Modul Ajar SD

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha SD

2 modul ajar Pendidikan Agama Buddha SD untuk kelas I, dan VI — mulai Berbakti kepada Orang Tua, dan Riwayat Pangeran Siddharta. Word + PDF ber-kop.

2 modul siap pakaiFase A, B, CWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 8 materi Pendidikan Agama Buddha SD & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Riwayat Pangeran Siddharta, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Riwayat Pangeran Siddharta selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Pendidikan Agama Buddha SD ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pendidikan Agama Buddha SD
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Riwayat Pangeran Siddharta
Pendidikan Agama Buddha · Kelas VI · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Riwayat Pangeran Siddharta
Pendidikan Agama Buddha · Fase C · Kelas VI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha
Fase / KelasC / VI
Materi PokokRiwayat Pangeran Siddharta
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal tokoh-tokoh penting dalam agama Buddha dan beberapa ajaran dasar agama Buddha.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026
Elemen / DomainAjaran Buddha
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami ajaran inti Buddha melalui kisah hidup Pangeran Siddharta, meneladani nilai-nilai luhur, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan perilaku yang sesuai dengan Dharma.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualRiwayat Pangeran Siddharta mencakup fakta-fakta historis tentang kelahiran, masa muda, pertapaan, dan pencerahan Sang Buddha.
KonseptualKonsep inti dari riwayat Pangeran Siddharta adalah pencarian kebenaran, pelepasan dari keduniawian, dan pencapaian pencerahan yang menjadi dasar ajaran Buddha.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah Pangeran Siddharta dalam mencari kebenaran dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana memahami riwayat Pangeran Siddharta membantu mereka mengembangkan kebijaksanaan dan perilaku terpuji.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMerasakan keagungan dan kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Esa melalui kisah perjalanan spiritual Pangeran Siddharta dalam mencari kebenaran sejati.
2. Cinta IlmuMenumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat untuk terus belajar tentang ajaran Buddha serta nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya.
3. Cinta LingkunganMenyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan makhluk hidup sebagai bagian dari ajaran kasih sayang universal yang diajarkan Sang Buddha.
4. Cinta Diri dan SesamaMengembangkan sikap empati dan kasih sayang terhadap diri sendiri dan sesama, meneladani sikap Pangeran Siddharta yang peduli terhadap penderitaan manusia.
5. Cinta Tanah AirMenghargai warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang berasal dari ajaran Buddha sebagai bagian dari kekayaan spiritual bangsa Indonesia.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah menyimak kisah, peserta didik dapat mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung dalam kehidupan Pangeran Siddharta secara runtut.
  3. Dengan menganalisis teks, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam riwayat Pangeran Siddharta dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari secara mandiri.
  4. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menunjukkan sikap-sikap terpuji yang meneladani Pangeran Siddharta dalam menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri.
  5. Setelah membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan rangkuman riwayat Pangeran Siddharta lengkap dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif.
Halaman 2 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami riwayat Pangeran Siddharta bukan hanya mengetahui cerita masa lalu, tetapi juga menemukan inspirasi dan nilai-nilai luhur untuk membimbing kehidupan kita agar lebih bijaksana dan penuh kasih.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa Pangeran Siddharta, yang hidup dalam kemewahan, memilih untuk meninggalkan segalanya dan mencari jalan pencerahan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Peserta didik berlatih menyimak, membaca, dan menceritakan kembali kisah Riwayat Pangeran Siddharta dengan struktur yang baik.
Seni Budaya dan Prakarya: Peserta didik dapat membuat ilustrasi atau diorama sederhana yang menggambarkan peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta.
Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong yang tercermin dalam ajaran Buddha.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari cerita-cerita Buddhis lain yang relevan di rumah dan mendiskusikan nilai-nilai moral di dalamnya.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan sudut baca yang berisi buku-buku cerita Buddhis sederhana; tersedia juga akses internet terbatas untuk mencari gambar atau video terkait.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video animasi atau ilustrasi digital tentang riwayat Pangeran Siddharta untuk menarik minat peserta didik dan membantu visualisasi cerita.
Halaman 3 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah menyimak kisah, peserta didik dapat mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa sesuai keyakinan, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menampilkan gambar-gambar kemewahan istana dan kehidupan sederhana, lalu bertanya 'Mana yang lebih membahagiakan?' untuk mengaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi peristiwa penting Pangeran Siddharta dan pertanyaan pemantik yang akan dijawab bersama.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat atau membacakan kisah awal kehidupan Pangeran Siddharta di istana dan empat pertemuan agung (orang tua, orang sakit, orang meninggal, pertapa), lalu bertanya 'Apa yang membuat Pangeran Siddharta gelisah meskipun hidup dalam kemewahan?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan LKPD untuk mencatat poin-poin penting dari kisah yang disajikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok membaca kembali kisah Pangeran Siddharta (teks bahan ajar) dan berdiskusi untuk mengidentifikasi empat peristiwa penting yang dialami Pangeran Siddharta.
  2. Setiap kelompok menuliskan peristiwa-peristiwa tersebut pada lembar kerja yang disediakan, termasuk lokasi dan dampak emosional Pangeran Siddharta.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasinya di depan kelas.
  2. Guru dan peserta didik lainnya memberikan umpan balik dan pertanyaan untuk memperjelas pemahaman.
  3. Guru memberikan penguatan tentang Empat Peristiwa Agung dan bagaimana peristiwa tersebut memicu Pangeran Siddharta untuk mencari kebenaran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan empat peristiwa penting dalam riwayat Pangeran Siddharta.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan nilai kesederhanaan.
  3. Guru memberikan tugas membaca lanjutan untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung dalam kehidupan Pangeran Siddharta secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, serta mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali tentang Empat Peristiwa Agung yang telah diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan perasaan peserta didik saat mengetahuinya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan makna dari peristiwa-peristiwa tersebut dan kaitannya dengan pencarian kebenaran.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar atau ilustrasi yang menggambarkan Empat Peristiwa Agung (orang tua, orang sakit, orang meninggal, pertapa) secara terpisah, lalu meminta peserta didik untuk mengamati.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu menuliskan satu pertanyaan yang muncul di benak mereka terkait makna dari setiap gambar peristiwa tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik dalam kelompok mencari informasi dari bahan ajar dan sumber lain (buku cerita, artikel sederhana) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul mengenai makna Empat Peristiwa Agung.
  2. Pengolahan data: Setiap kelompok berdiskusi untuk merangkum makna dari setiap peristiwa dan bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut mempengaruhi keputusan Pangeran Siddharta untuk meninggalkan istana dan mencari pencerahan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang makna Empat Peristiwa Agung, sementara kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  2. Menarik kesimpulan: Guru membimbing peserta didik untuk bersama-sama menyimpulkan makna filosofis dari setiap peristiwa dan bagaimana hal itu mendorong Pangeran Siddharta menjadi seorang pertapa.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melihat penderitaan sebagai motivasi untuk mencari solusi dan kebahagiaan sejati.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum makna utama dari Empat Peristiwa Agung dan dampaknya bagi Pangeran Siddharta.
  2. Guru memberikan pujian atas semangat belajar dan diskusi yang aktif, serta menumbuhkan rasa ingin tahu lebih lanjut.
  3. Guru memberikan pengantar untuk materi selanjutnya tentang pertapaan Pangeran Siddharta dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Menjelajahi Kisah Pangeran Siddharta!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan makna empat peristiwa penting dalam riwayat Pangeran Siddharta.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Riwayat Pangeran Siddharta adalah kisah luar biasa tentang pencarian kebenaran yang mengubahnya menjadi seorang Buddha. Kisah ini mengajarkan kita tentang penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan menuju pencerahan.

Alat & bahan: kertas HVS, pensil, spidol warna, bahan ajar

Langkah kerja:

  1. Lengkapi urutan riwayat hidup Pangeran Siddharta berikut, lalu tuliskan keteladanan yang dapat kamu contoh.
    1Meninggalkanistana2Bertapa3PeneranganSempurna45
    Gambar 1. Alur
  2. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan momen-momen penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta.
  3. Diskusikan dalam kelompokmu, peristiwa apa saja yang terjadi pada setiap gambar dan apa yang Pangeran Siddharta rasakan.
  4. Tuliskan nama peristiwa dan deskripsi singkatnya pada kolom yang tersedia di tabel.
  5. Jelaskan makna atau pelajaran penting yang didapat Pangeran Siddharta dari setiap peristiwa tersebut.
  6. Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil diskusimu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Siapa nama kecil Sang Buddha?
  2. Apa yang kamu ketahui tentang kehidupan Pangeran Siddharta di istana?
  3. Menurutmu, mengapa Pangeran Siddharta meninggalkan istananya?
  4. Sebutkan satu hal yang kamu tahu tentang ajaran Buddha!

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan keaktifan saat presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian peta pikiran tentang riwayat Pangeran Siddharta dan presentasinya.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran SiddhartaKelahiran, masa muda, Empat Peristiwa Agung2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan makna dari Empat Peristiwa AgungMakna penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan pertapaan2 JPKeimanan dan Ketakwaan
3Menunjukkan sikap-sikap terpuji yang meneladani Pangeran SiddhartaKasih sayang, kebijaksanaan, ketekunan2 JPKolaborasi
4Menyajikan rangkuman riwayat Pangeran SiddhartaPeta pikiran riwayat dan nilai-nilai luhur2 JPKreativitas
Halaman 8 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Riwayat Pangeran Siddharta adalah kisah luar biasa tentang pencarian kebenaran yang mengubahnya menjadi seorang Buddha. Kisah ini mengajarkan kita tentang penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan menuju pencerahan. Dengan memahami perjalanan hidup beliau, kita dapat menemukan inspirasi untuk menjalani hidup yang lebih bermakna dan penuh kasih.

1. Kelahiran Pangeran Siddharta
Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Ayahnya adalah Raja Suddhodana dan ibunya Ratu Maya. Saat kelahirannya, para petapa meramalkan ia akan menjadi seorang raja besar atau seorang Buddha. Raja Suddhodana sangat menyayangi putranya dan berusaha melindunginya dari segala bentuk penderitaan, agar ia tetap menjadi seorang raja. Pangeran tumbuh besar dalam kemewahan istana, dikelilingi keindahan dan tanpa pernah melihat kesusahan dunia luar.

2. Masa Muda dan Empat Peristiwa Agung
Meskipun hidup dalam kemewahan, Pangeran Siddharta merasa ada sesuatu yang kurang. Suatu hari, ia keluar dari istana dan melihat empat peristiwa yang mengubah pandangannya. Pertama, ia melihat orang tua renta yang lemah. Kedua, ia melihat orang sakit yang menderita. Ketiga, ia melihat jenazah yang diusung ke pemakaman. Keempat, ia melihat seorang pertapa yang hidup tenang. Peristiwa-peristiwa ini menyadarkannya akan penderitaan, ketidakkekalan, dan adanya jalan untuk mengatasi penderitaan.

3. Pelepasan Diri dan Pertapaan
Terinspirasi oleh pertapa yang dilihatnya, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istana, istri, dan putranya. Ia memotong rambutnya, mengganti pakaiannya dengan jubah sederhana, dan memulai hidup sebagai pertapa. Selama bertahun-tahun, ia berlatih keras, berpuasa, dan bermeditasi di hutan. Ia mencari guru-guru spiritual dan mencoba berbagai metode pertapaan ekstrem, tetapi belum menemukan jawaban atas pertanyaannya tentang penderitaan dan kebahagiaan sejati.

4. Pencerahan di Bawah Pohon Bodhi
Setelah menyadari bahwa pertapaan ekstrem tidak membawa hasil, Pangeran Siddharta memilih jalan tengah. Ia duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya dengan tekad tidak akan bangkit sebelum mencapai pencerahan sempurna. Setelah 49 hari bermeditasi, ia akhirnya mencapai pencerahan dan menjadi Buddha, 'Yang Telah Sadar'. Ia memahami Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Utama Berunsur Delapan, yang menjadi inti ajaran-Nya.

5. Penyebaran Dharma
Setelah mencapai pencerahan, Buddha menghabiskan sisa hidupnya untuk menyebarkan Dharma (ajaran kebenaran) kepada banyak orang. Ia melakukan perjalanan ke berbagai tempat, mengajarkan jalan menuju kebebasan dari penderitaan kepada raja, rakyat biasa, dan pertapa. Ajaran-Nya menekankan pentingnya moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Ribuan orang menjadi murid-Nya dan ajaran Buddha terus berkembang hingga kini, membawa kedamaian bagi dunia.

Rangkuman: Riwayat Pangeran Siddharta mengajarkan kita tentang perjalanan hidup yang penuh pencarian dan pengorbanan demi mencapai kebenaran. Mulai dari kelahiran di istana, melihat penderitaan melalui Empat Peristiwa Agung, hingga mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi, kisah ini menjadi inspirasi. Nilai-nilai seperti kebijaksanaan, kasih sayang, dan ketekunan merupakan inti yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman 9 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
SiddhartaNama kecil Sang Buddha sebelum mencapai pencerahan.
BuddhaSebutan bagi orang yang telah mencapai pencerahan sempurna.
DharmaAjaran kebenaran yang disampaikan oleh Buddha.
PertapaOrang yang mengasingkan diri untuk mencari kebenaran spiritual.
PencerahanKeadaan sadar sempurna, terbebas dari penderitaan dan ketidaktahuan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Riwayat Pangeran Siddharta" mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Kelas I Fase A2 dari 8 siap unduh

8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas I SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Lihat semuanya →Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik

Kelas II Fase A2 dari 8 siap unduh

8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas II SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik

Kelas III Fase B2 dari 8 siap unduh

8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas III SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik

Kelas IV Fase B2 dari 8 siap unduh

8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas IV SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik

Kelas V Fase C2 dari 8 siap unduh

8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas V SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik

Kelas VI Fase C2 dari 8 siap unduh

8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas VI SD, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik.

Lihat semuanya →Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCinta Kasih (Metta)Perbuatan Baik dan BurukHari Raya WaisakBerdana dan BerbagiMeditasi Sederhana (Ketenangan)Sahabat yang Baik
Peta materi Pendidikan Agama Buddha SD — 8 materi, kelas I sampai VI, modul ajar siap unduh
Contoh sampul modul ajar Pendidikan Agama Buddha SD — Word + PDF ber-kop, atas nama Anda.

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha di SD

Peta di halaman ini memuat 8 materi Pendidikan Agama Buddha kelas I sampai VI di SD, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase A, B, dan C, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengikuti Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan Standar Proses (Permendikdasmen 1/2026), dengan 8 Dimensi Profil Lulusan.

Di sekolah, Pendidikan Agama Buddha juga dipanggil budha, buddha, agama budha, dan agama buddha — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pendidikan Agama Buddha SD — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SD mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pendidikan Agama Buddha SD yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Pendidikan Agama Buddha bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIPeta Konsep
Riwayat Pangeran SiddhartaKelahiran Pangeran SiddhartaMasa Muda dan Empat Peristiwa AgungPelepasan Diri dan PertapaanPencerahan di Bawah Pohon BodhiPenyebaran Dharma
Dari sub-bab Riwayat Pangeran SiddhartaLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Riwayat Pangeran Siddharta2Berbakti kepada Orang Tua3Cinta Kasih (Metta)4Perbuatan Baik dan Buruk5Hari Raya Waisak…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pendidikan Agama Buddha di Jenjang Lain

Materi Pendidikan Agama Buddha untuk jenjang lainnya.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha SD

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Fase apa saja yang tercakup di Pendidikan Agama Buddha SD?

Fase A, B, dan C — kelas I sampai VI. Fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta materi halaman ini.

Apa saja materi Pendidikan Agama Buddha SD?

48 materi, urut mengajar dari Riwayat Pangeran Siddharta hingga Sahabat yang Baik. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pendidikan Agama Buddha?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Pendidikan Agama Buddha sering disebut apa lagi?

Nama resminya Pendidikan Agama Buddha, tetapi di sekolah ia juga dipanggil budha, buddha, agama budha, agama buddha. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.