tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar MTsAkidah Akhlak › Akidah Islam
MTs · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas VII
Akidah Islam

Modul ajar Akidah Akhlak MTs kelas VII materi Akidah Islam lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Akidah Akhlak kelas VII materi Akidah Islam
Ringkasan: Akidah Islam adalah keyakinan dasar yang mengikat hati seorang muslim, bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Rukun iman yang enam (iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, qada-qadar) menjadi pilar utama akidah. Akidah yang kuat sangat penting untuk membentuk pribadi berakhlak mulia, teguh pendirian, dan menjadi pedoman hidup yang benar, serta harus senantiasa dijaga dan dipertahankan melalui belajar dan beribadah.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + Praktik DiskusiDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISAkidah Akhlak · Akidah Islam · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal dasar-dasar keyakinan dalam agama Islam dari lingkungan keluarga dan pendidikan sebelumnya.

Pemahaman bermakna: Memahami Akidah Islam secara mendalam akan membentuk pribadi muslim yang kokoh imannya, berkarakter mulia, dan memiliki landasan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita perlu memiliki keyakinan yang kuat dan tidak mudah goyah?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Akidah Islam dengan benar dan mengidentifikasi dasar-dasarnya.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian yakini sebagai seorang muslim?', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan melontarkan pertanyaan pemantik 'Mengapa kita perlu memiliki keyakinan yang kuat dan tidak mudah goyah?' untuk menumbuhkan kesadaran belajar.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati berbagai gambar atau video tentang keyakinan masyarakat di sekitar, kemudian berdiskusi kelompok untuk menemukan definisi 'akidah' secara umum dan 'Akidah Islam' secara khusus, serta mencari tahu dasar-dasarnya dari sumber-sumber yang tersedia (buku teks, internet).

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun daftar kata kunci terkait Akidah Islam dan dasar-dasarnya, lalu membandingkan hasil temuan mereka dengan kelompok lain, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta menyimpulkan pengertian Akidah Islam.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang pengertian Akidah Islam yang benar dan dasar-dasarnya, serta mengklarifikasi miskonsepsi.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang hangat.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan rukun iman yang enam beserta dalil naqlinya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulang sedikit materi sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Guru menyajikan sebuah kasus hipotetis: 'Bagaimana jika seseorang mengaku muslim tapi tidak percaya adanya malaikat? Apakah keyakinannya lengkap?' untuk memicu rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan tugas untuk mencari dan mengidentifikasi keenam rukun iman, kemudian mencari dalil naqli (Al-Qur'an atau Hadis) untuk setiap rukun iman tersebut, fokus pada QS. An-Nisa ayat 136 atau Hadis Jibril.

Mengaplikasi: Kelompok berdiskusi untuk menganalisis keterkaitan antar rukun iman dan bagaimana dalil-dalil tersebut menguatkan keyakinan. Mereka membuat catatan penting tentang dalil-dalil yang ditemukan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil penemuan dalil naqli untuk setiap rukun iman. Guru memberikan umpan balik, mengoreksi, dan memberikan penguatan mengenai pentingnya dalil sebagai fondasi akidah, serta memastikan semua rukun iman dan dalilnya dipahami dengan baik.

Penutup: Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting materi rukun iman dan dalilnya. Guru memberikan pujian atas kerja keras peserta didik, memberikan tugas pengayaan (mencari dalil lain), dan mengakhiri pembelajaran dengan motivasi.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis pentingnya Akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan Akidah Islam yang kuat.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, doa, presensi, dan mengaitkan materi rukun iman dengan kehidupan nyata. Guru menanyakan, 'Apakah rukun iman hanya sekadar diyakini di hati, atau ada dampaknya pada perilaku kita sehari-hari?' untuk mengarahkan pada tujuan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk merenungkan dan mencatat bagaimana keyakinan terhadap masing-masing rukun iman (misalnya iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, qada dan qadar) memengaruhi sikap, perkataan, dan perbuatan mereka dalam situasi konkret.

Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok kecil berbagi hasil renungan mereka, kemudian bersama-sama merumuskan pentingnya Akidah Islam sebagai pedoman hidup. Mereka juga menyajikan minimal 3 contoh perilaku nyata yang mencerminkan Akidah Islam yang kuat dalam konteks sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan contoh-contoh perilaku dan analisis pentingnya Akidah Islam. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru memberikan penguatan tentang internalisasi akidah dan dampaknya pada akhlak mulia, serta mengapresiasi keberanian berbagi pengalaman.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan hikmah dan manfaat memiliki akidah yang kuat. Guru memberikan apresiasi, mengingatkan untuk menyiapkan proyek akhir, dan menutup dengan pesan moral tentang konsistensi dalam berakidah.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat membuat karya sederhana (peta konsep/infografis) tentang Akidah Islam dan rukun iman.

Kegiatan awal: Guru menyapa dengan ceria, berdoa, presensi, dan mengingatkan kembali pentingnya Akidah Islam. Guru menjelaskan proyek akhir 'Membuat Peta Konsep/Infografis Akidah Islam' sebagai puncak pembelajaran, memastikan peserta didik memahami tujuan dan kriteria penilaian.

Memahami: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan merancang konsep peta konsep atau infografis mereka, mengidentifikasi elemen-elemen penting yang harus ada (pengertian akidah, dasar, rukun iman, dalil, pentingnya). Mereka boleh mencari inspirasi dari contoh-contoh yang disediakan guru atau internet.

Mengaplikasi: Peserta didik mulai membuat peta konsep atau infografis Akidah Islam menggunakan alat yang dipilih (kertas, pensil warna, spidol, atau aplikasi digital sederhana seperti Canva/PowerPoint). Mereka bekerja dengan kolaboratif, kreatif, dan mandiri, dengan bimbingan guru bila diperlukan.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas atau menempelkannya di dinding kelas (galeri). Peserta didik lain memberikan masukan konstruktif. Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap karya dan presentasi, serta menilai pemahaman mereka.

Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan seluruh proses pembelajaran Akidah Islam, dari awal hingga proyek selesai. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan usaha peserta didik, menutup dengan motivasi untuk selalu menjaga akidah, dan doa penutup yang membangkitkan semangat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek peta konsep/infografis Akidah Islam dan rukun iman, serta tes tertulis esai dan pilihan ganda.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan pengertian Akidah Islam dengan benar.Pengertian Akidah Islam, dasar-dasar Akidah Islam (Al-Qur'an dan As-Sunnah).2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
Menyebutkan rukun iman yang enam beserta dalil naqlinya.Rukun iman yang enam, dalil naqli rukun iman (QS. An-Nisa: 136, Hadis Jibril).2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
Menganalisis pentingnya Akidah Islam dan menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan Akidah Islam yang kuat.Pentingnya Akidah Islam, contoh perilaku berakidah kuat.2 JPkeimanan dan ketakwaan, kolaborasi
Membuat karya sederhana (peta konsep/infografis) tentang Akidah Islam dan rukun iman.Peta konsep/infografis Akidah Islam, rukun iman.2 JPkreativitas, kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Akidah Islam adalah pondasi utama dalam beragama Islam, ibarat akar sebuah pohon yang menopang seluruh bagiannya. Tanpa akidah yang kuat, amalan dan perilaku seorang muslim akan mudah goyah. Mempelajari Akidah Islam berarti memahami keyakinan dasar yang membentuk cara pandang, sikap, dan perbuatan kita sebagai hamba Allah SWT.

Pengertian Akidah Islam

Secara bahasa, 'akidah' (عقيدة) berasal dari kata 'aqada' yang berarti ikatan atau simpul. Akidah adalah keyakinan yang mengikat hati seseorang. Secara istilah, Akidah Islam adalah keyakinan dasar tentang Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Keyakinan ini harus tertanam kuat di dalam hati dan tidak boleh goyah. Contohnya, meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tanpa keraguan sedikit pun.

Dasar-Dasar Akidah Islam

Akidah Islam memiliki dua dasar utama yang kokoh, yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Al-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, berfungsi sebagai petunjuk hidup dan sumber hukum utama. As-Sunnah adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW yang menjadi penjelas dan pelengkap Al-Qur'an. Kedua sumber ini tidak dapat dipisahkan dan menjadi rujukan bagi setiap muslim dalam membentuk keyakinannya. Contoh dalil dari Al-Qur'an adalah QS. Al-Ikhlas ayat 1-4 yang menegaskan keesaan Allah.

Rukun Iman yang Enam

Rukun iman adalah pilar-pilar utama keyakinan dalam Islam yang wajib diimani oleh setiap muslim. Ada enam rukun iman: 1. Iman kepada Allah SWT, 2. Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah, 3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah, 4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah, 5. Iman kepada Hari Akhir (Kiamat), dan 6. Iman kepada Qada dan Qadar (ketentuan Allah). Keenam rukun ini saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Mengingkari salah satunya berarti tidak sempurna imannya. Dalilnya banyak, salah satunya dalam QS. An-Nisa ayat 136: 'Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya.'

Iman kepada Allah SWT

Iman kepada Allah SWT adalah rukun iman yang pertama dan paling mendasar. Ini berarti meyakini sepenuhnya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Maha Esa (tauhid), pencipta alam semesta, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Keyakinan ini mencakup tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta, pengatur), tauhid uluhiyah (Allah satu-satunya yang berhak disembah), dan tauhid asma wa sifat (meyakini nama dan sifat Allah sesuai Al-Qur'an dan Sunnah). Contohnya, saat melihat keindahan alam, kita langsung teringat akan kebesaran Allah sebagai pencipta.

Iman kepada Malaikat, Kitab, dan Rasul

Iman kepada Malaikat berarti meyakini keberadaan malaikat sebagai makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya, selalu taat, dan memiliki tugas-tugas tertentu (Jibril menyampaikan wahyu, Mikail membagi rezeki, dll.). Iman kepada Kitab berarti meyakini semua kitab suci yang diturunkan Allah (Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur'an) sebagai pedoman hidup, dengan Al-Qur'an sebagai penyempurna. Iman kepada Rasul berarti meyakini para nabi dan rasul yang diutus Allah untuk membimbing umat manusia, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi. Contohnya, kita meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

Iman kepada Hari Akhir dan Qada-Qadar

Iman kepada Hari Akhir berarti meyakini akan adanya kehidupan setelah mati, hari kebangkitan, perhitungan amal (yaumul hisab), surga, dan neraka. Keyakinan ini mendorong kita untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Iman kepada Qada dan Qadar berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, baik maupun buruk, telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun, ini tidak menghilangkan usaha (ikhtiar) dan doa kita. Contohnya, ketika menghadapi musibah, kita bersabar dan menyerahkan hasilnya kepada Allah setelah berusaha maksimal.

Pentingnya Akidah Islam dalam Kehidupan

Akidah Islam sangat penting karena menjadi dasar dan arah bagi seluruh aspek kehidupan seorang muslim. Akidah yang kuat akan membentuk pribadi yang berakhlak mulia, teguh pendirian, tidak mudah putus asa, dan selalu optimis. Ia memberikan ketenangan jiwa, kekuatan moral, dan motivasi untuk beribadah serta berbuat kebaikan. Tanpa akidah yang benar, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh godaan dunia dan kehilangan arah hidup. Akidah yang benar juga menjadi benteng dari syirik, khurafat, bid'ah, dan paham-paham menyimpang lainnya.

Mempertahankan Akidah Islam

Mempertahankan Akidah Islam memerlukan usaha terus-menerus. Caranya antara lain dengan terus belajar ilmu agama dari sumber yang benar, memperbanyak ibadah dan zikir, bergaul dengan orang-orang saleh, membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya, serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak akidah. Lingkungan yang kondusif juga sangat mendukung. Dengan demikian, akidah akan senantiasa kokoh, tak tergoyahkan oleh berbagai tantangan zaman.

Rangkuman: Akidah Islam adalah keyakinan dasar yang mengikat hati seorang muslim, bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Rukun iman yang enam (iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, qada-qadar) menjadi pilar utama akidah. Akidah yang kuat sangat penting untuk membentuk pribadi berakhlak mulia, teguh pendirian, dan menjadi pedoman hidup yang benar, serta harus senantiasa dijaga dan dipertahankan melalui belajar dan beribadah.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis rukun iman beserta dalilnya.

Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, buku Akidah Akhlak, Al-Qur'an terjemah, smartphone (opsional)

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Diskusikan keenam rukun iman dan carilah dalil naqli (minimal satu ayat/hadis) untuk setiap rukun iman.
  3. Tuliskan rukun iman dan dalilnya pada tabel yang tersedia.
  4. Diskusikan bagaimana keyakinan terhadap rukun iman tersebut memengaruhi perilaku sehari-hari.
  5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas.

8 Glosarium

AkidahKeyakinan dasar yang mengikat hati.
Rukun ImanEnam pilar utama keyakinan dalam Islam.
Dalil NaqliDalil yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.
TauhidKeyakinan akan keesaan Allah SWT.
QadaKetetapan Allah sejak zaman azali.
QadarPerwujudan dari ketetapan Allah (qada).

9 Materi Akidah Akhlak Terkait

Iman kepada Allah dan Sifat-sifat-NyaAkidah Akhlak Kelas VII MTs
Pelajari Iman kepada Allah dan Sifat-sifat-Nya →
Iman kepada Malaikat AllahAkidah Akhlak Kelas VII MTs
Pelajari Iman kepada Malaikat Allah →
Sifat-sifat AllahAkidah Akhlak Kelas VII MTs
Pelajari Sifat-sifat Allah →
Iman kepada Hari AkhirAkidah Akhlak Kelas IX MTs
Pelajari Iman kepada Hari Akhir →
Iman kepada Kitab AllahAkidah Akhlak Kelas VIII MTs
Pelajari Iman kepada Kitab Allah →
Iman kepada Kitab-kitab AllahAkidah Akhlak Kelas VIII MTs
Pelajari Iman kepada Kitab-kitab Allah →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Akidah Akhlak Akidah Islam ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Akidah Akhlak kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.