Modul Ajar MA

Modul Ajar ILMU HADIST Kelas X MA

1 modul ajar ILMU HADIST kelas X MA (Fase E) siap unduh — Tes Deskripsi. RPM deep learning lengkap ATP, LKPD, asesmen; Word + PDF ber-kop atas nama Anda.

1 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua mapel per kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Tes Deskripsi, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Tes Deskripsi selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · ILMU HADIST Kelas X MA
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Tes Deskripsi
ILMU HADIST · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Tes Deskripsi
ILMU HADIST · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranILMU HADIST
Fase / KelasE / X
Materi PokokTes Deskripsi
Alokasi Waktu2 Pertemuan (8 JP: 4 JP × 45 menit = 180 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memahami pengertian hadis dan fungsinya sebagai sumber hukum Islam.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainHadis dan Ilmu Hadis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis berbagai aspek dalam ilmu hadis untuk memahami otentisitas dan kehujjahan hadis sebagai sumber ajaran Islam, serta menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualHadis-hadis Nabi Muhammad SAW merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an.
KonseptualIlmu hadis memiliki berbagai cabang yang mengkaji sanad, matan, dan perawi untuk menentukan kualitas hadis.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dasar dalam menganalisis hadis berdasarkan kaidah ilmu hadis.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya metodologi yang sistematis dalam memahami hadis agar tidak salah dalam berhujjah.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMendalami ilmu hadis untuk memahami ajaran Rasulullah SAW secara otentik, sebagai wujud ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
2. Cinta IlmuMendorong semangat belajar dan penelitian dalam ilmu hadis, serta menghargai setiap dalil dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan kritis.
3. Cinta LingkunganMenjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan belajar agar tercipta suasana yang kondusif untuk studi ilmu hadis yang mendalam.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun sikap saling menghargai pendapat dalam diskusi hadis, serta menyadari pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan hadis kepada sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMengamalkan hadis-hadis sahih untuk menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam, demi kemajuan bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan contoh hadis dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen hadis (sanad, matan, rawi) dengan tepat.
  2. Setelah membaca bahan ajar dan melakukan curah pendapat, peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu hadis riwayah dan dirayah secara rinci.
  3. Dengan menganalisis studi kasus hadis, peserta didik dapat mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya (sahih, hasan, daif) dengan benar.
  4. Setelah menyelesaikan tugas proyek, peserta didik dapat menyimpulkan urgensi mempelajari ilmu hadis dalam kehidupan beragama dengan percaya diri.
Halaman 2 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami ilmu hadis secara mendalam akan membimbing peserta didik dalam membedakan hadis sahih, hasan, dan daif, sehingga dapat mengamalkan ajaran Islam dengan benar dan bertanggung jawab.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita tidak boleh sembarangan menerima informasi yang mengatasnamakan hadis Nabi?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menganalisis teks, menyusun argumen yang logis, dan presentasi hasil analisis hadis secara efektif.
Sejarah Kebudayaan Islam: Memahami konteks historis periwayatan dan pembukuan hadis serta peran para ulama dalam menjaga otentisitas hadis.
Pendidikan Agama Islam: Mengaplikasikan pemahaman hadis dalam konteks akidah, akhlak, dan fikih untuk menjalani kehidupan beragama yang benar.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi mengenai pentingnya memilih sumber informasi agama yang terpercaya, termasuk hadis, untuk mendukung pembelajaran peserta didik.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman dengan akses internet yang stabil dan perpustakaan sekolah yang menyediakan buku-buku ilmu hadis akan mendukung eksplorasi peserta didik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi atau situs web yang menyediakan database hadis (misalnya Lidwa Pustaka) untuk memudahkan peserta didik dalam mencari dan menganalisis hadis.
Halaman 3 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan contoh hadis dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen hadis (sanad, matan, rawi) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan sebuah kutipan hadis pendek (misalnya: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ - 'Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya') dan meminta peserta didik untuk mengaitkannya dengan pengalaman mereka dalam beribadah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi komponen hadis dan menjelaskan pentingnya memahami struktur hadis dalam ilmu hadis.
  4. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang perbedaan hadis sahih dan hadis daif, lalu bertanya: 'Mengapa kita perlu mengetahui perbedaan ini dalam beragama?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok menerima kartu berisi potongan-potongan hadis yang belum lengkap (hanya ada matan, atau hanya ada sanad).
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis kartu hadis yang diterima, berusaha mengidentifikasi bagian-bagian hadis (sanad, matan, rawi) dan mendiskusikan apa yang hilang atau kurang dari potongan hadis tersebut.
  3. Peserta didik mencari informasi tambahan dari bahan ajar atau sumber digital mengenai definisi sanad, matan, dan rawi serta contohnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat untuk menjelaskan komponen hadis yang mereka temukan dan bagian mana yang menurut mereka paling penting dalam menentukan keaslian hadis.
  2. Peserta didik menggunakan kertas tempel untuk menandai bagian sanad, matan, dan rawi pada contoh hadis yang diberikan guru, lalu menempelkannya di papan tulis.
  3. Guru membimbing peserta didik untuk membandingkan hasil identifikasi antar kelompok dan mengklarifikasi jika ada perbedaan pemahaman.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi komponen hadis mereka, menjelaskan alasan di balik penentuan setiap bagian.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, khususnya mengenai ketepatan identifikasi dan argumen yang disampaikan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep sanad, matan, dan rawi, serta menekankan pentingnya ketiga komponen tersebut dalam menjaga orisinalitas hadis.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pengertian dan pentingnya setiap komponen hadis.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan mereka bahwa pemahaman ini adalah dasar untuk kajian ilmu hadis yang lebih mendalam.
  3. Guru memberikan tugas membaca bahan ajar tentang ilmu hadis riwayah dan dirayah untuk pertemuan berikutnya, lalu memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 180 menit · awal 30 · inti 120 · penutup 30
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis studi kasus hadis, peserta didik dapat mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya (sahih, hasan, daif) dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)30 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kembali pemahaman peserta didik tentang komponen hadis dari pertemuan sebelumnya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya dan menyajikan hasil analisis hadis.
  4. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan beberapa contoh hadis yang berbeda kualitasnya (sahih, hasan, daif) tanpa menyebutkan statusnya, dan meminta peserta didik untuk menebak mana yang paling kuat riwayatnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu mencoba mengidentifikasi perbedaan-perbedaan pada contoh hadis yang ditayangkan, seperti jumlah perawi, redaksi matan, atau keterangan sanad.
  2. Pengumpulan data: Peserta didik membaca bahan ajar tentang pengertian hadis sahih, hasan, dan daif, serta ciri-ciri masing-masing, kemudian mencatat poin-poin penting.
  3. Peserta didik juga mencari contoh-contoh hadis dari berbagai tingkatan kualitas dari sumber-sumber terpercaya yang direkomendasikan guru.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)55 menit
  1. Pengolahan data: Dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya, peserta didik mendiskusikan ciri-ciri hadis sahih, hasan, dan daif berdasarkan data yang telah mereka kumpulkan.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok diberikan studi kasus berupa beberapa hadis yang belum diklasifikasikan. Mereka diminta untuk menganalisis hadis-hadis tersebut menggunakan kriteria yang telah dipelajari dan menentukan kualitasnya.
  3. Peserta didik mengisi LKPD yang berisi tabel untuk mencatat hasil analisis dan klasifikasi hadis, serta alasan di balik klasifikasi tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi hadis dari studi kasus, menjelaskan alasan dan kriteria yang digunakan.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan, serta guru memberikan klarifikasi dan penguatan terhadap pemahaman klasifikasi hadis.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya klasifikasi hadis dalam menentukan kehujjahan hadis sebagai pedoman hidup umat Islam.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)30 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan kriteria dan cara mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan diskusi yang aktif, serta mengingatkan peserta didik untuk terus mendalami ilmu hadis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid.
  3. Guru memberikan tugas proyek sederhana untuk mencari satu hadis dari setiap kategori (sahih, hasan, daif) dan menjelaskan alasannya, lalu memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Hadis: Memahami Kualitas!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 55 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis dan mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya dengan tepat.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Ilmu hadis adalah salah satu cabang ilmu keislaman yang sangat penting. Tanpa ilmu ini, umat Islam akan kesulitan membedakan mana perkataan Nabi Muhammad SAW yang asli dan mana yang bukan.

Alat & bahan: Lembar kerja, pena, bahan ajar, gawai (opsional)

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    12234567Mendatar2. Hadis yang kualitasnya dibawah sahih namun masih dapatdijadikan hujah.4. Hadis yang memenuhi syaratkualitas tertinggi, dapatdijadikan hujah.6. Orang yang meriwayatkan ataumenyampaikan hadis.7. Sifat perawi yang bertakwa,jujur, dan tidak berbuat dosabesar.Menurun1. Isi atau teks hadis yangmerupakan perkataan atauperbuatan Nabi SAW.2. Segala perkataan, perbuatan,ketetapan, dan sifat NabiMuhammad SAW.3. Kuatnya hafalan dan ketelitianseorang perawi.5. Cacat tersembunyi dalam hadisyang mengurangi kualitasnya.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati yang berisi potongan hadis. Identifikasi mana bagian sanad, matan, dan rawi pada hadis tersebut.
  3. Bacalah bahan ajar tentang hadis sahih, hasan, dan daif. Catat ciri-ciri utama masing-masing kategori.
  4. Diskusikan dalam kelompokmu studi kasus hadis yang diberikan guru. Tentukan kualitas setiap hadis (sahih, hasan, atau daif).
  5. Isi Tabel 1 dengan hasil analisis dan klasifikasi hadis yang telah kamu lakukan, serta berikan alasanmu.
  6. Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil kerjamu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang hadis?
  2. Menurutmu, mengapa ada banyak perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tentang suatu hadis?
  3. Bagaimana cara kita mengetahui apakah suatu hadis itu benar-benar berasal dari Nabi Muhammad SAW?
  4. Sebutkan salah satu contoh hadis yang kamu ketahui!

Formatif (proses): Observasi diskusi kelompok dan presentasi untuk menilai kemampuan identifikasi dan klasifikasi hadis.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis hadis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi komponen-komponen hadis (sanad, matan, rawi) dengan tepat.Komponen Hadis3 JPpenalaran kritis
2Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu hadis riwayah dan dirayah secara rinci.Ilmu Hadis Riwayah dan Dirayah3 JPkomunikasi
3Mengklasifikasikan hadis berdasarkan kualitasnya (sahih, hasan, daif) dengan benar.Klasifikasi Hadis2 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Ilmu hadis adalah salah satu cabang ilmu keislaman yang sangat penting. Tanpa ilmu ini, umat Islam akan kesulitan membedakan mana perkataan Nabi Muhammad SAW yang asli dan mana yang bukan. Modul ini akan membimbing kamu untuk memahami dasar-dasar ilmu hadis, mulai dari komponen hadis hingga klasifikasinya, agar kamu dapat mengamalkan ajaran agama dengan lebih mantap dan terarah.

1. Pengertian Hadis dan Komponennya
Hadis secara bahasa berarti baru atau berita. Sedangkan menurut istilah, hadis adalah segala perkataan (قَوْل), perbuatan (فِعْل), ketetapan (تَقْرِير), dan sifat (صِفَة) Nabi Muhammad SAW. Hadis memiliki tiga komponen utama, yaitu sanad (rantai perawi), matan (isi atau teks hadis), dan rawi (orang yang meriwayatkan hadis). Contohnya, hadis 'Innamal a'malu binniyat' diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Alqamah dari Umar bin Khattab. Di sini, 'Innamal a'malu binniyat' adalah matan, 'Imam Bukhari dari Alqamah dari Umar' adalah sanad, dan Imam Bukhari, Alqamah, serta Umar adalah rawi.

2. Ilmu Hadis Riwayah dan Dirayah
Ilmu hadis terbagi menjadi dua cabang utama. Pertama, Ilmu Hadis Riwayah, yaitu ilmu yang mempelajari tentang periwayatan, pemeliharaan, dan penulisan hadis Nabi SAW. Fokusnya pada lafaz hadis, cara periwayatan, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemindahan hadis dari perawi ke perawi lain. Kedua, Ilmu Hadis Dirayah, yaitu ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan sanad dan matan hadis, apakah diterima atau ditolak. Ilmu ini mengkaji sifat-sifat perawi, kesinambungan sanad, serta kejanggalan pada matan hadis. Keduanya saling melengkapi untuk memastikan otentisitas hadis.

3. Hadis Sahih, Hasan, dan Daif
Berdasarkan kualitasnya, hadis diklasifikasikan menjadi tiga: Sahih (صَحِيْح) adalah hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit (kuat hafalannya), tidak syadz (janggal), dan tidak memiliki illat (cacat tersembunyi). Hasan (حَسَن) adalah hadis yang sanadnya bersambung, perawinya adil namun dhabitnya kurang sempurna, tidak syadz, dan tidak berillat. Daif (ضَعِيْف) adalah hadis yang tidak memenuhi salah satu atau lebih syarat hadis sahih atau hasan. Hadis daif tidak bisa dijadikan hujah dalam masalah akidah dan hukum, namun bisa untuk fadhailul a'mal (keutamaan amal) dengan syarat tertentu.

4. Urgensi Mempelajari Ilmu Hadis
Mempelajari ilmu hadis sangat penting bagi umat Islam. Pertama, untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dari pemalsuan dan penyimpangan. Hadis adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an, sehingga keasliannya harus terjamin. Kedua, untuk memahami kandungan Al-Qur'an dengan benar, karena hadis berfungsi sebagai penjelas Al-Qur'an. Ketiga, untuk menghindari praktik bid'ah dan khurafat yang seringkali disandarkan pada hadis-hadis palsu atau lemah. Dengan ilmu hadis, kita dapat memilah dan memilih hadis yang sahih untuk dijadikan pedoman hidup.

Rangkuman: Ilmu hadis adalah disiplin ilmu penting untuk memahami otentisitas hadis sebagai sumber ajaran Islam. Hadis terdiri dari sanad, matan, dan rawi. Cabang ilmu hadis meliputi riwayah (periwayatan) dan dirayah (penelitian kaidah). Kualitas hadis diklasifikasikan menjadi sahih, hasan, dan daif, dengan kriteria tertentu. Mempelajari ilmu hadis sangat krusial untuk menjaga kemurnian ajaran Islam, memahami Al-Qur'an, dan menghindari praktik keagamaan yang salah.

Halaman 9 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
HadisSegala perkataan, perbuatan, ketetapan, dan sifat Nabi Muhammad SAW.
SanadRantai perawi yang menyampaikan hadis dari Nabi SAW hingga kepada penulis kitab hadis.
MatanIsi atau teks hadis yang merupakan perkataan atau perbuatan Nabi SAW.
RawiOrang yang meriwayatkan atau menyampaikan hadis.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Tes Deskripsi" mata pelajaran ILMU HADIST Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Tes Deskripsi — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

ILMU HADIST Kelas X MA — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di MA berada di Fase E.

Yang disusun di sini perangkat ajar ILMU HADIST kelas X (kelas 10) MA — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran ILMU HADIST kelas X (kelas 10) MA mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025 (mapel umum madrasah). Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar ILMU HADIST kelas X (kelas 10) MA yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar ILMU HADIST bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaILMU HADIST · Kelas XPeta Konsep
Tes DeskripsiPengertian Hadis dan KomponennyaIlmu Hadis Riwayah dan DirayahHadis Sahih, Hasan, dan DaifUrgensi Mempelajari Ilmu Hadis
Dari sub-bab Tes DeskripsiLembar tambahan
Nama sekolah AndaILMU HADIST · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaILMU HADIST · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaILMU HADIST · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaILMU HADIST · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaILMU HADIST · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKomunikasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketPPT Bahan Tayang
Satu berkas per pertemuanTujuan, materi, kuisKesimpulan & refleksi
Siap tayang, bisa disunting
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar ILMU HADIST Kelas X MA

Apakah modul ajar ILMU HADIST ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap atas nama Anda: modul pertama Word + PDF, dua berikutnya PDF; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas X (kelas 10) MA masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru ILMU HADIST?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.