Modul ajar Akidah Akhlak MTs kelas VII materi Sifat-sifat Allah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik menganalisis konsep akidah Islam dan sifat-sifat Allah, serta mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari untuk menumbuhkan keyakinan yang kokoh.
Acuan: SK Dirjen Pendis No. 9941/2025
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui bahwa Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan.
Pemahaman bermakna: Memahami sifat-sifat Allah bukan hanya menghafal, tetapi juga menghayati maknanya agar menumbuhkan keyakinan yang kokoh dan membentuk perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Jika Allah Maha Melihat, apa yang akan kamu lakukan di saat sendiri?
Tujuan: Mengidentifikasi pengertian sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan memimpin doa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan gambar-gambar fenomena alam seperti terbitnya matahari atau siklus air untuk memantik pertanyaan 'Siapa yang menciptakan dan mengatur semua ini?' Setelah itu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, memastikan peserta didik memahami pentingnya belajar sifat Allah.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati dan menganalisis berbagai ayat Al-Qur'an (misalnya, QS. Al-Baqarah: 255 tentang Al-Hayyu, Al-Qayyum) dan hadis singkat yang berkaitan dengan kekuasaan dan keagungan Allah, kemudian berdiskusi untuk menemukan konsep dasar sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep sederhana yang membedakan sifat wajib, mustahil, dan jaiz, dilengkapi dengan contoh sifat dan alasan mengapa sifat tersebut wajib atau mustahil bagi Allah, lalu mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pemahaman konsep sifat-sifat Allah, meluruskan miskonsepsi, dan mengajak peserta didik merenungkan bagaimana keyakinan terhadap sifat-sifat tersebut dapat mempengaruhi cara pandang dan perilaku mereka.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus mengamati tanda-tanda kebesaran Allah di sekitar, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Mengklasifikasikan 20 sifat wajib Allah beserta arti dan dalil naqlinya dengan benar.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, presensi, kemudian menanyakan kembali 'Apa perbedaan sifat wajib dan mustahil bagi Allah?' untuk mengaitkan materi sebelumnya. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mendalami 20 sifat wajib Allah dan dalilnya, serta menjelaskan bahwa mereka akan menganalisis kasus nyata.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan studi kasus atau fenomena alam (misalnya, 'Mengapa bumi selalu berputar pada porosnya tanpa tabrakan?' atau 'Bagaimana manusia bisa berpikir dan berkreasi?'). Mereka diminta untuk mengidentifikasi sifat-sifat wajib Allah yang relevan dengan kasus tersebut dan mencari dalil naqli (Al-Qur'an/Hadis) yang mendukung.
Mengaplikasi: Dengan menggunakan berbagai sumber (buku paket, internet, Al-Qur'an terjemahan), setiap kelompok mengklasifikasikan 20 sifat wajib Allah, menuliskan arti, dan mencari dalil naqli untuk masing-masing sifat. Mereka kemudian membuat daftar sifat-sifat tersebut yang dikaitkan dengan studi kasus yang diberikan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi dan analisis mereka. Guru memberikan klarifikasi, mengoreksi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya memahami dalil naqli sebagai dasar keyakinan. Diskusi interaktif dilakukan untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang setiap sifat.
Penutup: Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang 20 sifat wajib Allah, memberikan pujian atas kerja keras kelompok, mendorong untuk terus membaca dan memahami Al-Qur'an, dan menutup pelajaran dengan doa.
Tujuan: Menganalisis relevansi sifat-sifat Allah dengan fenomena alam dan kehidupan sosial, menyajikan hasil analisis sifat-sifat Allah dalam bentuk infografis atau poster digital dengan kreatif, dan menerapkan nilai-nilai sifat Allah dalam perilaku sehari-hari sebagai bentuk pengamalan akidah.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu memotivasi peserta didik dengan 'Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita percaya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat dalam tindakan kita sehari-hari?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini adalah membuat proyek infografis/poster digital dan merefleksikan penerapan sifat Allah.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan proyek infografis atau poster digital tentang salah satu atau beberapa sifat Allah yang paling berkesan bagi mereka. Mereka diminta untuk menyertakan makna sifat, dalil naqli, dan contoh relevansinya dalam kehidupan nyata (fenomena alam atau perilaku sosial) serta bagaimana sifat tersebut dapat membentuk akhlak mulia.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai mengerjakan proyek infografis/poster digital menggunakan aplikasi sederhana (misalnya Canva, Google Slides) atau manual. Mereka juga menuliskan satu contoh konkret penerapan sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti 'Karena Allah Maha Adil (Al-Adl), saya akan selalu berlaku jujur kepada teman dan tidak berbuat curang.'
Merefleksi: Setiap peserta didik memamerkan (presentasi singkat atau galeri berjalan) infografis/poster digital yang telah dibuat. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif. Diskusi kelas difokuskan pada bagaimana pemahaman sifat Allah telah mengubah cara pandang dan perilaku mereka.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan pemahaman peserta didik, menekankan bahwa keyakinan pada sifat Allah harus tercermin dalam akhlak mulia. Guru menutup dengan doa agar ilmu yang didapat bermanfaat dan menginspirasi kebaikan, serta salam penutup yang hangat dan memotivasi.
Proses (formatif): Penilaian observasi terhadap partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan LKPD.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek infografis/poster digital tentang sifat-sifat Allah dan esai singkat tentang penerapan nilai-nilai sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi pengertian sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah. | Pengertian sifat wajib, mustahil, dan jaiz Allah. | 1 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Mengklasifikasikan 20 sifat wajib Allah beserta arti dan dalil naqlinya. | 20 sifat wajib Allah, arti, dan dalil naqli. | 1 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Menganalisis relevansi sifat-sifat Allah dan menyajikan dalam infografis/poster digital; menerapkan nilai-nilai sifat Allah. | Relevansi sifat Allah dengan kehidupan, pembuatan infografis/poster, penerapan nilai. | 1 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas |
Sifat-sifat Allah adalah atribut kesempurnaan yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Mempelajari dan meyakini sifat-sifat ini merupakan pilar utama dalam akidah Islam. Dengan memahami sifat-sifat Allah, kita akan semakin mengenal keagungan-Nya, menguatkan iman, dan menumbuhkan rasa syukur serta ketaatan dalam setiap aspek kehidupan kita. Mari kita selami lebih dalam tentang sifat-sifat yang mulia ini.
Sifat wajib bagi Allah adalah sifat-sifat kesempurnaan yang pasti ada pada Allah SWT dan tidak mungkin tidak ada. Contohnya adalah Wujud (Ada) dan Qidam (Terdahulu). Sifat mustahil bagi Allah adalah kebalikan dari sifat wajib, yaitu sifat-sifat kekurangan yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. Contohnya adalah Adam (Tiada) dan Huduts (Baru). Sementara itu, sifat jaiz bagi Allah adalah sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah SWT, yaitu Allah berhak melakukan sesuatu atau tidak melakukannya sesuai kehendak-Nya, tanpa ada paksaan dari siapa pun. Contohnya adalah menciptakan atau tidak menciptakan alam semesta.
Ada 20 sifat wajib Allah yang dikenal dalam ilmu kalam, yang terbagi menjadi empat kelompok: nafsiyah (Wujud), salbiyah (Qidam, Baqa', Mukhalafatuhu lil Hawaditsi, Qiyamuhu Binafsihi, Wahdaniyah), ma'ani (Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama', Bashar, Kalam), dan ma'nawiyah (Qadiran, Muridan, 'Aliman, Hayyan, Sami'an, Bashiran, Mutakalliman). Setiap sifat ini memiliki makna mendalam yang menunjukkan keesaan dan kesempurnaan Allah. Misalnya, Qudrat berarti Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Ilmu berarti Allah Maha Mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi.
Keyakinan terhadap sifat-sifat Allah harus didasari oleh dalil naqli, yaitu ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Contoh dalil untuk sifat Wujud adalah QS. Al-Baqarah: 255 (Ayat Kursi) yang menyatakan Allah itu hidup dan berdiri sendiri. Untuk sifat Qudrat dan Iradat, dapat ditemukan dalam QS. Yasin: 82, 'Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia.' Memahami dalil-dalil ini memperkuat keimanan kita dan menegaskan kebenaran sifat-sifat Allah.
Memahami sifat-sifat Allah memiliki relevansi besar dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita memahami Allah itu Al-Alim (Maha Mengetahui), kita akan selalu berhati-hati dalam bertindak, baik di depan umum maupun saat sendiri. Ketika kita memahami Allah itu Al-Adl (Maha Adil), kita akan berusaha berlaku adil kepada sesama. Keyakinan pada Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) menumbuhkan rasa syukur dan optimisme. Dengan menginternalisasi sifat-sifat-Nya, kita dapat membentuk akhlak mulia dan menjalani hidup dengan lebih tenang dan bermakna, sesuai dengan ajaran Islam.
Rangkuman: Sifat-sifat Allah terbagi menjadi wajib, mustahil, dan jaiz. Sifat wajib adalah kesempurnaan yang pasti ada pada Allah, seperti Wujud, Qidam, Baqa', dst. Sifat mustahil adalah kebalikannya, dan sifat jaiz adalah kebebasan Allah untuk berkehendak. Pemahaman ini didasari dalil naqli dari Al-Qur'an dan Hadis. Menginternalisasi sifat-sifat Allah akan menguatkan iman dan membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan: Menganalisis dan mengklasifikasikan sifat-sifat Allah serta menemukan dalil naqlinya.
Alat & bahan: Al-Qur'an terjemahan, buku Akidah Akhlak, perangkat digital (opsional), alat tulis
| Akidah | Dasar-dasar kepercayaan atau keyakinan dalam agama Islam. |
| Dalil Naqli | Bukti atau dasar hukum yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. |
| Sifat Wajib | Sifat kesempurnaan yang pasti ada pada Allah SWT. |
| Sifat Mustahil | Sifat kekurangan yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. |
| Sifat Jaiz | Sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah SWT sesuai kehendak-Nya. |
| Asmaul Husna | Nama-nama baik dan indah bagi Allah SWT. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Akidah Akhlak kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.