penggunaan aksara Arab-Melayu juga menjadi bagian dari warisan Islam.
6. Akulturasi dan Keberlanjutan Budaya
Meskipun terjadi pergantian peradaban, budaya Indonesia tidak serta-merta hilang. Justru terjadi proses akulturasi, yaitu perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur aslinya. Contohnya, bentuk atap tumpang pada masjid-masjid kuno yang terinspirasi dari arsitektur Hindu-Buddha, atau penggunaan gamelan dalam kesenian Islam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kemampuan adaptasi dan kreativitas yang tinggi dalam menerima pengaruh baru.
Rangkuman: Masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam adalah tiga periode penting yang membentuk peradaban Indonesia. Dari kehidupan nomaden hingga berdirinya kerajaan-kerajaan besar, setiap masa meninggalkan jejak berupa peninggalan arkeologis, arsitektur megah, sistem kepercayaan, dan nilai-nilai budaya. Proses akulturasi menunjukkan kekayaan dan kemampuan adaptasi budaya Indonesia dalam menyerap pengaruh asing, menciptakan identitas yang unik dan beragam hingga saat ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Praaksara | Masa sebelum manusia mengenal tulisan. |
| Artefak | Benda-benda hasil karya manusia purba. |
| Fosil | Sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu. |
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur aslinya. |
| Situs Arkeologi | Lokasi penemuan peninggalan purbakala. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam" mata pelajaran IPS Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPS Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 2 siap unduh
Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan SekitarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKeberagaman Lingkungan SekitarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Potensi Ekonomi LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemberdayaan MasyarakatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul IPS lain yang sudah tersedia
Pembiasaan Manusia Jaman PraaksaraIPS Kelas VII SMPAktivitas EkonomiIPS Kelas VII SMPBerkenalan dengan Alam (Pencemaran Lingkungan)IPS Kelas VII SMPBerkenalan Dengan Alam (Pencemaran Lingkungn)IPS Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar IPS Kelas VII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam masuk ASAS IPS Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal IPS Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPS kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam pada IPS SMP, Fase D, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.
Modul Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi IPS kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar IPS materi Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam ini gratis?
Ya. Modul Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPS kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPS kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam untuk IPS kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPS kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPS kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPS ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPS MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.