tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar MTsBahasa Indonesia › Teks diskusi dan pantun
MTs · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX
Teks diskusi dan pantun

Modul ajar Bahasa Indonesia MTs kelas IX materi Teks diskusi dan pantun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas IX materi Teks diskusi dan pantun
Ringkasan: Teks diskusi adalah teks yang menyajikan dua sudut pandang berbeda tentang isu, dengan struktur isu, argumen pro, kontra, dan simpulan, menggunakan konjungsi perbandingan dan pertentangan. Sementara itu, pantun adalah puisi lama berima a-b-a-b, empat baris satu bait, dengan sampiran dan isi. Pantun memiliki berbagai jenis seperti nasihat, jenaka, dan teka-teki, berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Teks diskusi dan pantun · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara logis, sistematis, dan etis dalam konteks personal, sosial, dan akademik serta mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara lisan dengan santun dan efektif.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks argumentasi serta mampu mengidentifikasi ciri-ciri umum puisi.

Pemahaman bermakna: Memahami teks diskusi dan pantun bukan hanya tentang mengenal strukturnya, tetapi juga bagaimana menggunakannya sebagai alat komunikasi yang efektif dan sarana melestarikan budaya.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa menyampaikan pendapat yang berbeda tanpa menimbulkan perpecahan, dan bagaimana karya sastra lama seperti pantun tetap relevan di era digital?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks diskusi dengan tepat serta menganalisis karakteristik pantun berdasarkan jenis dan fungsinya.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik dalam berdiskusi atau mendengarkan pantun, menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat sebuah diskusi berjalan efektif dan sebuah pantun menarik didengar?'

Memahami: Peserta didik dibagi kelompok, kemudian menganalisis contoh teks diskusi dan pantun yang disediakan guru, mengidentifikasi struktur, ciri kebahasaan, dan jenis-jenisnya, serta membandingkan perbedaan keduanya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi tabel identifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks diskusi serta karakteristik pantun, kemudian menukarkan hasil kerja antar kelompok untuk saling memberikan masukan.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama poin-poin penting tentang struktur teks diskusi dan ciri pantun, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan tugas membaca contoh teks diskusi dan pantun lain di rumah.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menyusun kerangka teks diskusi berdasarkan isu aktual secara logis dan menciptakan berbagai jenis pantun dengan rima dan isi yang sesuai.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi singkat tentang isu-isu terkini yang relevan dengan kehidupan remaja.

Memahami: Peserta didik memilih satu isu aktual yang menarik untuk didiskusikan, kemudian secara individu merumuskan argumen pro dan kontra serta mencari data pendukung sederhana untuk isu tersebut. Selanjutnya, mereka secara individu membuat draf kerangka teks diskusi.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik saling bertukar kerangka teks diskusi yang telah dibuat, memberikan masukan konstruktif, dan menyempurnakan kerangka masing-masing. Bersamaan dengan itu, mereka juga berlatih membuat beberapa pantun dengan berbagai jenis (nasihat, jenaka, teka-teki) secara kolaboratif.

Merefleksi: Beberapa peserta didik mempresentasikan kerangka teks diskusinya dan membacakan pantun yang telah dibuat, kelompok lain memberikan umpan balik tentang kelengkapan argumen, kelogisan, serta kesesuaian rima dan isi pantun.

Penutup: Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keseimbangan argumen dalam diskusi dan kreativitas dalam membuat pantun, memberikan apresiasi, dan menugaskan peserta didik untuk mengembangkan kerangka teks diskusi dan pantun menjadi teks utuh di rumah.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menulis teks diskusi utuh dengan argumen pro dan kontra yang seimbang serta mempresentasikan teks diskusi dan membacakan pantun secara ekspresif dan santun.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan memotivasi peserta didik untuk menghasilkan karya terbaik.

Memahami: Peserta didik secara individu menyelesaikan penulisan teks diskusi berdasarkan kerangka yang telah diperbaiki dan menyempurnakan pantun yang telah dibuat, memastikan kebahasaan dan kaidah penulisan sudah sesuai.

Mengaplikasi: Setiap peserta didik secara berpasangan atau berkelompok kecil saling mengoreksi dan memberikan masukan terakhir pada teks diskusi dan pantun temannya. Setelah itu, mereka berlatih mempresentasikan teks diskusi dan membacakan pantun dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.

Merefleksi: Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan teks diskusi hasil karyanya dan membacakan pantun di depan kelas, kemudian teman-teman dan guru memberikan apresiasi, masukan, serta penilaian terhadap karya dan penampilan mereka.

Penutup: Guru memberikan simpulan menyeluruh tentang materi teks diskusi dan pantun, memberikan apresiasi tinggi atas semua karya dan usaha peserta didik, mengajak refleksi tentang pembelajaran yang telah dilalui, dan menutup dengan doa serta pesan motivasi untuk terus berkarya dan berliterasi.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan kerangka teks diskusi, dan kreativitas dalam membuat pantun.

Akhir (sumatif): Penilaian teks diskusi utuh (struktur, argumen, kebahasaan) dan pantun (kesesuaian kaidah, isi, kreativitas) serta presentasi lisan.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di halaman ini — keduanya ada di berkas unduhan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks diskusiTeks diskusi4 JPPenalaran Kritis
Menganalisis karakteristik pantun berdasarkan jenis dan fungsinyaPantun4 JPKreativitas
Menulis teks diskusi utuh dan menciptakan pantunTeks diskusi dan pantun4 JPPenalaran Kritis, Kreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Teks diskusi dan pantun adalah dua bentuk komunikasi yang berbeda namun sama-sama penting dalam kehidupan sehari-hari. Teks diskusi membantu kita memahami berbagai sudut pandang dan berargumentasi secara logis, sementara pantun mengajarkan kita keindahan bahasa dan kearifan lokal. Mari kita selami lebih dalam kedua materi ini untuk memperkaya kemampuan berbahasa dan melestarikan budaya kita.

Mengenal Teks Diskusi

Teks diskusi adalah jenis teks yang menyajikan dua sudut pandang berbeda mengenai suatu isu atau permasalahan. Tujuan utamanya adalah untuk mencari kesepahaman atau kesimpulan dari berbagai perspektif. Teks ini sering ditemukan dalam forum debat, seminar, atau artikel opini yang membahas pro dan kontra suatu kebijakan. Kemampuan menyusun teks diskusi sangat penting untuk melatih berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara objektif serta santun. Struktur teks diskusi meliputi isu, argumen mendukung (pro), argumen menentang (kontra), dan simpulan atau rekomendasi.

Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Diskusi

Struktur teks diskusi dimulai dengan isu yang disampaikan secara jelas, kemudian diikuti oleh argumen pro yang mendukung isu tersebut dengan bukti dan alasan. Setelah itu, disajikan argumen kontra yang menentang isu, juga dilengkapi dengan bukti dan alasan yang kuat. Bagian akhir adalah simpulan atau rekomendasi yang merangkum kedua pandangan dan memberikan solusi. Ciri kebahasaan teks diskusi meliputi penggunaan konjungsi perbandingan (namun, sedangkan), konjungsi pertentangan (tetapi, walaupun), kata-kata modalitas (mungkin, seharusnya), dan kalimat persuasif untuk meyakinkan pembaca.

Mengenal Pantun

Pantun adalah bentuk puisi lama Indonesia yang terikat oleh aturan tertentu. Pantun memiliki empat baris dalam satu bait, dengan rima a-b-a-b. Dua baris pertama disebut sampiran, yang berfungsi sebagai pengantar dan tidak berhubungan langsung dengan isi. Dua baris terakhir adalah isi, yang menyampaikan maksud atau pesan utama pantun. Pantun memiliki beragam jenis, seperti pantun nasihat, pantun jenaka, pantun teka-teki, dan pantun kiasan. Pantun merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur dan sering digunakan dalam berbagai acara sosial.

Jenis-jenis Pantun dan Fungsinya

Pantun nasihat berisi ajaran moral atau petuah untuk kebaikan. Pantun jenaka bertujuan menghibur dengan humor ringan. Pantun teka-teki mengajak pendengar untuk menebak sesuatu dari isi pantunnya. Pantun kiasan menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung. Fungsi pantun sangat beragam, mulai dari media hiburan, alat pendidikan moral, penyampai sindiran halus, hingga sarana melestarikan tradisi lisan. Keunikan rima dan bahasanya membuat pantun mudah diingat dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Rangkuman: Teks diskusi adalah teks yang menyajikan dua sudut pandang berbeda tentang isu, dengan struktur isu, argumen pro, kontra, dan simpulan, menggunakan konjungsi perbandingan dan pertentangan. Sementara itu, pantun adalah puisi lama berima a-b-a-b, empat baris satu bait, dengan sampiran dan isi. Pantun memiliki berbagai jenis seperti nasihat, jenaka, dan teka-teki, berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks diskusi serta mengidentifikasi karakteristik pantun.

Alat & bahan: Teks diskusi contoh, contoh pantun, alat tulis, kertas HVS

  1. Bacalah dengan cermat teks diskusi dan kumpulan pantun yang disediakan guru.
  2. Identifikasilah bagian-bagian struktur teks diskusi (isu, argumen pro, argumen kontra, simpulan) dan ciri kebahasaannya.
  3. Identifikasilah jenis pantun (nasihat, jenaka, teka-teki) dan ciri-ciri rima serta jumlah suku katanya.
  4. Catatlah hasil identifikasi kalian pada tabel yang tersedia.
  5. Diskusikan hasil identifikasi dengan teman kelompokmu dan persiapkan untuk presentasi.

8 Glosarium

IsuPermasalahan yang menjadi topik pembahasan dalam diskusi.
Argumen ProPendapat yang mendukung suatu isu atau gagasan.
Argumen KontraPendapat yang menentang suatu isu atau gagasan.
SampiranDua baris pertama dalam pantun yang tidak berhubungan langsung dengan isi.
Isi PantunDua baris terakhir dalam pantun yang menyampaikan maksud atau pesan utama.

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Teks DiskusiBahasa Indonesia Kelas IX MTs
Pelajari Teks Diskusi →
Teks Laporan PercobaanBahasa Indonesia Kelas IX MTs
Pelajari Teks Laporan Percobaan →
Teks Pidato PersuasifBahasa Indonesia Kelas IX MTs
Pelajari Teks Pidato Persuasif →
Teks BeritaBahasa Indonesia Kelas VIII MTs
Pelajari Teks Berita →
Teks DeskripsiBahasa Indonesia Kelas VII MTs
Pelajari Teks Deskripsi →
Teks ProsedurBahasa Indonesia Kelas VII MTs
Pelajari Teks Prosedur →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Teks diskusi dan pantun ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.