Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas VII
Perumusan dan Penetapan Pancasila
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Perumusan dan Penetapan Pancasila |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami pentingnya aturan dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pancasila dirumuskan melalui proses panjang yang melibatkan tokoh-tokoh bangsa dalam sidang BPUPKI dan PPKI. |
| Konseptual | Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila serta mengidentifikasi nilai-nilai luhur di dalamnya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman sejarah perumusan Pancasila membantu mereka memahami identitas bangsa dan pentingnya menjaga persatuan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi latar belakang dan tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila.
- Menganalisis proses perumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI.
- Menganalisis proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara.
- Menyajikan hasil analisis tentang nilai-nilai luhur dalam proses perumusan dan penetapan Pancasila.
- Menunjukkan sikap bangga dan cinta tanah air terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
Pemahaman bermakna: Memahami proses perumusan dan penetapan Pancasila penting untuk menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai luhur dan semangat kebangsaan, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu mengetahui sejarah perumusan Pancasila?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks sejarah dan menyusun laporan atau presentasi yang koheren. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami konteks sejarah kemerdekaan Indonesia dan peran tokoh-tokoh nasional. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dengan akses ke perpustakaan mini atau pojok baca yang berisi buku-buku sejarah Pancasila. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk mengunggah materi tambahan, video sejarah, dan sebagai media kolaborasi pembuatan proyek digital. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi latar belakang dan tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang tahu kapan dan bagaimana Pancasila pertama kali digagas?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber tentang latar belakang pembentukan BPUPKI, tujuan, serta tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana mengenai poin-poin penting yang mereka temukan, seperti tanggal peristiwa, nama tokoh, dan ide-ide awal perumusan dasar negara. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya peran para pendiri bangsa dalam perumusan Pancasila. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran, dan guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis proses perumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan mendalami bagaimana Pancasila dirumuskan dalam sidang BPUPKI. Apa tantangan yang mungkin dihadapi para perumus?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus atau video simulasi sidang BPUPKI, mengidentifikasi perbedaan pandangan antar tokoh dalam merumuskan dasar negara, serta mencari tahu bagaimana kompromi dicapai. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menyusun argumen dan solusi terhadap perbedaan pandangan yang muncul selama sidang BPUPKI, serta mengidentifikasi nilai-nilai musyawarah mufakat yang diterapkan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyamakan persepsi tentang proses perumusan dan pentingnya semangat persatuan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik menyimpulkan pembelajaran, guru memberikan apresiasi dan motivasi. Guru menginformasikan tentang tugas proyek untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis peran tokoh dan nilai-nilai dalam proses perumusan Pancasila.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku Pendidikan Pancasila, gawai/komputer (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Baca dan diskusikan materi tentang perumusan Pancasila dari berbagai sumber.
- Identifikasi tokoh-tokoh penting dan peran mereka dalam sidang BPUPKI.
- Sebutkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam proses perumusan Pancasila.
- Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang Pancasila?
- Siapa tokoh yang mengusulkan nama Pancasila?
- Mengapa Indonesia membutuhkan dasar negara?
- Kapan BPUPKI dibentuk?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek poster/komik/vlog tentang perumusan dan penetapan Pancasila.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi latar belakang dan tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila. | Latar belakang pembentukan BPUPKI, tokoh-tokoh perumus. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis proses perumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI. | Sidang BPUPKI I & II, Piagam Jakarta, hasil sidang. | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Menganalisis proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara, menyajikan hasil analisis, dan menunjukkan sikap bangga. | Sidang PPKI, penetapan Pancasila, nilai-nilai Pancasila. | 2 JP | Kolaborasi, Kewargaan |
Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Memahami proses perumusan dan penetapannya adalah kunci untuk mengapresiasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Modul ini akan membimbing kamu untuk menelusuri jejak sejarah bagaimana Pancasila lahir dari pemikiran para pendiri bangsa yang penuh semangat patriotisme dan komitmen kebangsaan.
1. Latar Belakang Pembentukan BPUPKI
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk pada tanggal 29 April 1945 oleh pemerintah pendudukan Jepang. Tujuan utama pembentukannya adalah untuk menyelidiki dan menyusun dasar-dasar negara yang akan menjadi landasan bagi Indonesia merdeka. Pembentukan ini merupakan bagian dari janji kemerdekaan Jepang kepada Indonesia, meskipun di balik itu Jepang memiliki kepentingan strategis tersendiri. Anggota BPUPKI terdiri dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang memiliki beragam latar belakang dan pemikiran.
2. Tokoh-tokoh Penting dalam Perumusan Pancasila
Beberapa tokoh penting yang berperan aktif dalam perumusan Pancasila antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo. Ketiganya menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia dalam sidang BPUPKI. Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan lima asas yang kemudian disebut Pancasila. Mohammad Yamin menyampaikan lima asas dasar negara secara lisan dan tertulis. Sedangkan Mr. Soepomo mengusulkan lima dasar negara yang berlandaskan pada paham negara integralistik. Perbedaan gagasan ini menunjukkan kekayaan pemikiran para pendiri bangsa.
3. Sidang BPUPKI Pertama (29 Mei – 1 Juni 1945)
Sidang BPUPKI pertama fokus pada perumusan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang ini, para anggota menyampaikan pandangan dan usulan mengenai filosofi dasar yang akan menopang negara. Dari berbagai usulan tersebut, tiga tokoh utama yaitu Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno menyampaikan gagasan mereka. Gagasan Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 yang mengusulkan nama 'Pancasila' menjadi tonggak penting dalam sejarah perumusan dasar negara kita.
4. Pembentukan Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta
Setelah sidang pertama BPUPKI, dibentuklah Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan rancangan dasar negara. Anggota Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasyim, dan Mohammad Yamin. Hasil kerja Panitia Sembilan adalah 'Piagam Jakarta' yang disahkan pada 22 Juni 1945. Piagam Jakarta berisi rumusan awal Pancasila dengan sila pertama 'Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya'.
5. Sidang BPUPKI Kedua (10 – 17 Juli 1945)
Sidang BPUPKI kedua membahas rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) negara Indonesia. Dalam sidang ini, hasil kerja Panitia Sembilan yaitu Piagam Jakarta diterima sebagai mukadimah UUD. Namun, terdapat perdebatan mengenai sila pertama dalam Piagam Jakarta, terutama dari perwakilan Indonesia bagian timur yang merasa keberatan dengan tujuh kata 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya'. Hal ini menunjukkan adanya semangat toleransi dan persatuan untuk mengakomodasi semua golongan.
6. Pembentukan PPKI dan Perubahan Piagam Jakarta
Setelah BPUPKI dibubarkan, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945. PPKI bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sebelum proklamasi kemerdekaan, Mohammad Hatta mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh perwakilan Indonesia timur. Demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta diubah menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Perubahan ini menunjukkan kearifan para pendiri bangsa dalam mencapai mufakat demi persatuan.
7. Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara oleh PPKI
Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadakan sidangnya. Dalam sidang tersebut, PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Di dalam pembukaan UUD 1945 tersebut, tercantum secara resmi rumusan Pancasila sebagai dasar negara yang sah, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ini adalah momen bersejarah penetapan Pancasila.
8. Nilai-nilai Luhur dalam Proses Perumusan dan Penetapan Pancasila
Proses perumusan dan penetapan Pancasila sarat akan nilai-nilai luhur seperti semangat persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, toleransi, patriotisme, dan rela berkorban. Para pendiri bangsa menunjukkan jiwa besar untuk mengesampingkan kepentingan golongan demi kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai wujud cinta tanah air dan pengamalan Pancasila.
Rangkuman: Pancasila dirumuskan melalui proses panjang yang melibatkan BPUPKI dan PPKI. Tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo berperan besar dalam menggagas dasar negara. Piagam Jakarta menjadi cikal bakal rumusan Pancasila yang kemudian disempurnakan dan ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Proses ini mencerminkan nilai-nilai luhur persatuan dan toleransi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| BPUPKI | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. |
| PPKI | Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. |
| Piagam Jakarta | Dokumen yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 dengan rumusan awal Pancasila. |
| Ideologi | Kumpulan ide, gagasan, keyakinan, dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. |
| Musyawarah Mufakat | Proses pengambilan keputusan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perumusan dan Penetapan Pancasila" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perumusan dan Penetapan Pancasila yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Pancasila Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Sejarah Kelahiran PancasilaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenerapan Nilai-Nilai PancasilaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPatuh terhadap NormaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Keberagaman Bangsa Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal IkaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Pancasila lain yang sudah tersedia
Perumusan Pancasila oleh panitia sembilanPendidikan Pancasila Kelas VII SMPbab 2 penerapan nilai-nilai pancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPMakna Sila- Sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPNilai sila-sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perumusan dan Penetapan Pancasila pada Pendidikan Pancasila SMP, Fase D.
Modul Perumusan dan Penetapan Pancasila ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Perumusan dan Penetapan Pancasila ini gratis?
Ya. Modul Perumusan dan Penetapan Pancasila untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perumusan dan Penetapan Pancasila ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perumusan dan Penetapan Pancasila ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perumusan dan Penetapan Pancasila dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perumusan dan Penetapan Pancasila ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perumusan dan Penetapan Pancasila tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perumusan dan Penetapan Pancasila untuk Pendidikan Pancasila kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perumusan dan Penetapan Pancasila ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perumusan dan Penetapan Pancasila beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Perumusan dan Penetapan Pancasila yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Pancasila MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.