Modul Ajar & RPP IPS Kelas IX
Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPS |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar bencana alam dan upaya pelestarian lingkungan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang berdampak pada kehidupan masyarakat. |
| Konseptual | Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah menyusun rencana mitigasi bencana di lingkungan sekitar dan mengimplementasikannya dalam proyek sederhana. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya perencanaan dan tindakan preventif dalam menghadapi bencana serta bagaimana pengetahuan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meyakini bahwa bencana adalah takdir Allah yang mengandung hikmah, namun tetap berikhtiar maksimal melalui mitigasi sebagai wujud syukur atas nikmat kehidupan dan menjaga amanah lingkungan. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu pengetahuan tentang kebencanaan dan strategi mitigasi, serta memanfaatkannya untuk merancang solusi inovatif demi keselamatan bersama. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi berbasis ekosistem, seperti menjaga kebersihan sungai dan penghijauan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap empati dan gotong royong dengan sesama, siap membantu dalam situasi darurat bencana, serta membangun kesiapsiagaan komunitas secara kolektif. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara untuk berkontribusi aktif dalam upaya mitigasi bencana, demi terciptanya Indonesia yang tangguh dan aman dari ancaman bencana. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis bencana dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta lingkungan dengan tepat.
- Menganalisis konsep mitigasi bencana dan keterkaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan benar.
- Menyusun rencana mitigasi bencana sederhana di lingkungan sekitar dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
- Mempresentasikan hasil proyek rencana mitigasi bencana dengan percaya diri dan jelas.
- Menginternalisasi nilai-nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, dan gotong royong dalam upaya mitigasi bencana.
Pemahaman bermakna: Memahami upaya mitigasi bencana bukan hanya tentang persiapan menghadapi musibah, tetapi juga bagian integral dari pembangunan berkelanjutan untuk melindungi kehidupan dan lingkungan, sejalan dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu bersiap menghadapi bencana alam, padahal kita tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Memahami bencana sebagai ujian dari Allah SWT dan pentingnya ikhtiar (usaha) melalui mitigasi serta tawakal, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ar-Ra'd: 11, 'Innallaha la yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim' (Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri). Ilmu Pengetahuan Alam: Memahami fenomena alam penyebab bencana (gempa, gunung meletus, banjir, dll.) dan prinsip-prinsip fisika/geologi yang mendasarinya. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan proyek dan presentasi dengan struktur yang baik, bahasa yang lugas, dan efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh masyarakat atau lembaga penanggulangan bencana setempat sebagai narasumber untuk menambah wawasan dan masukan pada proyek mitigasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan meja dan kursi yang mudah dipindahkan untuk mendukung kerja kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan area luar kelas untuk simulasi sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi presentasi (misalnya Canva, Google Slides) untuk membuat infografis atau presentasi proyek, serta mencari informasi pendukung dari situs web resmi BPBD atau BMKG. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bencana dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta lingkungan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar atau video bencana alam terkini di Indonesia dan meminta peserta didik menyebutkan jenis bencana serta dampaknya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memfokuskan perhatian peserta didik pada pentingnya memahami bencana. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai jenis bencana alam dan non-alam melalui studi kasus, artikel berita, atau video pendek yang disediakan guru, lalu mengidentifikasi dampak-dampak yang ditimbulkan pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana tentang satu jenis bencana yang mereka pilih, mencakup penyebab, karakteristik, dan dampaknya, kemudian menempelkannya di dinding kelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karyanya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya mengenali bencana sebagai langkah awal mitigasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang jenis dan dampak bencana. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memberikan tugas membaca materi mitigasi bencana untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis konsep mitigasi bencana dan keterkaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas materi pertemuan sebelumnya tentang jenis dan dampak bencana. Guru mengaitkan materi dengan pertanyaan, 'Setelah kita tahu bencana, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risikonya?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus nyata tentang suatu daerah yang berhasil atau gagal dalam melakukan mitigasi bencana, mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan/kegagalan, dan mencari keterkaitannya dengan prinsip-prinsip mitigasi bencana serta tujuan SDGs yang relevan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Dalam kelompok, peserta didik merumuskan solusi atau rekomendasi mitigasi bencana berdasarkan studi kasus yang dianalisis, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan SDGs, lalu menuangkannya dalam bentuk laporan singkat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis dan rekomendasinya. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi, menguatkan pemahaman tentang konsep mitigasi struktural dan non-struktural, serta menekankan peran SDGs dalam kerangka mitigasi bencana. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang mitigasi bencana dan SDGs. Guru memberikan apresiasi atas diskusi yang mendalam, memberikan pengantar untuk proyek mitigasi bencana yang akan dilakukan, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis studi kasus mitigasi bencana dan merumuskan rekomendasi tindakan yang relevan dengan SDGs.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet (opsional), artikel/video studi kasus
Langkah kerja:
- Baca dan pahami studi kasus mitigasi bencana yang diberikan.
- Identifikasi potensi bencana dan dampak yang terjadi dalam studi kasus tersebut.
- Analisis upaya mitigasi yang telah dilakukan (struktural/non-struktural) dan efektivitasnya.
- Hubungkan upaya mitigasi tersebut dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang relevan (misalnya, SDGs 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim).
- Rumuskan minimal 3 rekomendasi tindakan mitigasi yang lebih baik atau inovatif untuk studi kasus tersebut, dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia!
- Apa yang kamu ketahui tentang upaya mengurangi risiko bencana?
- Menurutmu, mengapa lingkungan yang bersih itu penting?
- Apa yang dimaksud dengan 'pembangunan berkelanjutan'?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, analisis studi kasus, dan penyusunan draf proyek mitigasi.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek 'Rencana Mitigasi Bencana Sederhana' dan presentasinya, serta tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bencana dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta lingkungan. | Jenis dan dampak bencana alam dan non-alam. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis konsep mitigasi bencana dan keterkaitannya dengan SDGs. | Konsep mitigasi bencana (struktural & non-struktural) dan SDGs. | 3 JP | penalaran kritis, kewargaan |
| 3 | Menyusun dan mempresentasikan rencana mitigasi bencana sederhana. | Perencanaan mitigasi bencana, simulasi, dan presentasi proyek. | 3 JP | kolaborasi, kreativitas |
Bumi tempat kita tinggal seringkali diuji dengan berbagai fenomena alam yang dapat berubah menjadi bencana. Memahami dan mempersiapkan diri menghadapi bencana bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan. Modul ini akan membimbingmu untuk menjadi agen perubahan dalam mitigasi bencana, sejalan dengan tujuan pembangunan global.
1. Mengenal Jenis dan Karakteristik Bencana
Bencana dapat dikategorikan menjadi bencana alam (gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, kekeringan, angin topan) dan bencana non-alam (pandemi, wabah penyakit, kecelakaan industri, kebakaran hutan akibat ulah manusia). Setiap jenis bencana memiliki karakteristik, penyebab, dan dampak yang berbeda. Misalnya, gempa bumi disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik, sementara banjir seringkali akibat curah hujan tinggi dan masalah drainase. Pemahaman mendalam tentang karakteristik ini penting untuk menentukan strategi mitigasi yang tepat. Indonesia, dengan letak geografisnya, sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana alam.
2. Dampak Bencana terhadap Kehidupan dan Lingkungan
Bencana memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada kerusakan fisik tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak sosial meliputi korban jiwa, luka-luka, pengungsian, trauma psikologis, dan gangguan aktivitas sosial. Dampak ekonomi mencakup kerugian infrastruktur, lahan pertanian, mata pencaharian, dan terhambatnya pembangunan. Sementara itu, dampak lingkungan bisa berupa kerusakan ekosistem, pencemaran air/udara, dan perubahan bentang alam. Memahami dampak ini membantu kita menyadari urgensi mitigasi dan respons yang komprehensif untuk meminimalkan kerugian.
3. Konsep Mitigasi Bencana: Struktural dan Non-Struktural
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. Ini terbagi dua: mitigasi struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural melibatkan pembangunan fisik seperti bendungan penahan banjir, bangunan tahan gempa, atau tanggul. Sedangkan mitigasi non-struktural fokus pada aspek non-fisik, meliputi pembuatan peraturan, tata ruang berbasis risiko bencana, edukasi masyarakat, simulasi evakuasi, dan pengembangan sistem peringatan dini. Kedua jenis mitigasi ini harus berjalan beriringan untuk menciptakan ketahanan yang optimal terhadap bencana.
4. Keterkaitan Mitigasi Bencana dengan SDGs
Upaya mitigasi bencana sangat erat kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Beberapa SDGs yang relevan antara lain: SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) karena bencana dapat memperparah kemiskinan; SDGs 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) karena bencana berdampak pada kesehatan; SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) yang menekankan pembangunan kota yang tangguh bencana; dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana. Mitigasi yang efektif berkontribusi langsung pada pencapaian target-target SDGs.
5. Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Masyarakat memiliki peran krusial dalam mitigasi bencana. Partisipasi aktif dimulai dari tingkat individu dan keluarga dengan mempersiapkan tas siaga bencana, mengetahui jalur evakuasi, dan mengikuti pelatihan. Di tingkat komunitas, masyarakat dapat membentuk kelompok siaga bencana, bergotong royong membersihkan lingkungan, serta menyebarkan informasi yang benar. Kesadaran, kepedulian, dan kesiapsiagaan kolektif adalah kunci keberhasilan mitigasi bencana. Pemerintah dan lembaga terkait harus memfasilitasi dan memberdayakan partisipasi masyarakat ini.
6. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Mitigasi Sederhana
Menyusun rencana mitigasi bencana sederhana dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1) Identifikasi potensi bencana di lingkungan sekitar (misalnya, banjir di musim hujan, gempa jika berada di zona rawan). 2) Lakukan analisis risiko, yaitu seberapa besar kemungkinan bencana terjadi dan seberapa parah dampaknya. 3) Rancang tindakan pencegahan (misalnya, membersihkan selokan, menata perabot agar tidak mudah jatuh). 4) Siapkan rencana respons darurat (jalur evakuasi, titik kumpul, nomor penting). 5) Lakukan simulasi dan edukasi secara berkala. Rencana ini harus disesuaikan dengan kondisi lokal dan melibatkan semua pihak.
7. Studi Kasus Keberhasilan Mitigasi Bencana di Indonesia
Beberapa daerah di Indonesia telah menunjukkan keberhasilan dalam upaya mitigasi bencana. Contohnya, program 'Desa Tangguh Bencana' (Destana) yang telah diterapkan di berbagai wilayah, memberdayakan masyarakat lokal untuk mengelola risiko bencana secara mandiri. Di Aceh, setelah tsunami 2004, pembangunan kembali tidak hanya fokus pada infrastruktur tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana melalui edukasi dan latihan evakuasi rutin. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa investasi pada mitigasi dan pemberdayaan masyarakat sangat vital untuk mengurangi kerugian akibat bencana.
Rangkuman: Mitigasi bencana adalah upaya krusial untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran. Ini melibatkan pemahaman jenis dan dampak bencana, serta penerapan strategi struktural dan non-struktural. Mitigasi bencana sangat terkait dengan pencapaian SDGs, terutama dalam membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Peran aktif masyarakat, didukung oleh pemerintah, adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan alam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Mitigasi Bencana | Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana. |
| SDGs (Sustainable Development Goals) | 17 tujuan global yang disepakati PBB untuk pembangunan berkelanjutan. |
| Bencana Alam | Peristiwa alam yang menyebabkan kerugian besar bagi kehidupan. |
| Bencana Non-Alam | Bencana yang disebabkan oleh faktor non-alam, misalnya wabah penyakit. |
| Peringatan Dini | Informasi awal tentang potensi bencana untuk mempersiapkan masyarakat. |
| Evakuasi | Proses penyelamatan diri atau pemindahan ke tempat aman saat bencana. |
| Resiliensi | Kemampuan untuk pulih dan beradaptasi setelah mengalami kesulitan atau bencana. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs" mata pelajaran IPS Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPS Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 5 siap unduh
Interaksi AntarnegaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerubahan Sosial BudayaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGlobalisasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerdagangan InternasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Merdeka hingga ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Interaksi Antarnegara Asia dan Benua LainBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGlobalisasi dan Ketergantungan AntarruangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Masa Kemerdekaan hingga ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkonomi KreatifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPS lain yang sudah tersedia
Perkembangan Kerajaan Islam di IndonesiaIPS Kelas IX MTsInteraksi Antarruang ASEANIPS Kelas VIII MTsInteraksi Sosial dan SosialisasiIPS Kelas VII MTsLihat semua Modul Ajar IPS Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPS kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs pada IPS MTs, Fase D.
Modul Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs untuk IPS kelas IX.
Apakah modul ajar IPS materi Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs ini gratis?
Ya. Modul Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPS kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPS kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs dapat Anda sesuaikan dengan murid IPS kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPS kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs untuk IPS kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPS kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPS kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPS ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Upaya mitigasi bencana dalam Menunjang SDGs yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPS SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.