Modul Ajar SDLB

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas I SDLB

1 modul ajar Bahasa Indonesia kelas I SDLB (Fase A) siap unduh — Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase AWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 8 materi kelas I & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas I ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Bahasa Indonesia Kelas I SDLB
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita
Bahasa Indonesia · Kelas I · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita
Bahasa Indonesia · Fase A · Kelas I · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasA / I
Materi PokokMenerapkan Pra Menulis — Tunagrahita
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranDiscovery Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki koordinasi mata dan tangan yang cukup untuk memegang alat tulis sederhana dan membuat coretan bebas.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik menghasilkan berbagai ide bentuk goresan dan garis untuk pra menulis dengan cara yang unik dan berbeda.
  2. komunikasi — elemen: menyampaikan pesan dengan bahasa yang jelas
    Peserta didik mengkomunikasikan ide goresan dan bentuk pra menulis melalui gerakan atau gambar sederhana kepada teman dan guru.
  3. kemandirian — elemen: memiliki inisiatif belajar secara mandiri
    Peserta didik menunjukkan inisiatif untuk mencoba berbagai alat dan media menulis sesuai kemampuan tanpa harus selalu diminta guru.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menunjukkan kemampuan pra menulis dengan membuat berbagai bentuk goresan, garis, dan pola dasar yang melatih koordinasi motorik halus dan persiapan menulis.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini melibatkan pengenalan berbagai alat tulis seperti pensil, krayon, dan spidol serta media seperti kertas atau papan tulis.
KonseptualKonsep inti adalah bahwa kegiatan pra menulis melatih motorik halus dan koordinasi agar tangan siap untuk menulis huruf dan angka.
ProseduralProsedur yang dipelajari meliputi cara memegang alat tulis yang benar, membuat garis lurus, lengkung, zig-zag, dan lingkaran.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa latihan menggambar garis dan bentuk adalah bagian penting untuk dapat menulis dengan baik dan rapi.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan dan demonstrasi, peserta didik dapat memegang alat tulis dengan posisi yang benar secara mandiri.
  2. Melalui latihan menebalkan garis, peserta didik dapat membuat garis lurus, zig-zag, dan lengkung dengan mengikuti pola yang diberikan.
  3. Setelah mengamati berbagai benda di sekitar, peserta didik dapat meniru bentuk lingkaran dan kotak dengan goresan bebas menggunakan alat tulis.
  4. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan antara garis lurus dan garis lengkung pada gambar yang disajikan.
Halaman 2 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kegiatan pra menulis bukan sekadar menggambar, melainkan latihan penting yang membantu tangan menjadi kuat dan terampil untuk menulis huruf dan angka dengan rapi, serta membantu kita menyampaikan ide lewat tulisan.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tangan kita bisa kuat dan siap untuk menulis nama kita sendiri?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisDiscovery Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Peserta didik menggunakan kreativitas untuk menggambar bentuk-bentuk sederhana dan mewarnainya.
Matematika: Peserta didik mengenal dan mengidentifikasi bentuk-bentuk geometri dasar seperti lingkaran dan kotak dari benda-benda di sekitar.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat membantu peserta didik berlatih memegang alat tulis dan membuat goresan di rumah menggunakan media sederhana seperti pasir atau tepung.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memiliki area menulis yang nyaman dengan meja dan kursi yang sesuai tinggi peserta didik, serta area lantai untuk kegiatan motorik kasar.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi atau video interaktif sederhana di tablet/komputer yang melatih koordinasi tangan-mata untuk menebalkan garis atau menggambar bentuk.
Halaman 3 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 60 menit · awal 10 · inti 40 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan dan demonstrasi, peserta didik dapat memegang alat tulis dengan posisi yang benar secara mandiri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Tepuk Jari: Guru memimpin tepuk jari sambil menyebutkan nama jari (jempol, telunjuk, tengah, manis, kelingking), melatih koordinasi dan fokus.
  1. Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Guru menunjukkan berbagai alat tulis (pensil, krayon) dan bertanya, 'Siapa yang tahu ini apa? Untuk apa ya?' sambil mengaitkan dengan pengalaman menggambar atau mencoret.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar cara memegang alat tulis yang benar agar tangan siap menulis dan bertanya, 'Kenapa penting ya cara pegang pensil yang benar?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar berbagai alat tulis dan media menulis, lalu meminta peserta didik menyebutkan nama alat yang mereka kenal.
  2. Identifikasi masalah: Guru mendemonstrasikan cara memegang pensil yang benar dan yang kurang tepat, lalu bertanya, 'Cara mana yang paling nyaman dan mudah untuk menulis?'
  3. Pengumpulan data: Peserta didik mencoba memegang pensil dengan berbagai cara, merasakan perbedaannya, dan mengamati teman-temannya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pengolahan data: Guru membimbing peserta didik untuk mempraktikkan cara memegang pensil yang benar dengan bantuan lagu atau gerakan sederhana.
  2. Pembuktian: Peserta didik secara individu mencoba memegang pensil dan membuat goresan bebas di udara atau di kertas bekas, lalu guru memberikan umpan balik langsung.
  3. Peserta didik mengerjakan LKPD 1 yang berisi latihan memegang pensil dan membuat goresan bebas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menarik kesimpulan: Peserta didik menunjukkan cara memegang pensil yang menurut mereka paling nyaman dan benar di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan tentang pentingnya memegang alat tulis dengan benar untuk persiapan menulis.
  3. Guru mengulang demonstrasi cara memegang pensil yang benar dan meminta peserta didik menirukan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang pentingnya memegang alat tulis dengan benar.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktifnya dan menanyakan perasaan mereka setelah belajar cara memegang pensil.
  3. Guru mengingatkan untuk terus berlatih di rumah dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 60 menit · awal 10 · inti 40 · penutup 10
Model PembelajaranPembelajaran Kooperatif
Tujuan Pertemuan 2Melalui latihan menebalkan garis, peserta didik dapat membuat garis lurus, zig-zag, dan lengkung dengan mengikuti pola yang diberikan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitIce breaking: Ikuti Garisku: Guru membuat gerakan tangan membentuk garis lurus, zig-zag, dan lengkung di udara, lalu peserta didik menirukan dengan semangat.
  1. Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengaitkan pelajaran hari ini dengan pertemuan sebelumnya, 'Kemarin kita sudah belajar cara pegang pensil yang benar. Sekarang kita akan belajar membuat berbagai garis!'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat garis lurus, zig-zag, dan lengkung, serta menjelaskan bahwa ini akan membantu tangan mereka lebih terampil untuk menulis.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi: Guru menunjukkan contoh gambar yang memiliki garis lurus, zig-zag, dan lengkung (misalnya jalan, gunung, awan) dan bertanya, 'Garis apa saja yang kamu lihat?'
  2. Menyajikan informasi: Guru mendemonstrasikan cara membuat garis lurus, zig-zag, dan lengkung di papan tulis atau kertas besar, sambil menjelaskan perbedaan masing-masing garis.
  3. Mengorganisasi kelompok belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (2-3 orang) dan dibagikan LKPD 2 serta berbagai alat tulis.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Membimbing kelompok bekerja: Setiap kelompok mendapatkan lembar kerja yang berisi pola garis putus-putus (lurus, zig-zag, lengkung) untuk ditebalkan.
  2. Peserta didik secara bergantian atau bersama-sama menebalkan pola garis di LKPD dengan bimbingan guru dan teman sekelompok.
  3. Guru berkeliling membimbing, memberikan contoh, dan memastikan setiap peserta didik mencoba membuat semua jenis garis.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Evaluasi: Setiap kelompok secara bergantian menunjukkan hasil karyanya dan menjelaskan garis apa saja yang sudah mereka buat.
  2. Guru memberikan umpan balik positif dan mengoreksi jika ada kesalahan dalam menebalkan garis, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memberikan komentar.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang berbagai jenis garis dan kegunaannya dalam menulis atau menggambar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru dan peserta didik merangkum kembali jenis-jenis garis yang telah dipelajari hari ini.
  2. Guru memberikan pujian atas semangat belajar dan hasil karya peserta didik, 'Hebat sekali, tangan kalian semakin pintar membuat garis!'
  3. Guru memberikan tugas untuk berlatih membuat garis di rumah dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Ayo Berlatih Pegang Pensil dan Menggambar!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 20 menit

Tujuan: Kamu akan berlatih memegang pensil dengan benar dan membuat berbagai bentuk garis.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Selamat datang di dunia pra menulis! Sebelum kita bisa menulis huruf dan angka dengan indah, tangan kita perlu latihan.

Alat & bahan: Pensil, krayon, kertas, lembar LKPD, penghapus

Langkah kerja:

  1. Ambil pensilmu dan pegang seperti yang sudah diajarkan guru.
    Cara Memegang PensilPegang PensilSiap Menulis
    Gambar 1. Kartu gambar
  2. Tebalkan garis putus-putus di kotak ini menjadi garis lurus, zig-zag, dan lengkung.
  3. Warnai gambar bentuk lingkaran dan kotak yang ada di bawah ini dengan warna kesukaanmu.
  4. Coba gambar sendiri 3 lingkaran dan 3 kotak di halaman kosong ini.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bisakah kamu memegang pensil ini?
  2. Coba buat garis lurus di udara!
  3. Bisakah kamu menunjuk benda berbentuk lingkaran di kelas ini?
  4. Apa yang kamu rasakan saat memegang pensil?

Formatif (proses): Guru melakukan observasi langsung terhadap cara peserta didik memegang alat tulis dan kemampuan membuat goresan serta bentuk dasar selama kegiatan.

Sumatif (akhir): Peserta didik dinilai dari hasil 'Buku Bentukku' yang berisi goresan garis dan bentuk lingkaran serta kotak.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Memegang alat tulis dengan posisi yang benar.Cara memegang pensil yang benar.2 JPkemandirian
2Membuat garis lurus, zig-zag, dan lengkung.Jenis-jenis garis dan cara membuatnya.2 JPkreativitas
3Meniru bentuk lingkaran dan kotak dengan goresan bebas.Bentuk dasar lingkaran dan kotak.2 JPkomunikasi
Halaman 8 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Selamat datang di dunia pra menulis! Sebelum kita bisa menulis huruf dan angka dengan indah, tangan kita perlu latihan. Seperti seorang atlet yang berlatih sebelum bertanding, kita juga perlu melatih tangan kita agar kuat dan terampil. Mari kita mulai petualangan seru ini dengan belajar memegang pensil dan membuat berbagai garis serta bentuk yang menyenangkan!

1. Mengenal Alat Tulis
Ada banyak alat yang bisa kita gunakan untuk menulis dan menggambar. Ada pensil yang biasanya kita pakai untuk sekolah, krayon untuk mewarnai, dan spidol yang warnanya cerah. Setiap alat ini punya cara pakai yang sedikit berbeda, tapi intinya adalah kita harus memegangnya dengan nyaman agar tangan tidak cepat lelah. Memilih alat tulis yang pas juga bisa membuat kita lebih semangat belajar.

2. Cara Memegang Pensil yang Benar
Memegang pensil yang benar itu penting sekali. Bayangkan kamu sedang memegang sebuah bola kecil dengan tiga jari: jempol, telunjuk, dan jari tengah. Pensil diletakkan di antara jari telunjuk dan jari tengah, lalu ditahan dengan jempol. Posisi ini membuat tanganmu rileks dan mudah bergerak. Jika kamu memegang pensil terlalu erat atau dengan semua jari, tanganmu bisa cepat pegal dan tulisanmu kurang rapi. Latihlah terus sampai kamu merasa nyaman.

3. Membuat Garis Lurus
Garis lurus adalah garis yang tidak berkelok-kelok, bisa ke atas, ke bawah, atau ke samping. Untuk membuat garis lurus, kamu bisa mulai dari satu titik ke titik lain tanpa mengangkat pensil. Latihan membuat garis lurus sangat penting untuk menulis huruf seperti 'I' atau 'T', dan juga untuk membuat angka '1' atau '7'. Kamu bisa berlatih dengan menebalkan garis putus-putus atau mencoba membuat garis lurus sendiri di kertas.

4. Membuat Garis Zig-zag dan Lengkung
Selain garis lurus, ada juga garis zig-zag yang seperti gunung-gunung kecil berderet, dan garis lengkung yang seperti ombak atau pelangi. Garis zig-zag melatih tangan kita untuk bergerak naik turun, sedangkan garis lengkung melatih gerakan melingkar. Kedua jenis garis ini sangat berguna untuk menulis huruf seperti 'M', 'W', 'S', atau 'C', dan juga untuk menggambar. Latihan ini membuat tangan kita lebih luwes dan terampil.

5. Menggambar Bentuk Lingkaran
Lingkaran adalah bentuk yang tidak punya sudut, seperti roda sepeda atau jam dinding. Untuk menggambar lingkaran, kamu bisa mulai dari satu titik lalu putar pensilmu kembali ke titik awal. Latihan membuat lingkaran ini melatih koordinasi mata dan tangan agar bisa membuat gerakan memutar yang halus. Ini sangat membantu saat kita ingin menulis huruf 'O', 'Q', atau angka '0' dan '6'.

6. Menggambar Bentuk Kotak
Kotak adalah bentuk yang punya empat sisi lurus dan empat sudut, seperti buku atau meja. Untuk menggambar kotak, kamu bisa mulai dengan membuat dua garis lurus ke bawah, lalu sambungkan dengan dua garis lurus ke samping. Latihan membuat kotak ini melatih kemampuan kita untuk membuat garis lurus dan sudut dengan rapi. Ini bermanfaat untuk menulis huruf 'E', 'F', 'H', atau angka '4'.

7. Manfaat Pra Menulis
Semua latihan ini, mulai dari memegang pensil sampai membuat garis dan bentuk, disebut pra menulis. Pra menulis adalah persiapan penting agar tangan kita kuat, jari-jari kita lincah, dan mata kita terbiasa melihat bentuk-bentuk. Dengan pra menulis, kita jadi lebih mudah dan percaya diri saat nanti belajar menulis huruf dan angka, bahkan bisa menggambar banyak hal yang kita suka. Jadi, jangan malas berlatih ya!

Rangkuman: Pra menulis adalah latihan penting untuk menyiapkan tangan agar siap menulis. Ini meliputi cara memegang alat tulis yang benar, membuat berbagai jenis garis seperti lurus, zig-zag, dan lengkung, serta menggambar bentuk dasar seperti lingkaran dan kotak. Semua kegiatan ini melatih motorik halus, koordinasi mata dan tangan, serta membentuk dasar yang kuat untuk menulis huruf dan angka dengan rapi di kemudian hari. Teruslah berlatih agar tanganmu semakin pintar!

Halaman 9 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Pra MenulisKegiatan persiapan sebelum belajar menulis huruf dan angka.
Motorik HalusKemampuan menggerakkan otot-otot kecil di tangan dan jari.
KoordinasiKeselarasan gerakan antara mata dan tangan.
Goresan BebasCoretan atau gambar yang dibuat tanpa pola tertentu.
Zig-zagGaris yang berbentuk runcing naik turun secara bersambung.
LengkungGaris yang berbentuk melingkar atau melengkung.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menerapkan Pra Menulis — Tunagrahita — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan

4 materi Bahasa Indonesia SDLB, urut mengajar dari Bunyi Apa? hingga Aku Bisa!.

Bunyi Apa?Ayo, Bermain!Awas Kuman!Aku Bisa!

Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan

4 materi Bahasa Indonesia SDLB, urut mengajar dari Teman Baru hingga Di Sekitar Rumah.

Teman BaruTemanku BerbedaAku InginDi Sekitar Rumah

Bahasa Indonesia Kelas I SDLB — Fase A

Kelas I — ditulis juga kelas 1 — di SDLB berada di Fase A, dan 8 materi Bahasa Indonesia setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, Bahasa Indonesia juga dipanggil bindo dan b indonesia — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Bahasa Indonesia kelas I (kelas 1) SDLB — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I (kelas 1) SDLB mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Bahasa Indonesia kelas I (kelas 1) SDLB yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase A beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Bahasa Indonesia bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IPeta Konsep
Menerapkan Pra Menulis — TunagrahitaMengenal Alat TulisCara Memegang Pensil yang BenarMembuat Garis LurusMembuat Garis Zig-zag dan LengkungMenggambar Bentuk Lingkaran
Dari sub-bab Menerapkan Pra Menulis — TunagrahitaLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas ILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Indonesia · Kelas IProfil Lulusan
KreativitasKomunikasiKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketPPT Bahan Tayang
Satu berkas per pertemuanTujuan, materi, kuisKesimpulan & refleksi
Siap tayang, bisa disunting
Semua paketProta
1Bunyi Apa?1Ayo, Bermain!1Awas Kuman!1Aku Bisa!2Teman Baru…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDBunyi Apa?Ayo, Bermain!Awas Kuman!Aku Bisa!
Sebaran materi per bulan
Semua paketJurnal Mengajar
Satu baris per pertemuanTanggal dari kaldikMateri, tujuan, kegiatan
Per semester, A4 mendatar
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas I SDLB

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap atas nama Anda: modul pertama Word + PDF, dua berikutnya PDF; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas I (kelas 1) SDLB masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase A. Kelas I dan kelas 1 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase A beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Bahasa Indonesia kelas I SDLB?

8 materi, urut mengajar dari Bunyi Apa? hingga Di Sekitar Rumah. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Bahasa Indonesia?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Bahasa Indonesia sering disebut apa lagi?

Nama resminya Bahasa Indonesia, tetapi di sekolah ia juga dipanggil bindo, b indonesia. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.