Modul ajar Bahasa Indonesia MTs kelas IX materi Teks Diskusi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk bernalar kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi dalam berbagai situasi, serta mengapresiasi karya sastra dan budaya Indonesia. Mereka mampu memahami, mengevaluasi, dan menghasilkan berbagai jenis teks diskusi, serta menyajikan argumen secara lisan maupun tulisan dengan logis dan santun.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang perbedaan pendapat dan cara menyampaikan gagasan.
Pemahaman bermakna: Memahami berbagai sudut pandang dalam sebuah isu penting untuk mengambil keputusan yang bijak dan berkontribusi pada penyelesaian masalah.
Pertanyaan pemantik: Jika kamu melihat berita tentang dampak negatif media sosial pada remaja, apakah kamu akan langsung melarangnya atau mencari solusi lain?
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis struktur teks diskusi.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengabsen, dan mengingatkan materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik tentang isu yang akan didiskusikan.
Memahami: Peserta didik mengamati contoh teks diskusi yang disediakan guru, mengidentifikasi bagian-bagiannya (pendahuluan, argumen pro, argumen kontra, kesimpulan) dan ciri kebahasaannya.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menganalisis struktur dan unsur kebahasaan dari beberapa contoh teks diskusi yang berbeda.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, dilanjutkan dengan diskusi kelas dan umpan balik dari guru untuk memperkuat pemahaman tentang struktur teks diskusi.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang struktur teks diskusi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan kegiatan pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Peserta didik mampu menyusun argumen yang logis dan santun dalam sebuah diskusi.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi struktur teks diskusi. Guru menyajikan sebuah permasalahan aktual yang memicu perdebatan, misalnya 'Penggunaan Gadget di Sekolah'. Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi isu tersebut.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dan data pendukung untuk argumen pro dan kontra terkait isu yang diberikan, serta belajar menyusun kalimat argumen yang efektif dan santun.
Mengaplikasi: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mempresentasikan argumen masing-masing dan saling memberikan masukan konstruktif terhadap argumen teman.
Merefleksi: Beberapa perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi dan argumen terbaik mereka, guru memberikan penguatan tentang cara menyusun argumen yang logis dan santun.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan pentingnya menyusun argumen yang kuat dan santun dalam diskusi, serta memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok.
Tujuan: Peserta didik mampu menyajikan teks diskusi secara lisan dan menulis teks diskusi sederhana berdasarkan isu yang diberikan.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi menyusun argumen dan struktur teks diskusi. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan memberikan isu yang berbeda untuk setiap kelompok.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menyusun draf teks diskusi tertulis dan mempersiapkan presentasi lisan berdasarkan isu yang diberikan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan teks diskusi mereka di depan kelas, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan tanggapan dari kelompok lain. Guru memberikan umpan balik.
Merefleksi: Peserta didik melakukan refleksi diri dan kelompok terhadap proses penyusunan dan presentasi teks diskusi, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas karya dan presentasi peserta didik, memberikan penguatan akhir, dan menginformasikan tugas tindak lanjut untuk menulis teks diskusi secara individu.
Proses (formatif): Guru melakukan observasi keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta memberikan umpan balik lisan secara berkala.
Akhir (sumatif): Peserta didik mengerjakan tes tertulis berupa analisis teks diskusi dan menulis paragraf argumen.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menganalisis Struktur Teks Diskusi | Struktur Teks Diskusi | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menyusun Argumen Logis dan Santun | Unsur Kebahasaan dan Teknik Argumentasi | 2 JP | Komunikasi |
| Menyajikan Teks Diskusi Lisan dan Tertulis | Praktik Menulis dan Presentasi Teks Diskusi | 2 JP | Kolaborasi |
Diskusi adalah kegiatan yang lazim kita temui, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bentuk tulisan. Teks diskusi hadir untuk memfasilitasi pemahaman mendalam tentang sebuah isu dengan menyajikan berbagai sudut pandang secara terstruktur. Mari kita pelajari cara menyusun dan menganalisisnya.
Teks diskusi adalah tulisan yang mengupas suatu persoalan atau isu dari berbagai sudut pandang yang berbeda, yaitu sisi pro (pendukung) dan kontra (penentang). Tujuannya adalah untuk menyampaikan pandangan, memengaruhi, dan meyakinkan pembaca atau pendengar tentang suatu topik yang sedang dibahas. Teks ini mendorong pembaca untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan berbagai argumen sebelum membentuk opini sendiri.
Sebuah teks diskusi umumnya memiliki tiga bagian utama. Pertama, pendahuluan yang berisi pengenalan isu atau masalah yang akan dibahas. Kedua, isi yang terdiri dari argumen pendukung (pro) dan argumen penentang (kontra) yang disajikan secara seimbang dan logis. Ketiga, kesimpulan yang merangkum argumen-argumen tersebut dan memberikan rekomendasi atau pandangan akhir penulis.
Teks diskusi kaya akan penggunaan unsur kebahasaan tertentu. Di antaranya adalah penggunaan konjungsi pertentangan (misalnya, tetapi, namun, sedangkan), konjungsi penegasan (misalnya, oleh karena itu, dengan demikian), kata modalitas (misalnya, harusnya, sebaiknya, mungkin), serta kalimat-kalimat yang bersifat persuasif dan argumentatif. Penggunaan bahasa yang lugas dan jelas sangat penting.
Menyusun argumen yang efektif dalam teks diskusi memerlukan pemahaman yang mendalam tentang isu. Argumen harus didukung oleh fakta, data, atau contoh yang relevan. Selain itu, penyampaian argumen harus dilakukan secara logis, runtut, dan santun agar dapat diterima oleh pembaca atau lawan diskusi. Hindari argumen yang bersifat emosional atau menyerang pribadi.
Rangkuman: Teks diskusi adalah alat penting untuk memahami isu kompleks dari berbagai sisi. Dengan struktur yang jelas, argumen yang logis, dan bahasa yang persuasif, kita dapat menyajikan pandangan yang meyakinkan. Kemampuan menganalisis dan menyusun teks diskusi melatih kita untuk berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif.
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis struktur dan unsur kebahasaan dalam teks diskusi.
Alat & bahan: Teks diskusi contoh, spidol, papan tulis/flip chart, alat tulis
| Argumen Pro | Pendapat atau gagasan yang mendukung suatu isu. |
| Argumen Kontra | Pendapat atau gagasan yang menentang suatu isu. |
| Konjungsi Pertentangan | Kata penghubung yang menyatakan pertentangan antar klausa atau kalimat. |
| Isu | Pokok persoalan yang dibahas. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.