Modul Ajar SD

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha Kelas III SD

1 modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas III SD (Fase B) siap unduh — Indahnya Budaya dan Bahasaku. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase BWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 8 materi kelas III & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua mapel per kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Indahnya Budaya dan Bahasaku, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Indahnya Budaya dan Bahasaku selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas III ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pendidikan Agama Buddha Kelas III SD
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Indahnya Budaya dan Bahasaku
Pendidikan Agama Buddha · Kelas III · Fase B
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Indahnya Budaya dan Bahasaku
Pendidikan Agama Buddha · Fase B · Kelas III · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha
Fase / KelasB / III
Materi PokokIndahnya Budaya dan Bahasaku
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik sudah mengenal beberapa bentuk budaya dan bahasa yang ada di sekitar mereka.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
    Peserta didik menunjukkan sikap hormat terhadap keragaman budaya dan bahasa Buddhis sebagai bentuk penghayatan ajaran agama Buddha.
  2. kewargaan — elemen: Membangun Jati Diri
    Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai nilai-nilai budaya serta bahasa Buddhis sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
  3. kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
    Peserta didik merancang presentasi sederhana tentang budaya atau bahasa Buddhis, menunjukkan ide-ide baru dalam penyampaian informasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Elemen / DomainSejarah dan Budaya Buddhis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengenal dan memahami berbagai aspek budaya Buddhis, termasuk tradisi, simbol, dan bahasa, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai luhur agama Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas fakta-fakta tentang Candi Buddhis, simbol busana, tokoh agama, ritual, etika, dan bahasa dalam doa serta hari raya Buddhis.
KonseptualKonsep intinya adalah bahwa budaya dan bahasa Buddhis merupakan manifestasi ajaran Buddha yang memperkaya kehidupan spiritual dan sosial.
ProseduralPeserta didik akan belajar prosedur mengidentifikasi, membandingkan, dan menjelaskan berbagai aspek budaya dan bahasa Buddhis.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya menghargai dan melestarikan budaya serta bahasa sebagai warisan luhur agama dan bangsa.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenunjukkan rasa hormat dan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui pemahaman dan pelestarian budaya serta bahasa Buddhis.
2. Cinta IlmuMencari tahu dan mempelajari informasi tentang Candi Buddhis, busana, tokoh, ritual, dan bahasa dalam agama Buddha dengan antusias.
3. Cinta LingkunganMenjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan candi serta tempat ibadah sebagai warisan budaya yang berharga.
4. Cinta Diri dan SesamaSaling menghargai pendapat teman dalam diskusi tentang budaya, dan bersikap santun saat berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran.
5. Cinta Tanah AirMembangun rasa bangga terhadap kekayaan budaya dan bahasa Buddhis sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh Candi Buddhis di Indonesia dengan tepat.
  2. Dengan menyimak penjelasan guru dan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan makna simbolik busana khas Buddhis dengan benar.
  3. Melalui kegiatan wawancara sederhana dan presentasi, peserta didik dapat mengemukakan peran tokoh agama Buddha dalam melestarikan budaya dengan percaya diri.
  4. Dengan mengikuti simulasi dan diskusi, peserta didik dapat mempraktikkan etika dalam ritual agama Buddha secara santun.
  5. Melalui latihan pengucapan dan penulisan, peserta didik dapat menggunakan minimal dua kalimat doa Buddhis dalam bahasa Pali atau Sanskerta dengan lafal yang benar.
  6. Dengan berpartisipasi dalam proyek mini, peserta didik dapat membuat karya sederhana yang menggambarkan keindahan budaya dan bahasa Buddhis secara kreatif.
Halaman 2 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami Indahnya Budaya dan Bahasaku akan membantu peserta didik menghargai keragaman, melestarikan warisan leluhur, dan menerapkan nilai-nilai luhur Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana budaya dan bahasa dalam agama Buddha dapat membuat kita merasa bangga dan bersatu sebagai bangsa Indonesia?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Peserta didik mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis saat membahas budaya dan bahasa Buddhis.
Seni Budaya: Peserta didik mengapresiasi keindahan arsitektur Candi Buddhis, ragam busana, dan bentuk-bentuk kesenian dalam budaya Buddhis.
Ilmu Pengetahuan Sosial: Peserta didik memahami sejarah dan penyebaran agama Buddha di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kebudayaan lokal.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka tentang budaya dan bahasa Buddhis atau mendampingi kunjungan virtual ke tempat ibadah.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan sudut baca yang menyediakan buku-buku tentang budaya Buddhis.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi tentang Candi Buddhis, aplikasi kamus bahasa Pali/Sanskreta sederhana, dan presentasi digital untuk berbagi informasi.
Halaman 3 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh Candi Buddhis di Indonesia dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tepuk Candi: Peserta didik menirukan tepukan guru sambil menyebutkan nama candi Buddhis yang pernah didengar, misalnya 'Tepuk Candi Borobudur!'
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa sesuai keyakinan, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menayangkan gambar-gambar Candi Borobudur dan Candi Mendut, lalu bertanya, 'Siapa yang pernah melihat bangunan ini? Apa yang kalian rasakan saat melihatnya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal Candi Buddhis di Indonesia dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa candi-candi ini menjadi bagian penting dari budaya kita?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang keindahan dan sejarah Candi Borobudur, lalu meminta peserta didik menuliskan hal menarik yang mereka lihat.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD 'Menjelajahi Candi Buddhis'.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengamati gambar berbagai Candi Buddhis di LKPD dan mencari informasi singkat tentang nama, lokasi, serta keunikan candi-candi tersebut dari bahan ajar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok berdiskusi untuk memilih tiga candi yang paling menarik perhatian mereka dan menuliskan alasannya di LKPD.
  2. Setiap kelompok membuat poster mini berisi informasi dan gambar tiga Candi Buddhis pilihan mereka.
  3. Peserta didik menempelkan poster mini di dinding kelas atau papan tulis.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang Candi Buddhis pilihan mereka di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik positif atas presentasi peserta didik dan mengoreksi jika ada informasi yang kurang tepat.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya Candi Buddhis sebagai warisan budaya dan sejarah agama Buddha di Indonesia.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan tiga Candi Buddhis utama yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja sama dan partisipasinya, lalu mengajak peserta didik melakukan 'Tepuk Hebat' (tepuk tiga kali, lalu bilang 'Hebat!').
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari tahu lebih banyak tentang ritual yang dilakukan di candi dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 105 menit · awal 20 · inti 65 · penutup 20
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyimak penjelasan guru dan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan makna simbolik busana khas Buddhis dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menitIce breaking: Tebak Gaya: Guru memperagakan beberapa gaya busana sederhana (misalnya, memakai selendang, memakai topi) dan peserta didik menebak nama atau fungsinya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru menunjukkan gambar biksu/bhikkhuni dengan busana khas mereka dan bertanya, 'Pakaian apa yang mereka kenakan? Adakah makna khusus di baliknya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami makna simbolik busana khas Buddhis dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa busana dalam agama Buddha memiliki makna yang mendalam?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan berbagai gambar busana khas Buddhis dari berbagai tradisi (misalnya, jubah biksu/bhikkhuni, pakaian umat saat upacara) dan meminta peserta didik mengamati perbedaannya.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah mengamati gambar, misalnya 'Mengapa warnanya berbeda?' atau 'Apa arti selendang itu?'
  3. Pengumpulan data: Guru memberikan bahan ajar tentang makna simbolik warna dan bentuk busana Buddhis, lalu peserta didik membaca dan mencari jawaban atas pertanyaan mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)30 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan temuan mereka dari bahan ajar dan menyusun daftar makna simbolik dari setiap elemen busana Buddhis yang mereka pelajari.
  2. Pembuktian: Setiap kelompok memilih satu jenis busana Buddhis dan mencoba menjelaskan maknanya kepada kelompok lain.
  3. Setiap kelompok membuat mind map sederhana tentang makna simbolik busana Buddhis.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Setiap kelompok mempresentasikan mind map mereka dan guru membimbing untuk menarik kesimpulan umum tentang makna busana Buddhis.
  2. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang kekayaan simbolisme dalam busana Buddhis yang mengajarkan kesederhanaan dan spiritualitas.
  3. Guru menguatkan bahwa busana Buddhis bukan hanya pakaian, tetapi juga cerminan ajaran dan nilai-nilai luhur.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum makna-makna penting dari busana Buddhis yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan pujian kepada peserta didik yang aktif berdiskusi dan bertanya, lalu mengajak mereka bernyanyi lagu pendek tentang keindahan budaya.
  3. Guru meminta peserta didik untuk mengamati busana adat di daerah mereka dan mencari tahu maknanya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Menjelajahi Candi Buddhis
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 30 menit

Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi dan mencatat informasi penting tentang Candi Buddhis di Indonesia.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Indonesia kaya akan keberagaman, termasuk budaya dan bahasa dari agama Buddha. Budaya Buddhis bukan hanya tentang bangunan candi yang megah, tetapi juga tentang cara berpakaian, cara beribadah, hingga bahasa yang digunakan dalam doa.

Alat & bahan: Gambar Candi Buddhis, alat tulis, kertas HVS

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    12334Mendatar3. Komunitas para biksu danbhikkhuni yang mengikutiajaran Buddha.4. Bahasa kuno yang digunakanuntuk mencatat ajaran BuddhaGotama.Menurun1. Sikap menangkupkan keduatelapak tangan di depan dadasebagai tanda hormat.2. Ajaran atau kebenaranuniversal yang diajarkan olehBuddha.3. Bahasa kuno India yang jugadigunakan dalam teks-teksBuddhis.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati Candi Borobudur dan Candi Mendut yang ditayangkan gurumu.
  3. Bersama kelompokmu, diskusikan apa saja yang kamu lihat dari kedua candi tersebut.
  4. Tuliskan nama candi, lokasi, dan tiga keunikan masing-masing candi pada tabel yang tersedia.
  5. Pilih satu candi yang paling kamu sukai dan tuliskan alasannya dalam satu kalimat.
  6. Tempelkan hasil diskusimu di papan tulis.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang candi?
  2. Pernahkah kamu melihat orang memakai pakaian khusus saat beribadah?
  3. Siapa yang tahu nama hari raya besar dalam agama Buddha?
  4. Bahasa apa yang sering digunakan dalam doa-doa agama?

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek mini dan tes tertulis tentang budaya dan bahasa Buddhis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi minimal tiga contoh Candi Buddhis di Indonesia dengan tepat.Candi Buddhis di Indonesia (Borobudur, Mendut, Pawon).3 JPkeimanan dan ketakwaan, kewargaan
2Menjelaskan makna simbolik busana khas Buddhis dengan benar.Makna simbolik warna dan bentuk busana Buddhis (jubah biksu/bhikkhuni, selendang puja).3 JPkeimanan dan ketakwaan, kreativitas
3Mengemukakan peran tokoh agama Buddha dalam melestarikan budaya dengan percaya diri.Peran tokoh Buddhis (Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, Bhikkhuni Santini) dalam pelestarian budaya.3 JPkewargaan, komunikasi
4Mempraktikkan etika dalam ritual agama Buddha secara santun.Etika dalam ritual (puja bakti, meditasi, sikap anjali, mendengarkan).3 JPkeimanan dan ketakwaan, kewargaan
Halaman 8 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia kaya akan keberagaman, termasuk budaya dan bahasa dari agama Buddha. Budaya Buddhis bukan hanya tentang bangunan candi yang megah, tetapi juga tentang cara berpakaian, cara beribadah, hingga bahasa yang digunakan dalam doa. Mari kita selami keindahan warisan leluhur ini untuk memperkaya pemahaman kita tentang agama dan bangsa.

1. Candi Buddhis di Indonesia
Candi Buddhis adalah bangunan suci peninggalan masa lampau yang menjadi pusat ibadah dan pendidikan agama Buddha. Di Indonesia, kita memiliki Candi Borobudur yang terkenal di seluruh dunia, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Setiap candi memiliki cerita dan keunikan arsitektur yang mencerminkan ajaran Buddha. Misalnya, Candi Borobudur memiliki relief-relief yang menceritakan perjalanan hidup Buddha dan nilai-nilai moral.

2. Busana dalam Agama Buddha
Busana dalam agama Buddha memiliki makna simbolik yang mendalam. Para biksu dan bhikkhuni mengenakan jubah berwarna safron atau cokelat yang melambangkan kesederhanaan, pelepasan, dan kesucian. Warna-warna ini juga mengingatkan pada tanah dan alam, yang merupakan bagian dari kehidupan. Umat awam juga memiliki busana khusus saat upacara, seperti pakaian putih yang melambangkan kemurnian hati dan selendang puja yang digunakan sebagai bentuk penghormatan.

3. Tokoh Agama Buddha dan Perannya
Tokoh agama Buddha memiliki peran penting dalam melestarikan ajaran, budaya, dan bahasa Buddhis. Mereka tidak hanya mengajarkan Dhamma, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya. Misalnya, Bhikkhu Ashin Jinarakkhita adalah salah satu tokoh penting yang membawa kembali agama Buddha ke Indonesia setelah sempat meredup. Bhikkhuni Santini juga berperan dalam pengembangan komunitas Buddhis dan pendidikan bagi perempuan.

4. Ritual dalam Agama Buddha
Ritual dalam agama Buddha adalah praktik-praktik yang dilakukan untuk menghormati Buddha, Dhamma, dan Sangha, serta untuk mengembangkan batin. Contoh ritual adalah puja bakti, meditasi, dan circumambulasi (mengelilingi stupa). Dalam setiap ritual, ada etika atau tata krama yang harus diperhatikan, seperti bersikap anjali (menangkupkan kedua tangan), mendengarkan dengan tenang, dan menjaga kebersihan tempat ibadah. Etika ini membantu menciptakan suasana khidmat dan fokus.

5. Etika dalam Kehidupan Sehari-hari
Etika Buddhis tidak hanya berlaku saat ritual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Etika ini mencakup Lima Sila (Pancasila Buddhis): tidak membunuh makhluk hidup, tidak mengambil yang tidak diberikan, tidak berbuat asusila, tidak berbohong, dan tidak mengonsumsi zat yang memabukkan. Menerapkan etika ini membantu kita hidup harmonis dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan, serta menciptakan masyarakat yang damai.

6. Bahasa dalam Doa dan Hari Raya
Bahasa yang sering digunakan dalam doa dan mantra agama Buddha adalah bahasa Pali dan Sanskerta, yang merupakan bahasa kuno tempat ajaran Buddha pertama kali dicatat. Contohnya, 'Namo Buddhaya' berarti 'Terpujilah Buddha'. Meskipun banyak doa kini diterjemahkan ke bahasa Indonesia, melafalkan dalam bahasa aslinya masih memiliki makna spiritual yang mendalam. Pada hari raya seperti Waisak, doa-doa khusus juga dilantunkan untuk memohon berkah.

7. Hari Raya Agama Buddha
Hari raya agama Buddha adalah momen penting untuk berkumpul, beribadah, dan merenungkan ajaran Buddha. Hari raya utama adalah Waisak, yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gotama: kelahiran, pencerahan, dan parinibbana (wafat). Ada juga Asadha, yang memperingati khotbah pertama Buddha, dan Kathina, saat umat memberikan persembahan jubah kepada Sangha. Setiap hari raya memiliki tradisi dan ritual khas yang memperkaya budaya Buddhis.

Rangkuman: Budaya dan bahasa Buddhis adalah warisan berharga yang mencakup Candi Buddhis sebagai pusat ibadah, busana dengan makna simbolik, peran tokoh agama dalam pelestarian, ritual dengan etika luhur, dan penggunaan bahasa kuno dalam doa. Memahami dan menghargai aspek-aspek ini membantu kita melestarikan ajaran Buddha serta memperkaya identitas budaya bangsa Indonesia. Nilai-nilai ini mengajarkan kita kesederhanaan, hormat, dan keharmonisan dalam hidup.

Halaman 9 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AnjaliSikap menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada sebagai tanda hormat.
DhammaAjaran atau kebenaran universal yang diajarkan oleh Buddha.
SanghaKomunitas para biksu dan bhikkhuni yang mengikuti ajaran Buddha.
PaliBahasa kuno yang digunakan untuk mencatat ajaran Buddha Gotama.
SanskertaBahasa kuno India yang juga digunakan dalam teks-teks Buddhis.
WaisakHari raya terpenting dalam agama Buddha yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan parinibbana Buddha.
ParinibbanaWafatnya Buddha Gotama setelah mencapai pencerahan sempurna.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Indahnya Budaya dan Bahasaku" mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Indahnya Budaya dan Bahasaku — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Materi setahun8 materi · siap dibuatkan

8 materi Pendidikan Agama Buddha SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Riwayat Pangeran SiddhartaBerbakti kepada Orang TuaCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik

Pendidikan Agama Buddha Kelas III SD — Fase B

Kelas III — ditulis juga kelas 3 — di SD berada di Fase B, dan 8 materi Pendidikan Agama Buddha setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar.

Di sekolah, Pendidikan Agama Buddha juga dipanggil budha, buddha, agama budha, dan agama buddha — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pendidikan Agama Buddha kelas III (kelas 3) SD — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas III (kelas 3) SD mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas III (kelas 3) SD yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase B beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Pendidikan Agama Buddha bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas IIIPeta Konsep
Indahnya Budaya dan BahasakuCandi Buddhis di IndonesiaBusana dalam Agama BuddhaTokoh Agama Buddha dan PerannyaRitual dalam Agama BuddhaEtika dalam Kehidupan Sehari-hari
Dari sub-bab Indahnya Budaya dan BahasakuLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas IIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas IIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas IIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas IIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas IIIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKewargaanKreativitas
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketPPT Bahan Tayang
Satu berkas per pertemuanTujuan, materi, kuisKesimpulan & refleksi
Siap tayang, bisa disunting
Semua paketProta
1Riwayat Pangeran Siddharta2Berbakti kepada Orang Tua3Cinta Kasih (Metta)4Perbuatan Baik dan Buruk5Hari Raya Waisak…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketJurnal Mengajar
Satu baris per pertemuanTanggal dari kaldikMateri, tujuan, kegiatan
Per semester, A4 mendatar
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha Kelas III SD

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap atas nama Anda: modul pertama Word + PDF, dua berikutnya PDF; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas III (kelas 3) SD masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase B. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase B beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Pendidikan Agama Buddha kelas III SD?

8 materi, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pendidikan Agama Buddha?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Pendidikan Agama Buddha sering disebut apa lagi?

Nama resminya Pendidikan Agama Buddha, tetapi di sekolah ia juga dipanggil budha, buddha, agama budha, agama buddha. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.