Modul ajar Guru Kelas PAUD kelas Kelompok Bermain materi Identitas ku usia 0-1 tahun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik dapat menunjukkan respons terhadap rangsangan fisik dan suara.
Pemahaman bermakna: Memahami identitas diri pada usia 0-1 tahun membantu kita mengenali keunikan setiap individu dan pentingnya stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembang optimal.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana ya, kita tahu kalau bayi itu lapar atau senang?
Tujuan: Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh bayi usia 0-1 tahun dengan bantuan visual dan menjelaskan fungsi sederhana dari panca indra bayi (melihat, mendengar, meraba) melalui kegiatan bermain.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru menunjukkan gambar bayi lucu dan bertanya, 'Lihat, ini siapa? Bayi punya apa saja ya di tubuhnya?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar mengenal bagian tubuh bayi dan bagaimana bayi merasakan dunia.
Memahami: Peserta didik mengamati gambar-gambar bayi dengan berbagai ekspresi dan pose. Guru mengajak peserta didik bernyanyi lagu 'Dua Mata Saya' sambil menunjuk bagian tubuh pada gambar bayi dan tubuh mereka sendiri. Guru menjelaskan secara sederhana fungsi mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan tangan untuk meraba.
Mengaplikasi: Peserta didik diajak bermain 'Tebak Bagian Tubuh Bayi' menggunakan kartu gambar. Guru menyebutkan bagian tubuh, peserta didik menunjuk pada gambar atau boneka bayi. Kemudian, peserta didik meraba berbagai tekstur kain (halus, kasar) dan mendengarkan suara-suara (gemerincing, tepuk tangan) untuk merasakan bagaimana bayi menggunakan indranya.
Merefleksi: Peserta didik secara bergantian menceritakan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan hari ini. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya panca indra bagi bayi. Guru juga bertanya, 'Bagian tubuh mana yang paling kalian suka dari bayi?'
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan pelajaran hari ini dengan bernyanyi bersama. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua anak dan mengingatkan untuk terus menyayangi bayi. Pembelajaran ditutup dengan doa dan senyuman riang.
Tujuan: Menunjukkan ekspresi emosi dasar (senang, sedih) pada bayi melalui pengamatan gambar atau video dan merawat boneka bayi dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru bertanya, 'Kemarin kita sudah belajar apa ya tentang bayi?' Guru menunjukkan video singkat bayi yang tertawa dan menangis, lalu bertanya, 'Bayi ini kenapa ya? Bagaimana kita tahu dia senang atau sedih?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar memahami perasaan bayi dan cara merawatnya.
Memahami: Peserta didik mengamati ekspresi wajah bayi pada gambar atau video (senang, sedih, lapar). Guru menirukan ekspresi tersebut dan mengajak peserta didik menebak perasaannya. Guru menjelaskan bahwa bayi juga punya perasaan dan kita bisa tahu dari ekspresinya.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan boneka bayi. Mereka bermain peran sebagai 'kakak' atau 'mama/papa' yang merawat bayi. Guru membimbing mereka untuk menggendong boneka dengan lembut, menyelimuti, dan menenangkan saat 'bayi' menangis (dengan suara atau ekspresi). Mereka juga belajar memberi 'makan' dan mengajaknya 'bermain'.
Merefleksi: Setiap kelompok menceritakan pengalaman mereka merawat boneka bayi. Guru bertanya, 'Bagaimana perasaanmu saat merawat bayi? Apa yang kamu lakukan saat bayi menangis?' Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kelembutan dan kasih sayang dalam merawat bayi. Guru juga menanyakan, 'Apakah bayi kalian senang dirawat seperti itu?'
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bahwa merawat bayi perlu kasih sayang dan perhatian. Guru memberikan apresiasi atas peran mereka dalam merawat boneka bayi. Guru mengingatkan untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja, termasuk bayi. Pembelajaran ditutup dengan doa dan lagu ceria.
Tujuan: Menceritakan pengalaman berinteraksi dengan bayi di rumah atau lingkungan sekitar dengan bantuan guru.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru bertanya, 'Siapa yang punya adik bayi di rumah? Atau pernah melihat bayi?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'Album Bayiku' dan bercerita tentang pengalaman kita dengan bayi.
Memahami: Peserta didik melihat contoh 'album bayi' sederhana yang berisi foto-foto bayi dan cerita singkat tentang perkembangannya. Guru menjelaskan bahwa setiap bayi itu unik dan punya ceritanya sendiri. Guru mengulas kembali bagian tubuh dan ekspresi bayi yang telah dipelajari.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat 'Album Bayiku' sederhana. Mereka bisa menempelkan gambar bayi (yang sudah disediakan guru) atau menggambar bayi, lalu di bawahnya guru membantu mereka menuliskan satu atau dua kata tentang bayi tersebut (misalnya: 'bayi lucu', 'bayi makan'). Peserta didik juga diajak menceritakan pengalaman mereka berinteraksi dengan bayi, misalnya saat menggendong atau mengajaknya bermain, dengan panduan pertanyaan dari guru.
Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan 'Album Bayiku' di depan kelas dan menceritakan pengalaman mereka. Guru memberikan pertanyaan pancingan dan apresiasi atas keberanian mereka bercerita. Guru menguatkan pemahaman bahwa setiap bayi itu spesial dan perlu dijaga serta disayangi.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bahwa semua bayi itu anugerah dan kita harus menjaganya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas karya dan cerita mereka. Guru mengingatkan untuk selalu menyayangi sesama, terutama yang lebih kecil. Pembelajaran ditutup dengan doa, tepuk tangan bersama, dan janji untuk bertemu lagi.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan eksplorasi, bermain peran, dan diskusi kelompok.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya 'Album Bayiku' dan kemampuan peserta didik bercerita tentang pengalaman berinteraksi dengan bayi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh bayi dengan bantuan visual. | Bagian tubuh bayi, panca indra. | 2 JP | kesehatan, komunikasi |
| Menjelaskan fungsi sederhana dari panca indra bayi melalui kegiatan bermain. | Panca indra bayi, cara merawat bayi. | 2 JP | kesehatan, kemandirian |
| Menunjukkan ekspresi emosi dasar pada bayi dan merawat boneka bayi dengan kasih sayang. | Ekspresi emosi bayi, interaksi positif. | 2 JP | komunikasi, kemandirian |
Selamat datang, anak-anak hebat! Hari ini kita akan menjelajahi dunia bayi yang penuh keajaiban. Bayi adalah manusia kecil yang baru lahir, mereka sangat lucu dan menggemaskan. Kita akan belajar mengenal bagian tubuh mereka, bagaimana mereka merasakan dunia, dan bagaimana cara menyayangi mereka. Yuk, kita mulai petualangan seru ini!
Bayi adalah manusia yang usianya masih sangat muda, biasanya dari lahir sampai satu tahun. Mereka sangat kecil dan membutuhkan banyak bantuan dari orang dewasa. Bayi belum bisa berbicara, tapi mereka bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan melalui tangisan, senyuman, atau gerakan tubuh. Setiap bayi itu unik dan spesial.
Sama seperti kita, bayi juga memiliki kepala, mata, hidung, mulut, telinga, tangan, dan kaki. Kepala bayi masih sangat lembut, jadi harus hati-hati saat menggendongnya. Mata bayi bisa melihat, telinga bisa mendengar, hidung bisa mencium, mulut bisa makan dan tersenyum, serta tangan dan kaki bisa bergerak dan meraba. Kita bisa menunjuk bagian-bagian tubuh ini sambil bernyanyi.
Bayi menggunakan panca indranya untuk mengenal dunia. Mata bayi belajar melihat warna dan bentuk. Telinga bayi bisa mendengar suara lembut seperti nyanyian atau suara orang tua. Hidung bayi bisa mencium bau susu atau aroma orang yang dikenalnya. Lidah bayi bisa merasakan manisnya susu. Kulit bayi sangat peka, bisa merasakan sentuhan lembut dan perbedaan suhu. Semua ini membantu bayi belajar tentang sekitarnya.
Bayi juga punya perasaan, lho! Mereka bisa merasa senang saat digendong dan diajak bermain. Mereka bisa merasa sedih atau tidak nyaman saat lapar, haus, atau popoknya basah. Kita bisa melihat perasaannya dari ekspresi wajahnya. Kalau bayi tersenyum dan tertawa, berarti dia senang. Kalau bayi menangis, mungkin dia lapar atau butuh perhatian. Kita harus peka terhadap perasaannya.
Merawat bayi butuh kelembutan dan kasih sayang. Kita bisa menggendongnya dengan hati-hati, menyelimutinya agar hangat, dan mengajaknya berbicara atau bernyanyi. Saat bayi menangis, kita bisa mencoba menenangkannya dengan suara lembut atau mengusap punggungnya. Memberi makan dan mengganti popok juga bagian dari merawat bayi. Semua ini membuat bayi merasa aman dan disayangi.
Dalam satu tahun pertama, bayi mengalami banyak perubahan. Awalnya mereka hanya bisa berbaring, lalu mulai mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, dan akhirnya mulai belajar berdiri dan berjalan. Mereka juga mulai bisa menunjuk, melambaikan tangan, dan mengucapkan kata-kata pertama seperti 'mama' atau 'papa'. Setiap perkembangan ini adalah hal yang luar biasa!
Rangkuman: Bayi usia 0-1 tahun adalah manusia kecil yang lucu dan spesial. Mereka memiliki bagian tubuh dan panca indra untuk mengenal dunia. Bayi juga punya perasaan dan menunjukkan ekspresi senang atau sedih. Kita harus merawat mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang. Setiap bayi tumbuh dan berkembang dengan caranya sendiri, sungguh menakjubkan!
Tujuan: Mengidentifikasi bagian tubuh bayi dan ekspresi emosi dasar.
Alat & bahan: Lembar kerja bergambar bayi, pensil warna, stiker ekspresi (senang, sedih)
| Bayi | Manusia yang usianya dari lahir sampai satu tahun. |
| Panca Indra | Lima alat indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) untuk merasakan dunia. |
| Ekspresi | Mimik wajah atau gerakan tubuh yang menunjukkan perasaan. |
| Stimulasi | Rangsangan yang diberikan untuk membantu perkembangan bayi. |
| Motorik Halus | Gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, seperti memegang. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas Kelompok Bermain langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.