Modul ajar Guru Kelas PAUD kelas Kelompok Bermain materi Belajar sambil bermain lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal beberapa jenis permainan dan senang berinteraksi dengan teman sebaya.
Pemahaman bermakna: Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan dan penting untuk belajar. Melalui bermain, kita bisa mengembangkan banyak hal seperti kreativitas, cara bekerja sama, dan bagaimana menyampaikan ide.
Pertanyaan pemantik: Wah, teman-teman suka bermain apa saja di rumah atau di sekolah? Kenapa ya kita harus bermain?
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai jenis permainan yang menyenangkan dan edukatif.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru bertanya tentang permainan favorit mereka di rumah dan memperkenalkan bahwa hari ini kita akan belajar banyak hal seru dari bermain. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal berbagai jenis permainan.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati berbagai sudut bermain di kelas (misalnya area balok, area buku, area bermain peran) dan guru memperkenalkan nama serta manfaat singkat dari setiap permainan yang ada.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergantian mencoba berbagai permainan di sudut-sudut kelas, dengan bimbingan guru untuk mengeksplorasi cara bermain yang berbeda-beda dan mengidentifikasi permainan yang paling mereka sukai.
Merefleksi: Peserta didik berkumpul dan menceritakan permainan apa yang paling mereka suka dan mengapa. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan bahwa semua permainan itu menyenangkan dan bisa membuat kita pintar.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu tentang bermain, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka, dan mengingatkan untuk selalu berbagi. Kegiatan ditutup dengan doa dan salam ceria.
Tujuan: Menunjukkan sikap positif saat bermain bersama teman, seperti berbagi dan bergiliran; Mengeksplorasi ide-ide baru melalui permainan peran atau membangun konstruksi.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa. Guru mengulang kembali pembahasan pertemuan sebelumnya tentang jenis permainan dan menanyakan pengalaman bermain mereka. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar bermain bersama dengan teman dan menciptakan sesuatu yang baru. Guru mengingatkan pentingnya berbagi dan bekerja sama.
Memahami: Guru mendemonstrasikan cara bermain peran sederhana (misalnya 'jual-beli' atau 'dokter-pasien') dan membangun menara balok bersama, menekankan pentingnya berbagi peran dan bahan mainan.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tugas untuk bermain peran atau membangun konstruksi menggunakan balok/lego secara kolaboratif, dengan bimbingan guru untuk memfasilitasi interaksi positif dan penyelesaian masalah sederhana saat bermain.
Merefleksi: Setiap kelompok menceritakan pengalaman bermain mereka, apa yang mereka buat atau perankan, dan bagaimana mereka bekerja sama. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya berbagi, bergiliran, dan saling membantu saat bermain.
Penutup: Guru memberikan pujian atas semangat kolaborasi peserta didik, mengajak mereka melakukan peregangan ringan, dan mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan alat mainan. Kegiatan ditutup dengan doa dan salam semangat.
Tujuan: Mengkomunikasikan pengalaman dan perasaan saat bermain dengan kata-kata sederhana; Menciptakan karya sederhana dari hasil bermain kolaboratif.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali keseruan bermain di dua pertemuan sebelumnya dan bertanya apa yang ingin mereka ciptakan hari ini. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat sebuah 'proyek' kecil dari hasil bermain bersama dan menceritakannya.
Memahami: Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan membuat 'kebun binatang mini' atau 'kota impian' dari bahan-bahan bekas atau balok, kemudian setiap kelompok akan menceritakan hasil karyanya. Guru memberikan contoh cara menceritakan hasil karya dengan kalimat sederhana.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi dalam kelompok dan berkolaborasi untuk menciptakan 'kebun binatang mini' atau 'kota impian' menggunakan berbagai bahan mainan dan bahan bekas yang tersedia. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan mendorong mereka untuk saling berdiskusi.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil 'proyek' mereka di depan kelas, menceritakan apa yang mereka buat, bagaimana proses membuatnya, dan perasaan mereka saat bekerja sama. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif dan mengapresiasi setiap karya.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kreativitas dan kerja keras mereka. Guru mengajak bernyanyi bersama, mengingatkan untuk selalu berani mencoba hal baru, dan menutup kegiatan dengan doa serta ucapan terima kasih.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi, interaksi, dan ekspresi peserta didik selama kegiatan bermain kelompok.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya kolaboratif dan kemampuan peserta didik menceritakan proses serta hasil karyanya.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai jenis permainan yang menyenangkan dan edukatif. | Jenis-jenis permainan dan manfaatnya. | 2 JP | kreativitas |
| Menunjukkan sikap positif saat bermain bersama teman, seperti berbagi dan bergiliran; Mengeksplorasi ide-ide baru melalui permainan peran atau membangun konstruksi. | Etika bermain bersama dan eksplorasi ide. | 2 JP | kolaborasi |
| Mengkomunikasikan pengalaman dan perasaan saat bermain dengan kata-kata sederhana; Menciptakan karya sederhana dari hasil bermain kolaboratif. | Komunikasi pengalaman bermain dan kreasi kolaboratif. | 2 JP | komunikasi |
Halo anak-anak hebat! Pernahkah kamu merasa senang sekali saat bermain? Bermain bukan hanya untuk bersenang-senang, lho. Bermain juga cara kita belajar banyak hal baru, menjadi lebih pintar, dan berkreasi. Mari kita jelajahi dunia bermain yang penuh warna dan kejutan!
Bermain adalah kegiatan yang kita lakukan dengan gembira dan bebas, tanpa paksaan. Saat bermain, kita bisa menggunakan imajinasi, bergerak, dan berinteraksi dengan teman atau benda-benda di sekitar. Bermain bisa dilakukan sendiri atau bersama-sama, di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Intinya, bermain itu seru dan menyenangkan!
Bermain sangat penting untuk tumbuh kembang kita. Saat bermain, kita belajar banyak hal tanpa terasa seperti belajar. Misalnya, kita belajar memecahkan masalah saat menyusun balok, belajar berbagi saat bermain masak-masakan, atau belajar berbicara saat bermain peran. Bermain juga membantu kita mengenal emosi dan cara mengelolanya.
Ada banyak sekali jenis permainan! Ada permainan konstruksi seperti menyusun balok atau lego yang melatih kita membuat bentuk-bentuk baru. Ada permainan peran seperti menjadi dokter, guru, atau koki yang melatih kita berinteraksi. Ada permainan seni seperti menggambar atau melukis yang melatih kreativitas. Ada juga permainan di luar ruangan seperti lari-lari atau bermain bola yang membuat tubuh kita sehat dan kuat.
Bermain bersama teman itu lebih seru! Kita bisa berbagi mainan, bergantian menggunakan alat, dan belajar bekerja sama. Saat bermain bersama, kita belajar menunggu giliran, mendengarkan ide teman, dan menyelesaikan masalah kecil bersama-sama. Ini melatih kita menjadi anak yang baik dan peduli terhadap teman.
Dari bermain, kita bisa menciptakan banyak karya lho! Misalnya, dari balok kita bisa membuat istana, dari plastisin kita bisa membuat binatang, atau dari bahan bekas kita bisa membuat robot. Menciptakan karya dari bermain melatih imajinasi dan kemampuan kita membuat sesuatu yang baru. Setiap karya yang kita buat itu unik dan hebat!
Saat bermain, kita sering berbicara dengan teman atau guru. Kita bisa menceritakan apa yang sedang kita lakukan, meminta bantuan, atau menyampaikan ide-ide kita. Berkomunikasi saat bermain membantu kita mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengarkan. Jangan malu untuk bercerita tentang keseruan bermainmu ya!
Rangkuman: Belajar sambil bermain adalah cara yang paling menyenangkan untuk kita tumbuh dan berkembang. Melalui berbagai jenis permainan, kita bisa mengembangkan kreativitas, belajar bekerja sama, dan mengkomunikasikan ide-ide kita. Bermain bukan hanya menghibur, tetapi juga membentuk kita menjadi anak yang cerdas, terampil, dan peduli terhadap sesama.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi permainan favorit dan menceritakan pengalamannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna/krayon, gambar-gambar permainan
| Imajinasi | Kemampuan membayangkan atau menciptakan sesuatu di dalam pikiran. |
| Kolaborasi | Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. |
| Edukasi | Bersifat mendidik atau memberikan pelajaran. |
| Konstruksi | Kegiatan membangun atau menyusun sesuatu. |
| Permainan Peran | Bermain dengan menirukan atau memerankan tokoh tertentu. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas Kelompok Bermain langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.