Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas VII
Norma dan UUD NRI 1945
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Norma dan UUD NRI 1945 |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang aturan sederhana yang berlaku di lingkungan keluarga dan sekolah. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Memahami sistem pemerintahan dan partisipasi warga negara
Peserta didik menunjukkan pemahaman tentang pentingnya norma dan UUD NRI 1945 sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik mampu menganalisis permasalahan terkait pelanggaran norma dan aturan hukum serta merumuskan solusinya secara logis. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyajikan solusi permasalahan sosial terkait norma dan hukum.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pancasila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta memahami fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai dasar hukum negara. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata norma kesopanan, kesusilaan, agama, dan hukum yang berlaku di masyarakat, serta pasal-pasal penting dalam UUD NRI 1945. |
| Konseptual | Konsep inti meliputi pengertian norma, jenis-jenis norma, fungsi norma, pengertian UUD NRI 1945, kedudukan, dan sifat UUD NRI 1945. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi pelanggaran norma dan hukum, serta cara menyusun argumen untuk menegakkan aturan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami dan mematuhi aturan demi terciptanya ketertiban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi empat jenis norma yang berlaku di masyarakat beserta contoh penerapannya dengan tepat.
- Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan fungsi norma bagi kehidupan bermasyarakat secara runtut.
- Melalui penelaahan pasal-pasal UUD NRI 1945, peserta didik dapat menguraikan kedudukan dan sifat UUD NRI 1945 sebagai dasar hukum negara dengan benar.
- Setelah membandingkan norma dan UUD NRI 1945, peserta didik dapat menyimpulkan hubungan antara norma dan UUD NRI 1945 dalam menjaga ketertiban sosial secara logis.
- Dengan berpartisipasi dalam simulasi, peserta didik dapat menunjukkan perilaku patuh terhadap norma dan aturan hukum di lingkungan sekolah secara bertanggung jawab.
Pemahaman bermakna: Memahami norma dan UUD NRI 1945 bukan hanya tentang menghafal aturan, tetapi juga menyadari bahwa keduanya adalah fondasi penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, tertib, dan berkeadilan bagi semua warga negara.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus patuh pada aturan, padahal terkadang rasanya membatasi kebebasan kita?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks studi kasus dan menyusun laporan hasil diskusi tentang norma dan hukum. IPS: Memahami struktur masyarakat dan lembaga hukum dalam kaitannya dengan penegakan norma dan UUD NRI 1945. Pendidikan Agama: Mengaitkan norma agama dengan norma-norma lain serta pentingnya nilai-nilai moral dalam kehidupan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan aturan keluarga yang relevan dengan norma kesopanan dan hukum, serta mencontohkan kepatuhan terhadap aturan di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan simulasi, serta memanfaatkan area sekolah sebagai contoh penerapan norma dan aturan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari studi kasus pelanggaran norma dan hukum, serta menonton video edukasi tentang UUD NRI 1945. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi empat jenis norma yang berlaku di masyarakat beserta contoh penerapannya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Aturan: Guru menyebutkan situasi, peserta didik menebak aturan yang berlaku (misal: 'Saat di perpustakaan...' — 'Tidak boleh berisik').
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan fungsi norma bagi kehidupan bermasyarakat secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Norma: Guru membacakan deskripsi singkat pelanggaran norma, peserta didik menebak jenis normanya dan alasannya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis norma dan memahami kedudukan UUD NRI 1945.
Alat & bahan: Kertas, pensil, spidol, gunting, lem, salinan UUD NRI 1945 (ringkas)
Langkah kerja:
- Lengkapi sanksi setiap jenis norma pada tabel berikut, lalu berikan contoh pelanggarannya.
Gambar 1. Tabel - Amati 1 tentang berbagai situasi di masyarakat yang menunjukkan perilaku berbeda.
- Identifikasi setiap perilaku dalam gambar dan tentukan jenis norma apa yang berlaku atau dilanggar.
- Tuliskan minimal dua contoh perilaku yang sesuai dengan norma dan dua contoh yang melanggar norma untuk setiap jenis.
- Diskusikan dalam kelompok tentang kedudukan UUD NRI 1945 sebagai hukum tertinggi di Indonesia dan sifat-sifatnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja aturan yang kamu ketahui di rumah atau sekolah?
- Menurutmu, mengapa kita perlu aturan?
- Apakah kamu tahu apa itu UUD 1945?
- Apa yang terjadi jika tidak ada aturan sama sekali?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi, serta penilaian hasil kerja LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep norma, UUD NRI 1945, dan hubungan keduanya, serta penilaian simulasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis norma | Pengertian dan jenis-jenis norma | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi norma | Fungsi norma dalam masyarakat | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Menguraikan kedudukan dan sifat UUD NRI 1945 | UUD NRI 1945: Kedudukan dan Sifat | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menyimpulkan hubungan norma dan UUD NRI 1945 serta menunjukkan kepatuhan | Hubungan norma dan UUD NRI 1945, Implementasi kepatuhan | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
Norma dan UUD NRI 1945 adalah dua pilar penting yang menopang kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Memahami keduanya akan membimbing kita menjadi warga negara yang bertanggung jawab, mampu berinteraksi secara harmonis, dan turut serta dalam menjaga ketertiban sosial. Modul ini akan mengajak Anda menjelajahi esensi norma dan konstitusi kita.
1. Pengertian dan Pentingnya Norma
Norma adalah aturan atau kaidah yang menjadi pedoman tingkah laku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Keberadaan norma sangat penting karena berfungsi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, keadilan, dan keteraturan sosial. Tanpa norma, masyarakat akan hidup dalam kekacauan dan konflik. Norma membimbing kita untuk tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang lain. Misalnya, norma kesopanan mengatur cara kita berbicara dan berinteraksi.
2. Jenis-jenis Norma di Masyarakat
Ada empat jenis norma utama yang berlaku di masyarakat. Pertama, Norma Agama, bersumber dari ajaran Tuhan, contohnya beribadah sesuai keyakinan. Kedua, Norma Kesusilaan, bersumber dari hati nurani manusia, contohnya jujur dan tidak berbohong. Ketiga, Norma Kesopanan, bersumber dari kebiasaan dan tata pergaulan, contohnya menghormati orang tua dan mengucapkan salam. Keempat, Norma Hukum, bersumber dari peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh negara, contohnya mematuhi rambu lalu lintas dan tidak mencuri. Pelanggaran norma hukum akan dikenai sanksi tegas oleh negara.
3. UUD NRI 1945: Hukum Dasar Negara
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) adalah hukum dasar tertulis dan konstitusi negara Republik Indonesia. UUD NRI 1945 disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan telah mengalami beberapa kali amandemen. Sebagai hukum dasar, UUD NRI 1945 menjadi landasan bagi pembentukan peraturan perundang-undangan lainnya di bawahnya, seperti undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan daerah. Semua peraturan ini tidak boleh bertentangan dengan UUD NRI 1945.
4. Kedudukan UUD NRI 1945
UUD NRI 1945 memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai hukum tertinggi di Indonesia. Artinya, tidak ada satu pun peraturan perundang-undangan di Indonesia yang boleh bertentangan dengan UUD NRI 1945. Semua lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, wajib tunduk dan menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan UUD NRI 1945. Hal ini menjamin bahwa penyelenggaraan negara berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusional dan melindungi hak-hak warga negara.
5. Sifat-sifat UUD NRI 1945
UUD NRI 1945 memiliki beberapa sifat penting. Pertama, tertulis, artinya naskahnya jelas dan dapat dibaca. Kedua, singkat dan padat, memuat garis besar dan tidak terlalu rinci. Ketiga, supel (fleksibel), artinya dapat mengikuti perkembangan zaman dengan cara amandemen, namun tetap menjaga nilai-nilai dasarnya. Keempat, rigid (kaku), artinya untuk mengubahnya memerlukan prosedur khusus yang tidak mudah, seperti melalui sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan suara mayoritas. Sifat-sifat ini menjamin stabilitas dan adaptabilitas konstitusi kita.
6. Hubungan Norma dan UUD NRI 1945
Norma dan UUD NRI 1945 memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. UUD NRI 1945 adalah norma hukum tertinggi yang menjadi payung bagi semua norma lainnya, termasuk norma agama, kesusilaan, dan kesopanan. Norma-norma sosial yang hidup di masyarakat tidak boleh bertentangan dengan UUD NRI 1945. Sebaliknya, UUD NRI 1945 juga mengakomodasi dan melindungi keberadaan norma-norma sosial yang positif. Keduanya bekerja sama untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, adil, dan harmonis.
7. Pentingnya Kepatuhan terhadap Norma dan UUD NRI 1945
Kepatuhan terhadap norma dan UUD NRI 1945 adalah kunci terwujudnya kehidupan yang damai dan sejahtera. Dengan mematuhi norma, kita menghargai hak orang lain dan berkontribusi pada ketertiban lingkungan. Kepatuhan terhadap UUD NRI 1945 berarti kita menghormati hukum dan sistem pemerintahan negara. Pelanggaran terhadap keduanya dapat menimbulkan sanksi sosial maupun hukum, serta merusak tatanan masyarakat. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menjalankan keduanya.
Rangkuman: Norma adalah aturan pedoman perilaku di masyarakat, terdiri dari norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum. UUD NRI 1945 adalah hukum dasar tertinggi negara yang menjadi landasan semua peraturan. Keduanya saling berkaitan erat; UUD NRI 1945 melindungi dan mengatur norma-norma, sementara norma-norma membantu mewujudkan tujuan konstitusi. Kepatuhan terhadap keduanya esensial untuk menciptakan masyarakat yang tertib, adil, dan harmonis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Norma | Aturan atau kaidah yang menjadi pedoman tingkah laku. |
| UUD NRI 1945 | Hukum dasar tertulis dan konstitusi negara Indonesia. |
| Konstitusi | Dasar hukum tertinggi suatu negara. |
| Amandemen | Perubahan atau penambahan pada suatu undang-undang dasar. |
| Sanksi | Hukuman atau konsekuensi atas pelanggaran aturan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Norma dan UUD NRI 1945" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Norma dan UUD NRI 1945 yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Sejarah Kelahiran PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenerapan Nilai-Nilai PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPatuh terhadap NormaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Keberagaman Bangsa Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal IkaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
bab 2 penerapan nilai-nilai pancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPMakna Sila- Sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPNilai sila-sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPPenerapan Pancasila dalam Kehidupan BermasyarakatPendidikan Pancasila Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Norma dan UUD NRI 1945 pada Pendidikan Pancasila SMP, Fase D, elemen Pancasila.
Modul Norma dan UUD NRI 1945 ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Norma dan UUD NRI 1945 ini gratis?
Ya. Modul Norma dan UUD NRI 1945 untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Norma dan UUD NRI 1945 ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Norma dan UUD NRI 1945 ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Norma dan UUD NRI 1945 dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Norma dan UUD NRI 1945 ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Norma dan UUD NRI 1945 tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Norma dan UUD NRI 1945 untuk Pendidikan Pancasila kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Norma dan UUD NRI 1945 ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Norma dan UUD NRI 1945 beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Norma dan UUD NRI 1945 yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.