BerandaModul AjarSMPEkrakurikuler STEM › Kelas VIII
Modul Ajar SMP

Modul Ajar Ekrakurikuler STEM Kelas VIII SMP

1 modul ajar Ekrakurikuler STEM kelas VIII SMP (Fase D) siap unduh — Pembuatan Es Krim Tradisional. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISSMP · Word + PDF ber-kop atas nama Anda

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Pembuatan Es Krim Tradisional, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VIII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Ekrakurikuler STEM Kelas VIII SMP
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pembuatan Es Krim Tradisional
Ekrakurikuler STEM · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pembuatan Es Krim Tradisional
Ekrakurikuler STEM · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranEkrakurikuler STEM
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokPembuatan Es Krim Tradisional
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) dengan Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang perubahan wujud zat dan pengukuran sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik menganalisis data hasil percobaan pembuatan es krim untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik menciptakan resep es krim tradisional dengan variasi bahan dan teknik yang unik sesuai preferensi rasa.
  3. Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
    Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembuatan es krim tradisional.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Elemen / DomainReka Bentuk dan Inovasi
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengidentifikasi masalah, merancang solusi inovatif, dan membuat prototipe sederhana menggunakan prinsip-prinsip STEM untuk memecahkan masalah kontekstual.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualEs krim tradisional adalah jenis es krim yang dibuat tanpa mesin khusus, biasanya menggunakan wadah dan es batu serta garam untuk mendinginkan adonan.
KonseptualPrinsip utama pembuatan es krim tradisional adalah penurunan titik beku air akibat penambahan garam pada es batu, yang memungkinkan adonan es krim membeku secara perlahan dan menghasilkan tekstur lembut.
ProseduralLangkah-langkah pembuatan es krim tradisional meliputi pencampuran bahan, proses pendinginan menggunakan es batu dan garam, serta pengadukan hingga adonan mengental dan membeku.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa percobaan pembuatan es krim ini melatih kemampuan berpikir sistematis dan pemecahan masalah dalam mengoptimalkan hasil produk.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi bahan-bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan es krim tradisional.
  2. Menjelaskan prinsip penurunan titik beku air dalam proses pembuatan es krim tradisional.
  3. Merancang dan melaksanakan percobaan pembuatan es krim tradisional dengan variasi bahan.
  4. Menganalisis hasil percobaan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur es krim.
  5. Mempresentasikan hasil proyek pembuatan es krim tradisional dan mendiskusikan inovasi rasa.
  6. Menyusun laporan sederhana tentang proses dan hasil pembuatan es krim tradisional.
Halaman 2 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami prinsip ilmiah di balik pembuatan es krim tradisional membantu kita mengapresiasi inovasi pangan dan mengembangkan keterampilan rekayasa sederhana.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir, bagaimana es krim bisa membeku tanpa kulkas dan mesin khusus?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) dengan Praktik
Lintas Disiplin IlmuFisika: Prinsip penurunan titik beku air dan perpindahan panas dalam proses pembekuan es krim.
Kimia: Komposisi bahan-bahan es krim dan interaksi molekul dalam proses pembekuan.
Matematika: Pengukuran volume, massa bahan, dan perhitungan perbandingan resep.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/wali dapat membantu peserta didik dalam mencari resep tradisional atau menyediakan bahan-bahan untuk praktik di rumah sebagai pengayaan.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas atau laboratorium yang dilengkapi meja kerja yang cukup, sumber air, dan akses ke listrik untuk alat bantu sederhana, serta area yang mudah dibersihkan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video tutorial pembuatan es krim tradisional dari YouTube, aplikasi pengolah kata untuk menyusun laporan, dan presentasi digital untuk membagikan hasil proyek.
Halaman 3 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi bahan-bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan es krim tradisional serta menjelaskan prinsip penurunan titik beku air.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Dingin: Guru menyebutkan ciri-ciri benda dingin, peserta didik menebak benda apa itu. Contoh: 'Benda ini terbuat dari air, bisa diminum, dan dingin sekali.' (Es batu).
Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman makan es krim. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian berpikir, bagaimana es krim bisa membeku tanpa kulkas dan mesin khusus?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik mengamati video singkat tentang pembuatan es krim tradisional dan berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi bahan, alat, serta menduga prinsip ilmiah di baliknya. Guru memfasilitasi diskusi tentang peran es batu dan garam.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok merumuskan hipotesis tentang bagaimana garam mempengaruhi suhu es batu dan merancang percobaan sederhana untuk membuktikannya menggunakan termometer dan stopwatch.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hipotesis dan rancangan percobaannya. Guru memberikan penguatan konsep penurunan titik beku dan mengoreksi pemahaman awal peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan prinsip dasar pembuatan es krim tradisional. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas untuk mencari resep es krim tradisional untuk pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Merancang dan melaksanakan percobaan pembuatan es krim tradisional dengan variasi bahan serta menganalisis hasil percobaan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rasa Rahasia: Peserta didik mencicipi beberapa bahan dasar es krim (susu, gula, vanila) secara terpisah dan menebak rasa apa yang akan dominan jika dicampur.
Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Melakukan apersepsi dengan menanyakan resep es krim tradisional yang sudah ditemukan peserta didik. Menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan merancang dan membuat es krim tradisional kita sendiri!'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memilih resep es krim tradisional, memodifikasi resep dengan variasi rasa atau bahan (misal: tambahan buah, cokelat), dan membuat daftar alat serta bahan yang dibutuhkan untuk proyek mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok melaksanakan proyek pembuatan es krim tradisional sesuai rancangan, mencatat langkah-langkah, suhu, waktu, dan pengamatan perubahan tekstur selama proses pembekuan. Mereka juga mendokumentasikan prosesnya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitKelompok saling mencicipi dan memberikan masukan terhadap es krim yang dibuat. Peserta didik menganalisis data yang terkumpul dan mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan es krim mereka.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja sama kelompok. Peserta didik merangkum hasil pengamatan dan mulai menyusun draf laporan. Guru memberikan pengantar untuk presentasi pada pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Mempresentasikan hasil proyek pembuatan es krim tradisional, mendiskusikan inovasi rasa, dan menyusun laporan sederhana.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Es Krim Impian: Peserta didik secara cepat menyebutkan satu rasa es krim impian mereka dan mengapa mereka menyukainya.
Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Melakukan apersepsi dengan menanyakan kendala atau tantangan yang dihadapi saat membuat es krim. Menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Saatnya kita berbagi hasil karya dan inovasi es krim kita!'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara individu atau kelompok mempersiapkan presentasi tentang proyek es krim mereka, termasuk resep, proses, hasil, dan kendala yang dihadapi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil proyek es krim tradisional mereka, menjelaskan inovasi rasa, dan proses yang dilakukan. Sesi tanya jawab dan diskusi antar kelompok difasilitasi oleh guru.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPeserta didik dan guru bersama-sama mengevaluasi keberhasilan proyek, mengidentifikasi pembelajaran yang didapat, dan memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan konsep tentang rekayasa dan inovasi pangan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pembuatan es krim tradisional dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses dan hasil karya. Doa penutup dan pesan motivasi untuk terus berkreasi.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Memandu peserta didik dalam merancang, melaksanakan, dan menganalisis hasil percobaan pembuatan es krim tradisional.

Alat & bahan: Susu cair, gula, ekstrak vanila, es batu, garam dapur, kantong plastik ziplock ukuran besar dan kecil, mangkuk, sendok, termometer, stopwatch

Langkah kerja:

  1. Siapkan semua bahan dan alat yang diperlukan.
  2. Campurkan susu, gula, dan vanila dalam kantong plastik kecil, pastikan tertutup rapat.
  3. Masukkan kantong plastik kecil ke dalam kantong plastik besar yang sudah berisi es batu dan garam.
  4. Kocok kantong plastik besar secara perlahan selama 10-15 menit, amati perubahan suhu dan tekstur.
  5. Keluarkan kantong plastik kecil, bersihkan sisa garam, dan sajikan es krim yang sudah jadi.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa saja bahan dasar yang kamu tahu untuk membuat es krim?
  2. Menurutmu, mengapa es batu bisa membekukan air?
  3. Pernahkah kamu melihat orang membuat es krim tanpa mesin?
  4. Apa yang terjadi jika kita menambahkan garam pada es batu?

Formatif (proses): Observasi selama diskusi kelompok, perancangan percobaan, dan pelaksanaan praktik pembuatan es krim, serta penilaian presentasi kelompok.

Sumatif (akhir): Penilaian laporan proyek pembuatan es krim tradisional dan produk es krim yang dihasilkan.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi bahan dan alatPengenalan bahan dan alat es krim2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan prinsip penurunan titik bekuKonsep penurunan titik beku air2 JPPenalaran Kritis
3Merancang dan melaksanakan percobaanPraktik pembuatan es krim tradisional2 JPKreativitas, Kolaborasi
Halaman 9 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Es krim adalah salah satu makanan penutup favorit banyak orang di seluruh dunia. Meskipun saat ini banyak mesin canggih untuk membuatnya, tahukah kamu bahwa es krim bisa dibuat dengan cara sederhana dan tradisional? Modul ini akan mengajakmu menjelajahi dunia es krim tradisional, memahami prinsip ilmiah di baliknya, dan berkreasi membuat es krimmu sendiri.

1. Sejarah Singkat Es Krim Tradisional
Es krim memiliki sejarah panjang, berawal dari hidangan dingin yang dinikmati para bangsawan. Sebelum adanya lemari es dan mesin es krim modern, masyarakat menggunakan metode pendinginan alami dengan es batu dan garam. Metode ini populer di berbagai budaya, menghasilkan es krim dengan tekstur unik yang berbeda dari es krim pabrikan. Contohnya di Indonesia, ada es puter yang dibuat dengan memutar tabung adonan di dalam ember berisi es dan garam.

2. Bahan-Bahan Utama Es Krim Tradisional
Bahan dasar es krim tradisional umumnya terdiri dari susu (susu sapi atau santan), gula sebagai pemanis, dan perasa alami seperti vanila, cokelat, atau potongan buah. Kualitas bahan sangat mempengaruhi rasa dan tekstur akhir es krim. Pemilihan susu dengan kandungan lemak yang cukup akan menghasilkan es krim yang lebih creamy. Gula tidak hanya memberi rasa manis, tetapi juga membantu menurunkan titik beku adonan.

3. Prinsip Penurunan Titik Beku
Kunci keberhasilan es krim tradisional terletak pada prinsip penurunan titik beku. Ketika garam dicampur dengan es batu, garam akan melarut dalam lapisan tipis air di permukaan es. Larutan air garam ini memiliki titik beku yang lebih rendah dari air murni, sehingga suhu campuran es dan garam bisa turun jauh di bawah 0°C (misalnya hingga -15°C atau lebih). Suhu yang sangat dingin inilah yang membuat adonan es krim membeku.

4. Peran Garam dalam Pembuatan Es Krim
Garam tidak berfungsi untuk menggarami es krim, melainkan untuk membantu es batu mencair lebih cepat dan menyerap panas dari adonan es krim. Proses pencairan es batu membutuhkan energi panas (kalor lebur). Panas ini diambil dari lingkungan sekitar, termasuk dari adonan es krim, sehingga adonan menjadi dingin dan membeku. Semakin banyak garam, semakin rendah suhu campuran es dan garam, dan semakin cepat adonan es krim membeku.

5. Proses Pembuatan Es Krim Tradisional
Proses dimulai dengan mencampurkan bahan-bahan cair dan padat adonan es krim. Kemudian, adonan dimasukkan ke dalam wadah tertutup yang kedap air. Wadah ini lalu dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar berisi campuran es batu dan garam. Dengan terus diaduk atau digoyang, adonan akan secara perlahan membeku menjadi es krim yang lembut. Pengadukan penting untuk mencegah terbentuknya kristal es besar.

6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tekstur Es Krim
Tekstur es krim sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor: kandungan lemak susu (semakin tinggi, semakin creamy), jumlah gula (mencegah kristalisasi es berlebihan), kecepatan dan durasi pengadukan (mencegah kristal es besar), serta suhu pembekuan (suhu terlalu tinggi bisa menghasilkan es krim kasar). Inovasi dalam pemilihan bahan dan teknik pengadukan dapat menghasilkan tekstur yang unik.

Rangkuman: Pembuatan es krim tradisional memanfaatkan prinsip penurunan titik beku air oleh garam pada es batu, yang menciptakan suhu sangat dingin untuk membekukan adonan. Proses ini melibatkan pencampuran bahan, pendinginan dengan es dan garam, serta pengadukan untuk menghasilkan tekstur yang lembut. Pemahaman tentang faktor-faktor seperti kandungan lemak, gula, dan teknik pengadukan penting untuk menghasilkan es krim berkualitas.

Halaman 10 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Titik BekuSuhu di mana suatu zat berubah wujud dari cair menjadi padat.
Kalor LeburEnergi panas yang dibutuhkan untuk mengubah zat dari padat menjadi cair tanpa perubahan suhu.
TeksturRasa atau sentuhan suatu bahan di mulut atau pada jari.
KrimBagian lemak susu yang terpisah dan terkumpul di permukaan.
InovasiPenemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Ekrakurikuler STEM · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pembuatan Es Krim Tradisional" mata pelajaran Ekrakurikuler STEM Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Pembuatan Es Krim Tradisional — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Ekrakurikuler STEM Kelas VIII SMP — Fase D

Kelas VIII — ditulis juga kelas 8 — di SMP berada di Fase D.

Yang disusun di sini perangkat ajar Ekrakurikuler STEM kelas VIII (kelas 8) SMP — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Ekrakurikuler STEM kelas VIII (kelas 8) SMP mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Ekrakurikuler STEM kelas VIII (kelas 8) SMP yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Ekrakurikuler STEM Kelas VIII SMP

Apakah modul ajar Ekrakurikuler STEM ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Kelas VIII (kelas 8) SMP masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Ekrakurikuler STEM?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.