Modul ajar Tematik TK kelas Kelompok A materi Diriku lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mengenali dan memahami karakteristik tubuhnya, mengenali emosi diri dan orang lain, serta mulai mengembangkan kemandirian dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik dapat menyebutkan nama panggilan dan jenis kelaminnya.
Pemahaman bermakna: Setiap anak adalah pribadi yang unik dan istimewa dengan ciri-ciri fisik, nama, dan kesukaan yang berbeda. Mengenali diri sendiri membantu kita menghargai keunikan diri dan orang lain.
Pertanyaan pemantik: Siapa aku? Apa saja ya yang ada di tubuhku?
Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan dirinya serta mengidentifikasi bagian-bagian tubuhnya (kepala, tangan, kaki) dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyambut anak-anak dengan ceria, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan bertanya kabar. Guru memperkenalkan topik 'Diriku' dengan menunjukkan gambar anak-anak dengan berbagai ekspresi dan bertanya, 'Siapa yang tahu nama teman kita ini?' lalu menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar tentang diri kita sendiri dan bagian-bagian tubuh yang istimewa.
Memahami: Peserta didik diajak untuk mengamati diri sendiri di cermin, lalu guru memancing pertanyaan 'Siapa namamu?' dan 'Coba tunjukkan bagian kepala, tangan, dan kakimu!'. Guru menstimulasi diskusi tentang perbedaan dan persamaan fisik yang mereka lihat pada diri sendiri dan teman.
Mengaplikasi: Peserta didik melakukan permainan 'Tunjuk Bagian Tubuh'. Guru menyebutkan nama bagian tubuh dan anak-anak menunjuk bagian tubuh tersebut. Kemudian, anak-anak secara bergantian menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan mereka di depan kelas.
Merefleksi: Anak-anak secara berpasangan saling menanyakan nama dan menunjuk bagian tubuh yang disebutkan. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya mengenal nama dan bagian tubuh. Guru menyimpulkan bahwa setiap anak memiliki nama dan tubuh yang unik dan istimewa.
Penutup: Guru mengajak anak-anak bernyanyi lagu 'Dua Mata Saya' dengan gerakan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif anak-anak dan mengingatkan untuk selalu bersyukur atas tubuh yang diberikan Tuhan. Doa penutup dan salam.
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sederhana dari beberapa anggota tubuh (mata untuk melihat, telinga untuk mendengar) dan membedakan jenis kelamin dirinya (laki-laki/perempuan).
Kegiatan awal: Guru menyapa anak-anak dengan lagu 'Kalau Kau Suka Hati' yang diubah liriknya menjadi 'Kalau Kau Punya Mata'. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya tentang nama dan bagian tubuh. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar lebih jauh tentang fungsi tubuh kita dan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan.
Memahami: Guru menunjukkan gambar-gambar aktivitas (misalnya, membaca buku, mendengarkan musik, berlari) dan bertanya 'Untuk apa ya kita punya mata/telinga/kaki?'. Anak-anak diajak untuk berdiskusi tentang fungsi anggota tubuh dan cara merawatnya. Guru juga memperkenalkan konsep jenis kelamin melalui boneka laki-laki dan perempuan.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat 'Buku Mini Tubuhku'. Anak-anak menggambar bagian tubuh yang telah disebutkan fungsinya (misalnya, mata, telinga, tangan, kaki) dan menempelkan gambar anak laki-laki atau perempuan sesuai jenis kelamin mereka. Guru membimbing anak-anak untuk menulis nama mereka di buku mini tersebut.
Merefleksi: Secara bergantian, anak-anak menceritakan isi 'Buku Mini Tubuhku' mereka di depan kelas, menyebutkan fungsi bagian tubuh dan jenis kelaminnya. Guru memberikan pujian dan penguatan tentang pentingnya menjaga tubuh. Guru juga menggarisbawahi bahwa baik laki-laki maupun perempuan, semuanya istimewa.
Penutup: Guru mengajak anak-anak melakukan senam ringan yang melibatkan seluruh anggota tubuh. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas anak-anak dalam membuat buku mini. Guru mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Doa penutup dan salam.
Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan makanan kesukaannya dan menceritakan kegiatan yang disukai dan tidak disukai.
Kegiatan awal: Guru menyambut anak-anak dengan antusias dan bertanya, 'Apa sarapan kalian hari ini?'. Guru mengulang kembali materi tentang fungsi tubuh dan jenis kelamin. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan berbagi cerita tentang apa yang kita suka dan tidak suka, termasuk makanan kesukaan dan kegiatan favorit.
Memahami: Guru menunjukkan berbagai gambar makanan sehat dan tidak sehat, lalu bertanya 'Makanan apa yang kalian suka? Mengapa kita harus makan makanan sehat?'. Guru juga menunjukkan gambar anak-anak sedang melakukan berbagai kegiatan (bermain bola, membaca, melukis) dan bertanya 'Kegiatan apa yang paling kalian suka lakukan?'.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat kolase 'Aku Suka Ini!'. Guru menyediakan guntingan gambar-gambar makanan dan kegiatan. Anak-anak memilih dan menempelkan gambar makanan kesukaan serta kegiatan yang disukai di sebuah kertas. Mereka juga boleh menggambar sendiri jika tidak menemukan gambar yang cocok.
Merefleksi: Setiap anak secara bergiliran menceritakan kolase 'Aku Suka Ini!' mereka di depan kelas, menyebutkan makanan dan kegiatan yang disukai. Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa setiap orang boleh memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Guru menyimpulkan bahwa kita harus menghargai perbedaan kesukaan teman.
Penutup: Guru mengajak anak-anak bernyanyi lagu tentang makanan sehat. Guru memberikan apresiasi atas keberanian anak-anak berbagi cerita. Guru mengingatkan untuk selalu mencoba hal baru dan menghargai perbedaan. Doa penutup dan salam.
Proses (formatif): Observasi saat peserta didik berpartisipasi dalam diskusi, permainan, dan saat membuat 'Buku Mini Tubuhku' atau kolase 'Aku Suka Ini!'.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya 'Buku Mini Tubuhku' dan kolase 'Aku Suka Ini!' serta observasi saat presentasi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan diri. | Identitas diri (nama) | 2 JP | komunikasi |
| Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh dan fungsinya. | Bagian tubuh dan fungsi | 2 JP | kesehatan |
| Menceritakan kesukaan (makanan, kegiatan) dan membedakan jenis kelamin. | Kesukaan dan jenis kelamin | 2 JP | kemandirian |
Halo anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar tentang diriku. Apa itu diriku? Diriku adalah aku, dirimu adalah kamu. Setiap kita adalah anak yang istimewa. Kita punya nama, punya tubuh yang lengkap, dan punya banyak hal yang kita suka. Yuk, kita kenali lebih dalam tentang diri kita yang hebat ini!
Setiap anak punya nama. Ada nama lengkap dan ada nama panggilan. Nama itu penting, supaya teman-teman bisa memanggil kita. Contohnya, nama lengkapku adalah Budi Santoso, tapi teman-teman biasa memanggilku Budi. Nama adalah identitas pertama kita. Kita harus tahu nama kita sendiri dan nama teman-teman kita. Dengan mengenal nama, kita bisa saling menyapa dan bermain bersama.
Tubuh kita punya banyak bagian. Ada kepala, tangan, dan kaki. Di kepala ada rambut, mata untuk melihat, hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar, dan mulut untuk berbicara serta makan. Tangan kita ada dua, gunanya untuk memegang, menulis, makan, dan banyak lagi. Kaki kita juga ada dua, gunanya untuk berjalan, berlari, dan melompat. Semua bagian tubuh ini sangat penting dan harus kita jaga baik-baik.
Setiap bagian tubuh punya tugasnya sendiri. Mata untuk melihat pemandangan indah. Telinga untuk mendengar suara musik atau cerita guru. Hidung untuk mencium bau bunga yang harum. Mulut untuk makan makanan lezat dan berbicara. Tangan untuk membantu kita melakukan banyak hal, seperti menggambar dan memegang pensil. Kaki untuk membawa kita berjalan-jalan ke mana pun. Kita harus bersyukur punya tubuh yang lengkap dengan fungsi yang hebat!
Di dunia ini ada anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki biasanya punya rambut pendek dan suka bermain bola. Anak perempuan biasanya punya rambut panjang dan suka bermain boneka. Tapi, ini bukan aturan yang harus diikuti semua orang ya! Ada juga anak perempuan yang suka bermain bola, dan anak laki-laki yang suka membaca buku. Yang penting, kita semua adalah anak-anak hebat yang harus saling menyayangi dan menghargai perbedaan.
Setiap anak punya kesukaan yang berbeda-beda. Ada yang suka makan buah apel, ada yang suka makan pisang. Ada yang suka bermain di taman, ada yang suka menggambar di rumah. Kesukaan kita menunjukkan apa yang membuat kita senang. Tidak apa-apa jika kesukaan kita berbeda dengan teman. Justru itu yang membuat kita semua unik dan istimewa! Kita bisa berbagi cerita tentang kesukaan kita dan belajar hal baru dari teman.
Rangkuman: Diriku adalah aku, dengan nama, tubuh, dan kesukaan yang unik. Kita punya nama lengkap dan panggilan, serta bagian tubuh seperti kepala, tangan, dan kaki dengan fungsi masing-masing. Ada anak laki-laki dan perempuan, dan setiap orang punya makanan serta kegiatan favorit yang berbeda. Penting untuk mengenal diri sendiri, menghargai keunikan diri, dan menyayangi serta menghormati perbedaan dengan teman-teman.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mewarnai bagian-bagian tubuh serta menulis nama diri.
Alat & bahan: Lembar kerja 'Tubuhku Istimewa', pensil warna, pensil.
| Identitas | Ciri-ciri khusus seseorang atau sesuatu. |
| Fungsi | Tugas atau kegunaan suatu bagian. |
| Unik | Satu-satunya, berbeda dari yang lain. |
| Kesukaan | Hal yang disenangi atau disukai. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Tematik kelas Kelompok A langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.