Modul Ajar MA

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X MA

1 modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas X MA (Fase E) siap unduh — Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 7 materi kelas X & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua mapel per kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X MA
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal
Prakarya dan Kewirausahaan · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal
Prakarya dan Kewirausahaan · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan
Fase / KelasE / X
Materi PokokKerajinan Inspirasi Budaya Lokal
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis kerajinan tangan dan mengenal beberapa bentuk budaya lokal di Indonesia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainKerajinan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami konsep kerajinan dari inspirasi budaya lokal nonbenda, merancang, memproduksi, dan memasarkan produk kerajinan dengan memanfaatkan teknologi digital secara kolaboratif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualIndonesia kaya akan kerajinan yang terinspirasi dari budaya lokal seperti batik, tenun, anyaman, dan ukiran.
KonseptualKerajinan inspirasi budaya lokal adalah produk yang menggabungkan nilai-nilai estetika dan filosofi budaya setempat dengan teknik produksi yang inovatif.
ProseduralMateri ini akan membahas langkah-langkah identifikasi potensi budaya lokal, perancangan ide, pemilihan bahan, proses produksi, hingga strategi pemasaran kerajinan.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal melalui kreasi kerajinan yang inovatif dan bernilai ekonomi.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenyadari bahwa kekayaan budaya lokal adalah anugerah dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dilestarikan melalui karya kreatif.
2. Cinta IlmuBersemangat menggali pengetahuan tentang berbagai budaya lokal nonbenda dan teknik kerajinan untuk menciptakan karya inovatif.
3. Cinta LingkunganMemilih bahan-bahan ramah lingkungan atau daur ulang untuk kerajinan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
4. Cinta Diri dan SesamaBerkolaborasi dengan teman sekelompok dan menghargai setiap ide dalam proses perancangan hingga pembuatan kerajinan.
5. Cinta Tanah AirMenciptakan kerajinan yang terinspirasi budaya lokal sebagai wujud kebanggaan dan upaya melestarikan warisan leluhur bangsa Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi budaya lokal nonbenda yang dapat dijadikan inspirasi kerajinan dengan tepat.
  2. Dengan memanfaatkan sumber daya digital, peserta didik dapat merumuskan ide produk kerajinan yang inovatif berdasarkan inspirasi budaya lokal nonbenda secara kreatif.
  3. Setelah merancang desain, peserta didik dapat memilih bahan dan alat yang sesuai untuk pembuatan prototipe kerajinan dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.
  4. Melalui praktik langsung, peserta didik dapat membuat prototipe kerajinan inspirasi budaya lokal nonbenda dengan teknik yang benar dan hasil yang rapi.
  5. Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mengevaluasi proses pembuatan dan hasil karya kerajinan inspirasi budaya lokal mereka secara kritis dan objektif.
Halaman 2 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kerajinan inspirasi budaya lokal bukan hanya produk estetis, tetapi juga jembatan penghubung antara warisan leluhur dan kebutuhan masa kini, serta sarana untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif lokal.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita dapat mengubah kekayaan budaya lokal yang seringkali terabaikan menjadi sebuah produk kerajinan bernilai tinggi yang diminati pasar global?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mempelajari bentuk, motif, warna, dan filosofi dari seni tradisional sebagai inspirasi kerajinan.
Sejarah: Menggali latar belakang dan makna dari berbagai tradisi serta cerita rakyat yang menjadi inspirasi.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan deskripsi produk kerajinan secara efektif.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berbagi cerita tentang budaya lokal di daerah asal mereka, atau mengarahkan peserta didik untuk mengunjungi sentra kerajinan lokal sebagai sumber inspirasi.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di ruang kelas yang nyaman dengan akses ke area praktik yang memadai, serta memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah untuk observasi potensi budaya lokal.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan internet untuk mencari referensi budaya lokal nonbenda, mengumpulkan ide desain, dan mengakses tutorial pembuatan kerajinan dari platform digital.
Halaman 3 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi budaya lokal nonbenda yang dapat dijadikan inspirasi kerajinan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang keberagaman budaya lokal di Indonesia (misalnya tarian daerah, cerita rakyat, ritual adat) dan bertanya, “Apa yang kamu rasakan setelah melihat tayangan ini? Adakah ide kerajinan yang muncul di benakmu?”
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi potensi budaya lokal nonbenda sebagai inspirasi kerajinan dan menjelaskan bahwa mereka akan memulai proyek pembuatan kerajinan.
  4. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan, “Menurutmu, mengapa penting bagi kita untuk melestarikan budaya lokal melalui kerajinan?”
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memberikan pertanyaan mendasar, “Bagaimana kita bisa menciptakan kerajinan yang unik dan bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan kekayaan budaya lokal nonbenda di sekitar kita?”
  2. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil yang heterogen (4-5 orang) dan membagikan LKPD 1.
  3. Guru meminta setiap kelompok untuk melakukan curah pendapat tentang berbagai bentuk budaya lokal nonbenda (misalnya cerita rakyat, mitos, tarian, ritual, filosofi hidup) yang mereka ketahui dari daerah masing-masing atau daerah lain di Indonesia.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok memilih satu atau dua budaya lokal nonbenda yang paling menarik dan berpotensi untuk diinterpretasikan menjadi ide kerajinan.
  2. Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan bagaimana elemen-elemen dari budaya nonbenda tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk, motif, warna, atau fungsi sebuah produk kerajinan.
  3. Setiap kelompok mulai mengisi bagian awal LKPD 1, yaitu identifikasi budaya lokal nonbenda dan potensi inspirasi kerajinan yang mungkin dikembangkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi potensi budaya lokal nonbenda dan ide awal kerajinan yang mereka diskusikan.
  2. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap ide-ide yang disajikan, khususnya terkait orisinalitas dan relevansi dengan budaya lokal.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kepekaan terhadap nilai-nilai budaya lokal dalam menciptakan kerajinan yang otentik dan memiliki cerita.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali poin-poin penting tentang potensi budaya lokal nonbenda sebagai inspirasi kerajinan.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan mereka untuk terus menggali ide-ide kreatif.
  3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya, peserta didik akan melanjutkan perancangan desain dan pemilihan bahan untuk prototipe kerajinan, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Tujuan Pertemuan 2Melalui praktik langsung, peserta didik dapat membuat prototipe kerajinan inspirasi budaya lokal nonbenda dengan teknik yang benar dan hasil yang rapi.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali ide kerajinan inspirasi budaya lokal yang telah dirumuskan pada pertemuan sebelumnya dan bertanya, “Apakah kamu sudah memiliki gambaran jelas tentang prototipe yang akan kamu buat hari ini?”
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat prototipe kerajinan dan menjelaskan bahwa mereka akan mengerjakan proyek secara mandiri namun tetap dalam kelompok.
  4. Guru memotivasi peserta didik dengan mengatakan, “Mari kita wujudkan ide-ide cemerlangmu menjadi sebuah karya nyata yang membanggakan!”
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru meminta setiap kelompok untuk menyusun jadwal kerja yang realistis untuk pembuatan prototipe kerajinan, termasuk pembagian tugas antar anggota.
  2. Guru mengarahkan peserta didik untuk membuka kembali LKPD 1 dan memeriksa kelengkapan identifikasi budaya lokal serta ide produk yang telah dibuat.
  3. Guru menjelaskan kriteria penilaian untuk prototipe kerajinan meliputi kreativitas, keselarasan dengan inspirasi budaya lokal, kerapian, dan fungsionalitas.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik dalam kelompok mulai merancang desain detail kerajinan (sketsa, ukuran, warna) berdasarkan ide yang telah disepakati, kemudian memilih bahan dan alat yang sesuai.
  2. Peserta didik secara individu atau berpasangan mulai membuat prototipe kerajinan inspirasi budaya lokal nonbenda menggunakan bahan dan alat yang telah disiapkan.
  3. Guru berkeliling memonitor kemajuan setiap kelompok, memberikan bimbingan teknis, dan memastikan tidak ada kesulitan berarti dalam proses pembuatan.
  4. Peserta didik mencatat setiap tahapan proses pembuatan prototipe, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang ditemukan dalam LKPD 1.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan prototipe kerajinan yang telah mereka buat di depan kelas, menjelaskan inspirasi budaya lokalnya, bahan yang digunakan, dan proses pembuatannya.
  2. Peserta didik lain memberikan pertanyaan dan masukan konstruktif terhadap prototipe yang dipresentasikan, berfokus pada kesesuaian dengan inspirasi, estetika, dan potensi pengembangan.
  3. Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi atas kreativitas serta kerja keras peserta didik dalam menghasilkan karya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang proses pembuatan kerajinan inspirasi budaya lokal.
  2. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat, “Apa pelajaran paling berharga yang kamu dapatkan dari proyek pembuatan kerajinan ini?” dan memberikan apresiasi atas semangat berkarya mereka.
  3. Guru mengingatkan peserta didik untuk menyimpan prototipe kerajinan mereka dengan baik karena akan dipamerkan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKKarya Budaya Lokalku!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi potensi budaya lokal nonbenda, merancang ide, dan membuat prototipe kerajinan.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Kerajinan inspirasi budaya lokal adalah salah satu bentuk ekspresi kreativitas yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Indonesia, dengan kekayaan budayanya yang melimpah, menawarkan inspirasi tak terbatas untuk menciptakan produk kerajinan yang unik dan bernilai.

Alat & bahan: Kertas gambar, pensil, penghapus, spidol warna, gunting, lem, bahan daur ulang (kardus, botol plastik, kain perca), bahan alami (daun kering, ranting kecil), smartphone/laptop dengan akses internet

Langkah kerja:

  1. Amati gambar peta pikiran tentang jenis-jenis budaya lokal nonbenda yang ada di Indonesia.
    Budaya LokalNonbendaCerita RakyatTarianTradisionalUpacara AdatMusik DaerahFilosofi Hidup
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Bersama kelompokmu, identifikasi minimal tiga potensi budaya lokal nonbenda yang menarik dan belum banyak dieksplorasi sebagai inspirasi kerajinan.
  3. Rumuskan satu ide produk kerajinan yang inovatif berdasarkan salah satu budaya lokal yang kamu pilih, lalu buat sketsa desain di kertas gambar.
  4. Pilih bahan dan alat yang sesuai untuk membuat prototipe kerajinanmu, utamakan bahan daur ulang atau bahan alami yang mudah didapat.
  5. Buatlah prototipe kerajinanmu dengan rapi dan perhatikan detail yang mencerminkan inspirasi budaya lokal, catat proses pembuatannya pada tabel di bawah.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang kerajinan?
  2. Sebutkan tiga contoh budaya lokal nonbenda yang kamu kenal!
  3. Menurutmu, mengapa kerajinan dari budaya lokal itu penting?
  4. Pernahkah kamu membuat kerajinan tangan? Bahan apa yang kamu gunakan?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok dan individu selama proses identifikasi ide, perancangan, dan pembuatan prototipe kerajinan melalui rubrik.

Sumatif (akhir): Penilaian prototipe kerajinan dan presentasi kelompok menggunakan rubrik penilaian proyek.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi potensi budaya lokal nonbenda yang dapat dijadikan inspirasi kerajinan.Potensi budaya lokal nonbenda.2 JPkreativitas, kolaborasi
2Merumuskan ide produk kerajinan inovatif berdasarkan budaya lokal nonbenda.Perumusan ide dan desain kerajinan.2 JPkreativitas, penalaran kritis
3Membuat prototipe kerajinan inspirasi budaya lokal nonbenda.Praktik pembuatan prototipe kerajinan.2 JPkreativitas, kemandirian
4Mengomunikasikan konsep dan keunggulan produk kerajinan.Presentasi dan evaluasi produk.2 JPkomunikasi, penalaran kritis
Halaman 8 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Kerajinan inspirasi budaya lokal adalah salah satu bentuk ekspresi kreativitas yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Indonesia, dengan kekayaan budayanya yang melimpah, menawarkan inspirasi tak terbatas untuk menciptakan produk kerajinan yang unik dan bernilai. Modul ini akan membimbing kamu untuk menggali potensi tersebut dan mewujudkannya menjadi karya nyata.

1. Mengenal Budaya Lokal Nonbenda
Budaya lokal nonbenda adalah warisan tak berwujud yang diwariskan secara turun-temurun, seperti cerita rakyat, mitos, legenda, tarian tradisional, upacara adat, musik, filosofi hidup, dan nilai-nilai kearifan lokal. Berbeda dengan budaya benda seperti candi atau patung, budaya nonbenda lebih menekankan pada aspek spiritual, sosial, dan ekspresi manusia. Kekayaan ini menjadi sumber inspirasi tak terbatas untuk menciptakan kerajinan yang memiliki makna mendalam.

2. Mengidentifikasi Potensi Inspirasi
Langkah pertama dalam menciptakan kerajinan inspirasi budaya lokal adalah mengidentifikasi potensi. Kamu bisa memulai dengan mengamati lingkungan sekitar, mewawancarai sesepuh, atau mencari informasi dari berbagai sumber. Perhatikan elemen-elemen unik dari budaya nonbenda tersebut: apakah ada motif khas, simbol tertentu, warna dominan, atau cerita yang bisa divisualisasikan? Pilihlah budaya yang paling menarik dan memiliki nilai jual di pasar.

3. Merancang Ide dan Desain Kerajinan
Setelah menemukan inspirasi, saatnya merancang ide produk. Proses ini melibatkan pemikiran kreatif untuk mentransformasikan elemen budaya nonbenda ke dalam bentuk kerajinan. Misalnya, cerita rakyat tentang naga bisa menjadi motif ukiran pada kotak perhiasan, atau filosofi gotong royong bisa diwujudkan dalam desain tas anyaman yang kuat dan fungsional. Buatlah sketsa desain yang jelas, tentukan bahan, ukuran, dan perkiraan biaya produksi.

4. Pemilihan Bahan dan Proses Produksi
Pemilihan bahan sangat penting untuk mendukung konsep kerajinan. Pertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memilih bahan daur ulang, bahan alami, atau bahan yang ramah lingkungan. Proses produksi harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk menghasilkan produk berkualitas. Kuasai teknik dasar yang diperlukan, seperti menganyam, memahat, menjahit, atau melukis, dan pastikan setiap detail dikerjakan dengan rapi.

5. Pemasaran dan Pengembangan Produk
Setelah produk kerajinan selesai, langkah selanjutnya adalah pemasaran. Ceritakan kisah di balik kerajinanmu, yaitu inspirasi budaya lokalnya, agar produk memiliki nilai tambah. Manfaatkan platform digital seperti media sosial atau e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Terus kembangkan produkmu berdasarkan umpan balik konsumen dan tren pasar, tanpa melupakan esensi budaya lokal yang menjadi identitasnya.

Rangkuman: Kerajinan inspirasi budaya lokal merupakan perpaduan antara kreativitas dan warisan leluhur. Dengan mengidentifikasi potensi budaya nonbenda, merancang ide inovatif, memilih bahan berkelanjutan, dan memproduksi dengan teliti, kita dapat menciptakan karya yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna. Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran akan membantu melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia di kancah global.

Halaman 9 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
Budaya Lokal NonbendaWarisan tak berwujud seperti cerita rakyat, tarian, atau filosofi.
PrototipeModel awal atau purwarupa dari sebuah produk.
Kearifan LokalNilai-nilai bijak yang diwariskan dalam suatu masyarakat.
EstetikaKeindahan dalam seni atau desain.
Daftar pustaka6 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal" mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh

4 materi Prakarya dan Kewirausahaan MA, urut mengajar dari Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal hingga Pengolahan Makanan Awetan.

Kerajinan Inspirasi Budaya LokalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopRekayasa Teknologi Transportasi SederhanaBudi Daya Tanaman PanganPengolahan Makanan Awetan

Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan

3 materi Prakarya dan Kewirausahaan MA, urut mengajar dari Perencanaan Usaha hingga Evaluasi Hasil Usaha.

Perencanaan UsahaPemasaran LangsungEvaluasi Hasil Usaha

Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X MA — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di MA berada di Fase E, dan 7 materi Prakarya dan Kewirausahaan setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Yang disusun di sini perangkat ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas X (kelas 10) MA — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kelas X (kelas 10) MA mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025 (mapel umum madrasah). Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas X (kelas 10) MA yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XPeta Konsep
Kerajinan Inspirasi Budaya LokalMengenal Budaya Lokal NonbendaMengidentifikasi Potensi InspirasiMerancang Ide dan Desain KerajinanPemilihan Bahan dan Proses ProduksiPemasaran dan Pengembangan Produk
Dari sub-bab Kerajinan Inspirasi Budaya LokalLembar tambahan
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPrakarya dan Kewirausahaan · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketPPT Bahan Tayang
Satu berkas per pertemuanTujuan, materi, kuisKesimpulan & refleksi
Siap tayang, bisa disunting
Semua paketProta
1Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal1Rekayasa Teknologi Transportasi Sederhana1Budi Daya Tanaman Pangan1Pengolahan Makanan Awetan2Perencanaan Usaha…+2 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDKerajinan Inspirasi Budaya LokalRekayasa Teknologi Transportasi SederhanaBudi Daya Tanaman PanganPengolahan Makanan Awetan
Sebaran materi per bulan
Semua paketJurnal Mengajar
Satu baris per pertemuanTanggal dari kaldikMateri, tujuan, kegiatan
Per semester, A4 mendatar
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X MA

Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap atas nama Anda: modul pertama Word + PDF, dua berikutnya PDF; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas X (kelas 10) MA masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Prakarya dan Kewirausahaan kelas X MA?

7 materi, urut mengajar dari Kerajinan Inspirasi Budaya Lokal hingga Evaluasi Hasil Usaha. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Prakarya dan Kewirausahaan?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.