tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPMatematika › Peluang
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar Matematika Kelas IX
Peluang

Modul ajar Matematika SMP kelas IX materi Peluang lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Matematika kelas IX materi Peluang
Ringkasan: Peluang adalah ukuran kuantitatif kemungkinan suatu peristiwa. Dimulai dengan identifikasi ruang sampel dan titik sampel, kita dapat menghitung peluang kejadian sederhana. Peluang komplemen membantu menghitung kemungkinan suatu kejadian tidak terjadi. Untuk kejadian majemuk, kita membedakan antara saling lepas (tidak bisa terjadi bersamaan) dan tidak saling lepas (bisa terjadi bersamaan) untuk menghitung peluang gabungan, serta kejadian saling bebas dan bersyarat untuk peluang irisan. Pemahaman ini krusial untuk membuat keputusan informatif.
Model: Problem Based Learning (PBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISMatematika · Peluang · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar pecahan dan perbandingan sebagai prasyarat untuk memahami peluang.

Pemahaman bermakna: Memahami peluang memungkinkan kita mengukur kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih rasional dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai bidang ilmu.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita sering mendengar ramalan cuaca, dan seberapa akuratkah ramalan tersebut menurut kalian?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (5 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis konsep ruang sampel dan titik sampel suatu percobaan secara tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang permainan dadu atau koin, lalu bertanya 'Apa saja kemungkinan hasil yang bisa muncul dari permainan ini?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, agar peserta didik sadar akan tujuan dan proses belajarnya.

Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk melakukan percobaan melempar koin dan dadu. Mereka diminta mencatat semua kemungkinan hasil yang muncul (ruang sampel) dan mengidentifikasi hasil tertentu (titik sampel), kemudian mempresentasikan temuan mereka.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal identifikasi ruang sampel dan titik sampel dari berbagai percobaan lain (misalnya pengambilan kartu, pemilihan bola berwarna dari kantong).

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil LKPD, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep ruang sampel dan titik sampel, memastikan pemahaman yang benar.

Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum konsep yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan materi pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa dalam suasana yang menggembirakan.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Menentukan peluang suatu kejadian sederhana dari berbagai percobaan secara akurat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali konsep ruang sampel dan titik sampel. Guru menyajikan sebuah kasus atau masalah kontekstual yang melibatkan penentuan peluang sederhana, misalnya 'Di sebuah kantong terdapat 5 kelereng merah dan 3 kelereng biru. Berapa peluang terambilnya kelereng merah?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan keterkaitannya dengan kehidupan nyata.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis masalah yang diberikan, mengidentifikasi informasi yang relevan, dan mencoba merumuskan cara menentukan peluang kejadian sederhana berdasarkan konsep ruang sampel dan titik sampel yang telah dipelajari.

Mengaplikasi: Kelompok-kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut dan masalah-masalah serupa yang ada di LKPD, menggunakan rumus peluang kejadian sederhana. Mereka juga diminta membuat contoh masalah peluang sederhana sendiri.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah dan contoh yang dibuat. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan klarifikasi, dan penguatan terhadap konsep peluang kejadian sederhana serta memberikan umpan balik konstruktif.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan rumus peluang kejadian sederhana. Guru memberikan motivasi, mengumumkan materi untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa, menciptakan suasana yang positif dan penuh semangat.

Pertemuan 3 — Collaborative Learning

Tujuan: Menghitung peluang komplemen suatu kejadian dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajukan pertanyaan 'Jika peluang hari ini hujan adalah 0.7, berapa peluang hari ini tidak hujan?' untuk memancing pemahaman awal. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menghitung peluang komplemen dan pentingnya dalam analisis risiko.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis hubungan antara peluang suatu kejadian dan peluang komplemennya. Mereka diajak menemukan sendiri rumus peluang komplemen melalui contoh-contoh sederhana.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan serangkaian soal di LKPD yang meminta mereka menghitung peluang komplemen dari berbagai kejadian, termasuk yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti peluang tidak lulus ujian atau peluang tidak menang undian.

Merefleksi: Kelompok-kelompok membandingkan hasil pekerjaan mereka, menjelaskan strategi yang digunakan. Guru memberikan penguatan konsep P(A') = 1 - P(A) dan memastikan semua peserta didik memahami penerapannya.

Penutup: Bersama-sama, guru dan peserta didik merangkum konsep peluang komplemen. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok, memberikan petunjuk untuk belajar mandiri, dan menutup pelajaran dengan penuh semangat dan doa.

Pertemuan 4 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menganalisis peluang kejadian majemuk (saling lepas dan tidak saling lepas) dengan cermat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru menyajikan dua kejadian yang berbeda, misalnya 'Peluang terambil kartu As dari setumpuk kartu, dan peluang terambil kartu hati.' lalu bertanya 'Apakah kedua kejadian ini bisa terjadi bersamaan?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menganalisis peluang kejadian majemuk dan relevansinya dalam pengambilan keputusan.

Memahami: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan melakukan penyelidikan terhadap perbedaan antara kejadian saling lepas dan tidak saling lepas menggunakan kartu remi atau dadu. Mereka diminta mengidentifikasi karakteristik masing-masing jenis kejadian.

Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan LKPD yang berisi masalah-masalah peluang kejadian majemuk. Mereka diminta mengidentifikasi apakah kejadian tersebut saling lepas atau tidak saling lepas, kemudian menghitung peluang gabungannya menggunakan rumus yang sesuai.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan hasil penyelidikan dan penyelesaian masalah. Guru memfasilitasi diskusi untuk membedakan secara jelas antara peluang kejadian saling lepas dan tidak saling lepas, serta memberikan penguatan konsep dan rumus yang benar.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan perbedaan dan rumus peluang kejadian majemuk. Guru memberikan apresiasi atas usaha keras peserta didik, memberikan tugas pengayaan, dan menutup pertemuan dengan doa dan suasana yang memotivasi.

Pertemuan 5 — Project-Based Learning + Praktik

Tujuan: Menerapkan konsep peluang dalam menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari secara kolaboratif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali seluruh konsep peluang yang telah dipelajari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan semua konsep peluang untuk menyelesaikan masalah nyata dalam bentuk proyek. Peserta didik diingatkan bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan pemahaman holistik mereka.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok proyek. Setiap kelompok diberikan studi kasus nyata atau diminta mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar mereka yang dapat diselesaikan dengan konsep peluang (misalnya, menganalisis peluang keberhasilan kampanye sosial, peluang menang lotre sederhana, atau peluang terjangkit penyakit).

Mengaplikasi: Setiap kelompok merancang dan melaksanakan proyek mini untuk menganalisis masalah tersebut menggunakan konsep peluang. Mereka mengumpulkan data (jika diperlukan), melakukan perhitungan, dan membuat kesimpulan atau rekomendasi berdasarkan analisis peluang. Hasil proyek dapat berupa poster, presentasi, atau laporan singkat.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas. Kelompok lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya peluang dalam analisis risiko dan pengambilan keputusan di dunia nyata.

Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama merefleksikan seluruh proses pembelajaran peluang. Guru memberikan apresiasi tertinggi atas kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi peserta didik. Guru menutup pelajaran dengan pesan motivasi dan doa, menciptakan suasana yang penuh kebanggaan dan kegembiraan atas pencapaian mereka.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi ruang sampel dan titik sampel, serta kemampuan menyelesaikan masalah pada LKPD.

Akhir (sumatif): Tes tertulis yang mencakup soal-soal hitungan peluang kejadian sederhana, komplemen, dan majemuk, serta soal kontekstual.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis konsep ruang sampel dan titik sampel suatu percobaan secara tepat.Ruang sampel, titik sampel2 JPPenalaran Kritis
Menentukan peluang suatu kejadian sederhana dari berbagai percobaan secara akurat.Peluang kejadian sederhana2 JPPenalaran Kritis
Menghitung peluang komplemen suatu kejadian dengan benar.Peluang komplemen2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis peluang kejadian majemuk (saling lepas dan tidak saling lepas) dengan cermat.Peluang kejadian majemuk2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
Menerapkan konsep peluang dalam menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari secara kolaboratif.Penerapan peluang dalam konteks nyata2 JPKreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Peluang adalah cabang matematika yang mempelajari kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Pemahaman tentang peluang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari ramalan cuaca, permainan, hingga keputusan bisnis. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami konsep dasar peluang dan cara menghitungnya, serta menerapkannya dalam berbagai situasi.

Ruang Sampel dan Titik Sampel

Dalam setiap percobaan, ada serangkaian hasil yang mungkin terjadi. Kumpulan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan disebut ruang sampel, yang biasanya dilambangkan dengan S. Setiap anggota dari ruang sampel disebut titik sampel. Misalnya, jika Anda melempar sebuah dadu bersisi enam, ruang sampelnya adalah S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, dan setiap angka (1, 2, 3, 4, 5, atau 6) adalah titik sampel. Memahami ruang sampel adalah langkah pertama dalam menghitung peluang.

Kejadian dan Peluang Kejadian Sederhana

Kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sampel, yaitu satu atau lebih hasil yang diinginkan dari suatu percobaan. Misalnya, dalam pelemparan dadu, kejadian 'muncul mata dadu genap' adalah {2, 4, 6}. Peluang suatu kejadian sederhana (dilambangkan P(A)) dihitung dengan membagi jumlah titik sampel dalam kejadian (n(A)) dengan jumlah total titik sampel dalam ruang sampel (n(S)). Rumusnya adalah P(A) = n(A) / n(S). Nilai peluang selalu antara 0 dan 1, di mana 0 berarti mustahil dan 1 berarti pasti terjadi.

Peluang Komplemen Suatu Kejadian

Komplemen suatu kejadian A (dilambangkan A' atau Aᶜ) adalah himpunan semua titik sampel dalam ruang sampel yang bukan anggota A. Dengan kata lain, komplemen A adalah kejadian di mana A tidak terjadi. Contoh, jika A adalah kejadian 'hari ini hujan', maka A' adalah kejadian 'hari ini tidak hujan'. Rumus untuk menghitung peluang komplemen adalah P(A') = 1 - P(A). Konsep ini sangat berguna ketika lebih mudah menghitung peluang suatu kejadian tidak terjadi daripada menghitung peluang kejadian itu sendiri.

Kejadian Saling Lepas

Dua kejadian A dan B dikatakan saling lepas (mutually exclusive) jika kedua kejadian tersebut tidak dapat terjadi secara bersamaan. Dengan kata lain, irisan dari kedua kejadian tersebut adalah himpunan kosong (A ∩ B = Ø). Contohnya, dalam pelemparan dadu, kejadian 'muncul mata dadu genap' dan 'muncul mata dadu ganjil' adalah saling lepas. Untuk kejadian saling lepas, peluang gabungannya (peluang A atau B terjadi) dihitung dengan P(A ∪ B) = P(A) + P(B).

Kejadian Tidak Saling Lepas

Dua kejadian A dan B dikatakan tidak saling lepas jika kedua kejadian tersebut dapat terjadi secara bersamaan. Artinya, ada titik sampel yang merupakan anggota dari kedua kejadian tersebut (A ∩ B ≠ Ø). Contohnya, dalam pengambilan kartu remi, kejadian 'terambil kartu As' dan 'terambil kartu hati' adalah tidak saling lepas karena ada kartu As Hati. Untuk kejadian tidak saling lepas, peluang gabungannya dihitung dengan P(A ∪ B) = P(A) + P(B) - P(A ∩ B), di mana P(A ∩ B) adalah peluang irisan kedua kejadian.

Peluang Kejadian Saling Bebas

Dua kejadian A dan B dikatakan saling bebas (independent) jika terjadinya kejadian A tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian B, dan sebaliknya. Contohnya, melempar koin dua kali, hasil lemparan pertama tidak mempengaruhi hasil lemparan kedua. Peluang kedua kejadian saling bebas terjadi secara bersamaan (peluang irisan) dihitung dengan P(A ∩ B) = P(A) × P(B).

Peluang Kejadian Bersyarat

Peluang kejadian bersyarat adalah peluang suatu kejadian terjadi, dengan syarat kejadian lain telah terjadi. Ini ditulis P(A|B), yang berarti peluang kejadian A terjadi, jika kejadian B telah terjadi. Rumusnya adalah P(A|B) = P(A ∩ B) / P(B), dengan P(B) > 0. Konsep ini penting dalam analisis data dan inferensi statistik, membantu kita memahami bagaimana informasi tambahan mengubah kemungkinan suatu peristiwa.

Rangkuman: Peluang adalah ukuran kuantitatif kemungkinan suatu peristiwa. Dimulai dengan identifikasi ruang sampel dan titik sampel, kita dapat menghitung peluang kejadian sederhana. Peluang komplemen membantu menghitung kemungkinan suatu kejadian tidak terjadi. Untuk kejadian majemuk, kita membedakan antara saling lepas (tidak bisa terjadi bersamaan) dan tidak saling lepas (bisa terjadi bersamaan) untuk menghitung peluang gabungan, serta kejadian saling bebas dan bersyarat untuk peluang irisan. Pemahaman ini krusial untuk membuat keputusan informatif.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi ruang sampel, titik sampel, serta menghitung peluang kejadian sederhana dan majemuk.

Alat & bahan: Dadu, koin, kartu remi, kantong kain, kelereng berwarna, alat tulis

  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.
  2. Lakukan percobaan sesuai instruksi pada setiap bagian LKPD (misalnya melempar dadu, mengambil kelereng).
  3. Catat semua kemungkinan hasil yang muncul (ruang sampel) dan kejadian spesifik yang diminta (titik sampel).
  4. Hitung peluang kejadian yang diminta menggunakan rumus yang sesuai.
  5. Diskusikan hasil dengan kelompok dan tuliskan kesimpulan.

8 Glosarium

PeluangUkuran kemungkinan suatu peristiwa terjadi.
Ruang SampelHimpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan.
Titik SampelSetiap anggota dari ruang sampel.
KejadianHimpunan bagian dari ruang sampel, hasil yang diinginkan.
Komplemen KejadianKejadian di mana suatu kejadian tidak terjadi.
Kejadian Saling LepasDua kejadian yang tidak dapat terjadi secara bersamaan.
Kejadian Tidak Saling LepasDua kejadian yang dapat terjadi secara bersamaan.
Kejadian Saling BebasDua kejadian yang tidak saling mempengaruhi.
Peluang BersyaratPeluang suatu kejadian terjadi dengan syarat kejadian lain telah terjadi.

9 Materi Matematika Terkait

Peluang dan Statistika LanjutanMatematika Kelas IX SMP
Pelajari Peluang dan Statistika Lanjutan →
BANGUN RUANGMatematika Kelas IX SMP
Pelajari BANGUN RUANG →
Bangun Ruang Sisi Datar, Sisi Lengkung Dan LingkaranMatematika Kelas IX SMP
Pelajari Bangun Ruang Sisi Datar, Sisi Lengkung Dan Lingkaran →
Bilangan Berpangkat dan Bentuk AkarMatematika Kelas IX SMP
Pelajari Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar →
Perpangkatan dan Bentuk AkarMatematika Kelas IX SMP
Pelajari Perpangkatan dan Bentuk Akar →
Persamaan KuadratMatematika Kelas IX SMP
Pelajari Persamaan Kuadrat →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Matematika Peluang ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.