Modul ajar Matematika SMP kelas VII materi Rasio lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Rasio |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep pecahan, desimal, persentase, dan operasi dasar hitung bilangan bulat.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Di akhir Fase D, peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan irasional, bilangan berpangkat, dan bilangan real dengan berbagai representasi, serta mengidentifikasi sifat-sifat operasi aritmetika pada bilangan real. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Rasio digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membandingkan jumlah bahan dalam resep masakan atau skala pada peta. |
| Konseptual | Rasio adalah perbandingan antara dua kuantitas atau lebih yang memiliki satuan yang sama atau berbeda, dinyatakan dalam bentuk a:b atau a/b. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menyederhanakan rasio, membandingkan rasio, dan menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan rasio senilai dan rasio tiga kuantitas. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman rasio membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dalam situasi perbandingan di kehidupan nyata. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami rasio membantu kita membandingkan kuantitas secara proporsional dan membuat keputusan yang tepat dalam berbagai situasi, mulai dari keuangan hingga perencanaan proyek.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu membandingkan sesuatu dalam matematika, dan bagaimana perbandingan ini membantu kita dalam kehidupan sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam: Perbandingan komposisi zat dalam larutan atau campuran. Seni Budaya: Perbandingan warna dalam lukisan atau skala dalam pembuatan kerajinan. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Perbandingan nutrisi dalam makanan atau rasio detak jantung saat berolahraga. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mencari contoh rasio dalam kegiatan rumah tangga, seperti resep masakan atau perbandingan bahan bangunan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok, dan tersedia area untuk demonstrasi atau praktik pengukuran bahan sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan kalkulator daring untuk menyederhanakan rasio atau aplikasi simulasi perbandingan untuk memvisualisasikan konsep rasio senilai. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengenali dan menuliskan rasio dua kuantitas dalam berbagai bentuk (a:b, a/b, a terhadap b) |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik melakukan salam, berdoa, dan presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami konsep dasar rasio. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita membandingkan jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas ini?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati berbagai contoh perbandingan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, perbandingan jumlah buah, perbandingan warna). Mereka diajak menemukan pola bagaimana perbandingan tersebut dapat dituliskan dalam bentuk rasio. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi LKPD untuk menuliskan rasio dari data yang diberikan (misalnya, jumlah benda di kelas, data siswa). Mereka berlatih menyatakan rasio dalam bentuk a:b, a/b, dan 'a terhadap b'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep dasar rasio serta berbagai cara penulisannya. Peserta didik menyimpulkan bersama apa itu rasio. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan kembali pengertian rasio. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas rumah terkait identifikasi rasio di sekitar mereka. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menyederhanakan rasio dua kuantitas ke bentuk paling sederhana |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik melakukan salam dan berdoa. Guru mengulas kembali konsep rasio dari pertemuan sebelumnya. Guru mengajukan masalah: 'Jika ada 12 apel dan 18 jeruk, bagaimana cara menyatakan perbandingan paling sederhana antara apel dan jeruk?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menganalisis masalah yang diberikan. Guru memandu diskusi tentang bagaimana pecahan dapat disederhanakan dan mengaitkannya dengan penyederhanaan rasio. Peserta didik diajak menemukan cara untuk mencari faktor persekutuan terbesar (FPB) dari kedua kuantitas. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan LKPD yang berisi berbagai soal penyederhanaan rasio, termasuk rasio dengan satuan yang berbeda yang perlu disamakan terlebih dahulu. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan solusi dan strategi mereka dalam menyederhanakan rasio. Guru mengklarifikasi miskonsepsi dan memberikan penguatan tentang pentingnya menyederhanakan rasio untuk memudahkan perbandingan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik merangkum langkah-langkah menyederhanakan rasio. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan memberikan teka-teki rasio sederhana sebagai tantangan. Pembelajaran diakhiri dengan motivasi untuk terus berlatih. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menentukan rasio senilai dari dua kuantitas |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik melakukan salam dan doa. Guru mengingatkan kembali materi penyederhanaan rasio. Guru menampilkan dua rasio yang berbeda bentuk namun memiliki nilai yang sama, misalnya 1:2 dan 2:4, lalu bertanya: 'Mengapa dua rasio ini disebut senilai?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik diajak menyelidiki bagaimana rasio senilai dapat terbentuk melalui perkalian atau pembagian dengan bilangan yang sama pada kedua kuantitas. Mereka mengeksplorasi hubungan antara rasio senilai dan pecahan senilai. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Secara individu, peserta didik mengerjakan latihan soal untuk mencari rasio senilai dari rasio yang diberikan. Mereka juga diminta untuk membuat contoh rasio senilai dalam konteks kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Beberapa peserta didik berbagi hasil pekerjaan mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi tentang strategi menemukan rasio senilai dan memberikan penguatan bahwa rasio senilai merepresentasikan perbandingan yang sama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan cara mencari rasio senilai. Guru memberikan apresiasi atas pemahaman yang ditunjukkan dan memberikan tantangan untuk mencari rasio senilai dari resep makanan. Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Memfasilitasi peserta didik untuk mengidentifikasi, menuliskan, menyederhanakan, dan menentukan rasio senilai dari dua atau tiga kuantitas.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, penggaris, benda-benda konkret (misalnya, kelereng, pensil warna), kalkulator (opsional)
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan serta keakuratan LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan masalah rasio.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengenali dan menuliskan rasio dua kuantitas dalam berbagai bentuk | Konsep dasar rasio, penulisan rasio | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menyederhanakan rasio dan menentukan rasio senilai | Penyederhanaan rasio, rasio senilai | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyelesaikan masalah kontekstual rasio dua kuantitas | Aplikasi rasio dua kuantitas dalam masalah nyata | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 4 | Mengenali, menuliskan, dan menyelesaikan masalah rasio tiga kuantitas | Rasio tiga kuantitas dan aplikasinya | 3 JP | penalaran kritis, kreativitas |
Rasio adalah salah satu konsep matematika yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari resep masakan, skala peta, hingga perbandingan jumlah barang, rasio membantu kita memahami hubungan antar kuantitas. Dengan mempelajari rasio, kita akan lebih mudah dalam membuat keputusan dan memecahkan masalah yang melibatkan perbandingan.
1. Pengertian Rasio
Rasio atau perbandingan adalah cara untuk menunjukkan hubungan antara dua atau lebih kuantitas. Rasio dapat digunakan untuk membandingkan bagian dengan bagian, atau bagian dengan keseluruhan. Misalnya, jika ada 3 apel dan 5 jeruk, rasio apel terhadap jeruk adalah 3:5. Rasio sering ditulis dalam bentuk a:b, a/b, atau 'a terhadap b'. Penting untuk memastikan satuan kuantitas yang dibandingkan sudah sama atau disamakan terlebih dahulu agar perbandingan akurat.
2. Bentuk-bentuk Penulisan Rasio
Rasio dapat dituliskan dalam beberapa bentuk. Bentuk paling umum adalah menggunakan titik dua, misalnya 2:3. Bentuk lain adalah sebagai pecahan, 2/3, atau menggunakan kata 'terhadap', seperti '2 terhadap 3'. Meskipun bentuknya berbeda, ketiganya menyampaikan informasi perbandingan yang sama. Pemilihan bentuk penulisan biasanya disesuaikan dengan konteks atau kemudahan dalam perhitungan selanjutnya. Misalnya, bentuk pecahan sering digunakan dalam perhitungan.
3. Menyederhanakan Rasio
Sama seperti pecahan, rasio juga dapat disederhanakan ke bentuk paling sederhana. Untuk menyederhanakan rasio, kita perlu mencari faktor persekutuan terbesar (FPB) dari kedua kuantitas, lalu membagi kedua kuantitas tersebut dengan FPB-nya. Contoh, rasio 12:18 dapat disederhanakan menjadi 2:3 dengan membagi keduanya dengan FPB-nya yaitu 6. Penyederhanaan rasio membantu kita memahami perbandingan dengan lebih mudah dan ringkas.
4. Rasio Senilai
Rasio senilai adalah dua atau lebih rasio yang memiliki nilai perbandingan yang sama meskipun angkanya berbeda. Rasio senilai dapat ditemukan dengan mengalikan atau membagi kedua kuantitas rasio dengan bilangan yang sama (bukan nol). Misalnya, rasio 1:2 senilai dengan 2:4 atau 3:6. Konsep rasio senilai sangat penting dalam menyelesaikan masalah proporsi dan perbandingan dalam berbagai skala.
5. Rasio Tiga Kuantitas
Selain membandingkan dua kuantitas, rasio juga dapat digunakan untuk membandingkan tiga kuantitas atau lebih. Misalnya, perbandingan bahan-bahan dalam sebuah resep yang terdiri dari tiga komponen. Rasio tiga kuantitas ditulis dalam bentuk a:b:c. Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan rasio tiga kuantitas, kita dapat mencari total bagian dari rasio tersebut dan menggunakannya untuk menemukan nilai masing-masing kuantitas.
Rangkuman: Rasio adalah perbandingan antara dua atau lebih kuantitas, ditulis dalam bentuk a:b, a/b, atau 'a terhadap b'. Rasio dapat disederhanakan dengan membagi kedua kuantitas dengan FPB-nya. Rasio senilai memiliki nilai perbandingan yang sama. Konsep rasio juga berlaku untuk tiga kuantitas atau lebih. Memahami rasio sangat penting untuk menyelesaikan berbagai masalah perbandingan dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rasio | Perbandingan antara dua atau lebih kuantitas. |
| Kuantitas | Jumlah atau besaran sesuatu. |
| Rasio Senilai | Dua atau lebih rasio yang memiliki nilai perbandingan yang sama. |
| FPB | Faktor Persekutuan Terbesar. |
| Proporsi | Pernyataan bahwa dua rasio adalah senilai. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Rasio" mata pelajaran Matematika Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.