tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPendidikan Pancasila › Perumusan dan Penetapan Pancasila
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VII
Perumusan dan Penetapan Pancasila

Modul ajar Pendidikan Pancasila SMP kelas VII materi Perumusan dan Penetapan Pancasila lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VII materi Perumusan dan Penetapan Pancasila
Ringkasan: Pancasila dirumuskan melalui proses panjang yang melibatkan BPUPKI dan PPKI. Tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo berperan besar dalam menggagas dasar negara. Piagam Jakarta menjadi cikal bakal rumusan Pancasila yang kemudian disempurnakan dan ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Proses ini mencerminkan nilai-nilai luhur persatuan dan toleransi.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Kewargaan, Penalaran Kritis, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Pancasila · Perumusan dan Penetapan Pancasila · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami pentingnya aturan dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemahaman bermakna: Memahami proses perumusan dan penetapan Pancasila penting untuk menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai luhur dan semangat kebangsaan, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu mengetahui sejarah perumusan Pancasila?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi latar belakang dan tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang tahu kapan dan bagaimana Pancasila pertama kali digagas?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari berbagai sumber tentang latar belakang pembentukan BPUPKI, tujuan, serta tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam perumusan Pancasila.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana mengenai poin-poin penting yang mereka temukan, seperti tanggal peristiwa, nama tokoh, dan ide-ide awal perumusan dasar negara.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya peran para pendiri bangsa dalam perumusan Pancasila.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran, dan guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis proses perumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan mendalami bagaimana Pancasila dirumuskan dalam sidang BPUPKI. Apa tantangan yang mungkin dihadapi para perumus?'

Memahami: Peserta didik menganalisis studi kasus atau video simulasi sidang BPUPKI, mengidentifikasi perbedaan pandangan antar tokoh dalam merumuskan dasar negara, serta mencari tahu bagaimana kompromi dicapai.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menyusun argumen dan solusi terhadap perbedaan pandangan yang muncul selama sidang BPUPKI, serta mengidentifikasi nilai-nilai musyawarah mufakat yang diterapkan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyamakan persepsi tentang proses perumusan dan pentingnya semangat persatuan.

Penutup: Peserta didik menyimpulkan pembelajaran, guru memberikan apresiasi dan motivasi. Guru menginformasikan tentang tugas proyek untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menganalisis proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara, menyajikan hasil analisis, dan menunjukkan sikap bangga.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan mengisi presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Setelah merumuskan, hari ini kita akan melihat bagaimana Pancasila ditetapkan dan mengapa kita harus bangga padanya. Apa bentuk proyek yang akan kita buat hari ini?'

Memahami: Peserta didik menonton video atau membaca teks tentang sidang PPKI dan proses penetapan Pancasila, serta mengidentifikasi momen-momen krusial dan semangat kebangsaan yang terkandung di dalamnya.

Mengaplikasi: Secara berkelompok, peserta didik membuat proyek sederhana (misalnya poster digital, komik pendek, atau vlog singkat) yang menggambarkan kronologi perumusan dan penetapan Pancasila, serta pesan-pesan moral tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara.

Merefleksi: Setiap kelompok memamerkan atau mempresentasikan proyek mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak peserta didik untuk merefleksikan kembali rasa bangga mereka terhadap Pancasila.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh materi, melakukan refleksi menyeluruh tentang proses belajar dan nilai-nilai yang didapat, guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan pesan semangat untuk mengamalkan Pancasila.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek poster/komik/vlog tentang perumusan dan penetapan Pancasila.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi latar belakang dan tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila.Latar belakang pembentukan BPUPKI, tokoh-tokoh perumus.2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis proses perumusan dasar negara dalam sidang BPUPKI.Sidang BPUPKI I & II, Piagam Jakarta, hasil sidang.2 JPKewargaan
Menganalisis proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara, menyajikan hasil analisis, dan menunjukkan sikap bangga.Sidang PPKI, penetapan Pancasila, nilai-nilai Pancasila.2 JPKolaborasi, Kewargaan

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Memahami proses perumusan dan penetapannya adalah kunci untuk mengapresiasi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Modul ini akan membimbing kamu untuk menelusuri jejak sejarah bagaimana Pancasila lahir dari pemikiran para pendiri bangsa yang penuh semangat patriotisme dan komitmen kebangsaan.

Latar Belakang Pembentukan BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk pada tanggal 29 April 1945 oleh pemerintah pendudukan Jepang. Tujuan utama pembentukannya adalah untuk menyelidiki dan menyusun dasar-dasar negara yang akan menjadi landasan bagi Indonesia merdeka. Pembentukan ini merupakan bagian dari janji kemerdekaan Jepang kepada Indonesia, meskipun di balik itu Jepang memiliki kepentingan strategis tersendiri. Anggota BPUPKI terdiri dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang memiliki beragam latar belakang dan pemikiran.

Tokoh-tokoh Penting dalam Perumusan Pancasila

Beberapa tokoh penting yang berperan aktif dalam perumusan Pancasila antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo. Ketiganya menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia dalam sidang BPUPKI. Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan lima asas yang kemudian disebut Pancasila. Mohammad Yamin menyampaikan lima asas dasar negara secara lisan dan tertulis. Sedangkan Mr. Soepomo mengusulkan lima dasar negara yang berlandaskan pada paham negara integralistik. Perbedaan gagasan ini menunjukkan kekayaan pemikiran para pendiri bangsa.

Sidang BPUPKI Pertama (29 Mei – 1 Juni 1945)

Sidang BPUPKI pertama fokus pada perumusan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang ini, para anggota menyampaikan pandangan dan usulan mengenai filosofi dasar yang akan menopang negara. Dari berbagai usulan tersebut, tiga tokoh utama yaitu Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno menyampaikan gagasan mereka. Gagasan Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 yang mengusulkan nama 'Pancasila' menjadi tonggak penting dalam sejarah perumusan dasar negara kita.

Pembentukan Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta

Setelah sidang pertama BPUPKI, dibentuklah Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan rancangan dasar negara. Anggota Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasyim, dan Mohammad Yamin. Hasil kerja Panitia Sembilan adalah 'Piagam Jakarta' yang disahkan pada 22 Juni 1945. Piagam Jakarta berisi rumusan awal Pancasila dengan sila pertama 'Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya'.

Sidang BPUPKI Kedua (10 – 17 Juli 1945)

Sidang BPUPKI kedua membahas rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) negara Indonesia. Dalam sidang ini, hasil kerja Panitia Sembilan yaitu Piagam Jakarta diterima sebagai mukadimah UUD. Namun, terdapat perdebatan mengenai sila pertama dalam Piagam Jakarta, terutama dari perwakilan Indonesia bagian timur yang merasa keberatan dengan tujuh kata 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya'. Hal ini menunjukkan adanya semangat toleransi dan persatuan untuk mengakomodasi semua golongan.

Pembentukan PPKI dan Perubahan Piagam Jakarta

Setelah BPUPKI dibubarkan, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945. PPKI bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sebelum proklamasi kemerdekaan, Mohammad Hatta mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh perwakilan Indonesia timur. Demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta diubah menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Perubahan ini menunjukkan kearifan para pendiri bangsa dalam mencapai mufakat demi persatuan.

Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara oleh PPKI

Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadakan sidangnya. Dalam sidang tersebut, PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Di dalam pembukaan UUD 1945 tersebut, tercantum secara resmi rumusan Pancasila sebagai dasar negara yang sah, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ini adalah momen bersejarah penetapan Pancasila.

Nilai-nilai Luhur dalam Proses Perumusan dan Penetapan Pancasila

Proses perumusan dan penetapan Pancasila sarat akan nilai-nilai luhur seperti semangat persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, toleransi, patriotisme, dan rela berkorban. Para pendiri bangsa menunjukkan jiwa besar untuk mengesampingkan kepentingan golongan demi kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai wujud cinta tanah air dan pengamalan Pancasila.

Rangkuman: Pancasila dirumuskan melalui proses panjang yang melibatkan BPUPKI dan PPKI. Tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Soepomo berperan besar dalam menggagas dasar negara. Piagam Jakarta menjadi cikal bakal rumusan Pancasila yang kemudian disempurnakan dan ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Proses ini mencerminkan nilai-nilai luhur persatuan dan toleransi.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis peran tokoh dan nilai-nilai dalam proses perumusan Pancasila.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku Pendidikan Pancasila, gawai/komputer (opsional)

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Baca dan diskusikan materi tentang perumusan Pancasila dari berbagai sumber.
  3. Identifikasi tokoh-tokoh penting dan peran mereka dalam sidang BPUPKI.
  4. Sebutkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam proses perumusan Pancasila.
  5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas.

8 Glosarium

BPUPKIBadan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
PPKIPanitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Piagam JakartaDokumen yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 dengan rumusan awal Pancasila.
IdeologiKumpulan ide, gagasan, keyakinan, dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis.
Musyawarah MufakatProses pengambilan keputusan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan.

9 Materi Pendidikan Pancasila Terkait

Perumusan Pancasila oleh panitia sembilanPendidikan Pancasila Kelas VII SMP
Pelajari Perumusan Pancasila oleh panitia sembilan →
bab 2 penerapan nilai-nilai pancasilaPendidikan Pancasila Kelas VII SMP
Pelajari bab 2 penerapan nilai-nilai pancasila →
Norma dan UUD NRI 1945Pendidikan Pancasila Kelas VII SMP
Pelajari Norma dan UUD NRI 1945 →
Hunungan pancasila,undang-undang dasar 1945,bhineka tinggal ikaPendidikan Pancasila Kelas IX SMP
Pelajari Hunungan pancasila,undang-undang dasar 1945,bhineka tinggal ika →
Pancasila sebagai Dasar NegaraPendidikan Pancasila Kelas VIII SMP
Pelajari Pancasila sebagai Dasar Negara →
Hak dan kewajiban warga negarPendidikan Pancasila Kelas IX SMP
Pelajari Hak dan kewajiban warga negar →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Perumusan dan Penetapan Pancasila ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.