tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar PAUDGuru Kelas › Modul ajar
PAUD · Kelas Kelompok Bermain · Fase Fondasi

Modul Ajar Guru Kelas Kelas Kelompok Bermain
Modul ajar

Modul ajar Guru Kelas PAUD kelas Kelompok Bermain materi Modul ajar lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Guru Kelas kelas Kelompok Bermain materi Modul ajar
Ringkasan: Bermain adalah kegiatan penting untuk belajar dan bersenang-senang. Dengan membuat 'rencana bermain' sederhana, kita bisa membuat kegiatan bermain menjadi lebih teratur, seru, dan bermakna. Rencana membantu kita tahu apa yang harus disiapkan dan langkah-langkahnya. Bermain terencana juga melatih kita untuk berdiskusi, bekerja sama, dan mengungkapkan ide. Mari kita jadi perencana bermain yang hebat!
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Kreativitas, Kolaborasi, KomunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISGuru Kelas · Modul ajar · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki kemampuan dasar untuk berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitar.

Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kegiatan bermain dapat direncanakan dan disusun secara sistematis agar lebih bermakna dan mencapai tujuan belajar tertentu, seperti halnya sebuah 'modul ajar' sederhana.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana ya caranya agar bermain kita hari ini lebih seru dan kita bisa belajar banyak hal baru?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan bermain yang disukai.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan ceria, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menanyakan perasaan mereka hari ini. Guru memperkenalkan topik 'bermain yang terencana' dengan menunjukkan beberapa gambar kegiatan bermain (misalnya, bermain balok, menggambar, bermain peran) dan bertanya, 'Kira-kira, dari gambar ini, kegiatan mana yang paling kalian suka? Kenapa ya?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan mencari tahu kegiatan bermain apa saja yang seru dan bisa kita lakukan bersama.

Memahami: Peserta didik diajak berkeliling area bermain (indoor/outdoor) untuk mengamati berbagai alat dan bahan mainan yang tersedia. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih satu atau dua alat mainan yang paling menarik perhatian mereka dan menceritakan mengapa mereka menyukainya. Guru mencatat ide-ide kegiatan bermain yang muncul dari peserta didik.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik diminta untuk menggambar atau menempel gambar mainan favorit mereka di sebuah kertas besar. Mereka kemudian saling berbagi cerita tentang mainan tersebut dan kegiatan apa yang bisa dilakukan dengannya. Guru membimbing diskusi agar setiap anak memiliki kesempatan berbicara.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan gambar mainan favoritnya dan ide kegiatan yang bisa dilakukan. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman bahwa setiap anak memiliki preferensi bermain yang berbeda namun semuanya menyenangkan. Guru mencatat ide-ide bermain yang paling banyak disukai untuk pertemuan berikutnya.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama tentang kegiatan bermain yang paling disukai. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua anak dan menyampaikan bahwa di pertemuan selanjutnya kita akan merencanakan bagaimana bermain dengan ide-ide seru tersebut. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu riang dan doa bersama.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Peserta didik mampu merencanakan urutan kegiatan bermain sederhana secara kolaboratif.

Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi. Guru mengingatkan kembali hasil diskusi pertemuan sebelumnya tentang mainan favorit. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan, 'Nah, kalau kita mau main rumah-rumahan, apa saja ya yang harus kita siapkan? Urutannya bagaimana ya biar mainnya seru dan tidak berebut?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar menyusun rencana bermain agar kegiatan kita teratur dan menyenangkan.

Memahami: Guru menjelaskan konsep 'rencana bermain' dengan menggunakan contoh sederhana, seperti 'rencana membuat kue' atau 'rencana pergi ke taman'. Guru menunjukkan kartu bergambar urutan kegiatan bermain (misalnya, 'siapkan balok', 'susun balok jadi rumah', 'bermain peran di rumah'). Peserta didik diajak untuk mengurutkan kartu-kartu tersebut secara logis.

Mengaplikasi: Dalam kelompok yang sudah dibentuk, peserta didik diberikan tugas untuk merencanakan satu kegiatan bermain yang mereka pilih dari daftar favorit di pertemuan sebelumnya (misalnya, 'bermain balok', 'menggambar bebas', 'bermain peran dokter-dokteran'). Mereka akan berdiskusi dan menggambar/menuliskan (dengan bantuan guru) langkah-langkah sederhana dari kegiatan tersebut di sebuah 'papan rencana bermain' mini. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan fasilitasi.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan 'papan rencana bermain' mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan masukan atau pertanyaan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya perencanaan agar kegiatan bermain berjalan lancar dan semua anggota kelompok bisa ikut berpartisipasi. Guru menekankan bahwa setiap langkah dalam rencana itu penting.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bahwa membuat rencana itu penting agar kegiatan bermain menjadi lebih teratur dan menyenangkan. Guru memberikan pujian atas kerjasama dan ide-ide kreatif mereka. Guru menyampaikan bahwa di pertemuan berikutnya, kita akan mempraktikkan rencana bermain yang sudah dibuat. Kegiatan ditutup dengan tepuk tangan semangat dan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik mampu mempraktikkan kegiatan bermain sesuai rencana yang telah dibuat dan mengungkapkan perasaan serta pengalaman setelah melakukan kegiatan bermain.

Kegiatan awal: Guru menyapa anak-anak dengan semangat, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali 'papan rencana bermain' yang sudah dibuat di pertemuan sebelumnya. Guru bertanya, 'Siapa yang sudah tidak sabar ingin mempraktikkan rencana bermainnya hari ini?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan menjadi 'pelaksana proyek bermain' dan setelah itu kita akan bercerita pengalaman kita.

Memahami: Guru mengulang kembali setiap 'papan rencana bermain' dari masing-masing kelompok, memastikan semua anggota kelompok memahami langkah-langkah yang akan dilakukan. Guru mengingatkan tentang aturan main seperti berbagi alat, bekerja sama, dan saling membantu. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan rencana mereka.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok melaksanakan kegiatan bermain sesuai dengan 'papan rencana bermain' yang telah mereka susun. Guru bertindak sebagai fasilitator, mengamati, dan memberikan bimbingan jika diperlukan. Setelah waktu bermain selesai, setiap kelompok merapikan alat dan bahan yang telah digunakan.

Merefleksi: Setiap kelompok secara bergantian menceritakan pengalaman mereka saat mempraktikkan rencana bermain. Mereka bisa bercerita tentang apa yang mereka lakukan, bagaimana perasaannya, apakah ada kesulitan, dan apa yang paling mereka sukai. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya atau memberikan komentar positif. Guru memberikan penguatan bahwa semua kelompok telah berhasil melaksanakan 'proyek bermain' mereka.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bahwa bermain dengan rencana itu sangat menyenangkan dan membuat kita belajar banyak hal baru. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerjasama, kreativitas, dan keberanian mereka dalam mempraktikkan rencana. Guru menyampaikan pesan agar selalu semangat belajar dan bermain. Kegiatan ditutup dengan lagu gembira dan doa bersama.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi saat peserta didik berdiskusi dan menyusun rencana bermain, serta saat mempraktikkan kegiatan bermain.

Akhir (sumatif): Penilaian performa saat mempresentasikan hasil kegiatan dan menceritakan pengalaman bermain.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan bermain yang disukai.Identifikasi mainan favorit dan ide kegiatan.2 JPKreativitas
Merencanakan urutan kegiatan bermain sederhana secara kolaboratif.Penyusunan 'papan rencana bermain'.2 JPKolaborasi
Mempraktikkan kegiatan bermain sesuai rencana dan mengungkapkan perasaan.Praktik bermain dan presentasi pengalaman.2 JPKomunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Halo anak-anak hebat! Pernahkah kalian bermain bersama teman-teman? Pasti seru, ya! Tapi, tahukah kalian kalau bermain juga bisa kita rencanakan? Seperti saat kita ingin membuat kue, kita harus tahu bahan-bahannya dan langkah-langkahnya. Begitu juga dengan bermain. Dengan merencanakan, bermain kita akan lebih teratur, lebih seru, dan kita bisa belajar banyak hal baru. Yuk, kita belajar menjadi perencana bermain yang hebat!

Apa Itu Bermain?

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan dengan senang hati, tanpa paksaan, dan bertujuan untuk menghibur diri. Saat bermain, kita bisa belajar banyak hal baru tanpa menyadarinya. Kita bisa belajar tentang warna, bentuk, angka, bahkan cara berteman dan bekerja sama. Bermain sangat penting untuk tumbuh kembang anak, karena membantu melatih motorik, kognitif, sosial, dan emosional.

Jenis-jenis Kegiatan Bermain

Ada banyak sekali jenis kegiatan bermain yang bisa kita lakukan. Ada bermain balok, menggambar, mewarnai, bermain peran (seperti dokter-dokteran atau masak-masakan), bermain pasir, bermain air, atau bermain di luar ruangan seperti ayunan dan perosotan. Setiap jenis bermain memiliki manfaatnya sendiri. Ada yang melatih jari-jari tangan, ada yang melatih imajinasi, ada juga yang melatih kita untuk berbicara dan berbagi.

Kenapa Kita Perlu Rencana Bermain?

Coba bayangkan, kalau kita ingin membuat rumah dari balok tapi kita tidak tahu harus mulai dari mana. Pasti bingung, kan? Nah, rencana bermain itu seperti peta atau panduan. Dengan rencana, kita tahu apa yang harus disiapkan, langkah apa yang harus dilakukan pertama, kedua, dan seterusnya. Ini membuat bermain kita jadi lebih teratur, tidak berebut, dan semua teman bisa ikut bermain dengan nyaman.

Bagaimana Cara Membuat Rencana Bermain Sederhana?

Membuat rencana bermain itu mudah dan menyenangkan! Pertama, tentukan dulu mau main apa. Misalnya, 'main rumah-rumahan'. Kedua, pikirkan apa saja yang dibutuhkan (balok, boneka, kain). Ketiga, urutkan langkah-langkahnya (siapkan balok, susun balok jadi rumah, masukkan boneka ke dalam rumah). Kita bisa menggambar atau menempel gambar untuk setiap langkahnya agar mudah diingat.

Bermain Bersama Teman

Saat bermain bersama teman, rencana menjadi lebih penting lagi. Kita harus belajar berdiskusi, mendengarkan ide teman, dan berbagi tugas. Misalnya, ada yang menyiapkan balok, ada yang menyusun, ada yang menjadi penghuni rumah. Dengan begitu, semua bisa ikut berkontribusi dan bermain menjadi lebih seru karena dilakukan bersama-sama. Ingat, berbagi itu menyenangkan!

Manfaat Bermain Terencana

Bermain yang terencana punya banyak manfaat. Selain membuat kegiatan lebih teratur, kita juga belajar melatih kesabaran, melatih kemampuan berpikir urut, dan melatih kerja sama. Kita juga jadi lebih mandiri karena bisa merencanakan sendiri. Dan yang paling penting, kita bisa mencapai tujuan bermain kita, misalnya berhasil membuat istana balok yang besar atau berhasil menyelesaikan misi bermain peran yang seru!

Rangkuman: Bermain adalah kegiatan penting untuk belajar dan bersenang-senang. Dengan membuat 'rencana bermain' sederhana, kita bisa membuat kegiatan bermain menjadi lebih teratur, seru, dan bermakna. Rencana membantu kita tahu apa yang harus disiapkan dan langkah-langkahnya. Bermain terencana juga melatih kita untuk berdiskusi, bekerja sama, dan mengungkapkan ide. Mari kita jadi perencana bermain yang hebat!

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan merencanakan kegiatan bermain favorit secara sederhana.

Alat & bahan: Kertas gambar, pensil warna, lem, gunting, majalah bekas (untuk gambar mainan), stiker.

  1. Pilihlah satu mainan favoritmu.
  2. Gambarlah mainan favoritmu di tengah kertas.
  3. Tempelkan gambar-gambar kecil (dari majalah) di sekitar mainanmu yang menunjukkan apa saja yang bisa kamu lakukan dengan mainan itu.
  4. Ceritakan kepada teman dan gurumu tentang mainanmu dan apa yang ingin kamu lakukan dengannya.

8 Glosarium

Modul AjarPanduan untuk guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Rencana BermainUrutan langkah-langkah kegiatan bermain yang disusun sebelumnya.
KolaborasiBekerja sama dengan orang lain.
ImajinasiDaya khayal atau kemampuan menciptakan gambaran di pikiran.

9 Materi Guru Kelas Terkait

Belajar sambil bermainGuru Kelas Kelas Kelompok Bermain PAUD
Pelajari Belajar sambil bermain →
Diriku subtema identitas diriGuru Kelas Kelas Kelompok Bermain PAUD
Pelajari Diriku subtema identitas diri →
Identitas ku usia 0-1 tahunGuru Kelas Kelas Kelompok Bermain PAUD
Pelajari Identitas ku usia 0-1 tahun →
NegarakuGuru Kelas Kelas Kelompok Bermain PAUD
Pelajari Negaraku →
PerkenalanGuru Kelas Kelas Kelompok B PAUD
Pelajari Perkenalan →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Guru Kelas Modul ajar ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas Kelompok Bermain langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.