Modul ajar Fikih MI kelas III materi Puasa Ramadhan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal bulan Ramadhan dan pernah melihat orang dewasa berpuasa.
Pemahaman bermakna: Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kepedulian, dan ketaatan kepada Allah, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Pertanyaan pemantik: Mengapa ya, setiap bulan Ramadhan, banyak orang Islam bersemangat untuk tidak makan dan minum seharian penuh?
Tujuan: Menjelaskan pengertian puasa Ramadhan dengan benar dan menyebutkan hukum puasa Ramadhan dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan melakukan apersepsi tentang bulan Ramadhan. Guru menunjukkan gambar-gambar aktivitas Ramadhan dan bertanya 'Apa yang kalian lihat dan rasakan saat Ramadhan tiba?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami apa itu puasa Ramadhan dan hukumnya, agar kita tahu kenapa harus berpuasa.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati video singkat tentang suasana Ramadhan dan aktivitas puasa di berbagai daerah, kemudian guru memfasilitasi diskusi tentang apa yang mereka pahami sebagai 'puasa Ramadhan' dan 'hukumnya' berdasarkan pengalaman atau pengetahuan awal mereka.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik membuat peta pikiran sederhana tentang pengertian dan hukum puasa Ramadhan menggunakan kata-kata kunci yang mereka temukan dari video dan diskusi, lalu menuliskannya di kertas manila.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan peta pikirannya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat, menegaskan bahwa puasa Ramadhan itu wajib bagi yang memenuhi syarat.
Penutup: Bersama-sama menyimpulkan pengertian dan hukum puasa Ramadhan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam gembira.
Tujuan: Mengidentifikasi syarat wajib dan syarat sah puasa Ramadhan serta menguraikan rukun dan sunah puasa Ramadhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengulang sedikit tentang pengertian dan hukum puasa. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Kira-kira, semua orang boleh puasa atau ada syarat-syaratnya ya? Apa saja sih yang harus kita lakukan saat puasa?' Guru menyampaikan tujuan hari ini: mencari tahu siapa saja yang wajib puasa, kapan puasanya sah, dan apa saja rukun serta sunah puasa.
Memahami: Peserta didik diberikan beberapa skenario kasus (misalnya: anak kecil, orang sakit, musafir, orang lupa niat). Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi apakah orang dalam skenario tersebut wajib puasa, sah puasanya, serta apa saja rukun dan sunah puasa yang seharusnya dilakukan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi LKPD yang berisi tabel untuk mengelompokkan syarat wajib, syarat sah, rukun, dan sunah puasa berdasarkan informasi dari buku teks, artikel singkat, atau penjelasan guru, kemudian menuliskan contohnya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi perbedaan antara syarat wajib dan syarat sah, serta membedakan rukun dan sunah puasa melalui contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang syarat, rukun, dan sunah puasa. Guru memberikan tugas rumah sederhana untuk mengingat kembali materi, mengapresiasi kerja keras mereka, dan menutup dengan senyum bahagia.
Tujuan: Menjelaskan hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan dan mempraktikkan niat puasa serta doa berbuka puasa dengan fasih.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru bertanya: 'Jika kita sudah niat puasa dan memenuhi syarat, apakah puasanya pasti selesai sampai magrib? Ada hal-hal yang bisa membatalkan puasa tidak ya?' Guru menyampaikan tujuan hari ini: menemukan apa saja yang membatalkan puasa dan berlatih mengucapkan niat serta doa berbuka.
Memahami: Peserta didik diajak membaca cerita pendek atau menonton animasi tentang seorang anak yang belajar berpuasa dan mengalami beberapa kejadian yang hampir membatalkan puasanya. Mereka diminta mengidentifikasi 'peristiwa apa saja yang bisa membatalkan puasa' dari cerita tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik membuat poster mini yang berisi daftar hal-hal yang membatalkan puasa, dilengkapi dengan gambar atau simbol sederhana. Selanjutnya, mereka secara berpasangan mempraktikkan melafalkan niat puasa: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'ala) dan doa berbuka: اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika aftartu birahmatika ya arhamarrahimin) secara bergantian.
Merefleksi: Beberapa pasangan diminta maju untuk mempraktikkan niat dan doa berbuka di depan kelas, teman-teman memberikan masukan positif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menghindari hal-hal yang membatalkan puasa dan melafalkan niat serta doa dengan benar.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan hal-hal yang membatalkan puasa serta melafalkan niat dan doa berbuka bersama-sama. Guru memberikan pujian atas keberanian dan kefasihan mereka, menutup dengan semangat untuk terus berlatih.
Tujuan: Mempraktikkan niat puasa dan doa berbuka puasa dengan fasih, serta menunjukkan pemahaman komprehensif tentang puasa Ramadhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari: pengertian, hukum, syarat, rukun, sunah, dan pembatal puasa. Guru bertanya: 'Sekarang, bagaimana kalau kita membuat sesuatu yang bisa mengingatkan kita dan teman-teman tentang puasa Ramadhan?' Guru menyampaikan tujuan hari ini: membuat 'Buku Saku Puasa Ramadhan' dan menguji pemahaman kita.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan isi 'Buku Saku Puasa Ramadhan' yang akan mereka buat, mencakup poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari (pengertian, hukum, syarat, rukun, sunah, pembatal, niat, doa berbuka).
Mengaplikasi: Peserta didik membuat 'Buku Saku Puasa Ramadhan' mini (bisa dari kertas lipat atau buku catatan kecil) dengan menuliskan rangkuman materi, dilengkapi gambar atau hiasan, serta menuliskan lafaz niat dan doa berbuka puasa. Selama proses, guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan kelengkapan isi.
Merefleksi: Setiap peserta didik memamerkan 'Buku Saku' karyanya kepada teman-teman. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan melakukan penilaian formatif terhadap pemahaman mereka melalui kuis singkat atau pertanyaan lisan seputar isi buku saku.
Penutup: Guru mengapresiasi semua karya 'Buku Saku' dan usaha peserta didik. Guru menekankan kembali hikmah puasa Ramadhan dan mengajak mereka untuk mengamalkannya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, harapan untuk bertemu Ramadhan kembali, dan ucapan terima kasih yang tulus.
Proses (formatif): Penilaian observasi terhadap partisipasi diskusi, kelengkapan dan keaktifan dalam mengisi LKPD, serta kefasihan melafalkan niat dan doa berbuka.
Akhir (sumatif): Penilaian produk 'Buku Saku Puasa Ramadhan' dan tes tertulis singkat (pilihan ganda dan esai).
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian puasa Ramadhan dengan benar. | Pengertian Puasa Ramadhan | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menyebutkan hukum puasa Ramadhan dengan tepat. | Hukum Puasa Ramadhan | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Mengidentifikasi syarat wajib dan syarat sah puasa Ramadhan. | Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa | 2 JP | penalaran kritis |
| Mempraktikkan niat puasa dan doa berbuka puasa dengan fasih. | Praktik Niat dan Doa Berbuka | 2 JP | komunikasi |
Adik-adik shalih dan shalihah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. Di bulan ini, Allah memerintahkan kita untuk berpuasa. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih hati dan jiwa kita. Mari kita pelajari bersama apa itu puasa Ramadhan, agar ibadah kita semakin sempurna dan berkah.
Puasa secara bahasa artinya menahan diri. Sedangkan menurut istilah agama Islam, puasa Ramadhan adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah SWT. Puasa Ramadhan dilakukan selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah.
Hukum melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Kewajiban ini merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (Yaa ayyuhallaziina aamanuu kutiba 'alaikumush shiyaamu kamaa kutiba 'alallaziina min qablikum la'allakum tattaquun) artinya: 'Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.'
Seseorang wajib berpuasa jika memenuhi syarat-syarat berikut: 1. Beragama Islam. 2. Baligh (sudah dewasa), namun anak-anak yang mumayyiz (bisa membedakan baik dan buruk) dianjurkan berlatih. 3. Berakal sehat. 4. Mampu berpuasa, tidak sakit parah atau terlalu tua. 5. Bukan musafir (orang yang sedang dalam perjalanan jauh). 6. Bagi perempuan, tidak dalam keadaan haid atau nifas.
Puasa seseorang dianggap sah jika memenuhi syarat-syarat ini: 1. Islam. 2. Mumayyiz (dapat membedakan mana yang baik dan buruk). 3. Suci dari haid dan nifas bagi perempuan. 4. Waktu berpuasa yang tepat, yaitu di bulan Ramadhan, bukan hari-hari yang diharamkan berpuasa seperti hari raya Idul Fitri.
Rukun puasa ada dua, yaitu: 1. Niat. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Lafaz niatnya: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'ala) yang artinya 'Saya niat berpuasa esok hari menunaikan fardhu Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.' 2. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Beberapa amalan sunah yang dianjurkan saat berpuasa: 1. Sahur, yaitu makan sebelum waktu imsak. Rasulullah SAW bersabda: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً (Tasahharuu fa inna fis sahuuri barakah) artinya 'Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.' 2. Menyegerakan berbuka puasa. 3. Berbuka dengan kurma atau air putih. 4. Membaca doa berbuka puasa. 5. Memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur'an, shalat tarawih, dan bersedekah.
Puasa akan batal jika seseorang melakukan hal-hal berikut: 1. Makan dan minum dengan sengaja. 2. Muntah dengan sengaja. 3. Berhubungan suami istri. 4. Keluar darah haid atau nifas bagi perempuan. 5. Murtad (keluar dari agama Islam). 6. Hilang akal atau pingsan sepanjang hari. Jika puasa batal karena hal-hal ini, wajib menggantinya (qadha) di hari lain.
Puasa Ramadhan memiliki banyak hikmah, di antaranya: 1. Melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu. 2. Menumbuhkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung. 3. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 4. Menjaga kesehatan tubuh. 5. Mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim melalui kegiatan berbuka puasa bersama.
Rangkuman: Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib menahan diri dari makan, minum, dan pembatal lainnya dari fajar hingga magrib, disertai niat karena Allah. Ada syarat wajib, syarat sah, rukun, dan sunah yang perlu dipahami agar puasa kita diterima. Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa juga penting. Puasa mengajarkan kita kesabaran, empati, dan ketakwaan.
Tujuan: Memetakan dan mengelompokkan syarat wajib, syarat sah, rukun, dan sunah puasa Ramadhan.
Alat & bahan: Kertas manila/HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar-gambar terkait puasa
| Puasa | Menahan diri dari sesuatu. |
| Ramadhan | Bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah, bulan diwajibkannya puasa. |
| Fajar | Waktu terbitnya cahaya pagi sebelum matahari muncul. |
| Magrib | Waktu terbenamnya matahari. |
| Niat | Keinginan dalam hati untuk melakukan suatu ibadah. |
| Sahur | Makan sebelum waktu imsak (menjelang fajar) saat berpuasa. |
| Berbuka | Mengakhiri puasa saat waktu magrib tiba. |
| Mumayyiz | Anak yang sudah dapat membedakan baik dan buruk. |
| Baligh | Seseorang yang telah mencapai usia dewasa menurut syariat Islam. |
| Qadha | Mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fikih kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.