Modul Ajar & RPP Ekrakurikuler STEM Kelas VIII
Pembuatan Es Krim Tradisional
Modul ajar (RPP) Ekrakurikuler STEM SMP kelas VIII materi Pembuatan Es Krim Tradisional lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Pembuatan Es Krim Tradisional yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Ekrakurikuler STEM |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Pembuatan Es Krim Tradisional |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang perubahan wujud zat dan beberapa jenis makanan tradisional.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis efektivitas berbagai bahan dan metode dalam pembuatan es krim tradisional untuk mencapai tekstur dan rasa yang optimal. - kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide baru untuk variasi rasa dan penyajian es krim tradisional yang unik dan menarik. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembuatan es krim tradisional.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Rekayasa dan Teknologi |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase D, peserta didik mampu merancang dan membuat produk atau solusi sederhana menggunakan prinsip-prinsip sains dan teknologi, serta mengevaluasi hasilnya berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Es krim tradisional seperti es puter atau es lilin dibuat dengan bahan-bahan alami dan proses pendinginan manual. |
| Konseptual | Konsep utama dalam pembuatan es krim adalah penurunan titik beku air melalui penambahan garam pada es batu, serta proses pengocokan untuk menghasilkan tekstur lembut. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis mulai dari persiapan bahan, pencampuran, proses pendinginan, hingga penyajian es krim. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa eksperimen dan evaluasi adalah bagian penting dari proses pengembangan produk untuk mencapai hasil yang diinginkan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan prinsip penurunan titik beku air dan perannya dalam pembuatan es krim.
- Mengidentifikasi bahan-bahan dasar dan alat yang digunakan dalam pembuatan es krim tradisional.
- Merancang prosedur pembuatan es krim tradisional dengan mempertimbangkan faktor-faktor ilmiah.
- Melakukan praktik pembuatan es krim tradisional sesuai prosedur yang telah dirancang.
- Mengevaluasi hasil es krim yang dibuat berdasarkan kriteria rasa, tekstur, dan tampilan.
- Mengembangkan ide variasi rasa dan penyajian es krim tradisional yang inovatif.
Pemahaman bermakna: Pembuatan es krim tradisional bukan hanya tentang resep, tetapi juga penerapan prinsip-prinsip sains seperti perpindahan panas dan perubahan fase zat, serta kreativitas dalam mengembangkan rasa dan tampilan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana es krim bisa membeku tanpa kulkas dan kenapa rasanya bisa sangat creamy?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Konsep perpindahan panas, perubahan wujud zat, dan titik beku larutan. Seni Budaya: Estetika penyajian dan kreativitas dalam menciptakan variasi rasa es krim. Matematika: Pengukuran takaran bahan dan perhitungan perbandingan campuran. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan untuk membantu menyiapkan bahan-bahan atau berbagi resep es krim tradisional keluarga. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di laboratorium IPA atau dapur sekolah yang dilengkapi dengan meja kerja luas dan akses air bersih. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial pembuatan es krim dan artikel ilmiah tentang prinsip pendinginan dari internet untuk eksplorasi awal. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan prinsip penurunan titik beku air dan perannya dalam pembuatan es krim. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Es: Guru menyebutkan kata-kata terkait es krim (misal: dingin, manis, beku), siswa menebak kata selanjutnya yang berasosiasi. Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengaitkan materi dengan pengalaman siswa tentang es krim. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana es krim bisa membeku tanpa kulkas dan kenapa rasanya bisa sangat creamy?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi artikel atau video tentang prinsip penurunan titik beku dan peran garam pada es batu untuk mendinginkan bahan makanan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan suhu air dengan es batu biasa dan es batu yang ditambahkan garam, lalu mencatat hasilnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep perpindahan panas dan penurunan titik beku. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama prinsip sains di balik pembekuan es krim. Guru memberikan apresiasi dan memberikan tugas untuk mencari resep es krim tradisional. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Merancang prosedur pembuatan es krim tradisional dengan mempertimbangkan faktor-faktor ilmiah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Rasa: Siswa secara bergiliran menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan rasa es krim, membentuk rantai kata. Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengaitkan hasil pertemuan sebelumnya dengan tantangan hari ini: membuat es krim. Guru mengingatkan tujuan dan tahapan proyek. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menganalisis resep es krim tradisional yang telah mereka kumpulkan, mengidentifikasi bahan-bahan dan alat, serta mendiskusikan fungsi setiap bahan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang prosedur pembuatan es krim tradisional mereka sendiri, termasuk pemilihan bahan, takaran, dan langkah-langkah proses, dengan mempertimbangkan prinsip ilmiah yang telah dipelajari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan rancangan prosedur mereka. Kelompok lain dan guru memberikan masukan untuk penyempurnaan rancangan, fokus pada aspek ilmiah dan kelayakan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merefleksikan proses perancangan yang telah dilakukan. Guru memberikan apresiasi dan menginstruksikan persiapan alat dan bahan untuk praktik di pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning + praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melakukan praktik pembuatan es krim tradisional sesuai prosedur yang telah dirancang. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Aroma: Siswa menutup mata dan menebak aroma bahan-bahan es krim yang disajikan (misal: vanila, pandan). Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengulas kembali rancangan yang telah dibuat dan memotivasi siswa untuk praktik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat es krim. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik meninjau kembali prosedur yang telah dirancang dan menyiapkan alat serta bahan sesuai daftar yang telah dibuat, memastikan semuanya siap untuk praktik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok melaksanakan praktik pembuatan es krim tradisional berdasarkan prosedur yang telah mereka rancang, dengan bimbingan guru dan saling berkolaborasi dalam tim. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok menyajikan es krim hasil karyanya. Peserta didik dan guru bersama-sama mengevaluasi rasa, tekstur, dan tampilan es krim dari setiap kelompok, serta mendiskusikan kendala dan solusi yang ditemukan selama praktik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran tentang pembuatan es krim tradisional, mengaitkan teori dan praktik. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas siswa, serta mendorong eksplorasi lebih lanjut. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merancang dan melaksanakan praktik pembuatan es krim tradisional serta mengevaluasi hasilnya.
Alat & bahan: Panci, kompor, wadah stainless steel, wadah plastik besar, es batu, garam kasar, sendok, mangkuk, blender (opsional)
Langkah kerja:
- Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
- Campurkan bahan-bahan es krim sesuai resep yang telah dirancang.
- Masukkan campuran es krim ke dalam wadah stainless steel, lalu letakkan di dalam wadah plastik besar yang sudah berisi es batu dan garam.
- Putar atau kocok wadah es krim secara perlahan dan terus-menerus hingga mengental dan membeku.
- Sajikan es krim yang sudah jadi dan lakukan evaluasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang es krim tradisional?
- Menurutmu, mengapa es krim bisa membeku?
- Sebutkan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat es krim!
- Pernahkah kamu membuat es krim sendiri atau melihat orang lain membuatnya?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat merancang dan melaksanakan praktik pembuatan es krim, serta penilaian presentasi hasil diskusi.
Sumatif (akhir): Penilaian produk es krim (rasa, tekstur, tampilan) dan laporan hasil proyek.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan prinsip penurunan titik beku air dan perannya dalam pembuatan es krim. | Prinsip penurunan titik beku, perpindahan panas. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merancang prosedur pembuatan es krim tradisional dengan mempertimbangkan faktor-faktor ilmiah. | Bahan dan alat es krim, fungsi bahan, tahapan pembuatan. | 2 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Melakukan praktik pembuatan es krim tradisional sesuai prosedur yang telah dirancang. | Praktik pembuatan es krim, kolaborasi tim. | 2 JP | kolaborasi, kreativitas |
Es krim tradisional, seperti es puter atau es lilin, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Indonesia. Kelezatan dan kesegarannya seringkali membawa kita pada kenangan masa kecil. Namun, di balik rasa manisnya, terdapat prinsip-prinsip sains yang menarik dan kreativitas dalam pengolahannya. Modul ini akan mengajakmu untuk menjelajahi dunia es krim tradisional dari sudut pandang STEM, mulai dari memahami dasar ilmiah hingga menciptakan kreasi es krimmu sendiri.
1. Pengenalan Es Krim Tradisional
Es krim tradisional di Indonesia memiliki beragam bentuk dan rasa, seperti es puter yang dikocok manual dalam tabung putar atau es lilin yang dibekukan dalam cetakan plastik. Ciri khasnya adalah penggunaan bahan-bahan alami seperti santan, buah-buahan, dan gula merah, serta proses pembuatan yang seringkali tidak menggunakan mesin pendingin modern. Ini menunjukkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya dan pengetahuan sederhana untuk menciptakan hidangan penutup yang lezat.
2. Prinsip Penurunan Titik Beku
Salah satu rahasia utama di balik pembuatan es krim tradisional adalah prinsip penurunan titik beku. Air murni membeku pada 0°C. Namun, ketika zat terlarut seperti garam ditambahkan ke dalam air (atau es batu), titik beku larutan akan turun menjadi di bawah 0°C. Fenomena ini dimanfaatkan dalam pembuatan es krim. Es batu yang dicampur garam akan menciptakan lingkungan yang sangat dingin (bisa mencapai -15°C hingga -20°C) tanpa perlu kulkas atau freezer, sehingga dapat membekukan adonan es krim.
3. Peran Garam dalam Proses Pendinginan
Garam (NaCl) yang ditaburkan pada es batu akan larut dalam lapisan air tipis di permukaan es. Larutan garam ini memiliki titik beku yang lebih rendah dari air murni. Untuk mencapai titik beku barunya, larutan garam akan menyerap panas dari lingkungan sekitarnya, termasuk dari wadah adonan es krim. Proses penyerapan panas inilah yang menyebabkan adonan es krim perlahan-lahan membeku. Semakin banyak garam yang ditambahkan (hingga batas tertentu), semakin rendah suhu yang dapat dicapai.
4. Fungsi Bahan-Bahan Es Krim
Bahan dasar es krim tradisional umumnya meliputi cairan (santan/susu), gula, dan perasa. Santan atau susu berfungsi sebagai basis yang memberikan tekstur creamy. Gula tidak hanya memberi rasa manis, tetapi juga membantu menurunkan titik beku adonan sehingga es krim tidak terlalu keras. Penambahan pati seperti maizena atau sagu seringkali digunakan sebagai stabilizer alami untuk mencegah pembentukan kristal es besar dan menjaga kelembutan tekstur. Perasa alami seperti daun pandan, buah-buahan, atau kopi memberikan karakter rasa yang khas.
5. Proses Pengocokan/Pemutaran
Selain pendinginan, proses pengocokan atau pemutaran adonan es krim juga sangat penting. Pengocokan berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam adonan, yang akan menghasilkan tekstur es krim yang lebih lembut, ringan, dan tidak terlalu padat. Proses ini juga membantu memecah kristal es yang terbentuk selama pembekuan, sehingga es krim terasa lebih halus di lidah. Tanpa pengocokan yang cukup, es krim akan terasa seperti es batu yang keras.
6. Teknik Pembuatan Es Krim Tradisional
Secara umum, teknik pembuatan es krim tradisional melibatkan beberapa tahapan. Pertama, siapkan campuran adonan es krim. Kedua, siapkan media pendingin dengan mencampur es batu dan garam dalam wadah yang lebih besar. Ketiga, tempatkan wadah adonan es krim di dalam media pendingin dan mulai proses pengocokan atau pemutaran secara manual. Proses ini membutuhkan kesabaran hingga adonan mengental dan membeku dengan tekstur yang diinginkan. Terakhir, es krim siap disajikan atau disimpan dalam freezer.
7. Inovasi Rasa dan Penyajian
Kreativitas dalam pembuatan es krim tradisional tidak terbatas pada resep dasar. Kita dapat berinovasi dengan menambahkan berbagai varian rasa seperti durian, nangka, cokelat, atau rempah-rempah. Selain itu, cara penyajian juga bisa dibuat menarik dengan menambahkan topping seperti meses, remahan biskuit, potongan buah, atau saus karamel. Inovasi ini akan meningkatkan daya tarik es krim tradisional dan membuatnya semakin digemari oleh berbagai kalangan.
Rangkuman: Pembuatan es krim tradisional adalah perpaduan antara seni kuliner dan sains. Dengan memahami prinsip penurunan titik beku air oleh garam dan pentingnya pengocokan, kita dapat menciptakan es krim yang lezat dengan tekstur lembut. Pemilihan bahan yang tepat dan kreativitas dalam inovasi rasa serta penyajian akan membuat es krim tradisional semakin istimewa. Proses ini juga mengajarkan pentingnya eksperimen dan evaluasi dalam pengembangan produk.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Titik Beku | Suhu di mana suatu zat berubah dari cair menjadi padat. |
| Penurunan Titik Beku | Fenomena penurunan titik beku pelarut murni akibat penambahan zat terlarut. |
| Stabilizer | Bahan tambahan yang digunakan untuk menjaga tekstur dan mencegah pembentukan kristal es besar. |
| Santan | Cairan kental berwarna putih yang diekstrak dari parutan daging kelapa. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pembuatan Es Krim Tradisional" mata pelajaran Ekrakurikuler STEM Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Ekrakurikuler STEM Pembuatan Es Krim Tradisional ini gratis?
Ya. Modul Pembuatan Es Krim Tradisional untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Ekrakurikuler STEM kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Ekrakurikuler STEM kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pembuatan Es Krim Tradisional ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pembuatan Es Krim Tradisional untuk Ekrakurikuler STEM kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pembuatan Es Krim Tradisional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Ekrakurikuler STEM kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Ekrakurikuler STEM kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pembuatan Es Krim Tradisional pada Ekrakurikuler STEM SMP, Fase D, elemen Rekayasa dan Teknologi.
Bisakah modul Pembuatan Es Krim Tradisional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pembuatan Es Krim Tradisional dapat Anda sesuaikan dengan murid Ekrakurikuler STEM kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.